Semua Artis Adalah Laki-Laki

Pernahkah kalian berpikir tentang keanehan pada apa yang menjadi tontonan sehari-hari? Pernahkah kalian merasa bahwa artis yang bertebaran di layar kaca agaknya mirip-mirip satu sama lain. Mereka seolah satu leting/ satu keluarga besar/ satu turunan. Misalnya saja, apakah Dono saudaraan dengan Tukul Arwana saudaranya Temon? Atau apakah Bunga Citra Lestari saudaraan dengan Rosa dan sepupunya Mely Goeslaw? Atau lebih tragisnya lagi adalah, apakah artis dalam negeri saudara jauh/ dekat dari artis luar negeri? Seolah mereka sama-sama adalah antek kapitalisme yang berkuasa di tiap-tiap negeri.

Belum lagi masalah artis yang bekerja perempuan atau ibu rumah tangga dan anak-anak mereka pun ikut-ikutan bekerja bersama di dunia entertainment. Dengan demikian pantaslah mereka bejibun kaya raya minta ampun satu kampung.

Kenyataannya tidaklah seburuk itu, sebab dalam dunia entertainment terdapat teknologi fotografi modern (CGI) yang bisa mengubah penampilan seseorang berdasarkan penanda tertentu. Sama halnya seperti kamera smartphone Anda yang memiliki pendeteksi wajah lalu bisa mengubahnya menjadi berbagai bentuk, entah itu ditambah pernak-perniknya, menjadi wajah hewan, wajah alien dan lain sebagainya.

Semua artis adalah laki-laki yang merupakan kepala keluarga sebagai pencari nafkah: setidaknya itulah yang terjadi di negara maju. Dan mudah-mudahan itu juga berlaku di dalam negeri. Jadi, tidak perlu iri hati dengan para artis cewek yang semakin beken atau kepada bocah cilik yang ikut-ikutan beken dengan bekerja sebagai artis. Padahal di sana-sini kita berjuang mati-matian untuk dapat diterima bekerja di suatu perusahaan atau organisasi. Sadarilah bahwa semua tokoh dalam televisi hanyalah rekayasa perspektif imajinasi belaka. Dibalik tokoh-tokoh tersebut ternyata orang yang sudah berumur semuanya, bahkan sebagian besar diantaranya sudah berkeluarga. Sesungguhnya hak-hak pekerja pasti didapatkan oleh setiap orang dalam bidangnya masing-masing, jika usia Anda sudah mencukupi (bersabarlah….).

Logikanya tidak ada juga kali kepala keluarga yang rela istrinya berjalan berduaan dengan laki-laki lain hanya demi uang yang sesungguhnya bisa dicarinya. Atau tidak ada juga seorang ayah yang rela anak gadisnya berdua-duaan dengan laki-laki lain atau gonta-ganti pasangan dengan beraneka pria demi uang, sesuatu yang sesungguhnya bisa dipenuhi oleh orang tuanya.

Jadi, semua artis adalah laki-laki dan berhenti membayangkan artis dalam imajinasi yang menyenangkan. Karena mereka-mereka yang tampil di layar kaca tidak ada di dunia nyata: mereka hanyalah fiksi, sekedar menghibur para penonton.

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.