Skenario Penyakit HIV/AIDS Dan Konspirasi Kapital

Skenario Penyakit HIV-AIDS Dan Konspirasi Kapital

Heran dengan para penguasa kapital: apakah mereka tidak malu dengan diri sendiri karena menyesatkan anak-anak? Orang-orang yang masih labil menjadi sasaran empuk yang mudah dijebak hidupnya. Lalu dipaksakan dalam suatu metode penyembuhan tragis yang bisa mengubah dasar-dasar kehidupan seseorang secara drastis. Agar orang muda tersebut direkronstruksi hidupnya seperti yang kapital inginkan. Bila kejahatan ini terus dilanjutkan, mereka pasti tidak bisa hidup dengan tenang sekalipun dalam kelimpahan. Kenyamanan, kemewahan dan kemegahan harinya tidak akan mampu mengatasi rasa takut yang timbul akibat rasa bersalah karena perbuatan yang dilakukan diam-diam/ terselubung.

Apakah penyakit HIV/AIDS memang benar-benar ada? Kami tidak tahu pasti, tetapi yang dapat kami pastikan adalah “kurang minum air putih bisa menyebabkan penyakit, termasuk penyakit defisiensi daya tahan tubuh,” seperti yang sedang kita bahas dalam tulisan ini. Bagaimana mungkin ada makhluk-makhluk kecil yang ciutnya selangit bisa merusak kehidupan organisme yang lebih kompleks? Dan mengapa pula bisa ada racun kimia yang diciptakan manusia yang gejala paparannya sama seperti penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, parasit dan jamur? Jangan-jangan sesungguhnya penyakit tersebut tidak disebabkan oleh organisme hidup seperti yang selama ini kita dengar. Melainkan senyatanya semua penyakit disebabkan oleh konsumsi bahan kimia tertentu yang disengaja/ tidak disengaja oleh pasien dan kebiasaan buruk lupa meminum air putih.

Semua penyakit disebabkan oleh konsumsi bahan kimia tertentu yang disengaja/ tidak disengaja oleh pasien dan kebiasaan buruk lupa meminum air putih.

Ada skandal besar yang terjadi di sini, dimana para kapital memang sengaja menakut-nakuti anak-anak mereka. Terutama sasaran mereka adalah anak atau orang-orang dengan kecerdasan yang tidak biasa. Ambil saja contoh seperti tentang trend kebersihan, kesehatan dan kecelakaan: mereka membuat seolah-olah ini-itu penting dan untuk mencapai semuanya itu dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mereka menegaskan bahwa ini-itu adalah hal buruk padahal semuanya itu adalah cerita khayalan yang efeknya bisa dimunculkan dengan intervensi bahan-bahan kimia tertentu (alias racun/ toksin) yang diberikan secara diam-diam. Dimana mereka melakukan semuanya itu untuk memperbanyak jejualan barang-barang produk kebutuhan masyarakat.

Ada yang mereka racuni pikirannya tentang fobia kebersihan: akibatnya anak tersebut di masa depan tidak suka yang kotor-kotor dan lebih suka yang berkelas. Juga ada yang ditakuti lewat kecelakaan: akibatnya anak tersebut kelak lebih suka naik mobil dan selalu ingin punya banyak mobil. Ada lagi yang mereka takuti dengan fobia kerusuhan dan maraknya kejahatan: akibatnya anak tersebut kelak lebih suka rumah besar berpagar kekar (mewah). Pula ada yang mereka takuti dangan bencana alam dahsyat: sehingga kelak anak tersebut memiliki hunian dimana-mana (diberbagai daerah) dan memiliki ruang bawah tanah yang besar. Ada yang mereka takuti dengan fobia kekejaman manusia: sehingga anak tersebut di masa depan suka memiliki banyak bodyguard sebagai pengawalnya saat hendak kemana-mana.

Lantas seberapapun usaha mereka untuk menanamkan fobia demi mendorong mental kaya raya dalam diri seorang anak. Masih ada saja anak yang tidak kunjung memiliki fobia seperti yang diinginkan kapital. Anak-anak inilah yang bisa jadi sasaran utama untuk direpotkan demi menakutinya agar sedapat mungkin memiliki nafsu tinggi terhadap kekayaan, kekuasaan dan termasuk kecintaan yang tinggi terhadap lawan jenis. Ketika semua usaha tidak berhasil dalam masa anak-anak hingga anak tersebut menjadi dewasa. Maka mulailah mereka memicu rencana baru yang lebih menjebak semata-mata untuk memecahkan maksud-maksud revolusionis yang beresiko mengancam keunggulan kapital ketimbang masyarakat pada umumnya.

Salah satu usaha kapital yang paling jitu dan telah terbukti membuat mereka tampil jaya dari masa ke masa adalah konspirasi HIV/AIDS. Mereka menciptakan sistim hiburan masyarakat yang begitu mengagung-agungkan cinta dua sejoli: seolah tidak ada yang paling nikmat dan paling indah di dunia selain mencintai lawan jenis. Menempatkan hal ini sebagai prioritas dan yang terutama dalam hidup. Di sisi lain, kapital mendorong orang tua anak cerdas yang terduga bawel untuk mengabaikan buah hatinya sendiri. Tentu dorong ini tidak diberikan dengan gratis, tetapi bisa jadi orang tua anak akan diberikan konpensasi yang layak. Kemudian mereka menggunakan media untuk membor-bardir informasi yang menunjukkan bahwa pasangan cinta masa muda sangat cocok untuk dijadikan teman curhat.

Jika ada calon orang cerdas bawel yang tertarik untuk mencari pasangan hidup. Namun tidak sadar orang ini bahwa dirinya belum berumur cukup dan belum mandiri. Akibatnya, kapital dengan leluasa mempermain-mainkan pemuda/ pemudi tersebut sehingga cinta yang diinginkannya selalu putus-nyambung dan tidak dapat-dapat. Mereka ingin membuatnya kecewa berat sehingga menjadi stres lalu melakukan pelarian ke hal-hal buruk. Ada empat hal biasanya yang sangat populer di antara orang-orang yang dikecewakan oleh cinta, yaitu menjadi heteroseksual, homoseksual, transeksual dan pedofilia. Semuanya ini adalah skenario terbesar yang telah direncanakan kapital bagi orang cerdas bawel. Bahkan mungkin ini terjadi saat sejak masih awal dimana mereka masih kanak-kanak secara diam-diam diajarkan seks yang terkesan lebay.

Skenario penyakit HIV/AIDS

Orang cerdas yang sombong dan bawel suka berteriak-protes tanpa mengenal aturan atau tupoksinya. Apakah aktivitas ini bisa dikatakan sebagai ancaman? Tetapi yang jelas adalah orang sombong ini lupa dengan kemandirian hidupnya. Turut pula melupakan bahwa sistim di dalam masyarakat agak cenderung mengabaikan aktivitas muda-mudi yang masih belia. Ini semacam dorongan untuk menjadi tabah dan menemukan penghiburan di dalam dirinya sendiri (dari Tuhannya). Kelak juga nanti kalau mereka sudah menjadi dewasa di umur tertentu pasti sistem akan lebih memperhatikan mereka. Ini tidak hanya dilakukan oleh sistem tetapi turut pula dilakukan oleh orang tua.

Pengabaian yang dilakukan orang tua bisa jadi lebih besar daripada yang dilakukan oleh sistem terhadap calon orang cerdas yang suka sombong dan bawel. Sebab seorang anak setiap hari selalu bersosialisasi dengan keluraganya. Tetapi semuanya ini hanyalah dalam hal komunikasi sedangkan kebutuhan sehari-hari anak pasti dipenuhi oleh ortu. Jika anak pintar ini terlalu fokus pada sikap abai ortunya maka akan timbul niat untuk mencari solusi di luar rumah. Tetapi sebelum itu, ia pasti terpesona dengan pengagungan cinta terhadap lawan jenis. Dimana seolah-olah dengan memiliki lawan jenis yang menyukai dirinya maka akan ada orang lain yang lebih peduli dan perhatian kepadanya yang sekaligus dijadikan teman curhat. Padahal tidak semua masalah yang kita alami pantas untuk dicurhatkan kepada orang lain.

Sayangnya, hidup yang belum mendiri bisa menjadi hambatan untuk mengejar lawan jenis yang disukai. Jika dirinya memaksakan untuk memiliki pacar maka besar kemungkinan kisah cintanya diintervensi oleh orang tuanya. Tetapi ada jalan lain untuk menjadi mandiri dengan cepat, yaitu dengan bekerja di “Perusahaan otomatis gaji super tinggi” dengan perjanjian yang lebih ketat. Dirinya akan menjadi seperti orang yang sedang bekerja tetapi tidak melakukan apa-apa karena semuanya hanya tinggal menunggu hasil. Padahal perjanjian kerja otomatis bergaji tinggi tersebut menempatkannya sebagai kelinci percobaan untuk dicobai oleh antek kapital. Jadi, sekalipun tampaknya sudah mandiri dan hidup dengan kakayaan besar, kisah cintanya tetap bisa diintervensi oleh pihak lain sehingga terkatung-katung, putus nyambung dan tidak jadi-jadi.

Berikut ini adalah skenario penyimpangan seksual akibat fokus pada pengabaian orang dan kisah cinta penuh lara yang hanya menyisakan kekecewaan.

  1. Menjadi heteroseksual.

    Biasanya orang pintar bawel yang menjadi heteroseksual adalah yang terpaksa mengambil bagian dalam pekerjaan otomatis bergaji tinggi dengan perjanjian ketat. Dirinya adalah salah satu orang yang kaya raya tanpa usaha lebih namun hubungannya dengan lawan jenis selalu kandas di rerumputan (mksd. di tengah jalan). Entah bagaiman ceritanya hal tersebut bisa terjadi dan entah sejauh apa para kapital secara diam-diam mengintervensi kisah cintanya. Pada akhirnya yang didapati adalah kekecewaan dan rasa malu yang besar. Akibatnya pikiran stres dan nafsu untuk mencari penghiburan melunjak. Maka jatuhlah dirinya di antara para pekerja seks komersial yang menjajakan cinta jalan tol yang cepat dan lancar.

    Dirinya bisa saja menjalani kehidupan heteroseksual dengan tante-tante girang semacam ini selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Sedang pekerjaannya yang kosong tetapi gaji tetap lancar membuat tingkat kepikunannya meningkat. Akibatnya, gaji tinggi tanpa melakukan apa-apa ini perlahan-lahan membuatnya lupa minum air.

    Kejadian lupa minum air semakin parah tatkala para kapital melancarkan racun air yang mengubah rasanya menjadi aneh di lidah. Sehingga orang yang terlalu waspada hanya meminum air putih sedikit sekali padahal minimal kebutuhan air per hari adalah dua liter atau delapan sampai sepuluh gelas: bagus kalau lebih. Belum lagi masalah racun kalium yang membuat dirinya memiliki banyak pantangan terhadap makanan dan minuman tertentu sehingga membatasinya untuk menikmati hidup. Akibatnya dirinya akan sakit-sakitan dan diharuskan memeriksakan diri ke instansi kesehatan.

    Kesempatan emas ini bisa dimanfaatkan oleh para kapital untuk melancarkan racun mencret. Lemahnya daya tahan tubuh ditambah mencret terus-menerus bisa membuatnya berpikir bahwa penyakitnya adalah HIV/AIDS. Dimana hal ini berhubungan dengan kebiasaan buruknya di masa lalu yang suka gonta-ganti pasangan tidur hanya untuk memuaskan nafsu dan mengobati kecewa. Takutnya bisa menjadi-jadi karena merasa hidup diujung kematian dan perjuangannya tentang kebaikan, kebenaran dan keadilan diterlantarkan begitu saja alias sudah tidak dihiraukan lagi. Pada akhirnya para kapital menang karena telah berhasil merekonstruksi kehidupan orang cerdas bawel dengan berbagai ketakutan dan fobia yang dipaksakan.

  2. Menjadi homoseksual.

    Kejadian homoseksual biasanya dialami oleh orang pintar bawel yang mengejar cinta namun belum mandiri. Kisah cinta yang putus-nyambung, tidak jadi-jadi dan selalu terhina membuat dirinya kecewa berat. Muncul niat di dalam hati untuk melakukan pelarian dan mencari penghiburan namun masih terjebak dalam rumah orang tua.

    Adanya pancingan homoseksual dari orang-orang terdekat, seolah-olah mereka adalah gay/ lesbi. Sehingga timbul dorongan untuk membuka diri dan menjalin hubungan yang lebih intim tetapi ditolak mentah-mentah karena dianggap sesat. Pancingan sikap yang kehomo-homoan itu sesungguhnya untuk mempermainkannya agar semakin tersakiti. Lalu dalam puncak hidup yang stres berat timbul dorongan untuk memasukkan benda-benda aneh ke anus sendiri demi merasakan kenikmatan sampah yang wujudnya hanya meninggalkan rasa sakit. Justru klep penutup dubur beresiko rusak sehingga mengalami malfungsi akibat benda tumpul.

    Lantas orang tua melancarkan ujian mencret sehingga dirinya menderita keparahan yang rumit. Karena tidak bisa menahan lama isi perut yang berputar, akibatnya terus-menerus ke jamban. Bahkan pernah sebelum sampai kamar mandi isi perut meluber keluar membasahi celana dan mengotori lantai karena klep dubur malfungsi. Akan muncul ketakutan karena hal ini bila dihubung-hubungkan dengan ciri khas orang yang menderita HIV/AIDS. Terlebih kalau dirinya mencari referensi di internet yang menyebutkan bahwa beberapa artis homoseksual luar negeri yang terkenal, meninggal sebagai pengidap ODHA. Membuat ketakutannya semakin membahana karena hidup di ujung kematian. Lalu meninggalkan semua pemikiran inspiratif tentang kebaikan, kebenaran dan keadilan yang selama ini dipegang teguh.

  3. Menjadi transeksual.

    Orang cerdas transeksual adalah yang berhubungan intim dengan hewan. Keadaan ini juga hanya dialami oleh orang yang terjebak dalam rumah sendiri tanpa potensi untuk melakukan lebih. Keadaan ini bisa saja di dorong oleh sinetron atau film yang bersebaran di dalam masyarakat. Tidak secara langsung tetapi dihubung-hubungkan secara sembarangan oleh otak kotor. Seperti tentang manusia yang hidup dengan hewan, sampai mati memiliki hewan yang setia, menikah dengan hewan. Bahkan film “Beauty of the beast” bisa saja disalahartikan bahwa dengan memiliki hewan peliharaan yang setia bisa lama-lama berubah menjadi manusia: ajaibkan! 😀 😀 Dorongan ini juga bisa timbul dari pembicaraan antar teman-teman di lingkungan sekitar yang menginduksikan informasi tentang perilaku berhubungan intim dengan binatang peliharaannya sendiri.

    Kemudian orang tua melancarkan racun mencret dan entah bagaimana caranya dia menemukan informasi tentang hewan yang bisa mengidap HIV/AIDS sebagai resesif (membawa penyakit namun tidak aktif). Terlebih ketika kewenangan kapital dilebarkan sehingga hewan yang sering dipermainkannya mengalami masalah bahkan menemui kematian. Ini bisa jadi awal pemikiran yang buruk tentang penyakit HIV/AIDS. Terlebih ketika daya tahan tubuhnya sangat turun drastis akibat kebiasaan buruk kurang minum air.

  4. Menjadi pedofil.

    Orang pintar bawel di rumah saja memang bagus tetapi terlalu banyak bersantai tanpa melakukan apa-apa bisa membuat otak buntu, pikiran melayang-layang dan kepikunan melebar. Kebiasaan baik minum air putih menjadi terganggu terlebih ketika orang tua melancarkan ujian air yang menggetarkan. Dirinya bisa terlalu waspada sehingga hanya sedikit sekali minum air putih dalam sehari. Keadaan ini bisa mendorong timbulnya penyakit metabolisme yang berpotensi melemahkan bahkan merusak organ tertentu.

    Hidup yang terkatung-katung, cinta yang kandas direrumputan dan hari-hari yang diselingi cobaan bisa menjadi awal stres. Pikiran yang kacau bisa jadi salah mengartikan maksud-maksud orang lain. Menganggap bahwa kedekatan dengan orang tertentu bisa diperdalam secara ekstrim sebagai kisah cinta. Bahkan kedekatan dengan anak kecil pun disalahartikan menjadi hubungan yang aneh-aneh. Terjebak dalam situasi yang rumit dengan seorang anak untuk bermain-main secara sembunyi-sembunyi. Walau tidak ada hasil namun tetap dilakukan karena menganggapnya sebagai permainan tetapi ketahuan oleh orang lain.

    Entah bagaimana ceritanya, keduanya dipisahkan dengan tragis dalam peristiwa yang aneh. Lalu terdengarlah kabar bahwa anak pedofilnya sakit-sakitan dan dilarikan ke rumah sakit karena hampir meninggal. Ternyata dan ternyata, orang tua anak pedofilnya tersebut telah divonis ODHA lama sebelumnya.

    Orang cerdas yang sombong dan bawel ini bisa jadi keteteran mendengar informasi tersebut karena dirinya sempat sangat dekat dengan anak yang sakit itu. Kemudian secara diam-diam orang tua melancarkan racun mencret membuat dirinya capek dibuat setiap hari karena hal tersebut. Lalu entah bagaimana dirinya sadar atau mengetahui informasi bahwa salah satu ciri khas penderita HIV/AIDS adalah sering sekali BAB encer dalam sehari. Menghubung-hubungkan semua cerita ini dengan kejahatannya bisa membuatnya ketakutan. Merasa hidupnya diujung tanduk, maka semua keyakinan dan perjuangannya tentang kebajikan aka kesetaraan dalam hidup dilupakan sama sekali. Tentu saja kehidupannya lebih penting dari semuanya itu, yang dipaksa memilih untuk mendiamkan hal-hal positif tersebut selamanya.

Kesimpulan

Orang cerdas sombong yang suka bawel mengalami banyak ujian dalam masa mudanya. Bukan saja karena sistem mengabaikan tetapi juga karena orang tua dan keluarga sendiri mengacuhkannya. Bila terlalu fokus pada masalah tersebut bisa membuat pikiran amburadul yang memicu pelarian kepada hal-hal negatif. Khusus pada bagian ini, kita membahas pelariannya yang berpotensi membuat dirinya lebih dekat kepada konspirasi HIV/AIDS. Apakah dirinya benar-benar menderita AIDS atau itu hanyalah akal-akalan kapital: semua tergantung dari kesalahannya. Semakin nyata kejahatannya maka tuduhan yang diinduksi kapital menjadi lebih dekat dengan dirinya. Akan tetapi, jika dirinya fokus kepada Tuhan dan berupaya tetap baik di tengah pencobaan serta suka menyibukkan diri pada hal-hal positif maka nafsu jahat menjauh. Sedang para kapital akan gigit jari karena tidak mendapat apa-apa dari usaha terselubung yang mereka lancarkan dari sejak bertahun-tahun silam.

Salam, Banyak cara kapital
untuk menjebak anda
dengan dalil untuk
menguji anda.
Tetapi kejahatan
dan tuduhan miring
akan menjauh dari
diri anda karana
menjadikan Tuhan
sebagai tempat penghiburan,
berusaha menjadi baik-ramah
kepada siapa saja dan
selalu pintar mencari
kesibukan positif untuk
mengisi hari-hari
agar tidak kosong
terus-menerus
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.