11 Kerugian 7 Faktor Penyebab Golput Merajalela

 

stop golput, berhenti golput, alasan golput, saya golput ada masalah?

Golput – Fenomena Golput adalah lumrah dalam setiap pesta demokrasi bahkan dapat di katakan bahwa tidak ada demokrasi tanpa Golput. Angka golput yang tinggi dapat dijadikan sebagai salah satu indikator ketidakpuasan calon pemilih terhadap demokrasi itu sendiri. Menurut Tempo.CO beberapa orang memilih Golput karena:

  1. Pertama, karena kata hatinya memang berkata demikian. Setelah melihat profil balon legislatif/eksekutif, memang tidak ada yang sesuai menurut pilihan hatinya.
  2. Kedua, karena kesalahan teknis dalam pencatatan daftar pemilih tetap. Ini termasuk sebagai kesalahan administratif.
  3. Ketiga, karena sikap apatis dan tidak peduli dari masyarakat.

Jenis-jenis golput berdasarkan faktor yang menyebabkannya

Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk pasif dalam pesta demokrasi ini. Berikut ini beberapa macam golongan putih yang sering kami perhatikan disekeliling lingkungan kehidupan kami.

  1. Golput total. Mereka sama sekali tidak mau datang ke TPS untuk menentukan masa depan bangsa ini.
  2. Golput bingung. Beberapa orang yang masih belum menentukan pilihannya karena masih berada di persimpangan jalan. Namun tidak sempat berpikir untuk benar-benar memilih yang terbaik melainkan masih ragu akan memberikan pilihan kepada siapa.
  3. Golput setengah hati. Memang mereka datang ke TPS akan tetapi tidak mencoblos apa-apa atau mencoblos tetapi sembari melakukan coblosan ganda yang tidak sah. Kemungkinan tidak ada satupun yang dipilih/ disukai/ dicintai dari balon yang mengajukan diri.
  4. Golput tak sengaja. Dari awal mereka memang telah menentukan pilihan kepada satu balon tertentu. Akan tetapi karena beberapa halangan/ hambatan yang terjadi dalam kesehariaannya, pekerjaannya dan perjalanannya sehingga terlambat dan tidak sampai tepat waktu di TPS.
  5. Golput kecewa. Mereka memutuskan untuk tidak memilih siapa-siapa kali ini. Sebab selama ini, menangkap sinyal yang sama atas apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Mau ada Pemilu mau tidak ada Pemilu, mau Pemimpin baru ataupun Pemimpin lama : semuanya sama saja. Tidak ada perubahan positif (manfaat) yang ditunjukkan.
  6. Golput kurang cerdas. Mereka memang datang ke TPS untuk mencoblos balon yang disukainya akan tetapi surat suaranya tidak sah karena kesalahan teknis yang dilakukan oleh peserta itu sendiri. Ini juga bisa saja terjadi karena edukasi simulasi yang kurang antisipatif dari penyelenggara.
  7. Golput kurang umur. Mungkin saja mereka memiliki balon yang diidolakan akan tetapi berhubung karena undang-undang menganggap bahwa mereka belum dewasa maka belum dibolehkan untuk mengikuti perhelatan pesta demokrasi.

Kerugian memilih golput

Pilihan untuk Golput, sangat disayangkan. Alasannya adalah:

  1. Pemilu sebagai bagian dari demokrasi adalah cita-cita bangsa Indonesia. Perjuangan bangsa kita terhadap demokrasi dimulai sejak jatuhnya rezim Orde Baru (1998). Ini masih berlanjut sampai sekarang. Pemilu adalah syarat utama demokrasi. Golput sama saja dengan tidak setuju dengan penyelenggaraan Pemilu.
  2. Pelaksanaan Pemilu diatur oleh Undang-Undang. Jadi, setiap orang yang tidak ikut dalam pesta demokrasi ini telah menyepelekan sekaligus menghina Undang-Undang.
  3. Pemilu itu mahal. Tahun ini saja, pemerintah menggelontorkan dana puluhan triliun hanya untuk biaya Pemilu. Sia-sia rasanya, jika pemilu yang mahal ini diabaikan.
  4. KPU: Melarang Kampanyekan Golput.
  5. MUI, Golput: Haram.

Berikut Identifikasi mental orang-orang yang memilih untuk Golput:

  1. Mereka adalah orang-orang yang egois karena tidak mau peduli dengan nasib bangsa ini kedepannya. Hanya mengutamakan/ mendahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingkan orang banyak/ kepentingan bersama.
  2. Mereka adalah orang-orang yang gila kerja. Sibuk dan sibuk bekerja. Sepertinya waktu 1 jam saja untuk mengikuti Pemilu tidak disediakan. Kerja dan kerja, itu saja yang ada dalam pikirannya.
  3. Mereka adalah orang-orang yang pesimistis. Melihat keadaan bangsa ini dan melihat pemimpin yang dihasilkan dalam proses pemilu membuat mereka berpikir: “tidak ada lagi harapan bagi Indonesia, tidak ada masa depan yang baik bagi Indonesia, Proses pemilu tidak menghasilkan pemimpin berkualitas” dan lain sebagainya.
  4. Mereka adalah orang-orang yang perfectionis. Berpikir bahwa ada kandidat dengan profil dan backgroud seputih salju dan sebersih kertas folio adalah hal yang mengada-ada. Selama kita masih di dunia, mustahil ada yang sempurna bahkan komputer/mesin/robotpun tidak sempurna buktinya semua perangkat ini senantiasa diperbaharui dari tahun ke tahun.
  5. Mereka adalah orang-orang yang arogan-egois. Orang yang hanya bisa melihat dirinya sendiri (merasa hebat) sebagai fokus. Sedang yang lain adalah tidak berguna dan tidak penting.
  6. Mereka adalah orang-orang yang tidak percaya bahwa Indonesia bisa menjadi negara maju. Orang-orang yang menjalani hidup tanpa tujuan. Sehingga mereka tidak mempunyai HARAPAN akan adanya hari esok yang lebih baik. Mereka tidak bisa melihat sesorang lebih positif, inilah yang membuat mereka  tidak memilih siapa-siapa karena pikirannya sudah negatif duluan. Demikian pula dengan negara ini. Mereka berargumen bahwa pemimpin yang terpilih sama bobroknya dengan pemimpin yang sebelumnya. Mereka tidak pernah berharap Indonesia akan menjadi lebih baik kelak!

Kata-kata semangat untuk mengajak semua orang agar tidak golput

Segenggam motivasi dan semangat sekaligus penghiburan bagi kita semua agar keinginan untuk golput beranjak jauh bahkan hilang dari benak dan tindakan kita:

  1. Kita harus tahu Indonesia ini bangsa yang bagaimana ? Tujuan kita itu apa?
  2. Sebagai bangsa yang besar kita harus punya cita-cita yang besar pula.
  3. Butuh kemandirian untuk kita bisa menjadi Indonesia yang lebih baik.
  4. Ada badai, luka, carut-marut, duka dan gonjang ganjing sebelum Indonesia benar-benar tahu diri dan menjadi bangsa yang seutuhnya.
  5. Sesulit apapun situasi kita harus tetap bertahan sembari berharap dan melakukan hal yang positif bagi negeri ini.
  6. Yuk kita mulai dengan berharap dalam pemilu yang di laksanakan kali ini muncul pemimpin yang jujur, amanah, mau peduli dengan penderitaan rakyat dan terbeban untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
  7. Ingat “ora et labora” – Ingat untuk mencoblos di TPU sambil berdoa untuk Indonesia Yang Lebih Baik.

akibat yang emosional

Baiklah kita menimbang dan menilai pilihan kita kali ini.
Jika ternyata pemimpin yang dipilih kinerjanya sesuai dengan harapan : artinya pilihan kita tepat.
Jika ternyata pemimpin yang dipilih kali ini kinerjanya tidak sesuai dengan harapan : itu artinya perlu mengatur ulang kriteria yang disyaratkan untuk pesta demokrasi selanjutnya.
Inilah namanya “long life education” – “pengalaman adalah guru yang baik”.

golput-ilustrasi.

GOLPUT
BERTOBATLAH!!!

Written by: Alwin Iswanto Lase

Idealis never die

Iklan

4 comments

  1. […] STOP GOLPUT: Semuanya ditangan anda saudara!!! […]

    Suka

  2. […] Baiklah kita menimbang dan menilai pilihan kita kali ini. Jika ternyata pemimpin yang dipilih kinerjanya sesuai dengan harapan : artinya pilihan kita tepat. Jika ternyata pemimpin yang dipilih kali ini kinerjanya tidak sesuai dengan harapan : itu artinya perlu mengatur ulang kriteria yang disyaratkan untuk pesta demokrasi selanjutnya. Inilah namanya “long life education” – “pengalaman adalah guru yang baik”. . Demikian saja teman. Terimakasih […]

    Suka

  3. […] Baiklah kita menimbang dan menilai pilihan kita kali ini. Jika ternyata pemimpin yang dipilih kinerjanya sesuai dengan harapan : artinya pilihan kita tepat. Jika ternyata pemimpin yang dipilih kali ini kinerjanya tidak sesuai dengan harapan : itu artinya perlu mengatur ulang kriteria yang disyaratkan untuk pesta demokrasi selanjutnya. Inilah namanya “long life education” – “pengalaman adalah guru yang baik”. . Demikian saja teman. Terimakasih; […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s