Nasib Buruk Homoseksual Dalam Konspirasi Kapitalis

Nasib Buruk Homoseksual Dan Konspirasi Kapitalis

Penyakit bisa terjadi secara alami karena sebab-sebab anomali alam semesta yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia. Akan tetapi, berkat kemajuan ilmu pengetahuan, perkembangan informasi dan kecanggihan teknologi: hampir tidak ada anomali alam yang tidak bisa diprediksi dan dikendalikan oleh manusia. Sayangnya, setelah semuanya menjadi terkendali, orang-orang yang merasa memiliki pengaruh mencoba untuk mempengaruhi sekaligus menekan kehidupan orang lain yang secerdas dirinya. Ini bisa dikatakan sebagai penaklukan orang cerdas terhadap calon orang cerdas lainnya lewat anomali penyakit langka dan kebiasaan buruk yang secara tidak langsung dipicu oleh para kapital itu sendiri.

Entah bagaimana caranya: tetapi dengan pengalaman tinggi para kapital selama berabad-abad, mereka bisa menentukan siapa-siapa sajakah yang menjadi calon orang cerdas yang suka ngomel di masa depan. Kami sendiri tidak habis pikir, bagaimana itu bisa terjadi dan bagaimana cara mereka menemukannya. Para kapital ini telah mempersiapkan segala sesuatu sehingga seolah-olah orang tua/ keluarga dari calon orang cerdas suka ngomel bisa tega menyakiti anaknya sendiri. Anak-anak ini hidup dalam keparahan nasib yang diabaikan dan dipermainkan oleh keluarganya sendiri. Jika anak-anak tersebut bisa mempertahankan sikap ikhlas, sabar dan rendah hati menghadapi kisah sedihnya, niscaya mereka bisa bertahan dalam benar hingga restu kemandirian di anugerahkan negara. Akan tetapi, bila mereka tidak bisa mempertahankan sifat-sifat positifnya maka bisa jadi melarikan diri, terlibat kejahatan, masuk LGBT dan akhirnya mengalami AIDS lalu hilang dari peredaran.

Semua keadaan ini semata-mata dirancang oleh para kapital agar ide-ide cerdas yang dicetuskan terkurung dalam bacaan non populis di sudut perpustakaan yang enggan dibaca orang lain. Belum lagi masalah pencemaran ide yang dilakukan kapital semata-mata demi mengaburkan makna dari kesetaraan antar manusia. Mereka tidak mau jiwa sosialisme berkembang di negeri maka mereka merintanginya dengan banyak sekali pencobaan agar sedapat mungkin calon anak-anak sosialis mengomel rahasia kapital tidak bisa membangun pemikiran yang logis dan hidup yang bersih. Agar sekalipun para sosialis ini memiliki ide yang logis namun mereka tidak benar karena kejahatannya. Jika para sosialis ini masih belum memiliki kejahatan maka yang disasar adalah membuatnya menghasilkan ide yang kurang masuk akal.

Jika para sosialis masih belum memiliki kejahatan maka yang disasar adalah merusak ide sehingga tidak logis. Bila para sosialis tersebut berhasil membangun ide yang logis maka yang disasar adalah perilakunya didorong kepada penyimpangan.

Ada banyak perilaku menyimpang yang bisa timbul lewat banyak ujian yang disebarluaskan kapital, salah satu di antaranya yang paling jitu dan paling ampuh adalah heteroseksual, homoseksual dan transseksual. Itulah mengapa berbagai media mengagung-agungkan dengan gencarnya tentang kisah cinta muda-mudi dan kehidupan seksual yang romantis. Agar calon sosialis pembocor rahasia kapital bisa terpikat, terjebak dan terseret dalam pesonanya. Lalu mereka membantingnya dan menghentikan semua akses untuk memiliki cinta yang dilengkapi dengan ketidakmandirian hidup. Sehingga sedapat mungkin orang sosialis tersebut melakukan pelarian dan menjadi sesat melakukan praktek homoseksual atau transeksual yang ujung-ujungnya membuat penyakit parah.

Ketika seseorang, secerdas apapun dia masuk, memercayai dan mendambakan budaya karya seni (cerpen, novel, film, sinetron, drama, dan lainnya). Mereka akan terjebak dalam pusaran budaya populis yang digembar-gemborkan oleh media. Salah satu yang paling santer dibicarakan adalah tentang kisah percintaan: bagaimana hebohnya hubungan dengan lawan jenis, bagaimana serunya berdua-duaan dimana-mana. Bagaimana asyiknya bercengkrama dengan pasangan, bagaimana romantisnya berciuman, bagaimana nikmatnya bercinta dengan si dia. Semuanya itu bagaikan kisah yang tak pernah terbayangkan sebelumnya: seolah dunia hanya milik berdua saja. Orang yang terbawa-bawa dalam pengagungan cinta ini akan terperanjat lalu buru-buru ingin punya pacar bahkan ingin cepat-cepat menikah tanpa memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku. Baca juga, Hindari pacaran sebelum mandiri.

Akibatnya, merasa nasib diujung tanduk: cari pacar tak dapat-dapat. Sekalipun dapat putus-nyambung tak karuan, hidup jadi terkatung-katung tidak jelas. Ada getaran galau tingkat nasional yang membahana di dalam dada karena tujuan tidak kunjung tercapai setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun mencari. Padahal sesungguhnya masalahnya bukan terletak pada sifat & kebiasaannya atau pada sifat & kebiasaan orang lain. Melainkan karena dirinya belum mandiri: masak cari pacar pakai uang orang tua? Kemungkinan yang lain adalah karena dirinya berada di bawah perjanjian dengan para kapital yang menafkahi dan membuatnya menjadi kaya raya. Suatu perjanjian terlanjut disetujui tentang adanya tantangan hidup berupa ujian yang merintangi hari-hari. Para kapital yang berkuasa atasnyalah yang sebenarnya menginterupsi kehidupan percintaannya yang selalu saja kandas.

Harapan yang selalu pupus menyakiti hati mengusir kebahagiaannya. Dirinya justru berada dalam stres berat yang rasa-rasanya tak tertahankan lagi. Ingin mencari penghiburan tetapi makanan tidak bisa dinikmati, tontonan tidak dapat dicerna, belanja tidak ada semangat dan jalan-jalan terasa seperti omong kosong. Akhirnya, tidak bisa lagi berpikiran jernih, pikiran kacau bukan kepayang dan otak bekerja menghubung-hubungkan sesuatu secara liar tak menentu. Akibatnya, terlibat dalam perkara penyuka sesama jenis: merasa bahwa budaya populis yang salah pun ada baiknya. Bokong pun dipaksakan menjadi lubang nyaman berbau busuk. Benda-benda aneh dimasukkan ke dalamnya hingga katup penutupnya rusak akibat melebar kedodoran. Sayang, tidak ada nikmat yang dirasakan, malah rasa sakit mulai menjadi-jadi tak bisa duduk.

Keadaan semakin buruk tatkala para kapital yang berkuasa atasnya, entah itu orang tuanya atau kapital yang direstui berdasarkan perjanjian. Melancarkan ujian mencret selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Klep anus yang hampir rusak kedodoran membuatnya tidak tahan dengan kejadian mencret berkali-kali dalam sehari. Rasa-rasanya waktu dan tenaga lebih banyak dihabiskan untuk hilir mudik ke jamban berkali-kali dalam sehari. Rasa-rasanya muak dengan semua keadaan yang menimpanya sehingga terpaksa menceritakannya kepada orang lain. Ada orang yang memberinya solusi dan menakut-nakuti katanya: jangan-jangan anda terkena HIV/AIDS yang juga diderita oleh kebanyakan kaum homoseksual. Dimana salah satu ciri khasnya adalah mencret berkali-kali tak tertahankan sampai kenak semuanya. Ada juga yang memberinya isyarat untuk segera pergi jauh-jauh melarikan diri meninggalkan rumah sekalipun belum mandiri.

Semua beban memenuhi otaknya dan banyak rasa sakit yang menekan jiwanya. Sudah mulai banyak hal-hal positif yang terlupakan olehnya: salah satu misalnya kebiasaan sering meminum air putih hingga banyaknya sampai dua liter per hari atau lebih. Keadaan ini diperparah oleh ujian air terasa aneh yang membuatnya membatasi konsumsi air. Lebih fatal lagi ketika dirinya merasakan bahwa saat meminum air banyaklah maka BAB semakin menjadi-jadi merepotkan hari-harinya. Ini membuatnya kurang minum air putih sehingga semakin memperparah kesehatan fisiknya. Segera saja direkomendasikan untuk memeriksakan diri ke instalasi kesehatan untuk melakukan cek kesehatan. Didapatilah jumlah antibodinya sangat rendah dimana keadaan ini sangat mirip dengan antibodi pengidap ODHA. Padahal pendeteksi antibodi tersebut bisa saja salah sekalipun kelebihan reagen yang dimasukkan hanya 1 cc saja.

Percaya karena dirinya menderita HIV/AIDS memaksanya untuk pergi sejauh mungkin. Terlebih ketika rumor tentang hal tersebut telah tersebar di antara orang-orang di sekitar tempat tinggalnya. Bahkan bisa jadi namanya turut diganti menjadi nama orang lain. Sedangkan keberadaan karakternya di dunia nyata secara manipulatif ditimpa petaka dahsyat. Dirinya dianggap seolah-olah sudah mati padahal hanya pergi menetap ke tempat yang jauh dengan membuang semua perjuangan dan ide-ide sosialisnya di masa lalu. Atau bisa juga dengan terpaksa membukukan ide-idenya yang telah dikebiri dalam dalam buku-buku yang menua di sudut perpustakaan. Sekalipun semua jenis perubahan ini ditempuhnya, namun rasa damainya yang dulu tidak lagi kembali seperti semula. Justru semakin banyak kekayaan yang diperolehnya maka nilai ketakutan yang dialami pun semakin tinggi. Masa-masa hidup yang penuh kenyamanan tak bisa diraih tanpa kucuran uang yang sangat-sangat banyak. Kemewahan, kenyamanan dan kemegahan hidup ditelan bulat-bulat namun rasa-rasanya tidak pernah cukup.

Kesimpulan

Konspirasi kapital adalah ujian kehidupan dan setiap orang cerdas yang suka bawel jika tidak sanggup menahan diri akan terjerat oleh hawa nafsunya sendiri yang menyimpang.

Homoseksual adalah tidak mungkin terjadi: sekalipun ada yang melakukannya tidak ada nikmatnya. Malah akibat memasukkan benda-benda aneh ke dubur dapat merusak klep yang biasanya membuat saluran tersebut terkunci. Seterusnya, orang tersebut tidak bisa menahan lama ketika sakit perut sedang melanda badan. Keadaan ini diperparah oleh ujian mencret yang dilancarkan para kapital: seolah-olah waktu dan tenaga dihabiskan seharian untuk hilir mudik ke jamban. Ini akan sangat memuakkan dan bisa membuatnya mengadu kepada orang lain. Ada yang memberinya solusi untuk segera melarikan diri dari rumah padahal belum mandiri tidak ada pekerjaan. Ada pula yang menduga nasibnya sedang buruk mengalami penyakit HIV/AIDS menjelang kematian. Semua keadaan ini membuatnya stres dan dengan terpaksa meninggalkan ide-ide sosialnya yang membumi karena kesalahan sendiri menurut rancangan manipulasi kapital licik.

Salam, Nasib homoseksual
akhirnya seperti yang kita
banyak dengar di televisi
yaitu mati dalam derita HIV/AIDS.
Yang kemungkin itu
hanyalah akal-akalan
para kapital untuk
menghentikan perjuangannya
demi kesetaraan untuk
semua orang!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.