Tetap Bersukacita Saat Kebaikan Kita Tidak Terbalaskan

Yang terpenting adalah kita berbuat baik, kalau orang lain tidak mau berbuat baik tidak perlu dipaksakan. Justru ketika kebaikan kita dibalas oleh orang lain berarti kita telah memperoleh upahnya saat itu juga. Akan tetapi, bila kebaikan kita tidak terbalaskan, tetaplah bersukacita karena Tuhanlah yang akan membalaskan upah kita kelak, baik di dunia maupun di sorga yang kekal (masa depan).

Mungkin kita pernah merasa pusing sendiri karena keramahan kita tidak dijawab oleh orang lain. Kita merasa diabaikan, padahal hasrat di dalam hatilah yang terlalu memaksakan kehendak. Berbuat baiklah tanpa memaksa orang lain untuk melakukan kebaikan yang sama: itulah ketulusan hati yang bernilai tinggi. Sebab kita hanya fokus menabur benih dan mengharapkan tuaian/ upah kekal saja. Dengan demikian kita pun tetap semangat melakukan kebaikan karena Tuhanlah yang akan membalaskan semua perjuangan yang kita lakukan.

Berharap kepada Tuhan: ada kepastian tetapi berharap kepada manusia belum tentu kita mendapatkan sesuatu (karena hidupnya suka-suka dia).

Ingatlah bahwa selama di dunia ini kita lebih banyak mengumpulkan recehan tiap-tiap hari. Karena kita tidak dimungkinkan untuk membagi-bagikan harta yang terbatas kepada banyak orang. Tetapi kita bisa membagikan keramahan kepada sebanyak-banyaknya manusia yang berurusan dengan kita. Jangan fokus kepada respon orang lain, yang terpenting adalah manfaatkan waktu dan kesempatan yang ada untuk berbuat baik. Sadarilah bahwa bisa saja besok-besok kesempatan yang sama tidak akan terulang lagi. Jadi manfaatkanlah momen yang ada untuk sebaik-baiknya kehidupan.

Perhatikan juga energi dalam diri Anda, saat api semangat sedang besar, katakanlah sepatah dua patah keramahan (sapaan, sanjungan). Bila api semangat kita sedang-sedang saja, tersenyumlah atau anggukkan kepala. Namun bila energi semangat kita sedang redup karena gejolak kehidupan yang memusingkan kepala: diam saja sambil memberkati orang tersebut di dalam hati (katakan dalam hati “diberkatilah engkau”). Lebih dari itu, belajarlah dari pengalaman positif Anda selama berjuang untuk melakukan kebaikan. Selamat beramah-tamah!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.