Keluarga · Lingkungan

7 Cara Menghilangkan Rasa Licin Saat Mandi dengan Air Hujan – Mengapa air hujan licin

Mengatasi air hujan yang licn

Musim hujan adalah berkah bagi semua makhluk hidup.Bukan hanya tumbuhan dan hewan yang senang melainkan kita, manusiapun turut berbahagia karenanya. Tanah-tanah pertanian disegarkan, katak bernyanyi dengan merdu bersahut-sahutan. Semuanya bersukacita karena datangnya hari itu telah dinanti-nantikan.

Ditempat kami, tidak ada gunung yang menjulang lebih tinggi sebab daerah rumah terletak dikawasan pegunungan diujung barat sumatera. Disini tidak banyak mata air besar. Kebanyakan warga masyarakat menggantungkan kebutuhannya pada air hujan. Memang fantastis curah hujan di tempat ini, sepanjang tahun terus terjadi, kemarau terpanjang paling 2 – 3 mingguan.

Indonesia sebagai negara yang terletak di kawasan khatulistiwa beriklim tropis. Rata-rata curah hujan setiap tahun tidak sama untuk masing-masing daerah. Namun masih tergolong cukup tinggi, yaitu antera 2000 – 3000 mm/tahun. Tanpanya tidak ada tumbuhan dan hewan yang mampu bertahan di bumi ini bahkan manusia juga tidak bisa bertahan terlalu lama di padang gurun. Kita mesti bersyukur karena berada di daerah subur dengan curah hujan yang luar biasa.

Harus diakui juga, terkadang jumlahnya yang terlalu banyak tidak dapat ditampung oleh lingkungan alami sehingga terjadi banjir dan tanah longsor bahkan banjir bandang yang telah terdegradasi oleh gedung-gedung yang tinggi lagi banyak ditambah pula dengan penebagan hutan yang tidak terkendali. Jadi ulah manusia menciptakan bencana bagi dirinya sendiri.

Beberapa fenomena yang terjadi saat hujan turun

Apa tanggapan masyarakat tentang fenomena ini? Ada beragam sudut pandang yang digunakan berikut beberapa :

  1. Terserah apapun kata ilmu pengetahuan, hujan adalah berkat dari Yang Maha Kuasa.
  2. Ditempat kami sendiri dimana mayoritas masyarakat menyadap karet, jika fenomena alam ini berlangsung terlalu lama akan menurunkan produksi latex karena terbawa air sebelum membeku/ menggumpal.
  3. Di daerah beriklim sedang, masyarakat, terutama pria, cenderung kesal ketika cuaca tidak stabil atau berawan.
  4. Keadaan ini dianggap membawa kebahagiaan dan dianggap menenangkan serta memiliki estetika yang dinikmati masyarakat.
  5. Alam melepas wewangian semacam aromaterapi saat terjadi hujan. Banyak orang mencium adanya bau yang menenangkan selama dan sesaat setelah hujan. Sumber bau ini adalah petrikor, minyak yang dihasilkan tumbuh-tumbuhan, kemudian diserap bebatuan dan tanah dan dilepaskan ke udara selama hujan berlangsung (wikipedia.org).

Mengapa air hujan terasa  licin dan susah menghilangkan sabun?

Air hujan adalah H2O murni yang dalam bidan ilmu medis disebut dengan aquades. Dikarenakan terbentuk dari proses penguapan sehingga bebas dari kuman penyakit dan tidak mengandung mineral. Pencemaran air hujan disebabkan oleh tingkat polusi yang tinggi di suatu daerah dan bisa juga karena adanya bahan-bahan organik di atas atap rumah (misalnya kotoran burung, kucing, bangkai serangga dan lain sebagainya).

Nah, sekarang mari kita kupas, mengapa saat mandi dengan air hujan membuat badan jadi licin?

  1. Keadaan ini lebih disebabkan oleh karena sabun yang digunakan.
  2. Senyawa sabun terdiri dari dua bagian, yakni mineral logam dan lemak.
  3. Saat sabun menyatu dengan air hujan maka mineral logamnya akan larut dalam air sedangkan lemaknya tidak.
  4. Lemak dari sabun yang tidak larut inilah yang lengket dikulit sehingga membuatnya terasa licin.

Perlu kami tegaskan sekali lagi bahwa bukan air hujan yang membuat tubuh anda licin melainkan sabunnyalah yang menyebabkan situasi yang kurang menyenangkan ini.

Cara menghilangkan sabun menggunakan air hujan

Repot juga jika waktu mandi menjadi lebih lama karena sabun tidak segera luntur dari kulit. Lalu bagaimana solusinya? Berikut akan kami utrakan beberapa temuan sendiri tentang cara penanganannya.

Cara fisika : Mencampurkan

  1. Campurkan dengan air keran. Jika dirumah ada jenis air yang lain seperti air ledeng atau air sumur maka campurkanlah air hujan tersebut dengan perbandingan 1 : 1 atau 2 : 3 atau berapapun yang dirasa perlu. Sehingga air yang anda gunakan mengandung ion logam yang mempermudah pelunturan sabun.
  2. Bilasan terakhir gunakan air sumur. Ini merupakan salah satu cara untuk menghilangkan sisa sabun dengan cepat. Gunakan air hujan diawal-awal saja. Sedangkan pada bagian akhirnya gunakan air keran/ air sumur untuk menyelesaikannya sampai tuntas.

    Cara mekanik

  3. Siram lebih banyak air. Salah satu cara yang sering dilakukan agar kulit yang licin berangsur-angsur kesat kembali. Anda butuh lebih banyak air untuk mandi.
  4. Gosok-gosok dengan tangan sendiri pada bagian kulit yang licin sampai lemaknya hilang. Ini cara yang sangat efektif saat beberapa hal lupa dibawa ke kamar mandi.
  5. Gunakan sponge dari jaring untuk membuat busa. Bahan dari jaring plastik ini dapat membantu anda untuk membersihkan permukaan kulit dari lemak sisa sabun.

    Jangan mengusapkan sabun langsung pada tubuh anda melainkan buatlah itu berbusa menggunakan sponge lalu gosokkan busa tersebut ke badan anda. Cara ini lebih efektif karena senyawa sabun sudah pecah duluan di dalam sponge sehingga busa yang dihasilkan lebih banyak.

    Cara kimiawi

  6. Gunakan kapur sirih. Ca+ merupakan salah satu mineral loga yang dapat menghilangkan rasa licin setelah menggunakan sabun.
  7. Menggunakan garam dapur. Tambahkan garam dapur secukupnya pada air hujan sehingga mineral dari logam Na+ dapat membantu meruntuhkan lemak sisa sabun. Tidak hanya itu saja, garam juga membantu merilekskan otot anda dan meremajakan kulit.

Silahkan pilih sesuai dengan sumber daya yang tersedia dan kemampuan yang anda miliki. Situasi yang berbeda membutuhkan penanganan yang tidak sama.

Salam santun!

Iklan

Satu tanggapan untuk “7 Cara Menghilangkan Rasa Licin Saat Mandi dengan Air Hujan – Mengapa air hujan licin

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s