Pekerjaan Tanpa Usaha Namun Penghasilan Tinggi Super Fantastis

Pekerjaan Tanpa Usaha Namun Penghasilan Tinggi Super Fantastis

Benar bahwa “manusia ingin hidup enak,” tidak ada orang yang dapat menyangkal harapan semacam itu. Kami sendiri pun menginginkannya dan kenyataannya memang demikian. Bila saat ini ada orang yang “tidak merasa enakan” pasti akan melakukan kunjungan singkat ke kantor kepolisian atau kunjungan panjang (mungkin di rawat inap) ke rumah sakit (lembaga kesehatan lainnya). Sedang saat ini, kita berada dalam kenyamanan yang lumayan bagus: yang kemungkinan sedang duduk sambil menggunakan smarphone/ laptop/ komputer, mungkin ditemani orang terdekat lainnya dan sedikit cemilan ada di dekat kita (setidak-tidaknya cemilan air putih). Bisa jadi, ini adalah impian semua orang untuk di rumah aja sambil sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Pada dasarnya, pekerjaan dan kenyamanan adalah sejalan. Sebab tidak ada manusia yang mengerjakan sesuatu yang tidak membuat hatinya nyaman. Masing-masing dari kita pasti melakukan apa-apa yang dimampu. Bila kita merasa mampu menyelesaikan suatu pekerjaan, pasti akan dilakukan dengan senang hati sampai semuanya tuntas. Tidak mungkin hati menjadi nyaman bila yang dikerjakan tidak mampu diselesaikan. Dimana ada suatu nilai lebih bila semuanya itu dapat dilakukan dengan mudahnya tanpa hambatan yang berarti. Apalagi kalau bisa dilakukan sambil menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga. Seolah-olah tranding topik #dirumahaja telah menjadi bagian dari aktivitas kita sehari-hari.

Semestinya, enak tidaknya kita bekerja tidak bergantung dari apa yang dikerjakan dan dimana pekerjaan tersebut dilakukan. Sebab kepuasan utama dari suatu pekerjaan adalah “kemampuan untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai.” Setelah itu, yang membuat kita puas menyelesaikan suatu tanggung jawab adalah benefit atau upah yang diterima, baik secara berkala maupun secara langsung. Soal tempat kerja yang digeluti, sepertinya tidak ada masalah yang terlalu besar soal hal ini. Sebab ada kendaraan umum yang dapat mengantar-pulangkan kita secara masal atau bisa juga menggunakan kendaraan pribadi (bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas umum). Rutinitas semacam ini pada dasarnya tidak mengganggu karena sudah dibiasakan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pekerjaan yang kita lakukan memiliki cukup banyak tantangan untuk diseberangi. Tidak ada pekerjaan tanpa masalah karena seumur hidup manusia pasti berusaha untuk menyelesaikan masalah. Sekalipun masalah tersebut besar-kecilnya berbeda-beda untuk setiap orang. Bukan hanya di situ saja, yang lebih beratnya adalah proses sebelum bekerja disuatu lembaga. Ini membutuhkan kesabaran dan perjuangan yang panjang sampai kita menemukan tempat yang cocok hingga diterima bekerja. Entah mengapa, bagi beberapa orang ada yang begitu mudah mengikuti proses tersebut dengan instan. Akan tetapi, bagi kebanyakan orang, proses menunggu hingga diterima bekerja di suatu tempat memakan waktu yang cukup menantang.

Menunggu diterima kerja mungkin bisa dipercepat di masa-masa yang lalu. Terlebih ketika kita punya kenalan dengan orang penting dalam suatu lembaga. Akan tetapi, kebanyakan pekerjaan zaman sekarang (termasuk kerja lewat smartphone) membutuhkan waktu lama sampai di akui oleh sistem. Seorang calon pekerja yang tabah dan bijak akan mengikuti proses tersebut sambil terus berjuang. Akan tetapi, beberapa calon pekerja lain menghadapi cukup banyak godaan selama menunggunya. Mereka dilempari ejekan yang melayang-layang seputar harapannya untuk diterima di suatu tempat. Orang tua pun ikut-ikutan mengerjainya untuk menguji kesabarannya menunggu. Semua cobaan ini membuat hidupnya penat dan semakin meragukan kegiatan prakerja yang digelutinya.

Memang tidaklah mudah untuk melewati tantangan hidup yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitar. Sepantasnya, semua itu ada untuk membuat dirinya lebih dewasa, cerdas dan tegar menjalani hari-hari di dunia. Akan tetapi, bila dirinya tidak ikhlas menerima kenyataan, kurang sabar menunggu dan tidak rendah hati menjalani hidup: jalan pintas bisa saja menjadi pilihan yang logis. Membuat lamaran di tempat kerja yang notabene cepat di terima dan menghasilkan gaji yang ngeri besar. Merasa dirinya sangat beruntung melakukan pekerjaan tersebut karena tidak banyak hal yang perlu dilakukan: cukup duduk dan menunggu sistem bekerja secara otomatis memberikan pundi-pundi rupiah super banyak.

Pekerjaan otomatis (dapat gaji tanpa melakukan apapun) seperti sebuah hadiah yang telah dinanti-nantikan sejak lama. Ketimbang capek-capek menunggu jawaban dari tempat kerja yang di-acc sangat lama dan menderita berbagai hujaman yang menekan mental. Lebih baik mengikuti sistem kerja tebak-menebak dengan hadiah fantastis yang dimodali oleh perusahaan simpan-pinjam swasta. Sistem kerja yang diawali dengan meminjam sejumlah uang dari lembaga keuangan lalu memanfaatkannya untuk dijadikan modal agar bisa bermain di pasar keuangan yang pekerjaannya adalah menebak-nebak sesuatu. Mereka yang tebakannya benar akan memperoleh hadiah yang sangat besar tetapi yang kalah justru sebaliknya.

Pekerjaan dengan sistem otomatis memberikan keleluasaan kepada seseorang untuk tidak melakukan apa-apa selain menunggu hasil taruhannya. Mereka tidak perlu berlelah untuk melakukan ini dan itu, melainkan cukup dengan menikmati hari-hari dalam pola kerja yang dipikirnya nyaman. Namun pertanyaannya adalah “apakah semuanya sesederhana itu?” Istilahnya adalah, ada suatu lembaga kapital yang tiba-tiba memberi anda keuntungan luar biasa yang tidak mengharuskan anda untuk bekerja. Bukankah ini aneh? Seharusnya, manusia yang memiliki nalar untuk berpikir bisa menakar kejanggalan di balik sistem kerja otomatis yang memberikan upah super besar tanpa usaha apa pun.

Ada perusahaan yang memberikan anda pinjaman yang super besar untuk meraih pekerjaan dengan hasil yang juga fantastis. Masalahnya sekarang adalah, apa keuntungan yang anda berikan untuk perusahaan tersebut? Atau lebih tepatnya, apa yang perusahaan itu ambil dari kehidupan anda sehingga mereka bisa memberi lebih banyak? Jangan-jangan ada syarat dan ketentuan lain yang telah anda setujui sebagai imbalan dari semua kemakmuran super fantastis yang dinikmati. Mungkinkah itu adalah keamanan, kenyamanan, ketenangan hidup dan kesehatan anda yang direnggut secara diam-diam lewat praktek manipulasi terstruktur yang telah disetujui di awal masa kontrak.

Sistem kerja penghasilan tinggi yang super fantastis menjadi jalan pintas bagi orang-orang kreatif yang tidak ingin menunggu kerja kerasnya berkembang. Dia tidak tahan dengan bualan yang dilemparkan orang-orang kepadanya. Seolah semua omong kosong tersebut membuat penat otak sehingga meragukan pekerjaan rutin tanpa gaji yang dilakukannya. Karena terus berfokus pada sikap negatif orang lain, konsentrasi jadi kacau dan pekerjaan yang digelutipun tidak kelar-kelar (tidak selesai). Belum lagi masalah racun-racun yang menggerayangi hari-harinya semakin membuatnya ingin berpaling menempuh jalan lain. Dirinya semakin sesat dan kehilangan logika ketika menyetujui syarat dan ketentuan dari sistem kerja penghasilan super fantastis.

Anda bisa saja melihat pekerjaan cepat otomatis sebagai sebuah pembaharuan hidup yang sangat menjanjikan. Sebab di awal-awal pasti terasa enak memiliki gelontoran duit yang lebih gede dari pendapatan pekerja pada umumnya. Membuat anda menjadi kaya raya dalam hitungan bulan. Bisa jadi, keadaan tersebut justru beresiko menimbulkan munculnya sifat-sifat sombong. Namun kehidupan sehari-hari dirong-rong oleh berbagai masalah yang ringan sampai rumit. Jika terlalu fokus pada harta membuat pikiran cenderung menganggap kesenangan materilah yang terbesar. Persepsi semacam ini memperkuat dorongan untuk menyombongkan pendapatan dan kekayaan yang dimiliki. Hal yang semata-mata dilakukan demi menciptakan kesenangan sesaat yang dapat menghibur hati. Bila diulang-ulang akan ketergantungan dengan kebanggaan diri sendiri. Tepat saat dirinya jatuh dan masalah besar datang, sakitnya bukan main membuat pikiran stres yang diikuti dengan sikap yang berubah amburadur hingga hidup pun kacau balau.

Apakah gaji yang anda miliki saat ini diperoleh dengan tidak melakukan apa-apa? Suatu pendapatan yang jumlahnya melebihi profesi lainnya dan dibayarkan setiap bulan ke rekening anda? Berhati-hatilah dengan pengupahan fantastis yang kerjanya hanya menebak-nebak yang diperoleh melalui tools otomatis yang super cepat. Jangan-jangan anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menjadi objek penelitian kapitalis kaya-raya. Anda diberi upah yang sangat besar karena berperan sebagai kelinci percobaan yang akan diujikan dengan berbagai perkara duniwi, baik dari segi fisik maupun mental. Mereka akan terus mencobai dan menyesakkan kehidupan objek yang ditelitinya selama orang tersebut memperoleh benefit super dari pundi-pundi organisasi.

Kesimpulan

Lebih baik menunggu pekerjaan di tempat jelas: yang perlu sabar dan berjuang dalam kekosongan selama beberapa waktu sambil mengikuti tantangan hidup yang datangnya dari orang terdekat anda (kaum keluarga). Akan tetapi setelah sukses: berhasil diterima, hidup tenang dan tidak ada yang berani mengganggu-gugat anda. Daripada meraih sukses dengan cepat namun hidup masih digerogoti oleh banyak cobaan seperti yang disebutkan dalam “syarat dan ketentuan” yang berlaku dalam suatu perusahaan otomatis. Mereka menjadikan anda sebagai kelinci percobaan terhadap suatu kasus tertentu. Sudah pasti orang-orang asing yang mungkin belum anda kenallah yang akan mencobai habis-habisan. Hidup yang menyesakkan di tengah kesuksesan ini bisa berlangsung selama beroleh gaji tanpa usaha untuk riset perusahaan kapital. Seolah anda adalah objek surveilans yang dapat diujikan dengan banyak hal buruk dalam berbagai situasi. Jadi, anda pilih dicobai keluarga sendiri atau jadi kelinci percobaan kapital?

Salam, Hidup ini pilihan:
Mau ditantang dulu
oleh keluarga sendiri
baru sukses
atau
mau sukses dulu
tapi dicobai terus-menerus
oleh entah berantah
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.