15 Cara menghadapi musuh kita? Mengatasi lawan yang lebay – Semuanya itu harus terjadi, jangan disesali

Cara mengasihi musuh dan berbuat baik kepada lawan dan para pembenci

Manusia mengambil peran sendiri-sendiri dalam hidup ini. Dimana peran itu adalah pilihan hidup masing-masing orang berbeda. Keputusan yang kita ambil adalah awal dari bagaimana kehidupan kita selanjutnya. Hidup hanya sekali dan setelah itu kita akan menuai selamanya semua yang telah dilakukan di dunia ini. Pada akhirnya hanya ada dua gendang, sorga atau neraka. Tentukan tujuanmu kawan, mulai dari sekarang!

Menilai orang lain

Dalam hidup ini setiap orang dapat kita kelompokkan dalam beberapa golongan yang berbeda berdasarkan kedekatan mereka. Bisa jadi ini adalah takdir namun bisa juga karena pilihan. Beberapa orang dalam hidup kita sudah di tetapkan menjadi sahabat, musuh dan netral. Sahabat adalah mereka yang dekat dengan kita. Musuh adalah mereka yang menentang keberadaan diri ini. Sedangkan orang-orang yang netral adalah yang tidak menunjukkan sikap dekat dan juga tidak menyatakan pertentangan secara langsung. Selengkapnya, Tips menilai kepribadian teman

Sikap kepada sahabat

Bagaimana kita memperlakukan seorang sahabat? Beberapa memperlakukannya dengan hati-hati dan saling menghormati. Bagian kita adalah bagian mereka juga. Orang pertama kepada siapa kita harus berbagi adalah kepada para sahabat. Kita mengasihi mereka seperti mengasihi diri sendiri. Mereka adalah teman seperjuangan yang dapat di percaya. Jangan pernah menghianati persahabatan yang telah dibina rapih bertahun-tahun sebab memperbaikinya itu cukup rumit. Butuh waktu lebih lama (rekonsiliasi) untuk memperbaiki persahabatan yang telah khianat daripada memperbaiki hubungan dengan musuh kita.

Sikap kita kepada semua orang

Bagaimana kita memperlakukan seorang yang netral? Dalam hubungan sosial kita bisa menilai orang sekehendak hati sendiri (subjektif), hanya alangkah baiknya jika hal itu tidaklah diungkapkan kepada orang lain. Penilaian itu Cuma untuk diri sendiri. Mereka yang masih netral terhadap diri ini diluar sana adalah calon-calon sahabat kita. Jangan menganggap mereka sebagai calon-calon musuh karena pandangan kita mempengaruhi sikap dan perlakuan terhadap orang tersebut. Alangkah baiknya jika kita mengsahabatkan diri sendiri kepada semua orang. Artinya, memperlakukan semua orang seolah-olah mereka adalah calon sahabat kita. Sebab semakin banyak kita bersahabat semakin baik pulalah hidup ini.

Pasif terhadap musuh

Bagaimana kita memperlakukan musuh? Ini sangatlah rumit teman tapi semakin rumit jika kebencian sudah menguasai diri ini. Kita harus bijak menghadapi mereka. Istilah kata “Jinak-jinak merpati, hampir tertangkap tapi  tidak sampai ditangkap”. Kembali lagi kepada kecerdasan setiap orang. Kita harus cerdik tapi jujur terhadap mereka. Jika kita melakukan tipu muslihat seperti yang mereka lakukan maka diri ini sudah sama jahatnya dengan mereka. Oleh karena itu, sikap kita pasif dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan sehingga terlibat dalam lingkaran kebencian yang tiada akhir.

Ada satu prinsip yang mengatakan bahwa : “Hidup ini seperti bola karet, apa yang anda lemparkan akan kembali juga“. Apabila diri ini beraksi secara berlebihan, menggunakan cara-cara kotor, keras dan kejam niscaya orang lainpun akan melakukan hal yang sama bahkan lebih lagi. Berhenti menyelesaikan masalah dengan tindakan yang agresif/ anarkis. Kedepan kesabaran dalam kerendahan hati saat menghadapi segala sesuatu.

Setiap sikap akan terbalaskan dengan nilai yang sama suatu saat kelak. Akan tetapi, jangan pernah mau menghakimi orang lain atas kesalahannya. Hanya Tuhan yang berhak atas itu. Di dunia ini juga sudah ada hukum yang bertindak tegas atas semua tindakan yang menyimpang. Jikalau anda cerdas lagi bijak maka kejahatan tidak akan dibalas dengan kejahatan melainkan dengan kebaikan. Jangan sampai situasi yang buruk menyeret anda dalam lingkaran kebencian yang rumit dan melelahkan. Mereka yang memiliki prinsip yang kuat teguh tidak mudah dikendalikan oleh situasi. Seperlunya, Tips berbuat baik kepada musuh

Tidak merasa memiliki musuh

Mengapa anda harus ketakutan akan memiliki musuh jika sudah berada di jalur yang benar. Lakukan kebenaran dan perjuangkan itu teman maka siapapun yang akan melawan anda baik secara diam-diam maupun secara terang-terangan berarti menentang kebenaran. Kebenaran adalah Tuhan sendiri, kalau anda dimusuhi berarti Dia Yang Berkuasa itu akan menolong tepat pada waktunya. Hanya, rendahkan hati dan sabar menantikan pertolongan-Nya.

Ini adalah salah satu kriteria hidup damai. Bisa saja pembenci kita jumlahnya banyak akan tetapi jangan di bawa susah hati ini karenanya. Semakin sering kita memikirkan daftar orang yang memusuhi maka semakin “takut” diri ini dalam menjalani hidup. Buang pikiran terhadap musuh. Yakinkan diri bahwa jaman sekarang tidak ada orang yang terlalu ceroboh lalu merugikan orang lain tanpa alasan. Dimana ada kerugian disitu ada sanksi, aparat hukum sudah disediakan oleh negara sebagai pemberi keadilan bagi masyarakat, kita harus percaya pada mereka.

Sebagai orang beriman, kita tidak patut mengkhawatirkan tentang keselamatan hidup. Sebab Tuhan sudah ada menjadi pelindung dan kota benteng kehidupan ini. Berserah kepadanya kemanapun melangkah, andalkan Tuhan dalam segala perkara yang anda hadapi. Dialah penolong sejati yang memberikan anda hikmat dan kebijaksanaan dalam menghadapi tipu muslihat/ kelicikan musuh sampai anda melewati bahkan melangkahi semuanya itu dengan penuh rasa syukur dan damai.

Kerugian yang dialami karena bermusuhan

Berdasarkan kerugian yang ditumbulkan, musuh dibagi dalam beberapa golongan. Berikut selengkapnya:

  1. Merugikan secara mental/ psikis. Mereka yang suka melakukan perbuatan tidak menyanangkan.
  2. Merugikan secara material. Mereka yang menghilangkan harta benda dalam sekejap mata misalnya pencuri/ maling.
  3. Merugikan secara mental dan material. Ini biasanya percekcokan/ konflik yang melibatkan orang terdekat (bisa jadi seorang sahabat sendiri). Selain membawa pada kehilangan harta benda, secara mental kita tertekan.

Dari kerugian yang anda alami, kuatkanlah hatimu teman. Jangan mudah goyah keyakinan lalu tidak sabar dan marah kepada mereka. Ini tidak menyelesaikan masalah malahan ini akan semakin memperpanjang dan membuatnya semakin pelik. Jika anda masih sanggup, TANGGUNG SENDIRI. Jika anda sudah tidak tahan, terlebih ketika menyebabkan kerugian secara material, bolehlah melapor kepada pihak yang berwenang.

Cara menghadapi para pembenci

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, jinak-jinak merpatilah sama semua musuh. Bagaimana itu bisa terjadi? Selangkapnya akan kita pelajari cara yang baik memperlakukan dan mengahadapi musuh dalam hidup ini.

  1. Jaman sudah berbeda.

    Jika dahulu kita memerangi musuh dengan berkelahi dan bersenjata sekarang tidak lagi. Berhenti memiliki sifat kebinatangan yang membawa dunia ini kepada kehancuran. Usahakan untuk berdamai dengan musuh lalu kejarlah kehidupan sebaik-baiknya itu. Jangan kacau kehidupan kita karena musuh melainkan merilah kita berlari meraih hidup yang lebih baik hari lepas hari.

    Ingatlah bahwa dimana ada aksi disitu ada reaksi. Jika anda melakukan aksi yang berlebihan niscaya orang lain akan merasa tertantang lalu berusaha melakukan hal yang sama, mengimbanginya bahkan melebihinya, cepat atau lambat.

    Oleh karena itu, andalkan Tuhan dalam seluruh langkah kakimu agar kehidupan anda terhindar dari segala yang jahat termasuk jebakan musuh yang licik.

  2. Pakai otak bukan otot.

    Kita harus bijak menjalani hidup ini. Menyelesaikan masalah dengan menggunakan otot adalah tindakan yang terlalu berlebihan/ bo*oh/ tidak cerdas. Jaman sekarang orang yang memusuhi diri ini di tanggapi dengan hikmat yang kita miliki. Lagipula, ketika kita berhikmat maka semua tipu muslihat dari musuh akan hangus sia-sia belaka.

    Pahamilah bahwa, anda tidak perlu membalas kelicikan dengan kelicikan, kebencian dengan kebencian, perbuatan yang tidak menyenangkan dengan perbuatan yang tidak menyenangkan. Melainkan balaslah kejahatan dengan kebaikan, inilah yang namanya TULUS HATI.

  3. Jauhkan diri dari sikap sombong.

    Kesombongan bukanlah sebuah keunggulan melainkan merupakan sebuah kelemahan yang harus dibersihkan. Anda harus memiliki hati yang rndah untuk mengasihi musuh. Sikap angkuh erat dengan tindakan acuh tak acuh terhadap sesama. Inilah yang beresiko semakin menjauhkan anda dari lawan-lawanmu. Oleh karena itu hancurkan dan tekan kesombongan itu sehingga tak bersisa sama sekali. Ini dapat dilakukan dengan menghancurkan diri sendiri dengan berkata dalam hati:
    kami hanyalah manusia sampah yang tidak berarti, tolong kami ya Tuhan“.
    hinakan kami di bawah kaki salib-Mu ya Tuhan agar bisa menanggung semua beban ini“.
    kami ini hanya sampah masyarakat, orang tidak berguna dan jauh dari hal-hal yang baik, kami pantas mendapatkannya, kuatkan hati ini ya Tuhan“.
    dan lain sebagainya.

  4. Hilangkan kebencian.

    Sadarilah bahwa rasa benci adalah kanker jahat yang dapat membunuhmu. Ini akan sangat mengganggu konsentrasi dan fokus dalam bekerja. Terlebih lagi, ini juga akan membuatmu semakin jauh dari kebenaran dan kreativitas. Selanjutnya, Cara mecegah bahaya kebencian

  5. Hindari dendam.

    Memiliki dendam kepada seseorang membuat kita tidak netral dan cenderung melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan kepada orang lain.

  6. Berkenan memaafkan dan meminta maaf.

    Jikalau anda memang tidak menyimpan dendam dan kebencian didalam hati atas hubungan dengan seseorang maka mulailah untuk memaafkan orang-orang ini secara langsung dan segera. Ini berhubungan erat dangan hati yang mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri. Begitu ada orang yang melakukan kesalahan kepada anda langsung saja dimaafkan sesegara mungkin. Misalnya dengan cara mengatakan di dalam hati.
    kasihanilah dan maafkan mereka ya Tuhan sebab, mereka tidak tahu apa yang diperbuatnya“.
    maafkanlah mereka ya Tuhan sebab mereka terlalu muda untuk mengertikan hal ini“.
    tuntunlah mereka ke dalam pintu kebenaran ya Tuhan sehingga mereka mengerti dosa dan kembali ke jalan-jalanmu yang benar“.
    dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

  7. Alihkan konsentrasi jika pikiran mulai membahas tentang musuh anda.

    Jika pikiran kita terus memojokkan (mempersalahkan atau mencari-cari kesalahan) orang lain, niscaya hati ini tidak tenang dan jauh dari rasa damai. Mempersalahkan orang lain adalah pikiran negatif teman. Oleh karena itu replace/ timpa hal ini dengan memikirkan kebaikan. Salah satu buku yang penuh dengan hal yang baik adalah “Kitab Suci” kecuali anda tidak pernah membacanya.

    Cara lainnya yaitu dengan senantiasa memusatkan perhatikan kepada Tuhan di segala situasi dan kondisi seperti seorang yang sedang bercakap-cakap dalam doa, firman dan puji-pujian.

  8. Berpikiran positif.

    Anda harus bisa mengatur mindset sendiri. Pandanglah musuh sebagai lawan untuk membuatmu lebih hati-hati (waspada), lebih cerdas bahkan lebih dewasa dalam bersikap. Oleh karena itu, hindari bersungut-sungut karena keberadaannya melainkan anggaplah bahwa “orang ini melakukan hal tersebut untuk membuat saya lebih bijak dalam melalui hidup“. Bisa juga “lawanku ini sangat elok dia mempermain-mainkanku sehingga aku lebih sigap mengahadapi berbagai situasi yang berbeda-beda“.

  9. Hindari memaksakan kehendak, hiduplah mengalir seperti air.

    Buatlah hidup anda sedemikian rupa sehingga mampu mengikuti arus zaman dan informasi tanpa harus dikotori oleh semua hal-hal negati yang terkandung di dalamnya. Demikian juga saat anda hendak mengasihi lawanmu, jika ia tidak menyahut/ tidak menjawabnya maka ikhlaskan saja itu. Kebaikanmu sekalipun tidak terbalaskan saat ini maka Tuhanlah yang akan memberikan upahmu kelak di Sorga yang kekal. Ikuti arusnya namun jangan terbawa arus, ingatlah bahwa hanya hukum yang dapat memaksa manusia.

  10. Jangan menyesal lalu ditolak.

    Menolak musuh membuat kita sama seperti mereka yang telah menolak diri ini terlebih dahulu. Penolakan yang pertama-tama terjadi dalam hati. Jika hati ini sangat ingin melawan dan membalas niscaya tindakan kitapun akan menolak dan bersikap keras terhadap musuh. Lupakan dan bersihkan pikiran dari hal-hal seperti ini. Semua kejadian itu harus terjadi, terima apa adanya dan jangan disesali. Oleh karena itu terima keberadaan musuh sebagai sebuah tantangan yang harus anda hadapi secara nyata. Jika anda cerdas musuh akan menjadi katalisator dalam hidupmu.

  11. Jangan perhatikan sikap dan kata-katanya tapi bersahabatlah dengan potensinya.

    Nilai mereka dari sudut pandang yang berbeda. Ini kembali kepada kecerdasan setiap orang. Kemampuan kita melihat para pembenci berdasarkan dampak yang mereka timbulkan adalah sangat menentukan sikap selanjutnya. Alangkah baiknya jika kita tidak memasukkan lalu membahas semua kata-kata dan perilaku mereka yang tidak menyenangkan di dalam hati. Melainkan marilah kita belajar menghargai potensi dan kreativitas yang mereka tunjukkan. Abaikan kata-katanya dan sahabatkan diri dengan kemampuannya yang unik.

  12. Biasa saja.

    Berlakulah biasa saja ketika berpapasan dengan musuhmu. Jangan melakukan tindakan berlebihan (lebay) yang sebenarnya tidak perlu. Hindari meninggikan diri dan menghina di depan umum karena sikap ini membuat kita lebih kejam dari mereka.

  13. Dikasihi semampunya.

    Apabila mereka meminta bantuan kepada anda, lakukanlah semampunya. Jangan menahan untuk menjadi berkat kepada orang lain sebab upah mengasihi musuh itu lebih besar daripada upah mengasihi seorang sahabat karena pengorbanan yang anda lakukanpun besar (salah satunya mengorbankan perasaan sendiri)..

  14. Kasih yang adil.

    Untuk kebaikan yang terbatas, keadilan itu penting. Jangan kita lebih mengasihi para pembenci daripada sahabat sendiri. Kasihilah dahulu sahabat anda, jika masih ada kelebihan barulah kasihi musuhmu.

    Untuk kebaikan yang tidak terbatas, jangan pelit. Kasih itu tidak rumit kok teman, senyum, sapa dan salam adalah bentuk kasih yang sangat general (umum) dan dapat dilakukan kepada siapa saja (tak terbatas).

  15. Harus ada usaha untuk memperbaiki hubungan yang rusak.

    Inilah hidup, penuh pengorbanan. Harus ada usaha positif dari diri sendiri untuk memperbaiki hubungan yang rusak itu. Cara pertama yang kami lakukan adalah dengan memohonkan berkat atas mereka. Mendoakan saingan/ rival adalah itikad baik yang pertama-tama untuk dilakukan. Kemudian anda dapat melanjutkannya dengan ramah tamah (komunikasi yang baik lainnya): senyum, sapa, salam. Selebihnya adalah tergantung analisis pribadi, sikon (situasi dan kondisi) dan respon dari mereka karena kebaikan itu berjenjang.

Demikian saja teman. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi kehidupan anda untuk menjadi orang yang lebih manusiawi dalam mengatasi dan menghadapi segala sesuatu.

Salam santun!

Iklan

One comment

  1. […] Berhati-hatilah dalam hidup ini. Jangan karena menganggap semua seperti bola karet maka kejahatanpun kita balas dengan kejahatan. Bukan begitu juga…. Ini sama artinya dengan terlibat dalam lingkaran kebencian yang tidak pernah putus-putusnya. Alangkah baiknya jika kita membalas musuh yang agresif dengan pengendalian diri yang baik, memaafkan dalam hati lalu mengabaikannya. Sebab hal-hal ini adalah awal dari kebaikan itu sendiri. Kemudian nilai sikap mereka, apakah sudah bertobat dan memperbaiki kesalahan? Atau masih belum ada tanda-tanda penyesalan dan kerap kali melakukan perilaku yang aneh-aneh, mengganggu dan membuat mata telinga tidak senang melihatnya. Bagi musuh yang sudah tenang dan pasif lebih baik mulailah kebaikan lewat ramah tamah (senyuman – selanjutnya terserah anda) namun bagi mereka yang masih aktif menunjukkan tanda-tanda perlawanan lebih baik diabaikan untuk sementara waktu. Baca juga, Cara menghadapi dan mengatasi musuh […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s