Gejolak Sosial · Keluarga · Kesehatan · Mineral Ajaib · Penyakit · Sehat Alami

Cara Aman Mengkonsumsi Garam Yang Diracun – Saran Penyajian Garam Ditengah Isu Tentang Garam Yang Beracun

mitos-yang-salah-tentang-garam-tidak-berbahaya

Garam adalah mineral murni yang dihasilkan oleh alam untuk memelihara kehidupan makhluk hidup di dalamnya. Tidak ada yang lebih penting selain bahan alamiah ini. Bahkan kami dapat mengatakan bahwa sodium klorida lebih penting daripada emas. Sebab emas hanya memberi kenikmatan pada mata dan telinga sedangkan NaCl dapat memelihara kehidupan sekaligus membuat anda dapat menikmati hidup tanpa harus kuatir pada paparan mikroorganisme dan bahan kimia berbahaya lainnya.

Mineral ini telah dikenal dari zaman ke zaman bahkan pernah dijadikan sebagai alat tukar yang bernilai (uang). Hanya di Indonesia saja pengenalan akan kekuatan garam jarang dibicarakan oleh masyarakat. Keadaan ini justru akan membuat hidup manusia semakin sulit karena tidak dapat menikmati makanannya (kalau makan sakit, tidak makan sakit juga) dan ditambah lagi oleh kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat minimnya penggunaan NaCl dalam hidup sehari-hari. Kemampuan garam untuk membersihkan lingkungan yakni sebagai bio-aktivator alamiah.

Dalam hal manfaat lainnya, kemampuan garam isotonik sudah tidak diragukan lagi. Mulai dari mendetoksifikasi racun dan bisa, membunuh bakteri, melisiskan jamur, mengeliminasi virus, menyembuhkan berbagai macam penyakit metabolis, melembutkan makanan, membuat makanan menjadi lebih gurih, menjaga keseimbangan asam-basa dalam tubuh, menghilangkan bau badan, mengatasi bau mulut, mencegah sakit kepala bahkan juga dapat membuat pikiran anda lebih cerdas.

Simak juga, Manfaat minuman isotonik

Hanya ada beberapa masalah dalam hal penggunaan mineral ajaib ini yakni akan adanya racun-racun yang sengaja dimasukkan untuk mengawetkannya. Misalnya saja dengan menggunakan bahan pengawet, pemutih, pewarna, perisa dan lain sebagainya untuk membuatnya lebih menarik lagi. Keberadaan bahan kimia berbahaya seperti ini memang sulit untuk di deteksi oleh orang awam. Hanya mereka yang sudah terbiasa dan teliti yang dapat melakukannya.

Ciri khas garam dapur yang sudah diracun biasanya lebih mahal dari garam tradisional, sangat halus dan tidak lembab saat dibiarkan lama pada udara terbuka. Apabila anda menemukan hal-hal seperti ini maka lakukanlah berbagai macam tindakan preventif agara jangan sampai toksin tersebut membuat anda jatuh sakit. Berikut ini beberapa cara yang kami anjurkan untuk lebih berhati-hati dalam mengkonsumsinya sehingga efek sampingnya dapat diminimalisir.

  • Sebisa mungkin gunakanlah garam meja tradisional yang dibuat oleh pengusaha lokal.
  • Hindari menggunakan yang bentuknya terlalu halus. Gunakanlah sesuatu yang bentuknya kasar karena yang kelihatan lebih kasar jauh lebih murni.
  • HARAP INGAT: dalam setiap penyajian sodium klorida usahakan untuk senantiasa memperhatikan prosesnya dalam keadaan panas sampai mendidih. Gunakanlah proses pemasakan saat menyajikannya untuk dikonsumsi. Proses seperti ini dapat membuat toksin yang terkandung di dalamnya membentuk ikatan aman (tidak berbahaa) untuk dikonsumsi.
  • Saat membuat minuman isotonik untuk di bawa kemana-mana, pastikan anda melarutkannya (diseduh) terlebih dahulu dalam air panas yang sudah dimasak sebelumnya/ air termos/ air panas dari dispenser.

Kami masih ingat dengan pelajaran SMA yang mengatakan bahwa suhu adalah salah satu katalisator yang mempercepat reaksi suatu zat. Dalam kasus ini, kita sengaja melarutkannya dengan air panas agar racun-racun yang ada menyatu dengan senyawa ionik NaCl sehingga terbentuklah ikatan aman yang tidak berbahaya. Lagipula suhu tinggi turut dimanfaatkan untuk membunuh kuman penyakit yang mungkin terkandung didalamnya.

Demikian saja teman, semoga anda sehat selalu dan bahagia selamanya!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s