+10 Kekayaan Yang Tidak Jujur, Semakin Kaya Justru Semakin Lemah Seorang Manusia – Jangan Selalu Berlindung Dibalik Harta Tapi Jadilah Bijak Menggunakannya

Kekayaan Yang Tidak Jujur Faktor Penyebab Semakin Kaya Justru Semakin Lemah Seorang Manusia Jangan Berlindung Dibalik Harta Tapi Andalkanlah Tuhan

Kaya adalah (1) mempunyai banyak harta (uang dan sebagainya); (2) mempunyai banyak (mengandung banyak dan sebagainya); (3) (ber)kuasa (KBBI Offline). Merupakan seseorang yang memiliki uang dan harta benda yang lebih dari sekedar apa yang dibutuhkan (digunakannya) sehari-hari. Ini merupakan anugrah dari Tuhan. Tetapi akhir-akhir ini kami melihat bahwa ada banyak penyimpangan dibalik bertambah tambunnya aset seorang manusia di bumi ini.

Harus diketahui bahwa di dalam Kitab Suci semua agamz ada  yang namanya kemakmuran, yaitu masa-masa dimana umat yang dikasihinya beroleh kelimpahan dalam bidang pertanian, peternakan dan dalam pemerintahan. Dibalik kisah-kisah itu, kami melihat sebuah pola yang lumrah, yaitu “ketika para pelayan-Nya beroleh kesejahteraan di bumi maka kaki mereka mulai melayang di atas angin lalu melupakan Tuhan dengan mudahnya.

Seperti ada tertulis dalam sebuah Kitab Suci (Kristen) yang mengatakan demikian.

(Ulangan  32:15) Lalu menjadi gemuklah Yesyurun, dan menendang ke belakang, — bertambah gemuk engkau, gendut dan tambun — dan ia meninggalkan Allah yang telah menjadikan dia, ia memandang rendah gunung batu keselamatannya.

Selama ini, kami melihat bahwa tidak ada masalah dengan kekayaan seseorang asalkan dia mencarinya dengan cara-cara yang halal dan berkenan di hadapan Tuhan. Tetapi keadaan ini menjadi sangat kontras di zaman sekarang sebab ada begitu banyak orang yang mencari permodalan, harta dan bunga uang dengan cara-cara yang tidak jujur. Lebih parahnya lagi mereka meraih sen demi sen dari tangan orang lain dengan mengedepankan aksi-aksi pembodohan terhadap masyarakat luas.

Ini jelas bukan sebuah sistem ekonomi yang dinantikan oelh semua kalangan sehingg hanya orang-orang pintar-pintar saja yang dapat mencicipi kemakmuran. Sebab persepsi kaya jaman dulu jauh berbeda dengan orang yang kaya jaman sekarang. Jika dahulu kekayaan itu ditentukan oleh seberapa gigihnya anda bekerja mengelola semua sumber daya alam yang tersedia. Akan tetapi jaman sekarang, mereka yang pintar-pintarlah yang akan bertambah-tambah kaya-raya karena mengaburkan, menyembunyikan bahkan memfitnah kebenaran lalu menjual solusi yang telah dibubuhi dengan sedikit seni berpikir dan kreativitas komunikasi.

Jika jaman dahulu, kekayaan itu berasal dari kegigihan dan keuletan seseorang maka di zaman sekarang siapapun bisa melakukannya jika mampu berada di bawah naungan pemerintah (PNS, ASN, Yudikatif, Legislatif dan lain-lain) dan kemampuan untuk menipu orang lain. Semakin banyak manusia yang tidak mengetahui kebenaran maka jelas saja bahwa mereka adalah sumber rupiah bagi orang yang telah mengetahui nilai yang sesungguhnya. Pada dasarnya semua kekayaan manusia di zaman sekarang ini merupakan hasil dari menginjak orang lain.

Cara-cara yang tidak jujur dalam mencari harta dengan menginjak orang lain

Manusia cerdas (oknum – intelek) yang telah dikuasai oleh hawa nafsunya (sangat mengingini kemuliaan duniawi)  terlebih ketika hatinya dipenuhi oleh keserakahan. Alhasil ketamakan itulah yang akan menelan iman, kebaikan/ kasih dan pengharapan yang ia miliki.  Ingat jugalah bahwa uang yang datangnya cepat, juga akan hilang dengan cepat. Berikut cara-cara yang salah untuk meraih keinginan yang telah memuncak itu.

  1. Lewat perang. Seseorang bisa menjadi sangat kaya karena merampasi orang-orang yang telah kalah dalam peperangan.
  2. Mencuri kepunyaan orang lain tanpa izin resmi dari orang yang memiliki barang tersebut.
  3. Dengan cara menipu. Mereka yang pintar melakukan tipu muslihat maka akan semakin kaya raya karena mampu memanfaatkan kebodohan orang lain dengan sebaik-baiknya.
  4. Mengaburkan bahkan memfitnah kebenaran. Bila manusia tidak lagi berjalan di jalan yang benar maka akan banyak orang yang tersandung bahkan terjatuh.
  5. Melakukan praktek KKN untuk meggelapkan uang yang ditujukan untuk kepentingan bersama.
  6. Praktek KKN berjamaah demi kepentingan sekelompok orang di atas kepentingan masyarakat luas.
  7. Mengambil bunga uang dari proses peminjaman.
  8. Memperoleh banyak harta dari hasil perjudian.
  9. Memiliki uang dari hasil penjualan barang haram: narkoba dan rokok.
  10. Menjadi kaya raya dengan menjual diri. Tahukah anda bahwa penjaja seks komersial merupakan orang-orang berpenghasilan tinggi? Oleh karena itulah ada-ada saja manusia yang tergiur karenanya. Ini merupakan salah satu efek samping dari kapitalisme. Ketika orang sudah banyak uangnya maka segala sesuatu akan dibelinya bahkan hal-hal yang melanggar adat sekalipun.

Untuk apa kaya raya di atas tangisan dan darah orang lain. Sadar ataupun tidak, tangisan dan darah itulah yang kelak akan menarik anda ke dalam dunia orang mati. Mengapa anda mengejar harta di bumi yang hanya sementara saja tetapi meninggalkan harta kekal yaitu sikap: perilaku dan perkataan yang benar setiap hari. Sekarang, anda lebih mementingkan yang mana “upah yang sementara atau upah yang kekal?”. Kenikmatan yang sementara di bumi (mencari uang dengan cara yang tidak halal) mengantar kita ke neraka akan tetapi sikap yang benar dihadapan Tuhan akan mempertemukan kita dengan surga-Nya.

Faktor penyebab mengapa seorang manusia semakin kaya justru semakin lemah saja

Banyak dari kita yang beranggapan bahwa ketika hidup dalam kekayaan yang berlimpah-limpah maka inilah yang mendatangkan kebahagiaan turun-temurun. Benarkah demikian? Pada intinya, rasa dihatimu tidak dapat bersentuhan langsung dengan benda-benda waw yang dimiliki saat ini. Hanya indralah yang menyentuh semuanya itu. Jadi pada dasarnya setiap orang bisa berbahagia kapan saja jikalau ia mampu memanajemen pikiran dengan baik. Berikut beberapa alasan yang kami ajukan mengapa orang yang semakin kaya justru semakin lemah keadaan hidupnya.

  1. Melemahkan kesehatan anda.

    Karena penghasilan banyak maka mengkonsumsi makanan juga kadang berlebihan hingga menyebabkan penyakit. Keadaan ini jelas akan mengundang kerugian yang nyata bagi perkembangan fisik anda karena segala sesuatu yang berlebihan tidak baik untuk kehidupan manusia.

  2. Memanjakan indra pendengaran sehingga kurang siap mendapat ujian.

    Ada banyak uang untuk membeli kendaraan super mewah, mobil tetapi memanjakanmu dari gangguan sosial (khususnya suara/ kebisingan). Mobil jelas membuat perjalanan kita lebih nyaman sayang kenyamanan itu sekaligus membuat indra kita tidak siap untuk situasi terburuk dengan gangguan kebisingan.

  3. Tidak memberi tantangan untuk menyesuaikan diri dengan orang-orang disekitar.

    Harta benda yang banyak mendorongmu membuat rumah yang lebih besar-megah tapi sekaligus memanjakan kita dari gangguan sosial yang disebabkan oleh ulah tetangga sebelah. Sebenarnya tinggal di blok-blok perumahan yang sederhana membuat kita mengenal lebih banyak orang disekitar.

  4. Membuatmu jadi pemarah.

    Karena memiliki banyak tabungan maka membuat anda tidak perlu lama bekerja melainkan menikmati hidup dan duduk manis di depan televisi yang beresiko terhadap kesehatan mental yang temperamen.

  5. Sikecilpun jadi manja.

    Sudahlah, jangan dipikirkan, selama masih ada maka berikan kepada anak apa yang dimintanya. Pada dasarnya keputusan semacam ini cenderung membuat anak manja. Kebaikan hati harus diimbangi dengan tekanan, jika anak dibaik-baikkan terus maka mentalnya tidak akan menjadi kuat menghadapi dunia ini.

  6. Orang tua tidak dekat dengan buah hatinya.

    Terlalu sibuk mencari uang maka suruh saja pembantu untuk menemani anak belajar sehingga hubungan emosional anak dan orang tua tidak terjalin dengan baik alias hampir tidak ada kedekatan satu sama lain.

  7. Berlindung di belakang orang lain.

    Saat ada masalah maka tidak mau repot-repot mengurusnya. Karena duit dikantong sudah tebal maka langsung saja menelepon pihak keamanan agar segera diselesaikan. Bukan kita tidak butuh orang lain tetapi selama masih bisa diselesaikan sendiri maka selesaikanlah itu sendiri.

  8. Tidak pandai bergaul dengan orang lain.

    Semua yang dibutuhkannya sudah ada di rumah, jadi buat apa pergi ke luar? Seharian penuh di rumah dengan alasan main game PC, sosial media, playstasion, xbox dan lain sebagainya. Bila kita hanya bertemu dengan benda-benda mati seharian maka sudah otomatis perasaan dan pengertian di dalam hati untuk mengerti perasaan/ keadaan orang lain menjadi berkurang.

  9. Hawa nafsu tinggi.

    Karena lembaran uang yang begitu banyak maka segala sesuatu yang dia inginkan akan dibeli. Sekalipun hal-hal tersebut tidak pantas dan tidak berkenan bagi seseorang yang memiliki jabatan penting dalam organisasi. Artinya, hartamu menggelapkan hati nuranimu. Anda lantas menganggap pelampiasan hawa nafsu lebih penting & nikmat daripada kebaikan hati.

  10. Rasa bersalah yang tinggi.

    Seseorang yang hampir tidak bisa membedakan hawa nafsu dengan kebenaran. Ia mengaburkan bahkan memfitnah kebenaran agar semakin banyak orang yang menyimpang lalu secara sengaja datang sebagai pahlawan untuk memberi solusi praktis. Orang-orang yang mengaburkan kebenaran demi kepentingan pribadi pastilah memiliki rasa bersalah di dalam hatinya. Biar bagaimanapun seorang manusia harus saling tolong-menolong dengan tulus. Mereka yang memanfaatkan kelemahan orang lain secara diam-diam pastilah memiliki hati kecil yang penuh dengan penyesalan.

  11. Mulai melupakan Tuhan.

    Ini merupakan kelemahan tersbesar seorang manusia. Ketika semuanya sudah ada maka mulailah mereka melupakan dari mana asalnya dahulu. “Seperti ranting yang lupa kepada pokok yang telah menopangnya selama ini. Bukankah ranting yang lepas dari pokok anggor sejati akan layu, tidak lagi berbuah dan mengering“. Oleh sebab itu, berhati-hatilah agar kepunyaan kita tidak membuat hati ini menentang keberadaan Tuhan.

Pada dasarnya, kaya-raya itu baik. Tetapi kekayaan yang diperoleh dengan cara-cara yang tidak benar akan menjadi duri dalam dagingmu yang bukannya mendatangkan kebahagiaan malah membuat hati terus gelisah akibat “uang panas”. Jaman sekarang hidup sederhan itu lebih nikmat walau ngeri-ngeri sedap. Dibalik semuanya itu, kesederhanaan melatih emosional, mental dan kecerdasan kita menjadi lebih baik. Sedangkan hidup menyendiri dalam kenyamanan yang mewah, sah-sah saja teman. Tetapi begitu anda terjun ke dunia luar (masyarakat luas) pasti rasanya akan terkejut-kejut. Oleh karena itu bijaklah dalam menjalani hidup.

Salam penyesuaian diri….

Iklan

One comment

  1. […] Harta multi fungsi baginya, tidak hanya untuk memuaskan diri melainkan juga untuk menyelesaikan masalah. Usaha-usaha yang ilegal, sogok-menyogok, KKN dan lain sebagainya adalah caranya untuk menemukan solusi. Tidak ada lagi akal sehat dan kebenaran di dalam hati sebab pikirannya telah dipenuhi oleh hawa nafsu yang sesat dan kebinatangan yang tidak terkendali. Pada akhirnya, mereka tidak belajar apa-apa dari situasi yang buruk sehingga tidak pernah menjadi bijak dalam berpikir dan mengambil keputusan. Simak, Kapitalis yang tidaj jujur akan lemah. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s