Bahan Pengganti Gula yang Alami, Murah, Mudah dan Tidak Berbahaya Bagi Kesehatan – Berhenti menggunakan pemanis buatan (sintetis) dan penyedap rasa

bahan terbaik pengganti gula yang sehat, alami, murah, mudah dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

Tidak ada orang yang tidak mengenal gula. Pemanfaatannya sangat luas di masyarakat dan menyentuh semua kalangan. Kemampuannya untuk memberi rasa tidak diragukan lagi, baik dalam makanan maupun minuman. Sayang, penggunaannya harus lebih banyak agar nikmatnya terasa di lidah. Inilah yang membuat orang menggila terhadap semua turunan gula pasir (seperti kue, roti, es krim, permen dan lain sebagainya) bahkan sampai membuat mereka melarat dan menderita penyakit kronis, semisalnya diabetes. Oleh karena itu, kami tertarik untuk membahas lebih lanjut tentang bahan  pengganti, pemanis yang sehat, alami, murah dan mudah di peroleh di lingkungan rumah.

Gula pada umumnya

Gula adalah senyawa organik hasil olahan dari tanaman tebu. Termasuk senyawa sukrosa dengan rumus kimia C6H12O6. Merupakan komoditas pangan sumber kalori setelah padi-padian, pangan hewani serta minyak dan lemak. Digunakan untuk memberi rasa manis pada makanan dan minuman yang dikonsumsi. Berikut beberapa jenis diantaranya, gula pasir (granulated sugar), g. kastor (caster sugar), g. bubuk (icing sugar), g. dadu (cube sugar), brown sugar, g. palem (palm sugar), g. aren, g. batu, dan sebagainya.

Kehadirannya di dapur yang disajikan di atas meja makan merupakan salah satu penikmat yang disukai oleh anggota keluarga terutama anak-anak. Seperti halnya garam dapur, gula pasir juga memiliki sifat yang higroskopis (menarik air). Manfaat bahan ini diantaranya adalah sebagai sumber tenaga yang dapat konversi langsung menjadi energi oleh tubuh dan sebagai salah satu bahan pengawet yang tidak berbahaya bagi kesehatan.

Penambahannya yang terlalu banyak beresiko mengganggu kesehatan

Rasa manisnya yang baru kentara setelah penambahan dalam jumlah banyak (beberapa sendok) menghipnotis beberapa orang untuk terus menerus menggunakannya. Pemanfaatan yang berlebihan ini cenderung membuat kadar gula darah tinggi hingga menimbulkan penyakit yang disebut dengan diabetes. Tidak cukup sampai disitu, kelebihan glukosa dalam  darah dapat juga menyebabkan darah tinggi, kerusakan syaraf, luka tidak bisa sembuh, kulit membal, kerusakan gigi, peningkatan kolesterol dan penyakit jantung.

Anjuran WHO dalam pemakaian gula tidak lebih dari 3 – 5 sendok perhari dengan catatan makanan yang dikonsumsi bebas dari pemanis tambahan (kompas.com). Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa mustahil bagi kita untuk menghindari makanan yang manis karena merupakan bagian dari menu sehari-hari. Misalnya saus, selai, bubur, gandum dan lain-lain. Belum lagi kandungan gula dalam jajanan yang dikonsumsi.

Bahan alami yang sepadan tidak mudah dan lebih mahal harganya dari gula

Resiko yang sangat tinggi ini mendesak kita untuk menemukan solusi pengganti yang sehat, alami, murah dan mudah di dapatkan. Berkeliling di banyak situas yang beredar di internet dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda tentang bahan pengganti yang alami yang dapat ditemukan dipasaran. Diantaranya adalah gula aren, kelapa, madu hutan, nektar dan masih banyak lagi jenis lainnya yang bahannya berasal dari alam. Tapi sayang beberapa diantaranya di jual dengan harga mahal dan langka di beberapa daerah.

Berhenti menggunakan pemanis buatan (sintetis) dan penyedap rasa

Penggunaan bahan kimia sintetis sebagai pengganti gula beresiko tinggi terhadap kesehatan anda. Misalnya, aspartam, siklamat, sakarin dan lain-lain. Pemanis buatan yang disintesis oleh mesin kadang terkontaminasi dengan logam berat, pengawet, pemutih dan bahan kimia lainnya yang beresiko menyebabkan timbulnya residu. Penumpukan bahan kimia tertentu dalam organ tubuh beresiko merusak organ vital seperti hati dan ginjal manusia. Tidak cukup sampai disitu saja, residu ini juga menyebabkan kelainan metabolisme hingga menjadi pencetus timbulnya sel-sel tumor & kanker.

Baca juga, Cara alami mengobati penyakit kanker

Kelebihan penggunaan garam dibandingkan dengan gula

Kami menganjurkan untuk menggunakan garam sebagai bahan pengganti gula. NaCl merupakan penyedap rasa yang ada manis-manisnya. Selain itu manfaat garam juga sebagai baffer darah sehingga menjaga stabilitas keasaman cairan tubuh manusia baik yang intravaskuler dan ekstravaskuler. Berikut beberapa keuntungan penggunaan garam sebagai pemanis/ penikmat sejati.

  1. Lebih mudah di dapatkan.

    Garam dapur terdapat di mana-mana diseluruh Indonesia. Tidak ada rumah yang tidak memilikinya.

  2. Lebih murah.

    Harganya dipasaran lebih rendah, yang berada pada kisaran kurang dari seribu per ons.

  3. Penggunaannya lebih efektif.

    Memberikan rasa nikmat yang gurih dan ada manis-manisnya.

  4. Pemakaiannya lebih efisien.

    Penggunaannya tidak lebih sedikit di dalam gelas (diujung sendok saja). Sedangkan pemakaian gula dapat mencapai 2 sampai 3 sendok pergelas.

  5. Tidak menyebabkan enek.

    Terlalu banyak gula membuat lidah jenuh dan memberi semacam “rasa kepenuhan” sehingga makanan dan minuman tersebut di tinggalkan begitu saja oleh pemiliknya di atas meja. Sedangkan garam berperan sebagai salah satu penambah nafsu makan.

  6. Tidak menyebabkan naiknya kadar gula darah.

    Penggunaannya yang sangat sedikit (kira-kira diujung sendok, 1/2 sendok teh atau lebih memilih satu sendok teh saja) tidak banyak mempengaruhi kadar glukosa darah.

  7. Selain daripada itu manfaatnya yang dapat menetral pH darah.

    Keasaman darah tetap stabil dalam keadaan tertentu.

  8. Sebagai salah satu pelindung yang meningkatkan daya tahan tubuh.

    Kemampuannya untuk memberikan/ merangsang kehidupan flora normal membuat kuman pemangsa lebih jinak dan tidak merusak tubuh manusia.

Situasi dimana peran garam sangat dibutuhkan sebagai pengganti gula

Pemanfaatan garam sangat luas sebagai penambah rasa. Anda dapat menambahkannya saat membuat teh, susu, kopi, es krim, es campur dan minuman lainnya. Demikian juga dalam pengolahan makanan, dapat ditambahkan dalam berbagai bahan makanan sehari-hari (daging, sayur, umbi-umbian, buah, tahu, tempe dan yang lainnya). Tidak lupa juga saat membuat roti, kue basah, kue kering, bubur sereal dan lain-lain.

Untuk menghindari asupan gula yang berlebihan dibutuhkan garam sebagai penggantinya. Terlebih ketika ada acara-acara khusus di lingkungan sekitar. Misalnya hajatan, pesta, perayaan (Idul Fitri, Natal & Tahun Baru, Imlek) dan lain sebagainya. Pada moment seperti ini penggunaan gula pasir/ halus sangat kentara. Misalnya untuk membuat kue, roti, minuman dingin dan hangat, beberapa makanan berkuah, cemilan, gorengan (takjil) dan lain sebagainya. Pada hal-hal seperti inilah anda butuh NaCL sebagai pemberi rasa nikmat yang ada manis-manisnya.

Jangan khawatir garam aman

Bunda tidak perlu terlalu cemas dengan bahaya sodium klorida terhadap kesehatan. Jika ginjal anggota keluarga anda masih sehat maka segala kelebihannya dapat dibuang lewat mekanisme berkemih. Tanda yang sangat umum muncul saat asupan garam berlebihan seperti :

  • Rasa haus.
  • Mulut kering.
  • Tenggorokan kering.
  • Air liur yang mengental.

Apabilan tanda-tanda seperti ini anda rasakan maka segeralah meminum air atau setidaknya belilah air kemasan untuk diminum.

Demikian saja teman. Semoga ibu di rumah dapat lebih bijak dalam menentukan pemanis yang tepat untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ingatlah bahwa orang tua yang cerdas adalah mereka yang menjaga anak-anaknya dari penyakit diabetes sedini mungkin.

Salam sehat alami

Iklan

3 comments

  1. […] Terkadang, kebutuhan akan kalori dan energi tidak sepadan dengan asupan gula perhari. Tidak jarang mereka yang terlalu berlebihan menambahkannya padahal aktivitas sehari-hari tidak begitu berat. Ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran berkontribusi terhadap naiknya gula darah di atas batas normal. Keadaan ini dapat menimbulkan penyakit baik kronis maupun akut. Sebelum hal itu terjadi baik bagi anda untuk menemukan pengganti gula yang lebih efektif dan efisien. […]

    Suka

  2. […] Rasa manis tidak hanya ada pada gula. Jika anda mampu menambahkan garam dalam takaran yang pas ke dalam minuman yang dikonsumsi maka tidak saja hanya manisnya yang menawan melainkan pesona khas yang menari akan berjalan menggetarkan lidah anda. Terkadang, hidup tidak hanya cukup ditapaki, dilihatin dan didengar saja tetapi ada juga saatnya untuk kita mencicipi sesuatu yang menimbulkan sensasi umami bersama keluarga tercinta. Di atas semua kenikmatan itu, ingat batasnya juga – jangan berlebihan agar efeknya benar-benar positif dan bukannya malah menimbulkan efek samping (penyakit). Lalu, Gula yang aman dikonsumsi […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s