10 Cara Menghargai Diri Sendiri – Kapan Menghargai Diri Sendiri dan Kapan Menghancurkannya

Cara Menghargai Diri Sendiri - Kapan Menghargai Diri Sendiri dan Kapan Menghancurkannya

Kristen Sejati – Seperti yang kami katakan sejak dari awal bahwa harga diri dan penghormatan tidak ada. Kedua hal ini hanyalah fatamorgana rasa yang terkesan berlebhan. Padahal kita tahu keadaan, jikalau terlalu berharap dengan semua yang ada diluar diri ini maka kemungkinan untuk kecewa seolah kita pasrahkan di tangan orang lain.

Sadarilah bahwa hidupmu adalah pilihanmu. Hari-harimu ada dalam genggamanmu. Setiap keputusanmu  menentukan masa depanmu. Hidup ini tidak berbicara tentang orang lain melainkan berkata “how abaut you?”. Oleh karena itu, berhenti fokus dengan pendapat orang lain tentang kehidupan anda. Melainkan mulailah lihat kepada standar kehidupan yang dimiliki. Apakah hidup anda sudah sesuai standar.

Mari ingat lagi tentang kebenaran sejati. Bahwa nafas Allah berhembus bersama dengan nafas kita. Sejak dari zaman purbakala nafas Tuhan itulah yang menuntut kita untuk melakukan dan menegakkan kebanaran. Tanpa hal ini maka kehidupan kita akan terasa hampa. Sekeras apapun kita berjuang untuk mencari kepuasan dan kenikmatan dunia yang tidak terhitung itu, tidak ada gunanya, semua itu sia-sia belaka tanpa kebenaran dalam hati, perkataan dan sikap sehari-hari.

Dunia dengan segala gemerlap dan kemilau yang menyertainya : HAMPA

Bukan kita tidak butuh materi atau semua gemerlapan dunia yang sudah ada saat ini. Kita memerlukannya tetapi dalam kadar yang standar atau biasa saja. Sebab segala sesuatu itu tidak baik jika terlalu berlebihan (lebay). Semuanya itu rasanya gitu-gitu aja, sesaat saja. Istilah kata hanya 5 menit maka semua rasa itu sudah berakhir. Yang ada adalah rasa hati ingin yang lebih lagi (hawa nafsu tinggi – sesat). Jika sudah begini pola pikir memandang materi maka akan timbul ketergantungan.

Ketergantungan dengan materi, harga diri dan penghormatan sama dengan menggantungkan kehidupan ditangan orang lain dan mereka yang lebih tinggi jabatannya dari kita. Candu terhadap dunia membuat fokus kehidupan ini tidak melulu pada diri sendiri melainkan “bagaimana membuat orang lain senang sehingga kita menangkap keuntungan besar dari sikap tersebut”. Pada akhirnya anda akan menjadi candu dengan materi sekaligus menjadi budak (sapi perah) orang lain.

Fokus kepada materi, harga diri dan penghormatan dari orang lain akan membuatmu gagal meraih kebahagiaan apalagi kepuasan. Sebab semakin kita fokus/ memforsir diri sendiri untuk meraihnya maka semakin dangkal rasanya. Istilahnya nikmatnya tidak seperti dulu lagi sebab komitemen sudah salah lebih dulu. Satu-satunya kesenangan abadi yang membuat kita candu adalah melakukan kebenaran.

Fokus kepada kebenaran adalah fokus kepada diri sendiri

Mulai sekarang, jangan fokus lagi kepada hal-hal yang ada diluar diri anda. Sebab semua itu hanya sementara, tidak konsisten dan tidak dapat anda kendalikan sepenuhnya. Oleh karena itu, mulailah berkonsentrasi pada apa yang dapat anda perbuat untuk membuatmu bahagia? Bila anda terus berharap kepada orang lain maka resiko kecewanya besar. Jika kami diijinkan untuk mendekatkan anda agar mengetahui apa sebenarnya kebutuhan hati ini maka itulah kebenaran.

Rasa di hati nikmat bila selalu memuliakan nama Tuhan dan berbagi kebaikan dengan sesama. Jangan biarkan pikiranmu kosong terlalu lama kawan, kebiasaan buruk ini beresiko mengaktifkan hawa nafsu yang sesat, membangunkan kebinatangan dan mengasih makan sifat-sifat jahat di dalam hati. Oleh karena itu, aturlah pikiran sedemikian rupa sehingga terus bercakap-cakap dengan Tuhan dalam doa, firman dan pujian bagi namanya yang agung. Dilain pihak, kiranya perkataan dan perilaku kita dapat mendatangkan kebaikan bagi orang lain.

3 dimensi kebenaran yang membuat hati puas

Bisa dikatakan bahwa terdapat tiga dimensi kehidupan yang harus benar-benar kita kontrol dalam kehidupan ini. Yaitu:

  1. Miliki pikiran yang selalu fokus kepada Tuhan dalam segala kesempatan yang ada. Disela-sela kesibukan anda, pada saat mengerjakan hal-hal yang ringan dan diwaktu luangpun usahakan untuk memusatkan pikiran kepada Tuhan.
  2. Miliki perkataan yang menebar kebaikan bagi sesama. Kata-kata adalah kebaikan yang sangat mudah untuk dilakukan. Ini tidak hanya berbicara tentang lisan melainkan juga dengan bahasa tubuh sehari-hari. Ramah tamah (senyum, sapa, sentuh) adalah bahasa kasih sederhana yang dapat kita ekspresikan sehari-hari.
  3. Pelihara perilaku yang baik kepada siapapun. Setiap ekspresi yang anda lakukan dapat bermakna positif dan negatif bagi orang lain. Pada hakekatnya perbuatan itu haruslah nyata. Apa yang dapat anda berikan kepada sesama maka berikanlah itu dengan setulus hati (tanpa pamrih). Semuanya ini tergantung sumber daya yang anda miliki. Semakin besar sumber daya itu maka sudah sepatutnya pemberian andapun semakin besar.

Cara menghargai diri sendiri, kapan menghargainya dan kapan menghancurkannya

Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa hidup ini butuh keseimbangan. Ada kalanya kita drop sehingga harus memacu kekuatan dari dalam hati. Kadang juga kita terlalu tinggi sehingga harus menghancurkannya agar berkeping-keping. Peran semacam ini murni dari kekuatan manajemen mindset dan kemampuan untuk mengenali pikiran sendiri. Berikut beberapa tahapan yang anda perlu lakukan.

  1. Fokus kepada Tuhan.

    Saat anda sedang tidak berkonsentrasi melakukan sesuatu maka upayakanlah agar pikiran ini tidak menjadi kosong. Silahkan bercakap-cakap dengan Tuhan dalam doa-doa, firman dan puji-pujian atas kemuliaan nama-Nya. Andapun dapat melakukan hal ini saat melakukan pekerjaan kecil dan saat ada waktu luang.

  2. Komitmen yang benar.

    Miliki pandangan yang lurus tentang materi, harga diri dan penghormatan dari orang lain. Semuanya ini berada diluar diri anda sehingga secara otomatis hal-hal ini tidak dapat dikendalikan seutuhnya. Artinya, kadang ada, kadang tidak ada, kadang tanggung bahkan kadang sebaliknya (direndahkan/ dihina/ menerima perlakuan yang buruk). Oleh karena itu, ambil komitmen untuk fokus kepada diri sendiri dengan senantiasa melakukan, menegakkan dan memperjuangkan kebenaran sejati. Jadi dapat kita katakan bahwa harga diri dan kehormatan sejati adalah saat kita bergiat untuk melakukan hal yang benar.

  3. Jadi diri sendiri dan dengarkan suara hatimu.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa hidup ini “how about you?”. Hidupmu bukan berbicara (jangan fokus) tentang orang lain melainkan menceritakan dirimu sendiri. Jika seorang teman kemampuannya di depan panggung maka mugkin saja anda berbeda darinya. Tidak perlu melakukan sesuatu yang tidak dapat kita perbuat. Melainkan mulailah melakukan kebaikan lewat kemampuan anda/ bakat/ potensi yang dimiliki. Apapun profesimu syukuri itu dan nikmatilah bahkan cintai pekerjaan yang anda lakukan saat ini.

  4. Kapan anda drop.

    Kenali diri anda teman dan selami suasana alam bawah sadar itu. Ketahuilah kapan semangat anda benar-benar nge-drop dimana rasanya seperti berada di bawah titik nadir kehidupan. Misalnya,
    – saat anda kalah,
    – melakukan kekhilafan/ kesalahan di depan orang lain/ umum,
    – diejek teman,
    – direndahkan teman,
    – dihina teman,
    – menerima perlakuan buruk,
    – merasa diremehkan
    – dan lain sebagainya.

  5. Kapan pula suasana hati anda meninggi.

    Ini adalah ciri khas kesombongan. Anda harus benar-benar peka terhadap suasana hati yang meninggi. Keadaan ini sering terjadi ketika.
    – Keinginan kita dikabulkan seseorang,
    – menang,
    – dipuji,
    – dihormati,
    – merasa lebih hebat/ lebih baik/ lebih benar/ lebih pintar/ lebih pantas dari orang lain,
    – ingin membalas seseorang,
    – ingin melawan seseorang,
    – ingin memukul seseorang,
    – ingin mengerjai seseorang.
    – dan lain sebagainya (temukan sendiri berdasarkan pengalaman).

  6. Miliki suasana hati yang biasa saja.

    Suasana hati yang biasa saja tidak dapat dimiliki secara otomatis melainkan ini ditempa oleh situasi yang sulit dan bahagia, dalam tangis dan tawa juga dalam suka dan duka. Jika anda sudah melewati pahitnya hidup ini maka ada suatu titik kelak dimana semua situasi yang berbeda itu dapat ditanggapi biasa saja seolah-olah tidak ada yang terjadi. Inilah titik dimana kehidupan anda benar-benar tidak dapat dikotori oleh keruhnya situasi lingkungan melainkan memilih untuk fokus kepada potensi yang dimiliki untuk kemuliaan nama Tuhan dan menjadi bermanfaat bagi sesama.

  7. Kapan anda menghargai diri sendiri dan kapan pula menghancukannya sampai berkeping-keping?

    Saat muncul rasa rendah diri. Sesungguhnya, jikalau suasana hati anda sudah berada dalam kadar biasa saja dalam menanggapi segala sesuatu maka hal ini tidak perlu lagi anda lakukan. Akan tetapi lain ceritanya jika anda merasa drop dan tidak ada semangat bahkan saat berpapasan dengan orang lain tidak bisa atau disuruh untuk tampil kedepan enggan maka oleh karena itu anda butuh penyemangat dimana semuanya ini sudah ada dalam Kitab Suci yang dimiliki. Sadarilah bahwa ada begita banyak kata-kata penghiburan dan kata-kata cinta (kepada Tuhan) di dalam sana. Gali dan ketahuilah itu. Misalnya saja, seperti
    – Tuhan adalah gembalaku takkan kekurangan aku.
    – Bersama Tuhan kita lebih dari pemenang.
    – Tuhanlah kekuatanku, kota bentengku, kubu pertahananku.
    – Betapa hebat, betapa kuat dahsyatnya Allah kita yang berjaya atas semua yang terjadi dalam hidup ini (salah satu lagu pujian).
    – dan lain sebagainya (cari sendiri kawan).

    Saat timbul keangkuhan di dalam hati. Kesombongan adalah kelemahan manusia terbesar di dunia ini. Kami sendiri masih kerap kali disambangi oleh rasa tinggi hati ini. Perasaan yang begitu angkuh, memberontak dan ingin melawan siapa saja tanpa kenal lelah. Oleh karena itu sangkallah dirimu bahkan hancurkan hatimu sampai berkeping-keping agar sifat-sifat yang melawan dan penuh keangkuhan itu (kebinatangan) tidak berkuasa atasmu. berikut beberapa yang anda dapat lakukan.
    – Saya pantas mendapatkannya, kuatkan hatiku ya Tuhan.
    – Semua ini karena kerja sama tim dan kebersamaan kita.
    – Ini terjadi karena masing-masing memberi yang terbaik.
    – Saya ini hanya sampah orang tak berguna.
    – Kita hanya manusia hina, debu tanah yang tidak berarti.
    – Saya pantas mendapatkannya, hinakan saya di bawah kaki salibmu ya Tuhan.

    Kami sendiri lebih sering menghancurkan hati ini sebab kuasa kesombongan seperti tidak pernah berakhir. Sedangkan untuk menyemangati hati ini maka dapat dilakukan dengan memuji dan memuliakan nama Tuhan di segala kesempatan (baik dalam hati maupun lewat bibir sendiri).

  8. Tetap santai dan tenang dalam bertindak.

  9. Hiduplah mengalir seperti air dan jangan memaksakan kehendak, hanya peraturan yang sifatnya memaksa.

  10. Kebaikan atau kasih adalah pengorbanan sehingga dapat dikatakan bahwa melakukan hal yang benar itu penuh pengorbanan.

Itulah hidup kita yang sebenarnya. Jika anda terlalu fokus (berharap lebih) keluar diri anda maka potensi kekecewaan dan sakit hati yang ditimbulkannya akan semakin besar. Lebih baik jangan berharap apa-apa dari dunia ini melainkan teruslah melakukan kebenaran yaitu dengan hidup memuliakan Allah dan mendatangkan manfaat bagi sesama manusia.

Salam garam!

Iklan

4 comments

  1. […] Untuk mengatasi kesombongan maka anda perlu menekan dan menghancurkan diri sendiri. Anda dapat melakukan hal ini dengan mengatakan kepada diri sendiri bahwa “Saya hanya manusia tidak berguna, sampah yang hina, saya pantas mendapatkannya. Kuatkan hatiku ya Tuhan”. Seterusnya, Kapankah kita menghargai diri sendiri dan kapan menghancurkannya? […]

    Suka

  2. […] Bagi anda yang memiliki kelebihan, bagian ini adalah awal dari semua petaka yang dialami. Rasa sombong adalah kelemahan yang rentan sekali menimbulkan ketelodoran dalam bersikap. Kami sendiripun sampai sekarang terus merasakan tekanan kesombongan itu terkadang mencuat kepermukaan sekalipun telah berusaha menundukkan, menekan bahkan menghancurkannya selama berulang-ulang kali. Simak teman, kapan menyemangati diri dan kapan menghancurkannya. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s