+11 Cara Menghilangkan Rasa Benci, Dendam & Amarah Lewat Kecerdasan Emosional Agar Tidak Kehilangan Perasaan (Kasih)

cara mengantisipasi kebencian, dendam dan amarah dari dalam hati ini dengan kecerdasan emosional

Kami mau mengakui bahwa tidak mudah jalan untuk mengasihi musuh. Banyak yang telah kami coba namun selalu saja pada saat gangguan itu terjadi emosi negatif menguasai hati ini. Akhirnya cara mengasihi mereka bersifat fluktuatif, artinya kadang di lakukan namun kadang juga dicuekin ajalah.

Harus kami akui bahwa saat orang yang memusuhi diri ini sedang melakukan aksinya yang paling mengganggu. Memang tidak keluar sifat-sifat kebinatangan itu (seperti kebencian, dendam dan amarah juga kekerasan). Akan tetap setelah itu muncul sebuah rasa yang lebih kuat yaitu sikap acuh tak acuh (cuek).

Pengabaikan ini muncul murni sebagai sebuah reaksi atas gangguan sosial yang kita alami. Akan tetapi jika ini terus berlanjut maka ada kecenderungan diri inipun akan cuek kepada orang lain. Sebenarnya bukan masalah besar, reaksi acuh tak acuh memang sudah tepat saat anda sedang diuji oleh orang lain. Namun berhati-hatilah sebab sikap ini jelas “tidak membangun hati anda“, jika terus menerus dilakukan.

Sisi emosional dalam diri ini berhubungan erat dengan rasa senang, sedih, suka, duka, cinta, benci dan perasaan lainnya. Apabila ada kecenderungan bersikap cuek terhadap para pembenci dan musuh sendiri maka perasaan anda/ hati anda (rasa senang, sedih, suka, duka, cinta dan benci) akan meredup. Bahkan pada tingkat keparahan yang kronis sikap cuek akan menuntunmu untuk menjadi “orang yang tidak punya perasaan, tidak punya cinta dan tidak punya kasih di dalam hati juga sangat perhitungan hanya memikirkan untung rugi saja“.

Maaf Selama ini kami memberikan analisis mengatasi masalah yang bersifat intelektual-spiritual

Dari dalam hati yang paling dalam, kami minta maaf atas informasi yang sebelumnya kami berikan. Yang mengkisahkan tentang bagaimana cara mengatasi, mengantisipasi bahkan menghadapi keinginan membenci, keinginan membalas dendam dan hawa nafsu untuk marah-marah dengan cara intelektual-spiritual.  Ini memang tidak salah melainkan hanya sedikit kekurangan saja, yaitu tidak tersentuhnya sisi emosional saat mengatasi sifat-sifat kebinatangan itu. Akhirnya, akan muncul ketidakseimbangan di dalam pikiran anda.

Pada bagian ini kami akan mencoba mengupas tuntas tentang bagaimana cara memanfaatkan kecerdasan emosional yang anda miliki untuk mengatasi kebinatangan dari dalam hati. Seperti yang kami katakan sebelumnya jika hanya kepintaran anda yang diandalkan untuk mengatasi gangguan, musuh dan perlawanan orang lain maka ada kecenderungan untuk bersikap acuh tak acuu kepada sesama. Akan tetapi “dengan mengikutkan kecerdasan emosional saat mengendalikan binatang di dalam hati ini maka anda akan memiliki hati yang mau mengasihi bahkan musuh sekalipun akan dikasihi juga“.

Cara menghilangkan kebencian, dendam dan amarah dengan memanfaatkan kecerdasan emosional yang anda miliki

Seperti yang kami katakan sebelumnya, yakni ketika anda berupaya mengendalikan sisi kebinatangan itu dengan cara-cara yang intelek dan cerdas maka besar kemungkinan hati ini akan menebal sehingga cenderung tidak peduli kepada orang lain (cuek) lagi. Sikap acuh tak acuh ini merupakan ancaman dalam hidup bermasyarakat dan ujung-ujungnya akan menuntunmu untuk menjadi orang yang egois.

Oleh karena itu beberapa cara-cara terpimpin yang perlu anda lakukan dimana kami sendiripun terinspirasi dari kata-kata Tuhan Yesus di kayu salib yang berbunyi: Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34a) Dari sini kamipun bisa belajar tentang betapa pentingnya sisi emosional yang positif untuk mengasihi musuh.

Berikut selengkapnya, cara mengendalikan rasa benci, dendam dan amarah agar tidak meluap dan merugikan orang lain.

Sisi intelektual-spiritual

  1. Tetap fokus pada Tuhan.

    Upayakan untuk selalu memusatkan perhatian kepada Tuhan dalam segala sesuatu yang anda lakukan. Bahkan dalam waktu senggangpun sempatkan hati untuk mengucap syukur dan memuji-muji kebesaran kasih-kuasanya.

  2. Kuatkan hati melewati semuanya itu.

    Jika hati anda masih terasa sakit atas perbuatan maupun perkataan orang lain yang sangat mengganggu kenyamanan. Maka katakanlah kepada diri anda untuk selalu tabah dalam melewati ujian kehidupan. “Saya pantas mendapatkannya, kuatkan hatiku ya Tuhan“.

  3. Mengalihkan konsentrasi pada hal-hal yang lebih positif.

    Jangan terlena dan fokus pada gangguan sosial yang anda alami sebab justru ketika anda semakin memusatkan perhatian kepadanya maka rasa benci, dendam dan amarah akan tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu alangkah baiknya jika anda mengalihkan konsentrasi dengan memikirkan sesuatu yang baik berhubungan dengan bidang masing-masing. Membaca buku atau koran. Tetap melanjutkan pekerjaan yang sedang digeluti. Berjalan ke luar sejenak mencari udara segar dan lain sebagainya.

    Sisi emosional-spiritual

  4. Ya Tuhan anugrahkan hikmat kepada orang-orang ini sebab mereka tidak mengerti apa itu dosa.

    Dapat anda perkatakan di dalam hati manakalanya menyaksikan bahwa orang-orang tersebut tidak mengenal Allah yang hidup.

  5. Ya Tuhan ampunilah orang-orang ini sebab mereka melakukannya secara tidak sengaja.

    Mengertikan sesuatu memang tidak mudah akan tetapi jika kita menganggap hal itu sebagai sebuah kekhilafan maka hatipun lebih lega menerimanya.

  6. Ya Tuhan kasihanilah orang-orang ini sebab mereka masih anak-anak.

    Ketika seorang anak kecil secara tidak sengaja merugikan anda maka upayakan untuk mengatakan hal ini di dalam hati sebab dengan demikian andapun dapat mentolerir kekhilafan itu.

  7. Ya Tuhan sadarkanlah orang-orang ini sebab mereka masih sangat muda.

    Kami juga dahulu sewaktu masih muda kerap kali melakukan kesalahan. Oleh karena itu ketika seorang muda mengganggu kehidupan anda maka anggaplah itu sebagai sebuah gula-gula kehidupan untuk menambah pengalaman hidup.

  8. Ya Tuhan maafkanlah orang-orang ini sebab mereka hanyalah pion-pion suruhan yang tidak tahu apa-apa.

    Ketika anda diperhadapkan dengan orang yang suka usil dan mengetahui bahwa mereka hanyalah seorang suruhan. Sedangkan otak dari peristiwa tersebut adalah orang lain. Dengan mengatakan hal ini berarti anda berusaha mengertikan perbuatan mereka sebagai sesuatu yang tidak disengaja.

  9. Ya Tuhan cerdaskanlah mereka sebab mereka orang yang kurang berpengalaman/ kurang dewasa.

    Perasaan yang penuh perhatian kepada kedewasaan seseorang membuat anda berpikir untuk mentoleransi kesalahan kecil yang kerap kali mereka lakukan. Lalu berharap semoga mereka ditambah ilmunya oleh Yang Maha Kuasa.

  10. Ya Tuhan ampunilah mereka karena kurang bisa mengendalikan diri.

    Kejelian anda melihat alasan seseorang melakukan sebuah gangguan sosial dapat membantumu memiliki hati yang selalu pengasihan. Lihatlah mereka dengan sudut pandang tertentu sehingga muncullah rasa kasihan di dalam diri ini. Akibatnya benci, dendam dan amarahpun berlalu.

  11. Ya Tuhan sadarkanlah mereka/ ketuklah pintu hati mereka agar mereka bertobat.

    Sebuah hasrat positif untuk meredam berbagai sikap-sikap buruk untuk menanggapi kejahatan orang lain. Sebab ketika kejahatan dibalas dengan kejahatan yang sama maka masalah akan terus bermunculan setelah itu. Hati inipun tidak akan damai karena berbagai persoalan yang terjadi.

  12. Ya Tuhan mohon beri petunjuk lalu bebaskanlah mereka dari jalan yang sesat itu.

    Sebenarnya masih banyak lagi hal yang mungkin dapat anda katakan di dalam hati sendiri untuk memunculkan kerelaan demi berbelas kasihan kepada sesama.

  13. Catatan.

    Kata-kata pengasihan ini lebih baik diungkapkan di dalam hati saja. Jangan sampai perkataan ini kita manfaat pula untuk merendahkan mereka. Jika penghinaan ini terjadi maka bukankah kitapun telah menjadi sama seperti mereka? Oleh karena itu, gunakan ini untuk diri sendiri saja dan bukan untuk diperbincangkan.

Kami sendiripun masih berusaha untuk mengendalikan sisi emosional negatif ini ditengah kesalahan/ kekhilafan/ gangguan sosial dari sesama. Acuh tak acuh adalah salah satu cara tercepat untuk mengatasi gangguan sosial. Namun tahukah anda bahwa kebiasaan ini akan membuatm semakin jauh dari sikap ramah-tamah kepada sesama.

Harus diakui dengan bersikap cuek maka secara otomatis diri inipun akan acuh terhadap sesama manusia termasuk juga dengan orang terdekat, keluarga, sahabat dan teman lainnya. Oleh karena itu marilah untuk tetap memiliki hati yang mau mengasihi ditengah-tengah cobaan hidup yang bertubi-tubi.

Salam tabah hati!

Iklan

6 comments

  1. […] Manusia memiliki emosi positif jikalau ia langsung menghadap Tuhan ketika orang lain melakukan sebuah kesalahan. Kecerdasan emosional ditambahkan dengan kecerdasan spiritual dapat menekan, menetralkan bahkan menghilangkan berbagai kebencian, dendam dan amarah di dalam hati. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s