+10 Alasan Manusia Lupa Bernafas – Penyebab Henti Nafas Menjadi Terbiasa

Alasan Manusia Lupa Bernafas – Penyebab Henti Nafas Menjadi Terbiasa

Bernafas merupakan aktivitas yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Intensitas kebutuhan akan udara yang sangat tinggi, membuat manusia hanya bisa tidak bernafas/ menahan nafas selama beberapa menit saja. Sedangkan kewajiban untuk makan hanya tiga kali sehari dan kewajiban untuk minum air ≥2 Liter per hari. Hanya saja kadang kala yang dialami oleh semua orang adalah “kita tidak sadar sedang menghirup dan mengeluarkan udara” karena saking seringnya hal tersebut dilakukan. Bisa dikatakan bahwa sebagian besar aktivitas ini tidak disadari dan sebagiannya lagi di sadari. Sebab manusia biasanya tidak fokus kepada hal-hal kecil, melainkan fokus pada sesuatu yang lebih dipentingkannya selama menjalani hidup.

Sesuatu menjadi kurang penting saat hal tersebut masih ada, tetapi saat perannya mulai berkurang bahkan hilang: barulah orang-orang sadar apa yang mereka lalaikan selama ini. Menghirup dan menghembuskan udara lewat hidung atau mulut seperti sesuatu yang kurang diperhatikan karena kontrol terhadap aktivitas ini lebih banyak diambil oleh alam bawah sadar manusia. Namun karena situasi yang rumit atau hidup sedang dalam himpitan, aktivitas yang hampir otonom ini acap kali terbengkalai. Lupa menghembuskan nafas merupakan satu masalah yang kerap kali dialami oleh mereka yang menderita penurunan fungsi tubuh yang biasanya disebabkan oleh penyakit dan ketidaktahuan itu sendiri.

Defenisi – Lupa bernafas adalah keadaan yang membuat seseorang secara tidak sadar menghentikan aktivitas ventilasi paru-paru sendiri karena melemahnya otot-otot pernafasan, tegang-kakunya otot-otot badan dan faktor-faktor eksternal di luar diri sendiri atau disebut juga situasi di sekitar.

Faktor yang menyebabkan manusia sampai lupa bernafas.

Pada bagian ini, kelupaan yang kami maksudkan adalah sesuatu yang tidak hanya melibatkan penurunan fungsi psikis tetapi juga bisa dipicu oleh penurunan fungsi fisik. Sekalipun keduanya berbeda namun pada dasarnya ada hubungan yang erat antara satu sama lain. Sebab kekuatan otak tidak mungkin bisa berjalan normal bila tidak disokong penuh oleh kekuatan fisik yang prima. Walau ada juga kondisi prima yang masih membuat seseorang pikun akibat tekanan psikis yang hebat. Berikut ini akan kami ceritakan sebagian tentang faktor-faktor yang membuat seseorang terlupa untuk menghirup udara.

  1. Kurang fokus kepada Tuhan.

    Tahukah anda bahwa Tuhan seperti pengingat auto yang senantiasa menyadarkan kita tentang banyak hal? Sebab aktivitas memuji Tuhan dapat dilakukan sambil menyebutkan hal-hal penting duniawi yang perlu selalu diingatkan. Anda bisa memuji-muji-Nya dalam hati sembari menyebutkan pola-pola kehidupan yang perlu ditekuni agar hidup selalu berputar di sekitar kebaikan, kebenaran dan keadilan. Lupa fokus kepada Tuhan karena berbagai alasan bisa memicu hal-hal penting dalam hidup dilupakan sama sekali. Termasuk di antaranya adalah menghirup nafas secara rutin.

  2. Penyakit kronis segala macam.

    Segala macam penyakit yang terus-menerus mengganggahi seseorang, bisa saja mendorongnya untuk kehilangan kekuatan pernafasan. Mereka telah dirundung penyakit kronis (menahun) yang diiringi dengan melemahnya fungsi-fungsi tubuh, dimana salah satu diantaranya yang melemah tersebut adalah otot dada dan paru-paru. Jika penurunan fungsi tubuh terus-menerus terjadi, maka bisa dipastikan bahwa kekuatan untuk bertahan hidup semakin kecil yang bisa memicu henti nafas tiba-tiba hingga kematian tanpa ada orang lain yang menyadari, kecuali dengan meraba/ meriksa nadi pasien. Agak susah menentukan hidup-matinya seseorang lewat jalan nafasnya sebab beberapa aktivitas ini tidak dapat diamati secara kasat mata karena melemahnya jalan nafas.

  3. Orang dengan kerentanan hidup.

    Mereka yang berada dalam kerentanan hidup, biasanya masih dikuasai oleh orang lain. Kebanyakan anak yang masih diasuh oleh orang tuanya bisa saja mengalami keadaan yang kurang menguntungkan tersebut. Keadaan ini bisa diperjelas lewat pemberian toksin ringan yang memicu melemahnya tekanan darah. Tetapi seorang anak tidak perlu khawatir berlebihan tentang hal tersebut sebab sebesar-besarnya efek sampingnya: paling-paling membuat seorang anak terkantuk-kantuk. Asal saja anak tersebut tidak lupa mengonsumsi air dan garam secukupnya serta menggoyangkan kepala, juga menegakkan punggung, termasuk beraktivitas sepositif mungkin. Hindari fokus dengan penderitaan anda sebab hal tersebut bisa mendorong terciptanya rasa malas yang bisa merusak masa depan sendiri.

  4. Sibuk kerja.

    Kesibukan seperti candu manis yang membuat seseorang yang prestasi kerjanya tinggi terus bekerja tanpa mengenal lelah. Mungkin karena dirinya terlalu bangga dengan pekerjaan tersebut atau karena banyak prestasi yang telah diraih. Sehingga hal-hal kecil namun sangat penting seperti bernafas dilupakan saking fokusnya mencapai target. Tentu saja keadaan ini sifatnya berdampak luas melemahkan kondisi seseorang secara fisik dimana salah satu yang menurun drastis adalah kekuatan otot dada dan paru-paru. Gejala penyakit yang timbul ada-ada saja, yang disebabkan oleh lupa mengonsumsi air putih, lupa bernafas bahkan makan pun kadang terlupakan juga.

  5. Sibuk hobi.

    Hobi adalah pekerjaan yang menyenangkan. Bukan karena hal tersebut dilalui tanpa masalah melainkan karena ada nikmat yang menyenangkan setelah memenangkan proses-proses yang penuh tantangan. Sayangnya, kecanduan terhadap hobi tertentu, misalnya bermain game beresiko membuat seseorang lupa waktu sehingga melupakan hal-hal penting lainnya dalam hidup ini. Jika hal-hal besar saja terlupakan hanya demi mengejar rangking tinggi, apa lagi hal-hal kecil seperti bernafas kadang terhenti saking senangnya atau saking sedihnya.

  6. Stres dan depresi.

    Masalah bisa membuat pikiran penat sampai membuat otak buntu karena tidak menemukan solusi. Memang perlu lebih belajar lagi agar hati bisa membedakan mana persoalan yang lebih baik dilupakan saja dan mana pula persoalan yang perlu dianalisis sejelas-jelasnya sampai ditemukan titik terang. Biasanya hal-hal kecil yang penuh kesimpang-siuran tidak perlu terlalu dikupas sampai tuntas dalam hati. Sebab soal-soal recehan tersebut tidak ada habisnya untuk dibahas-bahas dan tidak pula berdampak menimbulkan kerugian/ kerusakan fisik yang nyata. Justru bisa jadi membahas hal-hal recehan dalam hati beresiko mengganggu pekerjaan karena penyelesaiannya terlambat dari jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya. Kalau pekerjaan saja terlambat karena stres, bukan mustahil bila nafas pun melambat bahkan terhenti karena terlupakan setelah hidup seseorang diterpa depresi berkepanjangan.

  7. Trauma masa lalu.

    Kejadian pilu di masa lalu yang terulang lagi di masa depan dapat meningkatkan kecemasan seseorang. Pikiran-pikiran buruk mulai terlintas dalam hati dan nasib yang sial seolah menunggu di masa depan. Padahal apa yang dialami belum tentu mendatangkan keburukan selama anda berjalan dalam kebajikan, mematuhi peraturan dan waspada sewajarnya. Kekuatiran yang berlebihan seperti kejutan yang dapat membuat otot-otot dada tegang dan gugup hingga lupa bernafas. Akibatnya bisa diikuti dengan batuk-batuk, tersedak dan sesak nafas. Mengambil-keluarkan nafas dalam secara sengaja selama berulang-ulang dapat meringankan gejala penyakit ini.

  8. Tiba-tiba panik.

    Kepanikan bisa timbul akibat rasa takut yang berlebihan. Suatu keadaan yang dapat mengacaukan konsentrasi seseorang sehingga timbullah perilaku yang tidak terduga dan sangat langka akibat kebingungan yang melemahkan jiwa. Kepanikan bisa terjadi karena situsi yang tiba-tiba berubah dari menyenangkan menjadi menyesakkan. Akibatnya bisa memicu koma pernafasan, tersendak hingga mengalami sesak nafas. Latihan nafas dengan sengaja menarik dan mengeluarkan udara beberapa kali lewat hindung dan mulut dapat meringankan kepanikan yang dialami seseorang.

  9. Benci dengan asap (bakar-bakaran, rokok, kendaraan).

    Anda boleh tidak suka asap-asapan, tetapi jangan sampai membencinya seolah hal tersebut adalah sesuatu yang sangat berbahaya sekabupaten! Biasanya, tindakan yang tidak suka diikuti oleh sikap yang biasa saja saat menghadapi sesuatu. Akan tetapi, orang yang membenci, biasanya cenderung merasa kesal bercampur takut yang membuat dirinya sangat membatasi pernafasan bahkan berhenti bernafas karena berbagai asap sedang terbang menyerang kehidupannya. Akibatnya, lama kelamaan keadaan henti nafas yang durasinya semakin panjang dapat mendorong seseorang menjadi sesak nafas.

  10. Benci dengan wangi-wangian sintetis (parfum).

    Kebencian adalah kawan dari ketakutan, sebab ketika anda memiliki rasa benci terhadap sesuatu maka andapun sekaligus takut sekali jika hal-hal tersebut terulang lagi. Wangi-wangian bahan kimia yang banyak macamnya dan cukup merepotkan hidung bisa dibenci oleh seseorang. Hanya orang bijak yang biasa saja: kurang menyukai sesuatu tanpa perlu bertindak agresif untuk mengkasari orang-orang yang masih aktif berparfumria. Ketakutan juga bisa diikuti oleh sikap diam yang turut membuatnya mendiamkan pernafasan hingga terlalu sering tidak bernafas selama beberapa waktu. Akibatnya, ketika kondisi tubuh sedang lemah, pernapasan yang lemah diikuti dengan melemahnya kesadaran sampai dibawa kantuk. Bahkan dalam kondisi ekstrim kebiasaan henti nafas jangka panjang ini bisa membuat seseorang tampak mengalami sesak nafas akibat kekurangan udara.

  11. Penyakit batuk dan flu.

    Sadar atau tidak, penyakit batuk dan flu sering juga memaksa seseorang dengan sengaja mengaktifkan sistem koma pernafasan. Sebab acap kali dengan berhenti bernafas batuk pun tidak timbul dan ingus juga tidak meleleh lagi keluar. Jika pola antisipasi terhadap batuk dan flu dilakukan dengan cara instan semacam ini, maka bisa dipastikan bahwa koma pernafasan akan terbiasa dilakukan di waktu-waktu mendatang. Akibatnya, ketika kondisi tubuh melemah, kebiasaan menahan napas justru membuat seseorang lebih cepat mengantuk dikala hari sedang sibuk. Sampai pada kondisi yang memprihatinkan kebiasaan koma bernafas ini membuatnya seolah-olah menderita sesak nafas hingga hampir tak sadarkan diri (pingsan).

  12. Dan lain sebagainya, silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Bernafas lebih penting ketimbang makan dan minum tetapi kita sering melupakannya karena kebanyakan dilakukan tanpa sadar (digerakkan oleh alam bawah sadar manusia). Jika tubuh sedang fit, menahan hafas agak lama seolah tidak menimbulkan masalah yang berarti. Akan tetapi melemahnya kondisi fisik seseorang dapat membuat aktivitas lupa bernafas terjadi berulang-ulang hingga membuatnya terkantuk-kantuk. Selain itu, lupa bernafas juga bisa membuat badan lebih cepat mendingin sekalipun cuaca sedang baik-baiknya. Sesak nafas bisa terjadi hanya karena kepanikan yang penuh kejutan sampai membuat otot-otot kaku. Termasuk otot napas yang berhenti agak lama hingga terasa menyesakkan. Bila sesak nafas terus memburuk, akan menyita kesadaran seseorang (pingsan). Jadi, lupa bernafas bukanlah suatu penyakit melainkan kebiasaan yang bisa berdampak negatif ketika tubuh sedang lemah atau karena adanya tekanan dari lingkungan. Diantara sekian banyak akibat dari kelupaan ini, yang populer adalah batuk-batuk, tersendak, sesak nafas, mengantuk, kedinginan sampai tak sadarkan diri.

Salam, lupa yang tidak disadari
adalah lupa karena sesuatu
berlangsung dalam kuasa
alam bawah sadar.
Lupa menghirup udara
sering menimbulkan
efek samping seperti
gejala ringan yang
cukup merepotkan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.