+9 Alasan Yesus Kristus Datang Dalam Kesederhanaan – Hidup Sederhana Ramah Lingkungan

Faktor Penyebab Yesus Kristus Datang Dalam Kesederhanaan - Hidup Sederhana Ramah Lingkungan

Kristen Sejati – Kita tentu bertanya-tanya mengapa Allah yang menjadi manusia tidak memilih untuk dilahirkan dengan kemuliaan sebagai salah satu anak raja di dunia ini? Mengapa pula ia tidak dilahirkan dari salah satu keluarga imam atau pemuka agama saat itu? Atau setidak-tidaknya ia terlahir dari keluarga bangsawan atau dari keluarga pedagang yang notabene bergelimangan harta? Mengapa Dia memilih untuk menjadi salah seorang anak dari tukang kayu yang saat itu termasuk dari golongan orang-orang kecil-rakyat jelata.

Inilah yang hendak diajarkan Tuhan kepada kita, “KESEDERHANAAN ADALAH RAMAH LINGKUNGAN.” Sifat semacam inilah yang tidak dimiliki oleh kalangan atas dan orang-orang berkelas. Mereka hidup dengan menekan orang lain dan menekan lingkungan dengan kekuatan uangnya. Mereka memenuhi dirinya dengan berbagai-bagai barang mewah yang diperoleh dari hasil menghancurkan bumi: menggali tambang-tambang (misal untuk menghasilkan emas, tembaga dan lainnya), mencemari lingkungan (limbah industri yang mengotori air, tanah dan udara) dan merusak tatanan sosial bermasyarakat (menjalankan konspirasi demi uang yang banyak).

Sederhana adalah (1) bersahaja; tidak berlebih-lebihan; (2) sedang (dalam arti pertengahan, tidak tinggi, tidak rendah, dan sebagainya); (3) tidak banyak seluk-beluknya (kesulitan dan sebagainya); tidak banyak pernik; lugas (KBBI Luring). Merupakan hidup yang menghargai kehidupan apa adanya. Ini adalah kualitas yang sangat kita butuhkan di zaman sekarang.Tanpa kesederhanaan, yakin sama kami bahwa bumi ini akan semakin tergerus dan sumber daya akan segera habis, oleh karena pemborosan yang terjadi.

Tahukah anda bahwa bumi ini memiliki kecepatan produksi energi yang terbatas? Konsumsi yang tinggi tidak dapat diimbangi oleh kapasitas produksi yang rendah. Sebagus-bagusnya pasokan sumber daya yang kita miliki pastilah ada juga yang namanya batas. Terlebih ketika kita berbicara tentang penambahan jumlah penduduk dunia yang terus terjadi tahun demi tahun. Pemakaian yang boros ditambah lagi dengan jumlah user (pengguna) yang melambung tinggi merupakan sebuah masalah yang akan menimbulkan masalah kedepannya.

Kesederhanaan adalah kunci untuk memperpanjang umur bumi. Sebab ketika setiap manusia bergerak menurut kecerdasannya meraih kemuliaan pribadi (rumah yang mewah, kendaraan berkelas, penyajian makanan ala barat/ semua ada tapi tidak semua dimakan dan lain-lain) maka ada potensi besar yang membawa lingkungan alamiah terdegradasi. Sebab beberapa konspirasi yang terjadi zaman ini adalah beberapa oknum merusakkan fasilitas alami yang membuat manusia nyaman. Lalu menawarkan hal-hal yang sintetis buatan pribadi yang dikomersialkan (diperdagangkan) secara luas. Padahal sistem kerja alat tersebut hanya menirukan aktivitas alamiah di alam sekitar kita.

Tuhan Yesus memberikan teladan bagi kita semua, bagaimana seharusnya hidup panjang umur, sejahtera (makmur) dan berbahagia di bumi ini. Selama kita mampu menghidupi teladan itu maka selama itu pula keberadaan kita di bumi ini mendatangkan kebaikan karena ada simbiosis mutualisme dengan lingkungan alamiah. Aktivitas kita yang cenderung melepaskan kalor sembari mengkonsumsi sesuatu akan sebanding dengan kemampuan lingkungan untuk mengikatnya kembali untuk memproduksi sesuatu. Sehingga bisa dikatakan bahwa hidup sederhana syarat kunci agar lingkungan sekitar ramah dengan keberadaan manusia, bukan justru memaksa lalu menendang kita keluar (menemui ajal masing-masing) lewat bencana alam yang terjadi.

Faktor penyebab mengapa Yesus Kristus mengajari kita untuk hidup sesederhana mungkin

Pada dasarnya manusia tidak dapat berpapasan dengan pribadi Allah yang sesungguhnya sebab manusia itu penuh dosa sedangkan Allah sucit tak bercela. Karena faktor inilah Allah memilih untuk mengutus salah seorang diantara umat-Nya untuk menjadi nabi/ hamba-Nya. Ia telah berulang kali menyelamatkan kita lewat hamba-hamba-Nya. Yang pertama-tama adalah nabi Musa yang dahulu melalui perantaraannya Allah mengajarkan hukum taurat kepada orang Israel. Pengutusan ini selalu memiliki titik lemah sehingga tidak dapat mencapai tujuan yang sesungguhnya. Oleh karena itulah, Ia bereinkarnasi dalam diri Yesus Kristus untuk memberikan teladan yang baik bagaimana seharusnya hidup yang benar menurut kehendak Allah. Simak, Antara Allah di taman Eden dan Kristus Yesus.

Berikut adalah ayat yang menunjukkan betapa besar dan dahsyatnya Allah kita sehingga mustahil manusia berdosa berpapasan dengan-Nya.

(Keluaran 20:18-21) Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh. Mereka berkata kepada Musa: “Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.” Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: “Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa.” Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada.

Tuhan sendiri bereinkarnasi menjadi manusia lalu mengambil pentuh yang sederhana bukan tanpa alasan yang tidak jelas. Ini adalah sebuah teladan yang sangat bermanfaat untuk membawa dunia ini dalam puncak kejayaan bersama. Berikut adalah beberapa alasan yang kami ketahui mengapa Tuhan ingin mengikuti jejak kesederhanaan yang telah Ia lakukan dahulu.

  1. Menegaskan betapa pentingnya kesetaraan.

    Tuhan Yesus ingin menyatakan, “begini lho yang dimaksud dengan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Ini adalah pesan/ perintah ke dua Allah dalam kehidupan umat manusia sejak dari zaman pubakala. Ini jugalah yang menjadi kunci perdamaian dunia sepanjang masa. Selama belum ada keadilan sosial maka selama itu pula dunia ini akan terus menghasilkan gejolak sosial yang besar: kriminalitas, peperangan hingga bencana alam yang memakan korban jiwa.

    Mulai saat ini, ketahui dan perjuangkanlah kebenaran tentang kesejajaran manusia. Ini adalah kunci agar dunia ini lepas dari segala kemelut yang ada saat ini. Semakin jauh wilayah anda dari kesetaraan maka semakin besar badai kehidupan (persoalan) yang terjadi.

  2. Menyatakan kerendahan hati adalah jalan kepada kebaikan.

    Allah hendak berbuat baik bagi dunia ini maka jalan untuk melakukannya adalah dengan cara merendahkan diri. Sebab datang dalam langsung dalam kemuliaan-Nya yang sebenarnya seperti yang dialami oleh bangsa Israel saat berada di bawah pimpinan nabi Musa di padang gurun di gunung sinai hanya akan membuat manusia ketakutan dan gemetaran.

    Ini adalah pelajaran penting bagi setiap orang yang hendak berbagi kasih kepada sesama. Jalan pertama yang harus ditempuh untuk berbuat baik/ bermanfaat bagi sesama adalah menjadi pribadi yang rendah hati.

  3. Menunjukkan kepeduliaannya terhadap masalah sosial yang terjadi.

    Karena ia peduli dengan masyarakat luas yang pada masa itu hanyalah korban dari sebuah sistem yang cenderung hanya menguntungkan kalangan atas, orang-orang intelektual dan mereka yang dekat dengan penguasa. Kalangan atas pada masa itu hanya berusaha memperkuat posisinya sedangkan rakyat jelata di jatikan bahan pijakan untuk mewujudkan keinginannya. Mereka menyebut konspirasi ini sebagai adat istiadat dan peraturan yang bersifat lebay.

    Saat anda yakin bahwa peduli dengan kehidupan seseorang maka langkah pertama yang anda lakukan adalah menangis saat mereka menangis, tertawa saat mereka tertawa, merasa sakit saat mereka tersakiti, merasa iba saat mereka tertindas dan lain sebagianya.

    Sebuah pelajaran hidup: Untuk memberi solusi terhadap masalah orang lain kita perlu menjadi seperti mereka. Saat peduli dengan orang lain maka kitapun akan menjadi seperti mereka agar bisa mengetahui rasanya dan perasaan mereka yang mungkin saja sedang tidak dalam posisi menguntungkan.

  4. Untuk menyentuh seluruh lini kehidupan masyarakat.

    Seandainya Yesus datang dalam kemuliaan raja maka kemungkinan ajaran-ajaran-Nya tidak menyentuh seluruh kalangan masyarakat. Sekalipun ada kalagan atas yang tersentuh tetapi mereka tidak peduli sebab kemuliaan uang telah membutakan mata ronaninya. Masyarakat bawah juga cenderung enggan mendatanginya sebab perbedaan strata sosial saat itu sangat kentara. Ia lebih mendedikasikan ajarannya pada rakyat kecil karena memang merekalah yang sedang membutuhkan kekuatan dan pengharapan untuk menghadapi tekanan yang sedang berlangsung saat itu.

    Sedangkan orang-orang besar hidup dalam kemewahan dan kesenangan duniawi dari hasil menekan rakyat banyak. Mereka ini bukannya tidak memiliki masalah sama sekali hanya saja mereka bisa menutup-nutupinya (menyembunyikannya) dari hadapan orang lain dengan uang, kekuasaan dan relasi yang mereka miliki.

  5. Aktivitas yang ramah lingkungan.

    Kesederhanaan adalah aktivitas yang membumi. Inilah yang sangat penting untuk kita ketahui di zaman sekarang bahwa tanpa kesederhanaan maka bumi ini akan menolak bahkan menendang kita keluar lebawa pemanasan global dan bencana alam yang terus terjadi. Pemborosan sumber daya memang tidak menyakiti manusia tetapi merusak lingkungan sekitar. Hanya saja lingkungan alamiah tidak berteriak dan mengadu karena hal itu tetapi melalui proses pemanasan global dan bencana alam demikianlah lingkungan mengadu kepada Tuhan sekaligus menekan manusia didalamnya.

    Jikalau anda hendak menahan laju pemanasan global saat ini maka hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan menganut kebiasaan hidup sederhana dalam rangka penghematan sumber daya yang ramah lingkungan.

  6. Menegaskan bahwa kebenaran tetap dapat di raih dalam kesederhanaan.

    Saat seseorang bergelimangan harta dan kekuasaan juga memiliki relasi yang luas maka ada kecenderungan selama hidup hanya mengandalkan power yang ada di dunia ini. Saat seseorang mengedepankan kekuatan duniawi (the world power) saat mengatasi masalah maka tepat pada saat itu juga ia cenderung mengabaikan bahkan meninggalkan Tuhannya. Sadarilah bahwa melupakan Tuhan sama dengan melupakan kebenaran itu sendiri sehingga anda tidak lagi menghiraukan hal-hal yang benar melainkan lebih memilih untuk menjadi hamba uang dan budak kekuasaan yang menyesatkan.

    Ada kebenaran dalam setiap hembusan nafasmu. Sekalipun anda beroleh materi dan gemerlapan duniawi yang lebih baik namun tetap saja hal-hal semacam itu tidak akan mengisi kehidupanmu (mengisi kehampaan/ kekosongan dalam hati). Oleh karena itu, longgarkan kehidupan dari ketergantungan yang berlebihan terhadap materi lalu lakukanlah hal yang benar sebab disanalah ada kebahagiaan sejati.

  7. Menyatakan bahwa materi bukanlah tujuan hidup manusia dan bukan pula sumber kebahagiaan satu-satunya.

    Lihatlah apa yang dilakukan Tuhan Yesus selama masih ada di dunia ini. Dia bahkan tidak memiliki tempat tinggal tetap (rumah pribadi) untuk memberingkan diri. Uang juga tidak ada dalam saku-Nya yang saat ini banyak diandalkan manusia untuk mengatasi persoalan yang dihadapi. Tetapi, apakah dia tidak bahagia? Apakah dia tidak memiliki teman karena miskin harta? Sekalipun Yesus miskin materi saat itu tetapi ketahuilah bahwa Dia punya segalanya.

    Tuhan hendak mengingatkan bahwa materi justru membuat kita semakin jauh dari Tuhan dan hati gelisah karenanya. Bila selama hidup di dunia ini anda hanya fokus untuk mencari materi niscaya hal itu akan semakin kurang dan kurang lagi sebab akan ada-ada saja orang yang lebih hebat dan lebih kaya dari anda. Lakukan dan perjuangkanlah kebenaran, muliakan Allah di segala waktu dan jadilah orang yang bermanfaat bagi sesama niscaya hal semacam ini akan membuat hati bahagia dan penuh kelegaan.

  8. Menyatakan bahwa dalam kesederhanaan ada banyak orang yang mau bersahabat dengan diri ini.

    Saat mau hidup sederhana maka kita akan lebih mudah bersahabat dengan orang lain sebab kekuatan, kekuasaan dan materi yang dimiliki seseorang sering sekali hanya menjadi ketakutan bagi orang-orang yang posisinya lebih rendah. Keadaan ini membuat mereka enggan untuk mendekati dan berteman/ bersahabat. Semakin sederhana kehidupan ini maka akan semakin banyak teman yang ditemukan.

    Jika anda ingin memiliki banyak sahabat maka jadilah orang yang rendah hati dan selalu hidup sederhana. Sebab hal-hal semacam inilah yang membuatmu dekat dangan orang lain dan orang lainpun tidak menahan diri untuk berinteraksi dengan anda.

  9. Pedoman hidup kebersamaan.

    Tidak ada yang lebih important di dunia ini selain rasa kebersamaan. Sebab dari semula Tuhan Allah telah mengajari manusia untuk hidup damai bersama orang lain (Adam bersama Hawa), hewan-hewan dan lingkungan di sekitar kita. Jadi jangan berpikir bahwa rasa kebersamaan itu hanya terjadi antara manusia dengan manusia melainkan juga antara manusia dengan makhluk hidup lainnya dan lingkungan sekitar. Bukankah kita saling membutuhkan? Manusia menggunakan/ memakai energi tetapi lingkungan sekitar mendaur ulang dan menyusunnya kembali (tumbuhan hijau). Ini murni sebagai simbiosis mutualisme. Aktivitas yang saling memberi pengaruh positif inilah yang harus terus dipelihara oleh seluruh umat manusia.

    Ini adalah salah satu kunci untuk membuat bumi panjang umur. Peliharalah rasa ini sehingga kehidupan masyarakat tetap harmonis. Keadilan sosial adalah pengikat yang semakin menegaskan dan merekatkan hubungan kebersamaan sehingga tidak mudah luntur oleh waktu dan provokasi (pengaruh) dari luar.

  10. Masih banyak pedoman-pedoman lainnya yang Alkitabiah ditinggalkan Yesus bagi kehdiupan kita. Silahkan baca kembali Alkitab anda agar semuanya itu bisa dipahami betul dan sekaligus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bisakah anda membayangkan bagaimana bumi ini ketika semua orang memiliki kemewahan pribadi masing-masing di rumahnya? Keadaan semacam inilah yang cenderung akan menggiring bumi ini ke dalam penindasan. Kemewahan memang tidak menindas manusia tetapi menekan dan merusak lingkungan sekitar. Sehingga bumi ini akan terbakar oleh hawa nafsu manusia yang tidak terkendali, sesat dan berlebihan. Oleh karena itu, belajarlah hidup sederhana sebab kesedarhanaan membuat kita lebih fokus kepada Tuhan di segala waktu sedangkan bermewah-mewahan hanya membuat hati ini semakin diikat oleh hawa nafsu duniawi yang tidak stabil dan penuh dengan ketidaktenangan.

Jikalau anda memiliki teknologi (Iptek) yang dapat menghasilkan sumber daya besar dan mampu mendaur ulangnya kembali maka silahkah hidup boros dan bermewah-mewahan. Akan tetapi jikalau kita tidak memiliki sistem alat yang canggih semacam itu maka hiduplah sederhana sealami mungkin.

Salam hidup hidup yang ramah lingkungan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s