15 Faktor Penyebab Orang Kaya Susah Masuk Surga – Makanya Jangan Kaya Sendiri Melainkan Kaya Bersama

Alasan mengapa orang kaya susah masuk surga - kekayaan membuatmu lebih dekat dengan neraka

Kami sendiri tidak mau jadi orang kaya. Untuk apa menjadi kaya hanya karena cerdik menyembunyikan kebenaran yang sesungguhnya. Ini hanyalah ajaran ke dalam dan berlaku untuk diri sendiri. Kalau orang lain terserah, mereka mau ini atau itu, biarkan saja. Ini hanyalah analisis kami yang menunjukkan bahaya laten di balik kekayaan manusia. Karena kami telah mengetahui pahitnya kenyataan ini maka kamipun memilih untuk menjadi orang yang sederhana saja.

Lagipula kami menemukan ini di dalam Kitab Suci: Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Lukas  18:25) Perkataan Yesus ini terus diulang-ulang oleh ketiga Rasul-Nya: Matius, Markus, dan Lukas. Perkataan ini sangat beralasan terlebih ketika kekayaan yang diperoleh dari hasil memeras, menipu dan menindas orang lain. Belum lagi dampak yang akan ditimbulkan setelah itu.

Faktor penyebab orang kaya susah masuk surga

Menurut kami, banyak alasan mengapa orang kaya sukar sekali masuk Surga. Berikut beberapa diantaranya dari yang kami ketahui.

  1. Untuk apa kaya tapi bukan karena prestasi melainkan karena hasil tipu-menipu orang lain.

    Karena lebih cerdas maka anda melakukan aksi-aksi konspirasi dengan berbagai pihak. Memanfaatkan kolotnya situasi untuk mendatangkan untung bagimu. Membuat orang lain terpinggirkan karena aksi manipulatif yang besar.

  2. Lagi-lagi kekayaan beresiko membuat anda melupakan Tuhan, toh semuanya sudah ada dan menganggap itu adalah hasil jerih payah loe.

    Ketika semuanya sudah tersedia, tidak ada lagi yang pantas dibawa susah sebab semuanya sudah benar-benar lengkap. Bahkan kesombongan anda memuncak lalu berkata, benarkah ada Tuhan? Kemurtadan ini kelak akan mempertemukanmu dengan kesusahan hati yang tidak ada akhirnya sekalipun mukamu cerah ceria merona.

  3. Buat apa kaya kalau kekayaan yang kita miliki digunakan untuk menyakiti orang lain?

    Orang-orang yang memiliki sumber daya yang lebih cenderung melakukan hal-hal yang semberono demi kesenangan belaka. Mereka lebih memilih untuk mengerjakan perkara kecil sebagai balasan untuk menanggapi gejolak yang dialaminya. Memanfaatkan uang dan segala power yang dimiliki untuk menindas musuh-musuhnya.

  4. Tidak ada untungnya menjadi kaya ditengah-tengah kemiskinan, kita hanya mengundang orang untuk iri kepada diri ini.

    Saat masih banyak orang yang susah makan, kita tampil sebagai pribadi yang glamour, mewah dan berkelas. Tidak sadarkah anda bahwa sikap mencolok seperti ini cenderung membuat orang lain sirik lalu iri hati kepada anda? Kedengkian adalah pintu dari berbagai aksi kejahatan.

  5. Untuk apa jadi orang kaya jika kekayaan kita digunakan untuk merendahkan orang lain?

    Tidak sedikit orang yang kehilangan akal pikirannya saat semuanya sudah ada dan complate. Ia merasa dirinya lebih baik dari yang lainnya sehingga merasa pantas untuk menghina orang-orang tertentu yang kesehariaannya lebih sederhana.

  6. Kaya raya sendiri ditengah-tengah kemiskinan membuat kita beresiko menjadi sasaran utama kejahatan, pencurian, perampokan dan lain-lain.

    Tampil beda sendiri memang tidak begitu masalah saat kita sama-sama kaya raya. Akan tetapi saat anda terlalu mencolok diantara sekian banyak orang yang kehidupannya melarat, sedang keluarga anda berpesta pora dalam kesombongan. Tidak terbantahkan bila ada rasa dengki yang akan menyerang kehidupan anda. Entah itu dalam bentuk pencurian, perampokan dan berbagai aksi kejahatan lainnya.

  7. Buat apa kaya kalau fasilitas yang kita miliki hanya memanjakan anak-anak di rumah?

    Kekayaan kini sudah menjadi penghiburan bagi anak-anak di rumah. Mereka bahkan tidak bisa dilepaskan tanpa gadget/ handphone. Mainnyapun di depan LCD terus. Saat menghadapi masalah mereka berlindung dibelakang mami-papinya. Bahkan ketika hendak menanggung kesalahan sendiripu, mereka tetap berlindung dibelakan pawer yang dipelihara oleh mami-papinya.

  8. Karena kaya raya, kita bisa membeli kenyamanan tapi pas diuji orang lain langsung beringas.

    Tahukah anda bahwa masalah adalah gangguan kenyamanan? Saat terus-menerus dimanjakan oleh kenyamanan, kulit hati ini menjadi lebih lembut dan halus. Alhasil ketika anda diganggu sedikit oleh ketidaknyamanan luka dihati menyisakan perih yang mendalam. Padahal orang lain menanggapinya dengan santai dan tetap tersenyum. Akan tetapi anda melampiaskan emosional yang meledak-ledak dengan harapan hal itu tidak akan terulang lagi. Padahal ujian kehidupan adalah hal yang biasa terjadi untuk memurnikan hati dari berbagai kejahatan.

  9. Kalau udah kaya raya luar biasa mau ditarok dimana?

    Jangan-jangan sumber daya yang besar membuatmu merasa berhak menikmati hidup secara berlebihan? datang ke tempat hiburan malam dan berhura-hura menikmati hidup disana. Ketika kekayaan melimpah-limpah, anda terus berpikiran “mau ditarok dimana semuanya ini? Tidak ada salahnya jika seskali (hanya sesekali) digunakan untuk menikmati pesta miras, pesta narkoba bahkan pesta seks sekalipun.” Tidak ada juga yang melarang anda untuk melakukannya sebab itu adalah hak asasi manusia.

  10. Kekayaan hanya membuatmu ketergantungan.

    Ketika itu berhenti mengalir maka anda akan mencari-cari cara untuk menggali lebih banyak sember daya yang tidak halal. Ketika kita berada di posisi yang bagus maka pemasukan ada begitu banyak. Setiap hari selalu saja ada hal-hal yang dapat dapat dinikmati – materi. Kita tidak sadar bahwa telah terbiasa dengan semuanya itu sehingga sudah mendarah daging hingga sulit untuk dilupakan. Ketika aliran uang berhenti, jabatan tidak lagi baik, ditambah umur yang sudah tua: kita kangen dengan kepuasan materi yang dinikamati dulu. Akhirnya muncullah ide-ide untuk melakukan praktek manipulatif untuk mengembalikan kesenangan masa lalu.

  11. Buat apa kaya kalau anda menjadikan itu sebagai tameng untuk menangkal ujian kehidupan yang sudah seharunya terjadi.

    Inilah yang menjadi kelemahan terbesar dibalik kenyamanan. Karena sudah terbiasa hidup nyaman terus-menerus, saat muncul gejolak kehidupan yang sifatnya lumrah. Anda menanggapinya secara agresif terkesan lebay. Kemudian terjebak dalam persoalan yang lebih besar. Lalu dengan mudahnya mengamankan situasi dengan uang dan relasi yang dimiliki. Sampai kapan berlindung terus dibalik kekayaan? Pikiran anda terlalu dangkal karena menganggap masalah sebagai bencana. Padahal ini merupakan moment untuk menjadi cerdas dan dewasa.

  12. Rugi bersar jadi orang kaya sendiri sebab saat ada masalah bukannya melapor terlebih dahulu pada Tuhan melainkan lebih memilik untuk mencari pelarian.

    Tidak sedikit orang yang terlalu kaya raya ketika mengalami pencobaan malah memilih untuk pergi ke tempat-tempat indah, duduk di cafe, makan & minum dan lain sebagainya. Mereka mendahulukan untuk menghibur diri dengan kenikmatan dunia yang bisa dibeli lalu mengabaikan Tuhan. Kebiasaan mengandalkan harta ketimbang Tuhan dalam saat menghadapi persoalan membuatmu semakin ketergantungan dengan harta duniawi sehingga semakin mencari itu sebanyak-banyaknya. Padahal sesungguhnya Tuhan adalah jalan terbaik dalam semua masalahmu.

  13. Untuk apa menjadi kaya raya ditengah kemiskinan yang sebenarnya mampu membantu orang-orang yang kesusahan itu namun enggan untuk melakukannya.

    Seseorang dengan banyak uang lalu melihat salah satu saudaranya dalam kesusahan/ penderitaan. Sebenarnya dia bisa bantu hanya enggan melakukannya. Sekalipun ada rasa iba dalam hatinya tidak ada sedikitpun niat untuk membantu orang tersebut. Sebab ia terlalu cinta terhadap uang yang dimilikinya sehingga enggan untuk memberi sedekah. Bukankah orang-orang seperti ini, yang menahan tangannya untuk membantu orang lain padahal sebenarnya ia mampu adalah tidak layak masuk Kerajaan Sorga?

  14. Apa untungnya jadi orang kaya yang hatinya serakah?

    Jika pikiran anda diisi terus oleh uang dan uang maka hati ini akan terus melayang-layang lalu mencari cara untuk memperolehnya lagi. Sekalipun tangan sudah penuh dengan uang tetapi masih kurang juga. Ingin lagi yang lebih dan yang lebihnya lagi. Keinginan yang seperti ini tidak akan pernah berakhir dan hatipun tidak akan pernah dipuaskan. Sebab orientasinya bukan untuk memberi manfaat (kebenaran sejati) melainkan untuk memanfaatkan orang lain dengan cara-cara yang menipu.

  15. Tidak ada gunanya menjadi kaya raya jika uangnya digunakan untuk merusak lingkungan.

    Sudah banyak uang, banyak orang yang menggunakannya untuk membangun berbagai kemewahan pribadi yang merusak lingkungan, mendegradasi hutan, menebang pohon, mengusir binatang didalamnya secara berlebihan. Coba bayangkan, bagaimana kalau praktek pemborosan sumber daya ini dilakukan oleh ratusan orang? Bukankah keadaan ini semakin merusak lingkungan sehingga mempercepat pemanasan global? Kemudia bencana alampun terjadi dan yang dikorbankan adalah rakyat kelas bawah yang tinggal dipemukiman kumu dan daerah pinggiran. INI NAMANYA PEMUSNAHAN MASAL YANG SIFATNYA MASIF.

Baca juga, Efek samping memiliki uang banyak

Untuk apa menjadi kaya diantara sekumpulan orang yang hidup apa adanya bahkan berada jauh di bawah garis yang dikatakan sejahtera. Sikap yang seperti ini tidak akan membawa kedamaian di dalam hati. Melainkan anda terus merasa tidak tenang dan jauh dari damai, jangan sampai harta anda yang banyak itu diapa-apai orang dari belakang. Jika anda ingin berjalan dalam damai dan ketenangan maka setarakanlah hidup anda dengan kebanyakan orang.

Semakin banyak harta maka semakin banyak kesusahan yang ditemukan. Kaya raya sendiri itu tidak nyaman di hati. Kita seakan menjadi batu sandungan bagi kehidupan mereka yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Oleh karena itu lebih baik kaya bersama sehingga tidak ada lagi yang perlu ditakutkan sebab kehidupan manusia sudah sejahtera semuanya, jadi apa lagi yang harus diperebutkan?

Salam sejahtera bersama!

Iklan

5 comments

  1. […] Walau dahulu kami adalah pengagum pesona konglomerat kelas atas tetapi belakangan ini kamipun akhirnya menyadari bahwa untuk menjadi kaya raya, kita butuh pijakan. Tanpa pijakan yang banyak (konsumen) maka nominal yang dimiliki standar saja. Tetapi bila mampu membodohi sekaligus mempengaruhi lebih banyak orang maka angka-angka kepemilikan anda di bank-bank dingin yang cantik akan semakin bertambah-tambah hari demi hari. Karena menyadari fakta ini maka cita-cita lama kamipun telah lama meredup: kami tidak tega menari di atas jerih lalah orang lain. Pantaslah Tuhan Yesus menyampaikan bahwa “orang kaya susah masuk sorga”. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s