Batas Aman Konsumsi Garam Perhari – Cara membuat larutan garam isotonis

Batas Aman Konsumsi Garam Perhari - Cara membuat larutan garam isotonis
Sea salt on wooden spoon over wooden table background

Garam adalah kebutuhan yang sangat penting bagi tubuh manusia. Merupakan salah satu unsur makro (dibutuhkan banyak) esensial yang diperoleh dari luar tubuh. Penambahannya dalam makanan adalah sangat dianjurkan asalkan berada pada dosis yang tepat. Bahkan kami dapat melakukan sebuah eksekusi pasti bahwa manusia tidak dapat hidup tanpanya.

Garam membuat makhluk hidup panjang umur

Sekedar info saja, hewan yang paling panjang umurnya di dunia ini adalah makhluk laut. Salah satu yang membuat ikan lebih panjang umur dari hewan yang hidup di darat yaitu karena salinitas lautan yang sangat tinggi sehingga mampu menghambat pertumbuhan bahkan membunuh kuman sekalipun. Dari sini dapat kita katakan bahwa kebanyakan ikan tidak mati karena penyakit melainkan berhubungan dengan proses rantai makanan di alam.

Membiakkan kuman baik sebagai mangsa bagi kuman patogen

Bagi manusia sendiri, manfaatnya sangat baik untuk menyeleksi bakteri baik dari yang jahat. Semua kuman yang patogen dihambat bahkan lisis oleh larutan yang salin. Jadi jika anda ingin terbebas dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur maka jagalah asupan garam pada batas normal.

Perlu disadari bahwa di dalam dunia mikroorganisme juga terjadi rantai makanan. Bakteri yang satu memakan bakteri yang lain. Flora normal adalah makanan kesukaan kuman pemangsa yang hidup sebagai pemangsa bakteri lainnya. Seperti pada keadaan alami di alam liar jika pemangsa sudah kenyang maka jahatnya akan menjadi hilang. Demikian juga saat kuman yang berbahaya sudah dapat makanannya maka ia tidak lagi menjadi jahat untuk menyerang manusia.

Mampu merilekskan otot

Manfaat yang luar biasa dan tidak kalah hebatnya adalah kemampuannya untuk merilekskan otot-otot sehingga tidak keram setelah melakukan pekerjaan yang berat. Inilah yang membuat sodium klorida sebagai salah satu komponen elektrolit yang ikut terbuang saat tubuh mengeluarkan keringat dan berkemih. Setelah kelelahan berolahraga larutan garam isotonis dapat meringankan tubuh dan rasa capekpun berlalu.

Selengkapnya, Kegunaan garam bagi kehidupan manusia

Garam tidak mengatur cairan dalam tubuh

Beberapa konspirasi besar tentang garam yaitu kemampuannya untuk mengatur kandungan air dalam tubuh. Seolah-olah senyawa ini sangat menentukan asupan jumlah cairan dalam tubuh. Ini adalah pendapat dengan sudut pandang yang salah. Sebab bukan senyawa ini yang mengatur kadar air melainkan organ ginjal. Peran kedua organ yang terdapat di punggung belakang bagian bawah ini adalah untuk mengatur keseimbangan asam-basa. Jadi pendapat ini menjadi benar apabila dikatakan bahwa “kandungan garam mempengaruhi pengaturan cairan dalam tubuh oleh ginjal“.

Kalau garam yang mengatur cairan berarti gula & vitamin C juga dong….

Bukan hanya garam yang dapat menarik air, gula juga bersifat higroskopis. Kemampuan kedua bahan ini sama yang ditunjukkan pula dengan reaksi yang sama ketika tubuh menanggung kelebihannya.

Demikian halnya juga saat anda mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi (500 mg) pasti ada rangsangan untuk minum berlebih. Jika hasrat ini tidak dipenuhi (minum air yang cukup) pada akhirnya air seni menjadi berwarna kuning pekat.

Begitu juga saat anda minum perasan jeruk nipis setiap pagi, pasti setelahnya (beberapa saat kemudian) akan langsung buang air kecil. Ini dipicu oleh kelebihan asam yang langsung ditindaklanjuti oleh tubuh.

Ginjal berperan penting dalam mengatur kadar gula darah. Pada orang normal apabila kadar gula darahnya naik alhasil ada keinginan yang besar untuk minum air (karena kehausan) yang diiringi dengan berkemih lebih sering. Oleh karena itu penderita diabetes sering mengalami gejala poliuri (banyak buang air kecil) & polidipsi (banyak minum). Jadi jika garam mengatur cairan berarti gula juga harusnya menjadi tertuduh yang lebih besar konsentrasinya dalam tubuh.

Pengalaman mengkonsumsi garam

Kami masih ingat saat masa kecil dulu, begitu lemah (jarang beraktivitas/ bergerak di sekolah/ sukanya diam saja), sakit-sakitan dan kemampuan menghafal kurang (terbukti dari prestasi di sekolah tidak ada). Orang tua bekerja di bidang kesehatan, karena terpengaruh dengan bahaya garam maka penggunaan bahan ini di batasi pada makanan di rumah. Keadaan ini diperparah oleh kebiasaan kami yang enggan mengkonsumsi ikan teri. Dahulu malah lebih memilih makanan yang ditambahkan gula/ susu (jika ada) daripada mengkonsumsi ikan asin. Sekarang, kami baru sadar bahwa salah satu penyebab diri ini begitu lemah, suka sakit dan sulit menghafal karena tidak pernah mengkonsumsi ikan asin. Prestasi kami agak baikan setelah sampai di tanah rantau, Medan dimana penggunaan bahan ini sangat luas pada makanan ditambah lagi dengan berbagai jajanan yang ada.

Pendapat WHO

Menurut WHO Expert Committe on Preevention of Cardiovascular Disease sebaiknya konsumsi bahan makanan ini tidak lebih dari 6 gr/hari.

Kata Menteri Kesehatan

Batas asupan garam 2000 miligram (5 gram atinya 1 sendok teh teh perhari) untuk orang dewasa.

Sebuah penelitian di Amerika menyatakan

National Research Council National Academy of Sciences di Amerika menyarankan asupan natrium pada kisaran 1100-3300 mg per hari. Jumlah tersebut setara dengan ½ – 1½ sendok teh/hari. Bagi yang menderita hipertensi, asupan natrium dianjurkan tidak lebih dari 2.300 mg/hari. Jumlah tersebut sama dengan 6 gram NaCl atau sekitar satu sendok teh perhari.

Orang Amerika

Kebanyakan orang Amerika membutuhkan 10 gram perhari informasi ini kami peroleh di lamaan wikipedia.org versi bahasa Inggris.

Sedikit pertimbangan berdasarkan praktek di lapangan

Ayo mendekat sebentar dan lihat apa yang kami lakukan dilaboratorium patologi. Di sini ada salah satu test yang melibatkan penggunaan garam fisiologis untuk mencuci sel darah merah dari bahan lain. Garam fisiologis ini kadarnya 0,9 %. Tapi hebatnya larutan ini tidak merusak sel (melisiskan) tersebut justru semakin bersih dari bahan yang lainnya sehingga indah dipandang dibawah mikroskop.

Larutan garam NaCl 0,9 persen yang cocok dalam darah manusia

Perhatikan tabel di atas, dapat diketahui bahwa ketika sel darah merah terpapar dengan larutan NaCl yang berlebihan maka bentuknya akan mengkerut sedangkan saat terpapar dengan larutan NaCl yang kurang dari 0,9% maka bentuknya akan mengembang. Sebagai catatan, berhubungan karena sifat Sodium sama dengan gula yang higroskopis maka hal yang sama berlaku untuk gula darah.

Kita tahu bersama bahwa sel darah merah adalah salah satu sel yang memiliki kelemahan yakni tidak memiliki inti sel. Mari berlogika sedikit, jika sel yang sederhana/ lemah saja mampu bertahan dari larutan ini apalagi sel kompleks yang memiliki inti sel dan organel yang lengkap?

Berapa kebutuhan harian, berbahayakah mengkonsumsi garam 9 g perhari?

Baiklah mari kita perhitungkan kandungan garam pada larutan 0,9% artinya di dalam 1000 mL (1 Liter) air terdapat 9 gram. Ini sama dengan jumlah yang dianjurkan oleh salah satu hasil penelitian di Amerika, yakni 9 gram/ hari/ orang dewasa. Apakah kebutuhan ini terpenuhi setiap hari? Jika orang rumah ada 4 orang dewasa berarti total yang harus dikonsumsi adalah 9 x 4 = 36 gram atau sama dengan 12 sendok teh (3 gr = 1 sendok teh). Sudahkah kedua belas sendok teh ini terkandung dalam makanan keluarga anda?

Untuk diketahui bersama bahwa kandungan air dalam tubuh kira-kira 70% dari berat badan. Sedangkan cairan tubuh terdiri dari :

  • Cairaan intraseluler. Merupakan cairan yang berada dalam sel tubuh manusia.
  • Cairang ekstraseluler. Merupakan cairan yang berada di luar sel tubuh. Yang terdiri dari :
    1. Cairan intravaskuler dan
    2. Cairan ekstravaskuler

Darah termasuk dalam cairan intravaskuler (berada dalam pembuluh) dengan jumlah sebanyak  5 – 6 L (untuk laki-laki dewasa sedangkan untuk perempuan 4 – 5 L).  Belum lagi dengan penambahan cairan lewat minuman yang dikonsumsi sebanyak 2 L. Jadi, jumlah garam yang 9 gram perhari tidak berbahaya karena mampu ditahan oleh tubuh lewat proses pengenceran cairan yang lebih banyak.

Kami sendiri terkadang mengkonsumsinya lebih dari sembilan gram per hari berdasarkan kebutuhan akan cairan dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Sampai sekarang masih sehat-sehat saja dan tidak ada masalah berarti yang  timbul karena kebiasaan ini. Hanya saja satu yang harus anda ingat adalah “SELALU KONSUMSI DALAM KADAR ISOTONIK”

Dasar teori tentang kebutuhan normal sodium adalah setara dengan konsumsi air yang diminum setiap hari. Sebab pelepasan atau pengeluaran garam dalam tubuh manusia di dorong oleh air yang kita konsumsi dari waktu ke waktu. Jadi, ketika kita mengkonsumsinya bersamaan dengan air putih (dalam wujud air garam manis) maka dapat dipastikan bahwa semakin banyak air yang kita minum maka semakin banyak pula NaCl yang diperlukan. Demikian juga saat sodium + air putih yang dikonsumsi banyak maka semakin tinggi pula ekskresi yang dilakukan oleh ginjal (sering pipis). Ketahuilah bahwa salah satu manfaat utama Natrium adalah menetralisir alias detoksifikasi racun di dalam tubuh.

Cara membuat larutan garam yang isotonik

Kapan harus mengkonsumsi larutan garam isotonis.

  • Saat kebutuhan harian anda kurang maka sebaikanya minumlah larutan ini.
  • Sesaat sebelum atau setelah berolahraga.
  • Setelah bekerja keras dan mengeluarkan keringat.
  • Saat mengalami gejala jantung aritmia dimana jantung berdeba tidak stabil.
  • Sesaat setelah mengkonsumsi toksin secara tidak sengaja.

Bila Larutan isotonis adalah larutan yang tekanan osmosisnya setara dengan tekanan osmosis dalam tubuh. Dalam praktek laboratorium larutan ini digunakan sebagai pembersih sel (mis. sel darah merah). Salinitasnya tidak merusak (melisiskan) sel melainkan membersihkannya dari bahan-bahan tertentu. Kadar yang fisiologis adalah 0,9% (artinya di dalam 1000 mL air terdapat 9 gram bahan ini) yang diyakini bahwa setara dengan kadar garam air mata. Berikut ini cara membuatnya secara umum (non analitik).

  1. Persiapkan garam dapur asli yang berasal dari laut murni dimana tidak berbentuk indah, tidak beraroma, tidak berwarna, tidak berpengawet, tidak berperisa dan tidak lembab.
  2. Masukkan 1/2 sendok teh bahan ini ke dalam cangkir (kira-kira 2,5 – 3 gram).
  3. Tambahkan air panas yang telah dimasak sebelumnya sebanyak 200 mL.
  4. Aduk hingga sodium klorida larut dalam air atau biarkan selama beberapa menit sampai semuanya larut sendiri.
  5. Setelah menjadi hangat silahkan diminum.

Tanda utama bahwa larutan sodium klorida yang anda konsumsi berada dalam kadar yang isotonik yakni rasanya ada manis-manisnya. Anda tidak perlu khawatir tentang hal ini karena rasa manis yang timbul bukan karena mengandung gula sehingga beresiko menimbulkan diabetes. Rasa manis yang timbul disebabkan oleh kandungan mineral di dalamnya. Jika penambahan yang anda lakukan berlebihan maka rasanya akan berubah menjadi asin. Solusinya adalah tembahkan air lagi.

Harap diingat, agar selalu mengkonsumsi LARUTAN GARAM PADA KADAR  ISOTONIK. Dengan demikian larutan yang anda minum dapat menyatu dengan cairan tubuh anda sehingga tidak menimbulkan guncangan/ tekanan pada cairan elektrolit.

Pertanda bahwa tubuh kelebihan garam

Jangan terlalu kuatir soal kelebihan asupan. Ingatlah bahwa konsentrasi sembilan gram per liter saja tidak merusak sel padahal kandungan air dalam tubuh manusia kira-kira 70%. Oleh karena itu penuhi asupan air (kira-kira 2 Liter perhari/ 8-10 gelas perhari) untuk mengimbanginya.

Sama seperti kebanyakan makhluk hidup, tubuh manusia juga memiliki resistensi yang tinggi terhadap kelebihan atau kekurangan bahan tersebut. Bukan hanya natrium klorida saja melainkan juga terhadap ion-ion lainnya seperti Ca+, Mg+, Zn+ dan lain-lain bahkan terhadap gula dan kolesterol. Dalam setiap kelebihan itu ginjal selalu melakukan tindakan preventif, yaitu :

  • Timbulnya rasa haus. Merupakan gejala umum yang menandakan bahwa tubuh membutuhkan cairan. Hal ini ditandai dengan mulut dan tenggorokan yang terasa kering dan air liur yang mengental.
    Jadi, saat rasa haus muncul jangan menahan diri untuk meminum air. Setidaknya belilah air minum kemasan di kedai terdekat.
  • Keinginan untuk berkemih. Saat kandungannya dalam cairan ekstravaskuler (darah) berlebih maka ginjal akan melakukan ekstraksi garam dari dalam darah yang akan terus dibuang melalui urine.

Demikian saja sobat. Penuhi asupan makanan harian anda. Perhatikan komponen penting namun yang lainnya jangan diabaikan.

KONSPIRASI Menjauhkan Garam Dari Kehidupan Manusia

Salam sehat panjang umur!

14 comments

  1. […] Mengapa hewan laut lebih panjang umurnya di bandingkan dengan hewan darat bahkan dengan manusia sekalipun? Jawabannya adalah karena lautan memiliki salinitas yang tinggi. Manusia juga membutuhkan garam dalam setiap tetes cairan tubuh baik yang ekstraseluer maupun yang intraseluler. Selanjutnya, Batas normal asupan garam perhari […]

    Suka

  2. […] Benarkah cuaca dapat mempengaruhi kecerdasan manusia? Pada dasarnya setiap orang yang lahir di bumi ini dapat hidup dengan cerdas jika di dukung oleh tubuh yang sehat dan informasi yang berkualitas lainnya. Biasanya orang yang berada di iklim subtropis hingga sedang mengalami dehidrasi yang lebih minim dibandingkan dengan kita yang berada di daerah tropis. Sadar atau tidak, suhu udara yang tinggi telah membuat banyak orang kehilangan cairan tubuh. Akibatnya, kemampuan manusia untuk berkonsentrasi dan berpikir menurun drastis terlebih ketika orang tersebut tidak menjaga asupan garam dalam tubuhnya. Menarik, Jumlah konsumsi garam setiap hari. […]

    Suka

  3. […] Ada polemik dibalik pemanfaatan senyawa ini. Beberapa mengatakan penggunaannya hanya diperlukan sedikit saja namun kami berpendapat bahwa pemanfaatan komuditas ini adalah lebih banyak lebih baik tergantung kebutuhan. Sebab penggunaan garam tidak hanya menyentuh kuliner saja melainkan juga dalam segala aspek. Misalnya saja kebersihan, pertanian, lingkungan, bahan bakar dan lain sebagainya. Selengkapnya, Kebutuhan normal sodium klorida per hari […]

    Suka

  4. […] Bila makanan saja bisa menjadi sedap olehnya maka bukan mustahil minuman juga bisa dibuat gurih alami namun tetap sehat. Hanya saja, yang harus diperhatikan adalah soal berapa takaran tepatnya setiap kali saja. Berhati-hati jugalah agar jangan sampai berlebihan mengkonsumsi garam sebab kedepannya bisa jadi anda menggemuk. Sebab unsur klorin (Cl) yang terkandung didalamnya merupakan penyusun utama sel-sel makhluk hidup. Selanjutnya, jumlah konsumsi garam dapur setiap hari. […]

    Suka

  5. […] Tidak perlu terlalu takut/ khawatir menggunakan sodium klorida dalam jangka panjang. Sebab ginjal adalah organ pembersih dalam tubuh manusia. Seperti ketika anda meminum vitamin C dosis tinggi (500 mg) maka ginjal akan mensekresinya ke luar sehingga anda sering buang air kecil. Demikian halnya juga saat anda kelebihan gula dalam makanan, pastilah akan timbul rasa ingin berkemih yang lebih banyak untuk menbuang kelebihan itu.  Bahkan didunia kedokteranpun garam digunakan dalam proses cuci darah (hemodialisa) untuk membersihkannya dari berbagai jenis racun metabolisme. Jadi, selama ginjal anda sehat maka selama itupula anda dapat mengkonsumsi minuman isotonik ini. Simak juga, Jumlah konsumsi garam perhari […]

    Suka

  6. […] Anda dapat meminum larutan garam isotonis 0,9% (9 gram/ satu setengah sendok teh per satu liter air) untuk menggantikan minuman yang biasanya dikonsumsi saat begadang, misalnya kopi atau teh. Dengan mengkonsumsi larutan garam anda akan lebih fresh dan rasa lelah, pegal & kerampun hilang. Saksikan, Jumlah garam yang dibutuhkan tubuh per hari. […]

    Suka

  7. […] Segera buatkan larutan garam isotonis: Tambahkan 1/2 sendok teh garam dalam 200 cc air putih. Aduk rata hingga larut. Minum larutan tersebut sambil kumur-kumur secara bertahap (tidak sekaligus). Alhasil rasa nyeri dibagian tenggorokan akan segera hilang dan andapun dapat melanjutkan pekerjaan seperti biasa.Pembuatan larutan isotonik inipun dapat dipadu dengan teh bubuk. Seduh teh dan jadikan garam sebagai pengganti gula yang memberikan rasa manis-nikmat yang pas. Takaran penggunaan sodium klorida sedikit saja sehingga sensasi manis-manisnya kentara. Jikalau berlebihan niscaya akan terasa asin. […]

    Suka

  8. […] Tambahkanlah garam secukupnya dan sedikit air sebagai pelarut. Jika garam dapur yang ditambahkan sudah pas maka rasanya akan ada manis-manisnya. Biasanya bila sodium yang ditambahkan begitu banyak akan terasa asin, anda dapat membuang beberapa bagian airnya yang asin lalu kembali menambahkan air putih hangat yang tawar (untuk mengurangi rasa asin). Namun bisa rasanya masih tawar, tambahkanlah garam meja sedikit demi sedikit semberi mencampurnya secara perlahan. Anda dapat memanfaatkan garam untuk menambah gurih manisnya nasi kemarin sehingga lebih nikmat untuk disantap sendiri maupun bersama keluarga. Baca teman, Takaran normal garam perhari. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.