11 Cara mengasihi musuh – Berbuat baik untuk menjadi kreatif – 11 Tipe orang yang berselisih paham dengan kita

Cara mengasihi musuh – Berbuat baik untuk menjadi kreatif - Tipe orang yang berselisih paham dengan kita

Sekalipun tulisan ini tentang musuh, baik bagi kita untuk selalu merasa tidak memiliki lawan saing. Memang kita harus tetap berhati-hati akan tetapi terlalu waspada menciptakan kekuatiran yang akhirnya berujung pada ketakutan. Merasa aman karena tidak berselisih dengan orang lain adalah salah satu faktor yang membuat ruang berpikir dalam otak semakin besar. Sehingga masing-masing dari kita dapat memahami, mengelola dan mengembangkan bakat/ potensi masing-masing agar dapat berinovasi, berkreasi bahkan berkolaborasi dengan orang lain.

Hidup harus dimengerti

Sadarilah bahwa setiap kali menjalin hubungan dengan orang lain, hurus memahaminya sebagai manusia biasa yang memiliki kelemahan untuk dimengerti. Ada satu sisi dalam kehidupan seseorang yang harus kita toleransi. Ini berhubungan dengan (1) kebiasaan, (2) kegemaran (kesukaan) dan (3) kelemahan diri. Inilah yang membuat mereka berbeda. Bila mampu hidup damai dalam perbedaan niscaya perpaduannya akan lebih indah seperti indahnya pelangi.

Mengasihi musuh menunjukkan tingkat kecerdasan yang lebih tinggi

Jangan salah kaprah lalu berkata kepada diri sendiri, “saya gak bodohlah, orang seperti itu bagaimana dibaik-baikkan“. Inilah pola pikir yang masih kolot dan belum berkembang. Jika hanya ingin melakukan sesuatu yang membuatmu nyaman berarti kepribadian anda masih berada dalam taraf kanak-kanak yang manja dan rapuh. Oleh karena itu, keluar dari zona nyaman tersebut agar kepribadianmu tumbuh dan berkembang.

Secara default manusia tidak bisa mentolerir kesalahan dari orang lain. Namun jika dia mampu berlatih terus-menerus maka kemampuan intelektual dan emosionalnya akan berkembang. Puncak dari kecerdasan emosional manusia adalah saat dimampukan untuk menjadi pribadi yang dapat berbuat baik kepada lawan-lawannya. Yang jelas butuh kedewasaan untuk mencapai hal ini dan latihan yang terus-menerus.

Mulailah mengasihi musuh dari hal yang kecil-keci. Jangan dulu berpikir tentang memaafkan seseorang yang kesalahannya besar. Melainkan cobalah untuk mengertikan/ mentolerir kekhilafan yang kerap kali anda rasakan dilakukan oleh orang lain sesegara mungkin. Misalhnya.

  1. Kesalahan yang dilakukan oleh orang tua.
  2. Kekhilafan yang dilakukan oleh saudara.
  3. Sifat lupa yang dimiliki oleh pasangan.
  4. Ketelodoran yang dilakukan oleh rekan kerja.

Jika yang kecil-kecil saja dapat anda maafkan dengan segara sambil tersenyum sebagai tanda bahwa anda tidak membenci orang tersebut. Senyuman (bukan tertawa) dalam hal ini berperan penting untuk meringankan beban di hati anda. Berharaplah semoga ketika sesuatu yang lebih besar menimpa anda maka pikiran lebih terbuka menerima semuanya itu tanpa menyisakan dendam dan amarah terlebih lagi kekerasan.

Penggolongan orang yang bermusuhan dengan kita

Terdapat banyak jenis musuh yang kami temukan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap mereka adalah berbeda. Cara menangani dan mengatasinya juga tidak sama. Berikut ini beberapa yang mampu kami kenali. Apabila ada yang lain tuliskanlah di kolom komentar.

  1. Tipe calon musuh.

    Bersikap baiklah kepada semua orang. Kesantunan dan kesopanan lebih banyak meminimalisir kemungkinan untuk memiliki lawan. Sebab perilaku yang buruk dapat membuat semua yang di temui bahkan orang yang melihatpun akan menjadi lawan anda.

  2. Jenis rival sejati.

    Dipertemukan oleh sebuah situasi yang mengharuskan kita untuk saling berlawanan satu sama lain untuk memperebutkan sesuatu. Semua ada aturan mainnya bagaimana kita bertaruh dan apa alat yang dapat kita gunakan untuk itu. Tapi ini hanya sesaat, setelah itu semua akan bersikap biasa saja. Contohnya saat mengikuti ujian melamar pekerjaan baru, debat kelompok, ujian tertulis dan lain sebagainya.

  3. Tipe lawan tak sengaja.

    Terkadang diri ini ceroboh lalu melakukan sebuah tindakan khilaf yang mengganggu orang lain. Terlepas ini merugikan secara materi atau psikis. Ini bisa saja kita alam dalam keramaian, tidak sengaja tersenggol, menumpahkan sesuatu milik orang lain, tanpa sadar menjatuhkan barang bawaan orang lain dan lain sebagainya.

  4. Tipe orang iseng.

    Beberapa orang yang tidak ada kerjaan sengaja mengganggu secara diam-diam. Ini mungkin gangguan indra saja. Seperti fitnah, bully, penghinaan, gangguan suara dan penglihatan lainnya.

  5. Jenis lawan diluar dugaan.

    Tanpa disadari, tiba-tiba kita sudah memiliki musuh. Padahal belum ada perbuatan kita yang jahat pada orang lain. Mereka mungkin digerakkan oleh rasa iri hati yang mendalam sehingga suatu saat akan terlihat dipermukaan betapa piciknya opini mereka. Sikap dan dan gaya hidup kita yang mencirikan kesombongan secara tidak langsung menarik orang lain untuk iri saat menyaksikan semuanya itu.

  6. Tipe musuh pelarian.

    Banyak dari kita yang tidak mampu membaca situasi/ suasana hati orang lain. Mereka yang lagi stres berat atau dalam masalah besar terkadang sangat sensitiv. Bahkan ketika kita tidak melakukan sesuatu yang salah melainkan hanya perbuatan biasa akan memancing emosi negatif keluar dari mulut dan raut mukanya. Orang seperti ini sebaiknya jangan diladeni, kasihan hidupnya makin rumit ntar….

  7. Tipe lawan salah sendiri.

    Kadang-kadan kita tidak sadar dengan apa yang diucapkan dan yang di lakukan (terutama bagi yang masih muda). Ekspresi yang keluar dari diri ini, baik sengaja maupun tanpa sengaja telah telah merugikan orang lain. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kita minta maaf sebelum semuanya terlambat.

  8. Jenis rekan penguji.

    Ketahuilah bahwa manusia di dunia ini saling menguji satu sama lain. Bila kita kuat dan sabar sehingga mampu menahan diri niscaya semuanya akan berakhir dengan perdamaian. Akan tetapi apabila terlalu agresif akan terjadi konflik sosial yang berkepanjangan.

  9. Tipe perselisihan yang merugikan.

    Orang seperti ini telah merugikan banyak terutama secara materi. Mereka pantas dilaporkan kepada pihak yang berwajib karena kejahatannya sudah memiliki bukti yang konkrit. Semua tergantung pada pilihan anda teman…..

  10. Jenis perselisihan diluar jangkauan.

    Ada orang di luar sana sedang perang mulut dengan orang lain. Sebaiknya jangan digubris teman. Sekedar menegur tidak masalah akan tetapi jika kita turut memarahi mereka atas yang terjadi sama artinya dengan kita mengundang masalah datang dalam kehidupan sendiri.

  11. Rival turunan.

    Mungkin mereka hanya korban dari hasutan perselisihan orang tua/ kakek-nenek/ buyut di masa lalu. Sebaiknya keburukan dari orang tua jangan dibawa lagi oleh anak. Yang sudah berlalu biarlah berlalu.  Saat hati tidak damai akan terasa ada yang kurang saat menikmati indahnya hidup ini.

Abaikan recehan dan jadilah kreatif

Alangkah baik jika setiap orang belajar mengabaikan hal-hal kecil/ recehan yang sifatnya bertebaran secara acak disekitar. Bila semua hal-hal kecil yang melibatkan tidak sedikit orang ini dimasukkan dalam otak alhasil pikiran buntu dan mandek. Kemampuan berkonsentrasi bisa hilang dan gagal fokus terhadap pekerjaan yang sedang digiatkan. Ruang bebas (free space) dalam otak semakin sempit sehingga tidak mampu lagi menelurkan ide, inovasi dan kreativitas.

Perlu disadari bahwa kedamaian hati adalah awal yang baik untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat bagi yang lainnya. Pikiran bebas dan bakat/ potensi tersalurkan seperti air yang mengalir. Berkat tercurah tanpa ada yang menghalangi/ menghambatnya. Pada kondisi seperti inilah semua lini kehidupan akan berkembang bersama-sama menjadi lebih baik bahkan bila perlu maju sekalian.

Cara berbuat baik kepada lawan

Terkadang pikiran ini rumit tentang bagaimana cara berbuat baik kepada sang rival. Ini lumayan sulit terlebih ketika baru pertama kali menghadapinya. Apalagi yang namanya manusia itu tidak ada yang sama. Butuh pendekatan dan pengalaman baru untuk menghadapi orang yang berbeda. Langkah pertama sebelum mengasihi musuh adalah pengendalian diri. Tanpa kemampuan ini niscaya dapat dilanjutkan kepada tahap berikutnya. Berikut ini saran dari kami tentang “cara melakukan kebaikan kepada musuh”.

  1. Jernihkan pikiran dan jangan melawan dalam hati.

    Sadarilah bahwa sikap yang keras dan jahat berawal dari dalam hati. Niat yang jahat akan berubah menjadi tindakan yang keji apabila selalu dipikirkan alias dibahas-bahas oleh pikiran ini. Oleh karena itu jangan pernah berfikir untuk cekcok dengan lawan anda. Jika terbesit pikiran seperti ini segera hapus atau di skipp dengan mengalihkan konsentrasi ke hal lain. Selanjutnya, Tips menghadapi & mengatasi lawan anda.

    Jagalah pikiran dari berbagai-bagai hawa nafsu, kebencian, dendam, amarah, kekerasan dan dari hal-hal jahat lainnya dengan senantiasa memfokuskan pikiran kepada Tuhan. Pusatkan pikiran anda dalam doa, firman dan puji-pujian bagi nama-Nya maka berbagai-bagai hal yang tidak baik akan benar-benar dibersihkan termasuk kebencian dan kedengkianmu terhadap lawan.

  2. Berpikiran positif – Hindari bercita-cita untuk membalas.

    Tidak ada manusia yang sempurna. Manusia saling menguji dan lagipula ujian itu bisa datang dari mana saja. Hidup damai berdampingan dengan orang lain lebih indah adanya. Daripada pikiran dikonsentrasikan untuk “bagaimana cara membalas perbuatannya?”. Lebih baik memikirkan hal-hal positif, yang ada hubungannya dengan Kitab Suci atau bisa juga dengan bernyanyi dan lain sebagainya. Pembalasan adalah hak Tuhan, jangan ambil itu untuk diri sendiri.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa pergumulan hidup yang anda hadapi adalah salah satu cara agar otak anda lebih pintar. Ini semacam rangsangan yang membutuhkan kesigapan saat menyelesaikannya. Jadi tidak perlu bersedih hati saat kehidupan anda didera berbagai-bagai cobaan hidup karena semuanya itu akan mendatangkan kebaikan bagi kehidupan anda.

    Andapun perlu menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang dekat dengan salah dan noda. Oleh karena itu saat orang-orang disekitar anda melakukan kesalahan maka anggaplah itu sebagai sesuatu yang manusiawi. Jika dampaknya tidak begitu besar dalam kehidupan anda maka tanggung sendirilah itu agar mental lebih kuat menghadapinya. Akan tetapi ketika dampaknya besar maka HINDARI MAIN HAKIM SENDIRI. Melainkan alangkah lebih baik jikalau membawa hal ini kepada aparat keamanan.

  3. Jauhkan hati dari rasa benci dan dendam.

    Apabila kedua hal ini berpadu maka anda akan digiring pada perbuatan yang tidak menyenangkan bahkan merugikan orang lain juga. Selengkapnya, Cara menghilangkan kebencian dalam hatiKebencian seperti kanker yang bisa berkembang menjadi hal-hal yang lebih jahat. Untuk melatih dan menjaga kemampuan anda mengendalikan rasa ini maka harus ikhlas menjalani ujian kehidupan. Tantangan hidup inilah yang jika dijalani dengan sabar, penuh pengertian dan kebaikan/ kasih akan mengajarimu untuk mengendalikan diri dengan seutuhnya.

  4. Menahan diri untuk tidak marah-marah di tengah situasi yang panas.

    Jika ingin menyampaikan isi hati alangkah baiknya jika dilakukan setelah “situasinya mendingin”. Bijaklah dalam berkomunikasi. Perhatikan moment yang tepat untuk menyampaikan isi hati. Pengendalian diri adalah kunci untuk menghindari situasi yang lebih buruk. Sadarilah bahwa amarah tidak bisa mengubah masa lalu. Melainkan berbicaralah dengan bahasa yang dingin dan suara yang tenang demi perubahan di masa depan. Marah-marah yang tidak terkendali hanya membuat orang lain jengkel dan bukannya malah mengikuti saran yang kita sampaikan. Satu-satunya yang dapat memarahi manusia dengan keras adalah hukum.

    Anda dapat melakukannya dengan cara menerima segala yang terjadi dengan lapang dada dengan mengatakan “saya pantas mendapatkannya kuatkan hatiku ya Tuhan“.
    Jika amarah itu terus berlanjut maka cobalah untuk menjauh dari situasi yang sedang runyem lalu carilah sedikit udara segar di luar.

  5. Maafkanlah mereka dalam hati.

    Memaafkan perbuatan seseorang adalah awal dari kebaikan hati. Ini dapat kita lakukan sebagai sebuah kebiasaan yang sifatnya otomatis. Begitu seseorang melakukan kesalahan, langsung dimaafkan di dalam hati. Misalnya dengan mengatakan “Maafkan mereka, maafkan kami dan maafkan semua orang ya Tuhan agar sekaliannya beroleh hidayah/ pencerahan daripada Engkau“. Baca teman, Cara memaafkan orang yang bersalah pada kita

  6. Berbuat baiklah saat mereka memintanya.

    Ini adalah tanda bahwa anda tidak menyisakan benci apalagi dendam dalam hati setelah semua yang terjadi. Jika mereka meminta sesuatu maka lakukanlah semampunya (kalau masih sanggup silahkan ditolong).

  7. Perhatikan tingkah laku lawan anda.

    Apabila ia dengan sengaja masih aktif melakukan serangan kecil/ gangguan kecil maka ada baiknya jika lawan seperti ini diabaikan saja.

  8. Amati sikapnya : masih sombong (tidak saling menyapa) dan saling segan.

    Situasi seperti ini biasanya terjadi karena keduanya tidak mampu mengalahkan egonya sendiri. Oleh karenanya, orang bijak selalu bisa mencairkan suasana dengan senyuman dan keramah tamahannya. Milikilah sikap yang rendah hati dan tidak gila hormat. Sebab sikap tinggi hati akan sangat mengganggu pertemanan anda dengan sesama.

  9. Ini jalur kebaikannya : doakan keberuntungannya >> senyuman >> ramah tamah >> lakukan kebaikan lain yang lebih besar atau istilah kerennya lebih bernilai.

    Hati yang mau memberkati menandakan bebas dari dendam. Senyuman adalah awal dari mengasihi. Kasih itu tidak rumit, ramah-tamah juga butuh pengorbanan. Selanjutnya lakukan kebaikan yang lebih nyata (real). Terserah itu tergantung sumber daya, potensi dan moment yang dihadapi (seperti tahun baru dan hari besar keagamaan lainnya).

  10. Lakukan sesuai tahapan, tidak ditanggapi coba lagi, jangan diteruskan tahapannya.

    Bila senyuman anda saja dicuekin niscaya kebaikan lainnyapun akan diabaikan olehnya. Oleh karena itu coba terus untuk tersenyum setiap kali berpapasan dengan dia. Suatu saat ia akan membalas senyuman anda barulah lanjutkan dengan sikap yang ramah. Pada akhirnya kebaikan anda akan diterima dengan sukacita olehnya.

  11. Kadang juga harus ambil resiko langsung pada kebaikan.

    Tidak perlu menguji apa dia mau membalas senyuman dan keramahan ini. Langsung tindakan yang nyata. Kelemahannya adalah siap-siap kecewa teman. Semua ini tergantung pada analisis situasi dan suara hati anda. Bijaklah menemukan moment yang tepat.

Musuh adalah salah satu latihan dalam ujian kehidupan sehingga dimampukan untuk mengendalikan diri dalam berbagai situasi termasuk dalam situasi genting sekalipun. Oleh karena itu, hindari membenci lawan-lawan anda melainkan bertahan dan tersenyumlah kepada mereka. Bila perlu berbagi kebaikan juga. Suatu saat anda akan memahami bahwa keberadaan orang-orang ini telah meng-upgrade kepribadian anda sampai level maksimal sehingga tetap penuh dengan hati yang mau mengasihi sekalipun di tengah kemelut dan persoalan dimana-mana.

Hidup adalah pilihan. Kebaikan yang kita lakukan tidak akan sia-sia. Sebab saat diri ini berkorban untuk orang lain maka pada suatu saat yang tidak anda duga-duga orang lainpun akan berkorban untuk anda. Lakukanlah kepada orang apa yang ingin orang lain lakukan kepada anda!

Salam perdamaian!

Iklan

5 comments

  1. […] Ini adalah puncak kebaikan hati seorang manusia. Mengasihi musuh adalah sebuah pilihan untuk membebaskan diri dari segala dendam bahkan menenggelamkannya sama sekali (tidak mengingatnya lagi). Sekalipun demikian saya ingatkan untuk bijaklah berbuat baik agar kebaikan itu tidak sia-sia. Selengkapnya, Cara mengasihi musuh […]

    Suka

  2. […] Setiap sikap akan terbalaskan dengan nilai yang sama suatu saat kelak. Akan tetapi, jangan pernah mau menghakimi orang lain atas kesalahannya. Hanya Tuhan yang berhak atas itu. Di dunia ini juga sudah ada hukum yang bertindak tegas atas semua tindakan yang menyimpang. Jikalau anda cerdas lagi bijak maka kejahatan tidak akan dibalas dengan kejahatan melainkan dengan kebaikan. Jangan sampai situasi yang buruk menyeret anda dalam lingkaran kebencian yang rumit dan melelahkan. Mereka yang memiliki prinsip yang kuat teguh tidak mudah dikendalikan oleh situasi. Seperlunya, Tips berbuat baik kepada musuh […]

    Suka

  3. […] Situasi dan kondisi yang tidak stabil mendorong terciptanya jarak yang jauh sehingga memisahkan orang-orang yang bertikai. Jika suasana sudah agak tenang dan santai silahkan kembali menjalin silahturahmi kepada siapa yang membuat anda emosi. Komunikasi yang baik adalah kunci untuk kembali mendekatkan satu-sama lain. Mulailah dengan kebaikan yang paling sederhana yaitu, mendoakan mereka lalu dilanjutkan dengan senyuman dan ramah tamah hingga berwujud menjadi nyata (kasih yang nyata sesuai dengan sumber daya dan potensi masing-masing). Baca juga, Cara berbuat baik kepada musuh […]

    Suka

  4. […] Saat anda sudah beranjak menjadi seorang yang dewasa dalam iman maka perlu bagi diri ini untuk lebih meningkatkan kemampuan dalam hal mengasihi orang-orang yang masih jauh dari kita. Anda dapat memulainya dengan mendoakan kebaikannya dan sekalipun mereka pernah menyakiti anda maka berusahalah untuk tampil ramah. Ingatlah bahwa masa lalu tidak dapat diubah, disentuh saja tidak mungkin apalagi disesali. Oleh karena itu, daripada semuanya ini memberatkan hati dan pikiran anda maka lebih baik lepaskan dan maafkanlah mereka dengan sepenuh hati. Tips mengasihi orang yang pernah menyakitimu. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s