Terima Apa Adanya Adalah Bersyukur 8 Manfaat prinsip menerima semua apa adanya

Manfaat menerima semua apa adanya - Terima apa adanya adalah bersyukur

Hidup ini tidak pernah memihak kepada kita. Ia selalu menemukan jalannya sendiri. Saat masa-masa sulit kita dipaksa untuk melalui jalan-jalan yang mungkin tidak disukai. Terdapat berbagai godaan, gangguan bahkan kadang terjadi konflik saat situasi memburuk. Kami memandang diri sendiri sebagai seseorang yang tidak dapat melakukan apa-apa. Hanya mencoba mengarahkan diri sendiri ke jalan yang seharusnya. Tapi kadang, ada masa dimana kami melakukan sesuatu diluar batas kapasitas sendiri.

Kita hidup dalam kebersamaan

Kita sebagai seorang pribadi tidak dapat berbuat banyak. Sebatas apa yang mampu kita atur, semampu yang dapat diarahkan, sesanggup yang di pikirkan maka sampaikanlah itu lewat komunikasi yang dianggap baik dan lakukanlah yang bisa di kerjakan pada hari ini. Seorang diri saja tidak mampu membawa faedah apa-apa bagi kehidupan banyak orang disekitar apalagi di seluruh negeri. Kita ditarik oleh situasi, dipaksa untuk melakukan kehendak populasi mayoritas. Tidak dapat keluar dari kehendak bersama yang lain.

Bahaya memaksa seseorang

Saat kita memaksakan kehendak kepada orang lain sehingga cenderung tidak menerima perbedaan prinsip maupun perbedaan fisik alhasil pikiran mulai kacau dan sikappun turut mengalami bias. Berikut ini beberapa dampak buruk dari pemaksaan ini :

  1. Kebencian >> dendam >> perbuatan tidak menyenangkan. Baca juga, Cara menghilangkan kebencian dari hati
  2. Kehilangan harapan.
  3. Kehilangan kepercayaan diri.
  4. Beban hidup terasa lebih berat.
  5. Sedih – galau.
  6. Pelampiasan pada hal-hal yang negatif seperti, rokok, minuman beralkohol, seks bebas, narkoba dan lain sebagainya.
  7. Gesekan sosial – konflik.
  8. Stres – depresi bahkan mengakhiri hidup.

Mustahil melawan dunia ini sendiri

Sendiri saja tidak dapat melawan arus dunia yang bergejolak. Ikuti saja gelombangnya, lakukan apa yang seharusnya dilakukan selama itu dalam jangkauan kita. Kita memaksakan diri sendiri untuk mengikuti apa yang sebenarnya tidak diinginkan atau menerima semua apa adanya lalu melakukan yang terbaik ditengah semua gejolak yang terjadi. Pemaksaan terhadap kehendak orang lain mendatangkan perlawanan dari dalam hati. Sekalipun perkara ini tidak kelihatan dipermukaan. Akan tetapi, lambat laun ketidak sukaan itu tertimbun sedikit demi sedikit lama-lama meledak pula dalam suasana emosional yang tidak dapat dikendalikan.

Mulailah dengan mengubah diri sendiri

Perlu belajar lebih sabar menjalani setapak demi setapak di bumi ini. Kuat melakukan segala sesuatu ke arah yang sudah ditentukan oleh sistem. Mustahil dapat melawan, begitu dilawan pasti diri ini kacau sendiri, hancur sendiri sedangkan yang lainnya berjalan seperti biasanya. Sebagai orang dengan kapasitas kecil harus menerima semua apa adanya. Saat seperti ini, segala keterpaksaan, hati yang resah, hidup yang gelisah ditepis secara tuntas. Cita-cita perubahan kita simpan dalam hati saja. Kami sendiri melakukannya diblog ini semata. Semua ide-ide perubahan dituangkan dalam bentuk tulisan lalu berharap orang lain dapat terinspirasi untuk melakukan perubahan versi sendiri.

Kita bukan apa-apa hanya memulai dari yang kecil

Begitulah semuanya berjalan dengan semestinya. Kita hanyalah roda kecil yang bersatu padu dengan bagian kecil dan besar lainnya untuk menjalankan sebuah sistem. Jika ingin hidup menjadi baik, Ikuti saja apa yang dituntutnya. Semampunya lakukan yang terbaik, cerdas dan mendukung pergerakan yang berlangsung. Pertentangan kecil diabaikan, simpan dalam hati saja dan terapkan saja pada diri sendiri. Jika ada seseorang yang memiliki ide yang mirip, komunikasikan bersama. Berdua atau beberapa orang lagi dapat membentuk komunitas sendiri. Semacam organisasi kecil yang langsung mengaplikasikan ide-idenya untuk membawa manfaat di tengah masyarakat luas. Lalu mari berharap, kita dapat perhatian dari para pengambil kebijakan.

Perubahan dimulai saat menyadarkan seseorang tentang dirinya sendiri

Siapa yang tidak mau mengubah sesuatu menjadi lebih baik? Kita tidak memiliki kesempatan yang memadai. Oleh karena itu lebih baik berdiam diri saja lalu mencoba memberi manfaat dengan ide-ide baru kepada semua orang. Ciptakanlah sesuatu yang tidak provokatif dan memaksa orang lain untuk berubah melainkan buatlah seseorang mengerti dirinya sendiri, mengerti akan kehidupan dan memahami betapa fananya dunia ini. Semoga ia berubah dan apa yang ia kerjakanpun menjadi lebih baik. Sebab apa yang kita pahami belum tentu dimengerti sama oleh orang lain.

Terkadang kita hanya bisa berdiam diri dan tertegun

Kami juga menemukan banyak masalah. Itu menyangkut banyak hal yang sering terjadi disekitar. Tapi sekali lagi kami sadar bukan siapa-siapa. Yang kami lakukan hanya melihat dan berdiam diri lalu berharap semua orang yang terkait menemukan hidayah pada waktunya. Jika mereka senang dalam dosa-dosanya, biarkan saja. Andai kita bisa melakukan sesuatu untuk mendekatinya sehingga ia sadar maka lakukanlah itu. Sebatas itu saja cukup sebab kami sadar betul tidak dapat melawan sistem yang begitu kokoh ini.

Hal-hal yang harus diterima apa adanya

Aplikasikan prinsip untuk menerima segala sesuatu apa adanya sangat bermanfaat luas. Tidak hanya digunakan saat prinsip kita tidak menemukan kecocokan dengan sistem yang berlangsung melainkan juga dalam berbagai-bagai pertentangan yang timbul dari dalam hati sampai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti berikut ini :

  1. Ketika menyadari kekurangan sendiri. Selengkapnya, Tips & trik mengatasi kelemahan diri
  2. Ketika memahami orang lain juga manusia biasa yang memiliki kelemahan sendiri.
  3. Mengertikan saat seseorang berbuat salah/ khilaf.
  4. Saat menyaksikan kelebihan orang lain yang tidak biasa.
  5. Menerima hasil kerja keras selama ini. Terutama saat harapan tidak sesuai dengan kenyataan.
  6. Saat mengalami silang pendapat dengan orang lain. Daripada terjadi adu mulut yang tidak jelas dan berputar-putar lebih baik diakhiri saja. Terima pendapat orang lain apa adanya sebab itulah dia, orang yang berbeda dari kita. Orangnya aja berbeda bukan tidak mungkin argumennya berbeda.
  7. Perbedaan prinsip dengan sistem. Kapasitas kita dalam hal ini tidak berfaedah banyak.Sebab ini melibatkan koorporasi, swasta dan kapitalis. Lebih baik berikan saja masukan lalu biarkan mereka yang menentukan kearah mana yang harus ditempuh. Jika terjadi kesalahan sekecil apapun bukan diri ini yang menanggungnya melainkan mereka sendiri yang rugi.
  8. Perbedaan prinsip dengan orang tua. Generasi sebelum kita memiliki budaya yang berbeda. Mereka juga memiliki sikap sendiri yang lain dari yang lain. Sia-sia saja mengkonfrontasikan keduanya.
  9. Saat dimarahi oleh atasan (atau seseorang yang lain).
  10. Ketika mengalami gangguan sosial. Ini seperti kebisingan, kesalahan yang tidak sengaja, fitnah, bully, hinaan dan berbagai perlakuan buruk lainnya.
  11. Saat direndahkan orang. Terkadang kita difitnah, dibully, dicaci-maki, dihina dan apapun itu. Sadarilah bahwa itu hanya kata-kata dan tindakan berada diluar kendali kita. Kita tidak bisa mengatur (meng-setting) mereka untuk selalu bersikap biasa atau menghargai diri ini. Biarkan mereka sebagai bunga-bunga sosial untuk mendewasakan dan membuat hidup berkembang menemukan ide, inovasi, kreasi dan kolaborasi.

Keuntungan mengikuti arus sambil menjaga diri tidak hanyut dalam situasi

Kemauan untuk menerima apa adanya adalah awal yang baik. Sebab, ditinjau dari sudut pandang manapun manusia berbeda satu-sama lain. Bila perbedaan itu dapat diterima secara logika niscaya hal-hal aneh lainnyapun dapat dihadapi secara lapang dada dengan hati yang tenang dan tentram. Keadaan ini membuat kita mengikuti arus dunia sambil berpegang pada standar kehidupan (Kitab Suci) untuk menjaga kualitas sikap tetap dalam lingkaran kebaikan. Standar kehidupanlah yang membuat kita tidak hanyut terbawa arus kehidupan yang negatif. Berikut ini manfaatnya saat kita ikut saja dengan situasi yang terjadi.

  1. Lebih sadar dan mampu mengendalikan diri.
  2. Menjadi lebih kuat (sabar).
  3. Amarahpun memudar bahkan hilang.
  4. Rasa benci tiada apalagi ilfil dan dendam.
  5. Hati lebih tenang & tentram.
  6. Pikiran lebih sanggup berkonsentrasi dan kerja lebih fokus.
  7. Hidup damai bersama yang lain. Tidak ada yang lebih baik selain berdamai dengan lingkungan sekitar (alam) dan orang-orang yang ada didalamnya. Suatu saat anda akan menyadari “betapa indahnya hidup dalam perbedaan ketika semua orang saling mengerti”.
  8. Bersikap terbuka pada perubahan untuk hidup yang lebih baik.

Dalam segala sesuatu, kami selalu mengatakan “Saya pantas mendapatkannya, kuatkan hatiku ya Tuhan”. Mari terima semua apa adanya sebab ini adalah keputusan yang paling menentukan keberlangsungan hubungan yang langgeng dengan orang lain. Moment ini sama dengan mengucap syukur dalam segala sesuatu. Saat kita mensyukuri semua nikmat dari Sang Khalik niscaya hati ini lebih berterima akan apapun yang di hadapi. Kemampuan ini memiliki kelemahan yaitu, berpotensi membuat seseorang menjadi malas. Oleh karena itu setiap dari kita harus memiliki harapan dan berusaha maksimal untuk yang terbaik.

Salam luar biasa!

Iklan

6 comments

  1. […] Sikap perfeksionis adalah ciri khas dari kepribadian orang-orang sombong. Mereka menganggap segala sesuatu sangatlah sempurna adanya, tanpa cacat cela sedikitpun. Akibatnya ketika ada sedikit saja kesalahan maka muncullah amarah dan tindakan agresif. Ini juga berdampak pada keengganan mereka untuk menerima tantangan atau lebih tepatnya ujian sosial dari orang lain. Dalam hal inilah banyak orang sombong yang tersandung jatuh seketika karena tidak mau menerima rasa sakit itu apa adanya. […]

    Suka

  2. […] Ada begitu banyak manfaat saat anda mahu menerima semua yang terjadi apa adanya. Salah satu diantaranya adalah hati menjadi tenang, penuh kelegaan dan sikap menjadi lebih santai saat diperhadapkan dengan sikon (situasi dan kondisi) tertentu. Hal-hal semacam ini tidak bisa diberikan orang lain dan juga tidak dihasilkan dari kenikmatan duniawi melainkan lebih kepada kemampuan untuk memanajemen pola pikir sendiri dimana salah satunya adalah menerima kenyataan apa adanya. Simak, Faedah menerima kenyataan apa adanya. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s