10 Alasan Cuaca Menjadi Panas – Padahal Mataharinya Itu-Itu Saja Tidak Pernah Berubah!

Alasan Cuaca Menjadi Panas – Padahal Mataharinya Itu-Itu Saja Tidak Pernah Berubah!

Tidak ada yang stagnan di bawah matahari. Sebab kita selalu aktif bergerak dari waktu ke waktu. Yang kami maksudkan di sini bukanlah kita secara pribadi, melainkan kita secara keseluruhan, yakni bumi yang senantiasa bergerak rotasi dari waktu ke waktu. Akibat dari pergerakan tersebut membuat kehidupan tetap lestari sekalipun selama menjalani hidup ada-ada saja tantangan yang dihadapi. Mulai dari tantangan dalam diri sendiri, yakni kedagingan kita yang selalu berupaya membelok-sesatkan keputusan dan pilihan yang diambil. Ada juga tantangan yang berasal dari orang-orang di sekitar kita, namun sifatnya terbatas karena ada peraturan yang mengendalikannya. Tetapi ada juga tantangan yang asalnya dari lingkungan sekitar, dimana sesungguhnya hal-hal tersebut bisa diprediksi dan di atasi sedini mungkin.

Khusus untuk tantangan dari lingkungan, memiliki banyak bentuk, misalnya panas, dingin, hujan, angin dan lain sebagainya. Pada dasarnya, tidak ada tantangan kehidupan yang terlalu keras untuk ditanggung. Sebab selalu ada peraturan yang menjadi batas dalam setiap kejadian yang kita alami. Selama kita bisa bersikap tenang, sabar dan pandai menyesuaikan diri maka semua persoalan akan bisa ditanggung bersama di dalam baik dan benar. Rasa khawatir berlebihan akan membuat tantangan yang kita hadapi seolah sangat berat. Fobia yang tak terkendali bisa jadi menciptakan sesuatu yang sesungguhnya bukan masalah malah menjadi peledak yang memborbardir kehidupan kita secara internal. Selalu sadari bahwa ada sistem yang bertanggung jawab untuk mengendalikan hal-hal besar sehingga masyarakat tidak mengalami sesuatu yang berlebihan.

Faktor penyebab cuaca menjadi panas bahkan sangat kering dan serasa membara.

Sudah berapa lama anda hidup di dunia ini, sampai menyadari bahwa cuacanya panas? Sesungguhnya tidak ada masalah menyangkut cuaca yang panas. Rasanya ini hanyalah pendapat yang biasa saja sebab sudah berlangsung semenjak dari awal kehidupan manusia. Terlebih lagi karena secara geografi, kita tinggal di wilayah tropis yang hangat sepanjang tahun. Bila kehangatan ini dipermasalahkan, justru kita perlu merasa bersyukur sebab di beberapa belahan bumi yang lain, hanya ada dingin sepanjang hari. Mungkin yang terjadi adalah tiba-tiba merasa kepanasan dan pikiran sedang tidak fokus sehingga mulai menyalah-nyalahkan cuaca yang sepertinya sangat panas. Berikut beberapa alasan mengapa cuaca menghangat bahkan bisa terasa memanas luar biasa.

  1. Siklus rotasi bumi.

    Bumi saja selalu bergerak dari detik ke detik. Heran juga kalau ada manusia yang menganggap bahwa tidak ada kerjaan seharian penuh itu menyenangkan. Justru yang lebih menyenangkan adalah saat kita bisa beraktivitas dalam putaran rutinitas yang penuh manfaat, setidak-tidaknya bagi diri sendiri. Perputaran bumi turut menyebabkan terjadinya gejala alam siang dan malam yang terus terjadi sampai kapanpun, sampai kedatangan Tuhan yang kedua kalinya di akhir zaman.

  2. Klimaks kehidupan.

    Jalur-jalur perjalanan hidup manusia memang mengandung beberapa kerutan yang suka mengambang dan menghempaskan seseorang ke dasar derita toleran. Mereka yang terkejut karena dirundung masalah bisa saja merasa gerah dengan situasi, apalagi kalau kejadiannya berlangsung di siang bolong yang sedang panas-panasnya. Terlebih kalau konsentrasi pecah, melebar kemana-mana sehingga hal-hal kecilpun turut dibahas-bahas dalam hati: membuat masalahnya makin runyem dan sulit terpecahkan. Ada baiknya dalam situasi seperti ini, setiap orang mampu duduk tenang menunggu datangnya inspirasi seputar solusi, sambil tetap fokus kepada Tuhan dan hal-hal positif lainnya.

  3. Klimaks pekerjaan.

    Semakin padat aktivitas, semakin banyak energi yang dihasilkan, maka semakin hangat tubuh dan berkeringat. Pada momen tertentu dimana klimaks pekerjaan sedang tinggi, tubuh akan menggunakan energi lebih banyak dibanding saat beraktivitas seperti biasa. Masalah-masalah yang timbul dalam pekerjaan turut menguras emosi dan energi seseorang. Keringat yang membasahi badan akibat tingginya gejolak yang menekan kehidupan membuat kita merasa bahwa saat itu badan sedang kepanasan. Mungkin pilihan terbaik di saat seperti ini adalah menyisihkan beberapa menit untuk beristirahat. Agar tubuh kembali santai dan siap melanjutkan aktivitas yang lain.

  4. Kerumunan manusia super sibuk

    Aktivitas lainnya yang mudah sekali menimbulkan rasa kepanasan yang berkeringat adalah saat banyak orang sedang berkumpul dan sibuknya serentak. Terkadang memang aktivitas yang dilakukan bareng-baring terasa lebih asyik. Hanya saja kalau kebetulan kapasitas tempat berkumpulnya sangat kecil/ terlalu sempit sedangkan yang datang lumayan ramai layaknya kerumunan dalam acara besar/ pesta. Keramaian yang sama-sama sibuk tersebut membuat suasananya mudah terasa panas kecuali kalau semua orang berdiam diri seperti yang sedang mengikuti kebaktian. Ini mungkin salah satu alasannya mengapa masing-masing orang baiknya bekerja dari rumah (work from home) agar sibuknya tetap adem anyem bebas dari gerah.

  5. Penggunaan bahan bakar dan aktivitas mesin.

    Mesin tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Pemanfaatan mesin yang efisien membuat pekerjaan lebih cepat selesai daripada menggunakan tenaga sendiri. Masalahnya adalah apakah setiap mesin dan bahan bakar yang digunakan tergolong yang ramah lingkungan. Sebab tanpa faktor ekologi yang mendukung maka pembakaran yang dilakukan mesin hanya akan membebani lingkungan dengan polusi atau debu metalik.

    Mesin adalah penghasil panas terbesar di bumi sebab seaktif-aktifnya manusia, suhu tubuhnya tidak lebih dari 37 derajat celcius. Oleh karena itu ada baiknya jika mesin-mesin berkapasitas besar tidak boleh diprivatisasi oleh masyarakat. Kecuali anda suka dengan situasi seperti saat panasnya jalanan yang penuh sesak karena kemacetan parah. Perlu ada aturan yang berlaku untuk mengendalikan hal-hal besar agar tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat secara keseluruhan.

    Penggunaan mesin biasanya berkontribusi aktif terhadap ruang gerak dan jangkauan (mobilitas) seseorang. Semakin jauh seseorang bergerak dari tempat tinggalnya, semakin banyak minyak kendaraan yang dibutuhkan dan semakin tinggi pula panas yang dilepaskan ke lingkungan. Oleh karena itu, ada baiknya jika anda melakukan efektifitas dan efisiensi penggunaan mesin dengan memanfaatkan teknologi online. Sesuatu yang bisa membuat anda bisa keliling dunia tanpa meneteskan keringat sedikitpun. Internet bisa membantu mencapai keinginan dan harapan manusia dengan residu panas yang sangat minimalis.

  6. Debu yang berterbangan.

    Segenggam debu bisa berasal dari mana saja. Mungkin itu dari tanah/ lapangan terbuka yang kering dan tidak ditumbuhi Bisa dari asap mesin yang kurang efektif karena tahun pembuatannya yang kuno. Bisa juga dari debu-debu dalam proses pembangunan gedung atau jalan yang sedang digalakkan perusahaan tertentu. Debu dan polutan pada dasarnya membawa efek yang menahan panas lebih lama sehingga lingkungan terasa lebih gerah dari biasanya (walau tak sampai membakar).

  7. Pepohonan yang jarang.

    Pohon tidak memanfaatkan sinar matahari untuk memasak bahan makanannya tetapi bisa diandalkan untuk menahan teriknya siang hari di jalan-jalan kota kita. Pohon biasanya seperti payung yang bisa dimanfaatkan untuk berteduh di bawahnya. Semakin banyak pepohonan maka semakin banyak bungalau-bungalau jalanan yang selalu menyejukkan siapa saja yang lewat atau bernaung di bawah rimbunnya. Bila pepohonan jarang seperti di pusat kota, jangan khawatir, gedung-gedung megah perkotaan juga merupakan tempat teduh yang epik dan bercengkrama yang asyik bersama handaitolan.

  8. Kebiasaan buruk lupa minum air.

    Ketenangan anda dalam sinar surya yang mengembang, tentu saja ditentukan juga oleh asupan air yang dikonsumsi. Terbiasalah untuk lebih sering mengonsumsi air putih agar sekalipun lingkungan menghangat lebih, tubuh tetap terasa sejuk karena tercukupi kebutuhan cairannya. Itu berada pada kisaran delapan sampai sepuluh gelas (dua liter) air putih setiap hari untuk orang dewasa. Mungkin lebih lagi bagi mereka yang mengalami hiperkalium.

  9. Manusia yang belum terbiasa.

    Siapapun yang belum terbiasa dengan hangatnya mentari siang akan merasa terbakar berjalan di dalam terangnya. Terlebih bagi anda yang sukanya menghabiskan hari di rumah saja dan yang mungkin saja belum keluar rumah selama berhari-hari. Oleh karena itu, berikan waktu sedikit untuk duduk santai di teras atau belakang atau atap rumah agar anda tidak lupa dengan hangatnya mentari. Mentahnya manusia yang lupa rasa teriknya siang akan dianggap sebagai musuh yang harus dibenci (merasa ilfil dengan matahari). Akan tetapi, dengan adanya sarana pendukung masa kini seperti topi, payung, pakaian rapat dan lotion tabir surya dapat membantu siapa saja untuk menyesuaikan diri dengan teriknya hari.

  10. Hunian yang kurang mendukung.

    Kadang kala, bukan matahari yang berubah aneh tetapi struktur rumah kita yang terlalu sederhanalah yang membuat cuacanya menjadi seolah-olah sangat panas siap membakar siapa saja. Anda perlu hunian yang efisien terhadap terjangan panas, dimana beberapa ciri-cirinya adalah (a) memiliki ventilasi di keempat penjuru mata angin. (b) Yang lebih baiknya lagi adalah memiliki plafon agar sekalipun jarak atap pendek, panasnya tidak tembus ke dalam rumah. Bila memang harus, (c) karena dua faktor sebelumnya tidak ada: anda bisa juga memanfaatkan kipas angin atau AC untuk mendinginkan ruangan. Perhatikan juga arah beberapa pantulan lempengan logam/ kaca di sekitar hunian: hal-hal semacam ini bisa turut mengirimkan panas ke ruangan tempat anda berada.

  11. Dan lain sebagainya, silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Pada dasarnya yang membuat cuaca lebih panas bahkan sangat panas bukanlah matahari sebab lampu raksasa tersebut konsisten tetapi yang hidupnya kurang benar dan kurang baik serta sibuknya kebablasan adalah manusia yang bermukim di bawahnya.

Hari panas itu perlu dibiasakan. Sebab sesungguhnya matahari tidaklah berbahaya bagi kehidupan umat manusia: sepanas apapun itu! Sadar atau tidak, intensitas panasnya sang mentari yang mencapai bumi dari tahun ke tahun bahkan sejak dari masa penciptaan: adalah sama rata alias konstan dari waktu ke waktu. Aktivitas manusia yang berlebihan dan penggunaan mesin yang sangat banyak bisa jadi sebagai faktor pemanas lingkungan. Tetapi jangan khawatir, sebab semuanya akan kembali mendingin ketika pemakaiannya berkurang dan matahari yang mulai surut di sore menjelang malam. Yang terpenting di sini adalah, bagaimana manusia bisa memanfaatkan mesin bareng-bareng agar energi yang terkuras dapat dibatas-batasi namun manfaatnya cukup luas untuk semua. Pola ini tentu saja bisa ditempuh dengan mengeluarkan peraturan yang tersistem dan masyarakat yang memiliki jiwa kebersamaan. Misalnya saja dengan lebih mengutamakan penggunaan teknologi online untuk mendukung harapan dan mobilitas manusia.

Salam, Hangatnya mentari konstan,
Tetapi manusia hiper aktif
dan mesin yang diprivatisasi
secara ekstrim oleh masing-masing
individu yang merasa kayalah
yang membuat suasana agak
memanas walau kembali
mendingin lagi saat sore
hari telah tiba
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.