9 Cara Memberi Rasa Pada Makanan dan Minuman – Peran garam untuk menambah sensasi rasa di lidah

 

Cara garam memberi rasa pada makanan dan minuman

Apa sih yang dicari manusia di dunia ini? Apapun tujuan anda, hal itu tidak pernah lepas dari rasa. Ada lima organ yang terkoneksi dengan lingkungan sekitar, yaitu mata, telinga, hidung, lidah dan kulit. Dengan kelima indra inilah kita bisa merasakan segala sesuatu yang ada di luar diri. Salah satu indra yang tidak kalah penting untuk merasakannya adalah lidah. Terlalu banyak sensasi yang dicitrakan disini tapi gambaran umumnya adalah manis, asam, asin dan pahit. Selain keempat hal ini masih banyak lagi kenikmatan yang berbeda yang merupakan perpaduan (fusion) dari dua atau lebih rasa yang ada.

Peran lidah dalam mengecap makanan

Organ Lidah

Apapun makanan yang dikonsumsi selalu bersentuhan dahulu dilidah. Tidak ada yang masuk dalam perut ini jika tidak dikenali dahulu rasanya lewat pengecapan. Selain dapat merasakan makanan & minuman yang dikonsumsi, juga berperan membantu proses pencernaan. Permukaannya kasar karena terdapat tonjolan yang disebut papila. Inilah yang berfungsi untuk mengecap. Ada empat macam rasa yang dapat dikecap, yaitu manis, pahit, asam, dan asin. Umumnya, makanan memiliki ciri harum dan ciri rasa. Ciri harum merangsang ujung saraf penciuman, bukan pengecapan. Agar dapat dirasakan, semua makanan & minuman harus menjadi cairan dan harus bersentuhan dengan ujung saraf yang mampu menerima rangsangan berbeda-beda. Reseptor rasa manis dan asin terdapat di ujung lidah sedangkan pahit di pangkal lidah dan untuk rasa asam ada di sisi lidah bagian dalam.

Nafsu makan dipengaruhi oleh rasa di lidah

Makanan yang dikonsumsi sangat mempengaruhi kesehatan manusia. Hanya dengan jalan makan dan minumlah anda memperoleh energi, lemak, protein, vitamin dan mineral dari lingkungan. Kita bukan pohon yang dapat menyerap matahari sebagai sumber energi untuk metabolisme kehidupannya. Oleh karena itu dua aktivitas ini tidak pernah terlepas dalam hidup sehari-hari.

Beberapa orang, pola makannya sangat terpengaruh dengan rasa dilidah. Mereka hanya berminat menggandrungi sesuatu yang rasanya gurih untuk memenuhi kebutuhannya. Padahal, tidak semua yang manis dan gurih adalah baik bagi tubuh jika dikonsumsi secara rutin.

Makanan yang berserat sangat baik bagi tubuh. Perannya dalam kesehatan sebagai vacum cleaner nabati untuk membersihkan organ pencernaan mulai dari mulut sampai ke anus dari berbagai-bagai sisa metabolisme (organik) dan residu bahan kimia (anorganik). Baik bagi anda untuk mengkonsumsinya setidaknya dua kali dalam seminggu. Contoh makanan yang berserat tinggi adalah ubi kayu, ubi jalar, ubi biru, talas juga termasuk beras dan masih banyak lagi.

Kebanyakan bahan makanan seperti ini tidak memiliki rasa di lidah. Sehingga kebanyakan orang tidak menyukainya terutama bagi anak-anak. Oleh karena itu, seorang ibu rumah tangga harus menyajikannya dengan lebih kreatif sehingga semua anggota keluarga berminat bahkan terposona dengan rasanya.

Peran garam dalam memberi rasa pada makanan dan minuman

Garam adalah senyawa yang terdiri dari Na+ dan Cl-. Natrium adalah jenis mineral dari bahan logam yang lunak dan ringan sehingga tidak menimbulkan dampak buruk bagi makhluk hidup jika dikonsumsi. Klorida adalah senyawa halogen yang adalah salah satu unsur terbanyak penyusun makhluk hidup. Apabila makhluk hidup mati, maaf kata saja, bila manusia mati lalu dibusukkan oleh bakteri maka unsur yang dihasilkannya adalah NaCl. Jadi, dapat dikatakan bahwa garam adalah sari-sari kehidupan. Penambahannya ke dalam makanan & minuman adalah mutlak selain untuk memberikan citarasa yang khas, ia juga menyumbangkan energi untuk kelangsungan hidup manusia.

Lebih baik garam daripada gula

Mindset ibu di rumah sedikit kami ubah, yakni tentang “bukan gula yang memberi rasa pada makanan melainkan garam”. Selama ini jika anak lebih menyukai gula ditambahkan dalam makanan sehingga rasanya enak maka ibu bisa mencoba menggantikannya dengan garam. Gula baru terasa apabila diberikan dalam jumlah banyak (2, 3 sendok ke atas). Ini beresiko membuat anggota keluarga anda mengidap penyakit diabetes yang berbahaya. Akan tetapi garam sudah memberikan rasa hanya dengan setengah sendok teh saja. Coba bayangkan efektifitas & efisiensinya…. Bukankah ini termasuk sebagai solusi hemat buat keluarga sederhana.

Apa saja peran garam untuk menambahkan rasa? Bagaimana cara menambahkan garam dalam makanan & minuman? Sehingga aggota keluarga lebih doyan makan dan minum sesuai dengan apa yang disajikan oleh ibu di rumah. Berikut selengkapnya, cara memberi rasa pada makanan dengan menggunakan garam dapur.

  1. Ikan air tawar dan air asin juga daging.

    Komoditas ini kaya protein hewani yang tinggi. Rasa yang diberikannya tidak begitu kentara dimulut tanpa menggunakan penyedap kimiawi hasil olahan pabrik. Kami menyarakan untuk mengganti peran tersebut dengan garam dapur yang lebih aman untuk kesehatan.

  2. Sayur-sayuran.

    Merupakan komoditas yang tinggi serat dan klorofil yang baik untuk kesehatan. Sayang kebanyakan sayur rasanya tawar bahkan beberapa sangat pahit seperti daun pepaya (daun kelor).

  3. Buahan muda – rujak.

    Bayangkan betapa asamnya buah yang masih muda itu. Banyak perempuan yang doyan mengkonsumsinya selain sebagai makan bergizi tinggi juga merupakan sebuah sensasi. NaCl mengurangi rasa asamnya dan melengkapi kenikmatan di lidah. Penambahan garam dapur membuat asam-manisnya pecah di mulut dan waw…. ^_^

  4. Nasi atau beras

    Bahan makanan ini tidak berasa sama sekali. Namun saat lama dikunyah di mulut akan menyebabkan rasa manis juga akibat pemecahan amilum oleh enzim. Saat tidak ada lauk beberapa orang menggunakan garam sebagai pengganti. Awalnya kami pikir hal itu mustahil. Tapi coba saja tambahkan sedikit garam meja saat bunda mengukus nasi baik lewat dandang (kukusan) maupun yang elektrik. Pasti memberikan rasa yang nikmat setelah matang.

  5. Roti dan Kue.

    Penambahan gula pada roti dan kue adalah pemborosan. Sebab butuh ber-ons-ons ditambahkan sampai membuat rasanya manis. Coba diganti penggunaannya dengan menambahkan NaCl. Hasilnya memang manis tapi lebih nikmat dibandingkan dengan penambahan gula yang biasanya membuat enek.

  6. Umbi-umbian.

    Adalah bahan makanan yang sangat tawar dan jarang dikonsumsi oleh anak-anak di rumah. Ibu harus lebih kreatif untuk menyajikannya sehingga sikecil betah berlama-lama di atas meja untuk menghabiskan makanannya. Tambahkan garam setengah sendok teh saja saat memasak umbi singkong, talas dan yang lainnya maka tidak ada lagi makanan yang tinggal tersisa di atas meja makan.

  7. Tahu dan tempe

    Dua makanan ini sangat populer ditengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Selain mudah dan murah, kandungan proteinnya juga sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan gizi harian anda. Silahkan coba sendiri, sebelum dimasak/ digoreng. Campurkan garam bersama tahu dan tempe mentah, biarkan selama beberapa menit. Kemudian masaklah itu, nikmatnya pasti berasa banget tuh 🙂

  8. Air putih.

    Beberapa orang malas minum air putih karena rasanya yang tawar. Coba deh bunda menambahkan sedikit saja garam (diujung sendok) dalam teko yang berisi 1 – 2 Liter air putih pasti rasanya “ada manis-manisnya”.

  9. Mengurangi rasa pedas.

    Mengkonsumsi cabai baik bagi kesehatan. Kalau orang dewasa seperti kita sudah kehilangan rasa sehingga berapapun masuk yang pedas-pedas itu, tidak masalah. Tapi pedasnya cabai kadang tidak dapat ditahan lama oleh anggota keluarga lainnya terutama mereka yang masih muda. Tambahkan garam dapur untuk mengikat dan menetralkan minyak etheris (senyawa yang menciptakan rasa “hots”) sehingga pedasnya berkurang.

Cara mengantisipasi kelebihan garam

Wah, mantap tuh kalau semua makanan digarami. Apa tidak berbahaya? Tenang saja teman, tubuh memiliki mekanisme yang sangat canggih untuk menetralisir dan membuangnya ke luar. Sekali lagi kami ingatkan kepada orang tua dirumah untuk selalu mengkonsumsi buah dimana yang paling murah dan mudah didapatkan adalah jeruk nipis. Juga jangan terlalu pelit untuk mengeluarkan dana demi kesehatan keluarga. Belilah herbal ajaib bawang merah, bawang putih dan jahe di pasar untuk ditambahkan dalam setiap masakan anda. Dua bahan ini cukup untuk mengimbangi kerja garam dalam tubuh sehingga mencapai titik keseimbangan dimana yang berlebihan diangkut darah ke ginjal lalu dibuang melalui urine.

Rasa haus dan kering di mulut ditambah dengan air liur yang mengental menandakan bahwa tubuh anda kelebihan sodium klorida. Oleh sebab itu senantiasa rasakan bibir, lidah dan tenggorokan anda. Apabila rasa itu muncul lebih baik untuk segera minum atau setidaknya belilah air minum dalam kemasan yang dijual murah di pasaran.

Simak juga, Jumlah kebutuhan garam perhari

Manfaatkan sodium klorida yang berkualitas baik, kasar, tidak mengandung pemutih, perasa, pengawet juga tidak lembab dan bentuknya kasar. Hentikan penggunaan penyedap rasa dan mari menggunakan garam…..

Salam hidup sehat alami

Iklan

4 comments

  1. […] Perhatikan kesehatan mereka agar bebas dari penyakit dan kutu busuk. Salah satu cara untuk menyehatkan hewan peliharaan anda adalah dengan menambahkan garam dalam setiap makanan yang diberikan. Sodium klorida sebagai salah satu senyawa elektrolit yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Selain menjauhkan kucin dan anjing dari berbagai penyakit termasuk penyakit kulit, ia dapat pula mencegah peliharaan anda menderita kutuan. Tidak hanya itu saja, dalam takaran yang pas garam dapat menambah nafsu makan hewan kesayangan anda. Selengkapnya, Peran garam untuk menambah citarasa makanan & minuman […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s