17 Cara Menghilangkan & Penyebab Rasa Benci Dari Dalam Hati – Kebencian adalah akar dari semua konflik – Berhenti membalas keluar dari lingkaran kebencian

Cara menghilangkan rasa benci dari dalam hati – Kebencian adalah akar dari semua konflik – Berhenti membalas keluar dari lingkaran kebencian

Kebencian adalah akar dari semua masalah sosial di dalam masyarakat. Tidak ada kejahatan yang tidak di awali oleh rasa benci. Mana mungkin timbul percekcokan kalau tidak dilandasi oleh hal ini. Mustahil kedamaian bertahan lama bila ini masih mendominasi isi hati. Karena ini seperti gunung berapi aktif yang siap meletus kapan saja tanpa anda sadari terlebih dahulu. Oleh karena itu berhenti mengingat kepahitan, sakit hati, rasa malu, dan lain sebagainya keburukan anda di masa lampau.

Kebencian adalah permulaan dari segala kejahatan dan kelaliman

Jangan membenci persoalan hidup

Hidup ini memang penuh gejolak. Saat situasi aman terkendali, justru mental kita tidak berkembang. Setelah melalui pergesekan sosial yang hampir memicu konflik dari sanalah kita mengecap permulaan kedewasaan. Gejelak sosial yang kita maksudkan disini adalah sesuatu yang mengganggu kehidupan namun tidak sampai menyebabkan kerugian. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk memahami hakekat manusia yang sesungguhnya. Hingga suatu saat kita bisa menemukan bagaimana mengatasi dan mengendalikan emosi sendiri.

Masalah disenyumin aja, persoalan dibawa santai aja lagi…. Itulah perasaan yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang ketika diperhadapkan dengan situasi yang sulit. Tidak perlu membenci orang-orang yang turut ambil bagian menjatuhkan/ melemahkan/ memfitnah anda melainkan temukan solusinya. Hindari fokus dengan persoalan itu sendiri apalagi melampiaskan amarah kepada setiap orang yang mengambil peran disana melainkan fokuskan pikiran untuk menemukan solusi mengatasi situasi tersebut.

Mengapa ada kebencian dalam hati?

Mari cari tahu mengapa rasa benci masih terpendam dalam hati. Beberapa analisis kami berdasarkan pengalaman sendiri dan juga dari hasil cerita orang lain.

  1. Masa lalu yang suram.

    Hidup kita dahulu mungkin tidak senikmat sekarang. Hal-hal buruk di masa lalu apabila masih terkenang di dalam hati akan mengundang rasa benci yang mungkin terjadi tiba-tiba bahkan hanya dipicu oleh gangguan kecil. Sebelum kita memaafkan masa lalu maka rasa seperti ini tetap bertahan dalam hati.

  2. Jauh dari cinta.

    Seseorang yang hidupnya tidak pernah merasakan cinta dari orang lain memiliki kadar kebenciannya yang tinggi. Sebab menyayangi seseorang adalah hal yang indah dan dari sana kita bisa belajar bagaimana cara memperlakukan orang dengan baik dimana rasa benci menjadi terkikis sudah.

  3. Keyakinan yang salah.

    Apa yang kita percayai cenderung membentuk hidup menjadi sesuatu yang berbeda. Jika keyakinan sendiri mensugesti kita untuk membenci orang-orang tertentu niscaya apa yang dilakukanpun tidak jauh-jauh dari hal tersebut.

  4. Gangguan sosial.

    Masuk dalam situasi seperti ini membuat beberapa orang mudah sekali melampiaskan kebenciannya. Padahal hal-hal sepele seperti itu dapat diabaikan saja. Apabila kejadian-kejadian kecil terus kita masukkan dan tumpuk dalam kepala sendiri niscaya hal ini akan membuat pusing sendiri.

  5. Rasa yang terlalu sensitif.

    Rasa dalam hati ini jangan dibawa lebay. Hal-hal yang berlebihan berpotensi merusak kehidupan secara perlahan tapi pasti. Milikilah sesuatu yang bersifat biasa-biasa saja sehingga keseharian kitapun tidak dihabiskan untuk mengurus hal-hal sepele.

  6. Kurang pergaulan.

    Kebiasaan hidup yang tidak pernah bergaul dengan siapapun atau cenderung menjauhi pergaulan dengan sesama akan menciptakan sikap ego yang tinggi. Saat kita berpikir bahwa diri ini adalah pusat dari segala sesuatu niscaya sifat terlalu mudah benci saat orang lain berseberangan dengan prinsip sendiri. Menuntut orang untuk memperhatikan, berbuat baik dan menyenangkan hati ini padahal diri sendiripun tidak pernah melakukan hal tersebut kepada orang lain. Ingatlah untuk “Perlakukan orang lain seperti apa yang ingin dilakukan orang terhadap anda“.

  7. Sikap perfectionist.

    Mereka yang tidak mau menerima kelemahan orang lain cenderung tidak senang dan membenci kebanyakan orang. Sebab di dalam dunia ini manusia tidak sempurna. Dimana ada kelebihan maka disitu juga ada kelemahan. Sikap sok perfect membuat kita lebih senang untuk menjelek-jelekkan dan merendahkan orang lain yang lebih lemah.

  8. Tidak pernah terluka/ tidak pernah disakiti orang.

    Saat kita over protect terhadap diri sendiri maka hal tersebut sama artinya dengan memanjakannya. Setiap orang harus merasakan rasa sakit tanpa apa perlindungan dari pihak manapun (termasuk orang tua dan guru) agar suatu hari nanti ia menjadi orang yang lebih kuat, tabah dan tidak mudah benci kepada orang lain.

  9. Tidak mau membuka diri dan menerima segala sesuatu apa adanya.

    Sikap kita yang tertutup terhadap orang lain cenderung mendorong suatu hasrat untuk nyaman sendiri. Jika kenyamanan yang kita ciptakan (baik yang nyata maupun imajinasi) terusik oleh sesuatu dan lain hal maka hati cenderung tidak berterima dengan apa yang sedang berlangsung sehingga berujung bentrok (baik bentrok fisik maupun lisan) . Oleh karena itu, sikap hati yang mau menerima segala sesuatu apa adanya harus dipelihara dan dikembangkan oleh setiap orang.

VS Mencintai

Rasa benci itu manusiawi. Sebelum kita mampu mengendalikannya, menekannya bahkan mengikisnya hari lepas hari niscaya hati jauh dari ketenangan dan hidup yang penuh dengan ketentraman raib bersama hembusan angin sepoi-sepoi. Salah satu cara paling ampuh untuk mengimbanginya adalah dengan cinta. Anda harus sanggup menyelaraskan bahkan mengungguli besarnya kebencian dengan mencintai sesuatu. Sebab dalam cinta ada rasa saling mengerti dan rela berkorban. Inilah yang mengiringi kita dalam pencerahan yang penuh harapan.

Makanya, tunggu apa lagi, buruan menikah

Itulah kenapa orang yang sudah menikah dan mencintai pasangannya dengan sepenuh hati lebih pandai mengendalikan emosinya ketimbang mereka yang masih sendiri (jomblo). Cinta membuat kita lebih sabar menjalani hidup ini. Dengannya kita mengerti bahwa hidup ini bukan hanya soal menuntut hak melainkan juga bagaimana mengorbankan apa yang seharsnya menjadi hak kita kepada orang yang dicintai. Ia mengajari kita kebaikan tanpa pamrih (tanpa mengharapkan balasan).

Kasih mengajarkan kita banyak hal

Bila anda ingin menghilangkan kebencian berarti harus menekan dan meredamnya dengan cinta. Saat menemukan cinta hati menjadi lebih damai dan tenang seperti “penuh rasanya”. Ini bukan cinta biasa melainkan ini lebih dekat kepada kasih. Cinta sejati itu adalah kasih yang penuh pengorbanan, salah satunya adalah kemauan untuk memaafkan. Pernahkah anda  merasakan hal ini? Saat kita mampu mencintai seseorang sepenuh hati tanpa syarat niscaya ini akan mengajari kita agar rela berkorban dalam menjalin hubungan dengan yang lainnya.

Kalau tidak pernah merasakan indahnya mencintai sesuatu bagaimana mungkin dapat mengekspresikan hal ini kepada orang disekeliling kita. Baik bagi setiap orang untuk belajar mencintai agar hidupnya menjadi lebih baik dan lebih semangat dari hari ke hari. Suatu saat anda akan menemukan bahwa cintalah yang membentuk kehidupan anda, menuntun anda ke jalan yang baik, membuat anda bertahan, berhenti bersedih/ menangis, terus memperbaiki diri, melatih diri menjadi lebih baik. Cinta sejati telah kita peroleh dari awal pada Tuhan.

Mengekspresikan rasa cinta kepada Tuhan adalah sesuatu yang sangat mudah untuk dilakukan. Sebab Dia adalah kebenaran jadi dimanapun dan kapanpun anda melakukan hal yang benar maka disanalah Tuhan hadir. Salah satu cara untuk menunjukkan cinta kita kepada Yang Maha Kuasa adalah dengan senantiasa bernyanyi sembari berfokus untuk memuji & memulikan namanya dalam hati disegala situasi.

Dari mana kita belajar mencintai

Baik bagi seorang yang masih sendiri untuk mencintai Tuhannya. Sebab dari sanalah dia belajar untuk menjadi pribadi yang bebas dari rasa benci. Sebenarnya banyak hal yang dapat dicintai di dunia ini, misalnya orang tua, sahabat, hobi, pekerjaan dan apapun hal positif yang dilakukan sehari-hari, cintailah itu teman. Rasa inilah yang kemudian akan mengikis kebencian hingga kita lupa untuk melakukannya lagi.

Cara mengantisipasi kebencian dalam keseharian ini

Perasaan membenci orang lain tidak pernah berhenti meminta korban. Kita akan terlibat dalam konflik yang berkepanjangan dimana tidak akan berakhir dengan cepat. Aksi saling balas-membalas sangat melelahkan dan menguras sumber daya yang kita miliki terutama uang. Daripada menyibukkan diri untuk sesuatu yang negatif dan tidak jelas lebih baik bertekun untuk menjadi pribadi yang medatangkan kebaikan bagi orang lain. Berikut ini kita akan membahas cara mengatasi dan menghilangkan kebencian dari dalam pikiran sendiri.

Cara Menjadi Candu Kepada Tuhan Dan Kasih (Kebaikan) Adalah Narkoba Terindah

  1. Menjadi bahagia.

    Dalam hidup ini kebahagiaan adalah sebuah keharusan. Bukan harta dan gemerlapan dunia ini yang membahagiakan kita sebab itu hanya menyenangkan indra yang notabene hanya mampu merasakan apa yang ada di luar diri ini. Padahal semuanya itu terbatas. Kebahagiaan sejati bersumber dari dalam hati yang terpancar ke luar hingga dirasakan juga oleh orang lain. Saat hati sudah terpuaskan oleh kebenaran, maka saat itu juga sekecil apapun materi yang kita miliki dapat membahagiakan diri ini yang diawali dengan (1) rasa bersyukur kepada Tuhan dan (2) menganggap semua yang terjadi adalah terbaik untuk kehidupan kita.

  2. Harus belajar mencintai.

    Antara cinta dan benci dimanakah yang lebih menguasai kehidupan anda? Atau lebih tepatnya dimanakah yang lebih sering bahkan rutin anda ekspresikan? Kita harus mencintai sesuatu di dunia ini agar kebencian tersisih dari dalam pikiran Salah satu yang paling dekat yang dapat di cintai adalah Tuhan & firman-Nya kemudian orang tua, pasangan hidup, anak (keluarga), saudara atau yang lainnya. Rasa ini bukan hanya dikatakan “love you mom!” melainkan tindakan yang kongkrit lebih kuat daripada kata-kata. Kepatuhan, kepedulian, mau membantu bahkan berkorban sekalipun demi kebaikan mereka yang kita cintai.

    Hati yang mau mengasihi adalah kunci rasa toleransi dan pengertian yang besar terhadap kekhilafan orang lain. Anda perlu mulai belajar mengasihi orang-orang yang disekitarmu dengan cara lebih peduli kepada mereka. Baik melalui perkataan dan perbuatan sehari-hari. Setelah semuanya itu, latihlah hatimu untuk melihat kesalahan orang lain sebagai sebuah kekurang pahaman tentang kebenaran, misalnya.
    Ampuni mereka ya Tuhan sebab mereka tidak tahu apa yang dilakukannya“.
    Kasihani orang ini dan ajari dia kebenaran ya Tuhan agar kedepannya hidupnya menjadi lebih baik lagi“.
    Maafkan mereka ya Tuhan sebab mereka masih terlalu muda dan belum tahu apa-apa“.
    Kasihani orang ini Tuhan, sehingga ia menjadi bijak dan lebih dewasa“.

    Setelah menyatakannya lewat pikiran sendiri maka nyatakan juga itu dalam hal sikap (tutur kata dan perilaku) yang baik setiap hari. Perbuatan kasih yang paling sederhana setelah mendoakan kebaikan sesama adalah dengan beramah-tamah (senyum, sapa dan sentuh).

  3. Jauhkan hati dari rasa sombong.

    Kesombongan adalah kelemahan manusia yang paling mendasar. Ini adalah sebuah rasa yang menganggap diri sendiri lebih dari orang lain. Satu ciri khas sifat sombong adalah enggan untuk menghadapi ujian kehidupan dan enggan mentolerir kesalahan orang lain (kepribadian perfeksionis). Hati yang penuh dengan keangkuhan sangat mudah tersakiti oleh gejolak kecil sekalipun sehingga orang-orang seperti cenderung menjauhkan diri dari hidup yang bersosial.

    Untuk mengatasi kesombongan maka anda perlu menekan dan menghancurkan diri sendiri. Anda dapat melakukan hal ini dengan mengatakan kepada diri sendiri bahwa “Saya hanya manusia tidak berguna, sampah yang hina, saya pantas mendapatkannya. Kuatkan hatiku ya Tuhan”. Seterusnya, Kapankah kita menghargai diri sendiri dan kapan menghancurkannya?

  4. Beraktivitas memberi manfaat.

    Setiap pekerjaan yang kita lakukan alangkah baiknya jika itu mendatangkan kebaikan bagi orang lain. Tidak perlu muluk-muluk pada pekerjaan yang besar, kegiatan seperti membersihkan rumah, merapikan kamar, menyiapkan makanan dan masih banyak lagi pekerjaan rumah lainnya yang membuat hidup kita bermanfaat bagi keluarga. Kita bisa mengembangkan diri untuk memiliki potensi sehingga dimampukan untuk berguna bagi kehidupan masyarakat luas melalui pekerjaan yang ditekuni hari demi hari. Berguna bagi banyak orang adalah sebuah karunia tapi bagi kita yang hanya dapat melakukan yang terbaik untuk keluarga, jangan berkecil hati karena itu sudah cukup memuaskan hati ini lewat rasa bersyukur setiap hari. Ingatlah bahwa besar kecilnya cinta itu dipengaruhi oleh pengorbanan (manfaat) yang anda lakukan.

  5. Berhati-hatilah dengan sikap hati yang kesal

    Senantiasa kenali suasana hati anda. Apabila rasa kesal mulai muncul dari dalam sana maka bersihkanlah itu terlebih dahulu. Sebelum rasa kesal itu reda, hindari melakukan kontak dengan orang lain. Sebab bisa saja orang yang anda temui akan menjadi sarana pelampiasan atas kekesalan itu. Oleh karenanya, senantiasa refreshlah pikiran anda agar jauh dari rasa kesal. Hanya tentang, Menghadapi kekesalan dalam hati

  6. Hidup lebih positif.

    Kesibukan kita yang membuat hidup berkembang. Masalahnya sekarang adalah anda lebih sibuk untuk melakukan hal-hal yang baik atau lebih banyak mengerjakan pekerjaan kotor yang membuat moral semakin jongkok. Oleh karena itu hati-hati dengan kebiasaan sehari-hari. Perilaku yang diulang-ulang (buruk ataupun baik) secara tidak langsung & tanpa disadari akan membentuk karakter yang mengarahkan anda pada tujuan hidup tertentu. Biasakanlah berbuat baik dan tinggalkanlah kebiasaan buruk dimulai dari pikiran, perkataan dan perbuatan. Sebab kebiasaan baik membangung karakter yang tangguh.

  7. Hidup mengalir seperti air.

    Kita hanyalah debu. Bagaimana mungkin sebutir debu bisa melawan arus angin yang berputar disekelilingnya? Ini sesuatu yang mustahil. Oleh karena itu jangan memaksakan kehendak kita kepada orang lain. Karena terkadang apa yang kita inginkan tidak sejalan dengan kepentingan umum. Baiklah kita patuh kepada orang-orang yang lebih tinggi dari diri ini dan mari berharap mereka juga bertindak sesuai dengan kehendak Sang Pencipta.

  8. Ikhlas dalam bertindak.

    Ada baiknya bila kita tulus dalam bertindak. Sebab dalam hidup ini kelurusan hati sangat meringankan langkah kaki. Saat kita melakukan segala sesuatu kepada sesama tanpa mengharap dan menuntut agar dikemudian hari ia lebih memperhatikan dan mengutamakan diri ini. Maka sejak dari awal kita hati lebih siap ketika apa yang sedang dilakukan tidak ditanggapi/ tidak dianggap/ tidak dihargai oleh orang lain.

  9. Sabar.

    Jangan salah kaprah dan menganggap bahwa orang yang terlalu sabar itu adalah tanda kelemahan. Ini justru sebaliknya. Kesabaran adalah simbol kekuatan hati. Kuat dari dalam itu lebih baik daripada kelihatan kuat dari luar. Sadarilah bahwa ini adalah atmosfer kehidupan kita. Dimanapun kita berada, apapun yang kita lakukan dan dengan siapaun kita berhubungan pasti sangat dibutuhkan yang namanya kesabaran. Latih diri untuk bersabar dalam segala sesuatu mulai dari sekarang.

  10. Terbiasa dengan rasa sakit – terima perlakuan buruk apa adanya.

    Siapakah yang tidak pernah mendapatkan perlakuan buruk? Semua orang pasti sudah perna mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain. Saat kita disakiti maka rasa sakit itu membentuk diri ini untuk lebih kuat dan tabah menjalani hidup kedepannya. Kepahitan dapat membentuk anda menjadi orang yang lebih panjang sabar.

    Saat diperlakukan tidak baik, katakan dalam hati “Saya pantas mendapatkannya, kuatkan hatiku ya Tuhan“. Rasa sakit akan membentuk mental anda menjadi lebih kuat sehingga ketika kejadian yang sama terulang lag maka sakitnya tidak seperti dulu lagi dan malahan lebih cepat sembuh. Ujian kehidupan melatih kita untuk segera meregenerasi/ memperbaiki suasana hati ketika terjadi perlukaan (sakit hati).

  11. Mau minta maaf dan memaafkan.

    Sikap ini amat diperlukan setiap manusia sebat tidak ada yang sesempurna seperti yang kita inginkan/ bayangkan. Salah dan khilaf itu manusiawi. Oleh karena itu milikilah hati yang dengan ikhlas mau memaafkan kesalahan orang lain dan mau meminta maaf saat diri sendiri telodor melakukan kesalahan. Selanjutnya, Cara meminta maaf dan memaafkan orang lain

  12. Lupakan masa lalu alihkan konsentrasi.

    Kebanyakan dari kita masa lalunya buruk, saya juga demikian. Sadarilah bahwa menyimpan kepahitan dari masa lampau seperti menimbun sampah yang suatu saat akan tercium busuknya dirimu kepada orang lain. Mengingat-ingat rasa sakit, dendam dan kebencian dari zaman baheula adalah salah satu yang mendorong kita untuk melampiaskan hawa nafsu yang sesat. Oleh karena itu marilah kita bergerak maju kedepan (bukan melihat kebelakang). Alihkan setiap kenangan yang menyakitkan dengan memikirkan hal-hal yang baik, Kitab Suci, ilmu pengetahuan, pelajaran, mata kuliah dan lain sebagainya.

  13. Menikmati hidup.

    Ingat teman untuk tidak kerja terus banting tulang hari lepas hari sehingga lupa daratan untuk berlabuh. Sesekali hasil jerih lelah itu digunakan untuk membeli sesuatu alias dibelanjakan uangnya. Pelit terhadap diri sendiri adalah penyiksaan. Tidak ada salahnya untuk dinikmati seadanya (tidak perlu semuanya, ingat untuk menabung). Rutinitas ini sebaiknya jangan terlalu sering, namanya juga sesekali agar tidak cepat bosan.HARAP DI CATAT BAIK-BAIK : Tidak cerdas orang yang membelanjakan uangnya sebagai pelarian terhadap persoalan yang sedang dihadapi. Patikan hati anda bersih dari kebencian saat menikmati hidup. Lakukan ini bersama orang-orang terdekat.

  14. Bergaul dengan banyak orang.

    Saat kita berbaur dengan orang lain maka pikiran semakin berkembang. Ada sikap mengerti dengan kelemahan orang lain yang terkadang membuat kita jengkel. Sebab dalam mengenal banyak orang maka dengan begitu mengenal banyak sifat yang bermacam-macam dimana dari semua sifat manusia tersebut kadang ada yang tidak sesuai dengan diri ini. Jika belum terbiasa niscaya ada rasa jengkel sedikit ilfil juga. Akan tetapi bila kita sudah terbiasa niscaya kita akan mengerti dan lebih sabar menghadapinya.

  15. Berbuat baik kepada semua orang.

    Kebaikan yang dilakukan merupakan salah satu ciri bahwa kita mencintai orang tersebut. Mendoakan mereka yang membenci kita adalah permulaan dari kebaikan hati. Jadilah seperti mentari yang menyinari orang baik dan juga orang jahat. Mintalah berkat atas musuh-musuh anda. Senyum adalah kebaikan yang sangat sederhana. Tidak melelahkan, tidak butuh materi dan lain sebagainya. Melainkan kita hanya mengekspresikan bakat kebaikan yang sudah ada dalam diri ini semenjak dilahirkan ke dunia ini. Selanjutnya anda bisa meningkatkannya kepada sesuatu yang membutuhkan pengorbanan seperti “memberi”.

  16. Komunikasikan apa yang anda rasakan.

    Berbicara dengan orang lain adalah solusi untuk membuat rasa kurang enakan itu hilang. Terkadang kita jengkel dengan sesuatu padahal orang tersebut tidak sengaja melakukannya sehingga tanpa ia ketahui diri ini dirugikan. Oleh karena itu belajarlah untuk melakukan komunikasi yang santun dan terpimpin.

    Saat rasa marah anda atau amarah darinya belum reda sebainya jangan berkomunikasi dahulu melainkan tunggu sampai situasi lebih kondusif dan tenang. Selesaikan segala sesuatu dengan empat mata secara kekeluargaan untuk kebaikan bersama.

  17. Hindari sikap yang terlalu berlebihan/ lebay.

    Jadilah pribadi yang mampu bersikap santai & biasa saja dalam segala sesuatu. Sikap yang terlalu sensitif tidak baik untuk kehidupan sosial anda sehari-hari. Ada banyak gangguan yang bisa diabaikan disekitar kita karena terlalu di campuri/ terlalu di gubris justru akan menimbulkan gejolak batin bahkan dapat berujung pada konflik yang berkepanjangan.

Tidak perlu membeo perbuatan tidak menyenangkan nan jahat dari orang lain. Melainakan kikis rasa benci di hati dengan cinta sebab dalam kebencian dunia ini akan menjadi kacau balau oleh karena perbedaan kepentingan. Namun ketika ada rasa saling mencintai niscaya perbedaan itu seperti pelangi yang membuat hidup kita lebih indah.

Salam perubahan!

Iklan

8 comments

  1. Luar biasa apa yang sudah saya baca tadi, terima kasih atas tulisan tersebut mudah2an saya akan menjadi pribadi yang lebih baik. Salam.

    Suka

    • Sama-sama. Kebahagiaan itu bukan tanpa kebencian melainkan saat anda mampu menekan dan menepis setiap rasa bencin dari dalam hati ini. Salam…..

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s