Tanda Orang Kristen Sejati TIDAK ADA Tetapi Tahan Uji – Waspada Dengan Nabi Palsu

Tanda Orang Kristen Sejati TIDAK ADA Tetapi Tahan Uji - Waspada Dengan Nabi Palsu

Kristen Sejati – Tanda adalah (1) yang menjadi alamat atau yang menyatakan sesuatu; (2) gejala; (3) bukti; (4) pengenal; lambang; (5) petunjuk (KBBI OFFLINE). Merupakan suatu bukti yang bisa dirasakan dan dilihat dari kehidupan seseorang. Ada apa dengan hal ini? Sepertinya, banyak orang yang masih kehilangan eksistensi kehidupannya hanya karena sesuatu yang disebut sebagai pertanda seseorang yang telah menjadi Kristen Sejati.

Iman tidak bisa dilihat

Jika anda memang orang yang percaya maka yang terutama dibutuhkan bukanlah pertanda melainkan iman. Namanya juga kepercayaan, sudah barang tentu hal ini sesuatu yang diyakini oleh hati. Sedang, “dapatkah anda melihat hati sendiri?” Jika hati/ pikiran itu tidak dapat dilihat maka demikianlah juga dengan keimanan manusia. Seperti ada tertulis.

(Ibrani 11:1) Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Kepercayaan kita kepada Kristus jelas tidak dapat dilihat oleh mata kepala. Kita sendiripun bisa melihat orang dijalanan yang memakai berbagai simbol-simbol orang kristen namun tidak dapat dipastikan apakah mereka 100% orang kristen. Bahkan bisa kita katakan bahwa siapa sajapun bisa memakai tanda yang sama (termasuk orang yang berlainan keyakinan). Oleh karena itu, jangan mudah percaya pada pertanda-pertanda yang bisa dilihat dan dirasakan sebelum melakukan tindakan yang lebih lanjut.

Hati-hati dengan nabi palsu yang bisa membuat tanda

Matius 24:24 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan yang ada saat ini, siapapun dia dapat melakukan berbagai-bagai macam muzizat. Sehingga banyak orang percaya akan disesatkan karena perbuatan yang besar menyertai para nabi palsu tersebut. Oleh sebab itu, mulai dari sekarang setiap orang percaya harus lebih kritis dan selektif dalam menerima berita injil dari hamba-hamba Tuhan yang melakukan pekerjaan yang besar tetapi moralitasnya dan motivasinya tidak bagus (Yang bagus kulit luarnya saja yang mulus sedangkan dalamannya penuh serapah dan tipu muslihat).

Tuhan Yesus sudah memperingatkan kita dengan tegas tentang keberadaan nabi-nabi palsu yang telah menyesatkan banyak orang. Jika dahulu hamba Allah dikenal sebagai Nabi maka saat ini mereka dikenal sebagai para pelayan, pendeta, pastor, biarawan/ biarawati dan lain sebagainya. Bisa saja oknum tertentu dari para pelayan ini merupakan orang-orang munafik. Artinya, hanya penampilan dan kata-katanya saja yang rohani tetapi moralitasnya amburadul.

Waspadakan hati dari motivasi yang salah

Palsu tidaknya seorang pelayan Tuhan sangat tergantung dengan motivasi mereka menekuni pekerjaan ini. Ada dua motivasi yang salah ketika seseorang menjadi hamba Tuhan, yaitu sebagai berikut.

  • Menjadi hamba Tuhan hanya demi uang.
  • Menekuni pekerjaan sebagai pelayan demi pujian dan popularitas.

Jika dari awal, motivasi kita sudah sangat mencolok keduniawiannya maka kedepannyapun semua pergerakan kita akan menjadi lebih berat. Bukan tidak bisa memiliki tujuan semacam ini, hati juga bebas dan bisa saja membayangkan hal-hal duniawi semacam ini. Tetapi ada baiknya jika kita tidak fokus kepada uang, pujian, popularitas, jabatan, penghargaan dan penghormatan melainkan lebih memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan puji-pujian. Bila anda layak maka hal-hal duniawi semacam itupun akan mendatangi anda dengan sendirinya.

Dengan ilmu pengetahuan, manusia biasa bisa melakukan muzizat

Tahukah anda bahwa ilmu pengetahuan saat ini begitu canggih dan luar biasa perannya dalam kehidupan umat manusia? Jaman sekarang, seseorang bisa saja dipatuk ular dan meminum racun tetapi tidak meninggal. Seseorang yang dapat menguasai ilmu pengetahuan bahkan bisa melakukan muzizat untuk menyembuhkan orang-orang sakit. Semua itu karena pesan Tuhan Yesus yang menyatakan kepada manusia untuk “Jadilah garam dan terang dunia“.

Seseorang yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dapat melakukan hal-hal yang luar biasa bahkan bisa dikatan sebagai muzizat oleh orang awam. Jika teori tentang garam dan terang dunia ini didekatkan dalam kehidupan manusia maka akan dihasilkan banyak manfaatnya termasuk berperan besar terhadap penyembuhan penyakit. Bisa dikatakan bahwa penggunaan garam dalam jumlah yang tepat menggenapi firman Tuhan sehingga bisa saja membuat seseorang dianggap sebagai nabi.

Ada baiknya jikalau kita sebagai orang awam sekaligus sebagai jemaat tidak mudah percaya kepada pelayan-pelayan yang baru kita kenal (datang dari jauh). Bisa saja mereka adalah hamba-hamba yang sebenarnya palsu, menipu dan munafik. Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa orang-orang ini bukan bertujuan untuk membawa manusia dalam keselamatan melainkan mereka melakukannya demi kemuliaannya pribadi, demi uang, popularitas dan lain sebagainya.

Nabi-nabi yang munafik semacam ini telah ditentukan ajalnya di dalam kegelapan kekal oleh Kristus seperti ternyata dalam firman-Nya, sebagai berikut:

(Matius 7:21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Kristen sejati itu tahan uji

Orang Kristen harus tahan uji, itulah yang tersirat dalam pikiran kami. Ini ditegaskan oleh Nabi Daniel (Seorang pelihat yang mengerti arti mimpi) yang adalah seseorang yang bisa melihat masa depan di zamannya. Seperti tertulis dalam firman.

(Daniel 12:10) Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

Nabi Zakharia juga telah menegaskan akan tiba saatnya dimana orang percaya akan dimurnikan.

(Zakharia 13:9) Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!”

Demikian juga Rasul Paulus telah menegaskan bahwa ujian kehidupan (penderitaan) membuat kita semakin tekun dalam iman dan pengharapan kepada Kristus.

(Roma 5:3-4) Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

(I Korintus 3:13-14) sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.

Bahkan di zaman Paulus, ia telah melaksanakan pengujian bagi setiap orang pelayan dan jemaat yang dilayaninya. Jadi jangan pernah keberataan jika seorang hamba Tuhan (Pendeta/ Pastor) saat ini sedang menguji anda. Seperti ada tertulis

(II Korintus 2:9) Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu.

(II Korintus 8:22) Bersama-sama dengan mereka kami utus seorang lain lagi, yakni saudara kita, yang telah beberapa kali kami uji dan ternyata selalu berusaha untuk membantu. Dan sekarang ia makin berusaha karena besarnya kepercayaannya kepada kamu.

Lalu, pertanyaan kami sekarang adalah “siapakah yang menguji hamba Tuhan? Apakah kita sebagai jemaat berhak melakukannya?” Jawabannya TIDAK, melainkan para pelayan yang ada diatasnyalah yang berhak mengujinya (Eporus, BPHMS, Majelis sinode dan lain sebagainya entah berantah dalam organisasi pelayanan). Tetapi dibalik semuanya itu, tidak dapat dipungkiri bahwa kita sebagai jemaatpun bisa saja melakukannya secara tidak sengaja melalui kekhilafan yang terjadi saat sedang dekat dengan mereka (Kami sendiri ogah melakukannya secara sengaja sebab mungkin saja kita melawan Roh Allah nantinya)

Orang pertama yang menguji sesamanya adalah Yusuf saat mencobai saudara-saudaranya, apakah mereka bertujuan jahat ketika datang ke Mesir.

(Kejadian 42:15) Dalam hal ini juga kamu harus diuji: demi hidup Firaun, kamu tidak akan pergi dari sini, jika saudaramu yang bungsu itu tidak datang ke mari.

Pencobaan yang selalu diberikan Tuhan kepada manusia adalah ujian ketaatan, entah itu bersama dengan godaan yang memukau hati (saat Adam dan Hawa terpesona memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat) atau bisa juga bersamaan dengan penderitaan (seperti yang dialami oleh Nabi Ayub). Oleh karena itu, setiap orang Kristen yang sejati harus siap diuji ketaatannya oleh situasi lingkungan dan orang-orang disekitarnya. Jika kita tahan uji maka itu adalah bukti dari ketaatan kita kepada Tuhan sebagai orang yang memegang Teguh kebenaran yang kita percayai.

Dibalik semuanya itu, tau batasnya juga (masakan dicobai setiap detik? – jangan berlebihan) dan bukan bertujuan untuk mencobai Roh Allah yang ada dalam diri setiap orang. Sebab ada juga tertulis dalam firman sebagai berikut.

(Matius 7:12) “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Artinya, jadilah orang kristen yang bijak dan memelihara keseimbangan alam. Jangan terus-menerus menguji orang lain sebab ada juga firman yang mengatakan bahwa segala sesuatu ada waktunya.

(Pengkhotbah 3:1-8) Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.

Jadi, pencobaan yang disengaja itu tersistem dan memiliki waktu tertentu (tidak seumur hidup seseorang dicobai secara sengaja). Tetapi pada dasarnya ujian kehidupan yang terjadi tanpa disengaja (karena kekhilafan) bisa saja terjadi setiap waktu. Oleh karena itu persiapkan dirimu teman.

Jangan sibuk mencari tanda

Jaman sekarang jangan sibuk terus mencari tanda, apakah saya asli orang percaya atau apakah orang itu orang percaya tulen. Melainkan lebih baik memperbaiki sikap: perkataan dan perilaku sehari-hari agar senantiasa siap dicobai oleh situasi dan orang lain. Sebab di zaman sekarang hampir tidak ada yang dapat membedakan orang kristen sejati/ tulen dan kristen KTP/ palsu terkecuali setelah mereka diuji oleh waktu dan situasi. Seperti ada tertulis.

(Matius 12:38-39) Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.” Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.

Yang dimaksudkan Yesus di sini adalah setiap orang percaya yang diuji hatinya akan mengalami metamorfosis kehidupan (seperti telur >> ulat >> kepompom >> kupu-kupu). Mereka akan berubah dari orang yang manja, keras dan temperamen menjadi orang-orang yang tegar di hati namun lembut dalam bersikap. Artinya, sebagai orang yang percaya kepada Tuhan sudah seharusnya jalan penderitaan yang kita alami membawa hidup menjadi lebih berkualitas dan bukannya bertambah terpuruk oleh tekanan yang terjadi.

Salam Kristen yang tahan uji….

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s