Harta Negara Yang Dimungkinkan Untuk Dibagi Dengan Adil – Kekayaan Ibu Pertiwi Yang Bisa Disamaratakan

Harta Negara Yang Dimungkinkan Untuk Dibagi Dengan Adil – Kekayaan Ibu Pertiwi Yang Bisa Disamaratakan

Mana ada keadilan di dunia ini. Lihat sekeliling anda, begitu banyak yang beda-beda, ada yang berbeda jauh dan ada pula yang berbeda tipis. Mau diusahakan seperti apapun tidak ada yang adilnya mutlak sama untuk setiap orang tanpa terkecuali. Sebab kebutuhan masing-masing manusia berbeda-beda sehingga pemikiran dan sikap yang dihasilkan pun berbeda satu sama lain. Demikian kalau berbicara dari sudut pandang emosional, terlebih lagi bila bertutur dari sudut pandang materi. Perbedaan tersebut pasti semakin nyata terlihat dan terbaca lewat ekspresi dan manajemen perilaku masing-masing orang.  Jadi keadilan yang mutlak tanpa perbedaan sama sekali merupakan suatu kemustahilan.

Ambil saja contoh tentang keadilan antara orang tua dan anak. Kalau orang tua dan anak memiliki jatah adil yang sama besar maka tidak ada lagi yang namanya rasa hormat kepada orang tua. Sumber daya yang sama besar justru tidak mendewasakan anak karena dirinya hanya berpaut kepada birahi akan uang yang dimiliki. Tenggelam dalam nikmatnya  kesenangan dunia di masa muda, bisa membuat semangatnya  kehilangan arti. Ketergantungan dengan uang hanya menciptakan blur makna hidup yang memosisikannya pada masalah tanpa henti. Terjebak dalam penggunaan materi yang tak terkendali, terkendala dengan rasa puas yang terus menggunung dan semakin sedikitnya rasa senang yang diperoleh ketika materi tersebut semakin banyak.

Keadilan tetap dilaksanakan walaupun ada sisi pembedanya. Usia adalah pembeda utama keadilan sistem Sumber daya yang diadilkan menurut kebutuhan diharapkan tidak hanya menyokong kehidupan seseorang secara materi belaka, melainkan juga turut memajukan sisi emosional, spiritual dan intelektual. Negara secara totalitas telah memiliki semua yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sekarang masalahnya adalah tinggal kepada pembagian, produksi, distribusi hingga semua itu sampai di tangan rakyat. Membagikannya dengan adil merupakan amanat dari hukum puncak yang berlaku di negeri. Tidak hanya itu saja, menurut ketetapan firman Tuhan, keadilan adalah rekomendasi terbaik untuk mencapai kebahagiaan hidup.

Negara bukanlah milik satu-dua orang atau dua-tiga kelompok masyarakat saja. Melainkan seluruh negeri adalah milik orang-orang yang bermukim di tempat tersebut. Suatu tanah perjanjian akan dibagikan secara adil kepada setiap warga negara yang baik. Memang tanah di seluruh negeri sangatlah luas, tetapi sulit untuk dibagi-bagi karena terkendala dangan kemiringan dan ketinggian lahan di masing-masing tempat. Lautan yang merupakan sumber kekayaan tersembunyi pun tidak bisa dibagi-bagi karena masih membutuhkan pengelolaan lebih lanjut sebelum dipakai secara kontinu. Setiap jatah kerja juga tidak bisa dibagi adil karena setiap profesi memiliki tupoksi yang khas yang tidak bisa dihilang-gantikan oleh profesi lain. Setiap jabatan tidak perlu dibagi-rata sebab butuh tanggung jawab moral, pelatihan dan pengalaman untuk mengisi suatu posisi. Masih banyak potensi yang dimiliki negara untuk dibagi-bagi tetapi semuanya itu tidak menunjukkan angka-angka spesifik yang bisa distandarisasi sehingga berlaku di semua wilayah sampai kapan pun hal tersebut dibutuhkan.

Hasil pabrik biosintesis memang sangatlah banyak macam dan ragamnya. Tetapi tidak mungkin semuanya itu dibagi dengan adil sebab manusia memiliki variasi kebutuhan yang sangat menarik. Misalnya saja, semua orang butuh minum namun ada kalanya dimana air minum dibatasi karena telah mengonsumsi jenis minuman yang lain. Setiap orang perlu makan tetapi kadang-kala orang membatasi makanannya lalu mengalokasikannya ke bentuk-bentuk makanan olahan yang lebih mantap dari segi rasa, tektur dan warnanya. Jadi, membagi kekayaan negari lewat sumber-sumber produksi yang dihasilkan secara masal kurang tepat karena variasi kebutuhan akan barang dan jasa selama hidup di dunia.

Produk industri hewani dari bioteknologi kloning juga tidak bisa selalu dibagikan dengan adil. Sebab tidak semua orang suka makan daging setiap hari. Lagipula banyak masyarakat yang lebih suka mengonsumsi daging yang sudah diolah menjadi produk lain (produk turunan) dengan varian rasa, tekstur dan warna yang lebih atraktif. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa seseorang selalu suka mengonsumsi daging setiap hari. Mungkin saja ada di antara mereka yang mengalami keanehan akibat kontak sehingga membatasi bahkan tidak mengonsumsinya selama beberapa waktu. Lagipula, masih banyak jenis lauk-pauk lain yang lebih baik dalam hal rasa, tekstur dan warna untuk dijadikan teman makan sumber protein baik. Jika dipaksakan agar masyarakat mau dijatahin pembagiannya, bisa-bisa terbuang dalam frezer beku yang hampir busuk sia-sia.

Satu-satunya kekayaan negara yang sudah pasti dan sudah ada angka-angkanya sejak dari produk tersebut dikeluarkan oleh pemerintah, adalah uang. Tidak ada lagi yang bertekak soal ketidakadilan sebab angka pada fulus sangatlah jelas. Tidak ada angka tersembunyi atau tidak ada uang yang sangat rahasia sehingga nilai-nilainya dapat ditampilkan kepada publik dengan akurasi 99,99%. Nilainya sangat konsisten dibandingkan barang dan jasa yang kadang berubah nilai menurut jarak tinggal konsumen dari pusat. Ketelitiannya sangat tinggi sampai beberapa angka di belakang koma sehingga sangat cocok untuk dibagi-bagikan sama persis kepada tiap-tiap keluarga. Peran uang sebagai alat tukar sangat strategis sehingga dapat digunakan sebagai salah satu alat utama keadilan sosial.

Manajemen uang yang sangat rapi di setiap bank, baik lokal, daerah, nasional hingga ke mancanegara. Sangat bermanfaat untuk memantau perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan penegakan hukum seputar keuangan. Keberadaan sistem informasi yang terintegrasi dari pusat ke daerah memungkinkan pemerintah untuk menyentuh sekaligus mempengaruhi seluruh kalangan masyarakat menurut kebutuhan masing-masing. Tidak hanya faktor produksi dan konsumen yang memilik sistem keuangan online. Melainkan fungsi distribusi dari perdagangan besar sampai kecil akan ikut terintegrasi dalam sistem keuangan nasional. Tidak ada lagi peredaran uang yang tersembunyi atau yang tiba-tiba hilang dari pemantauan sistem, sebab transaksi kecil sampai besar telah dicatat dan disimpan dengan aman dalam server pusat.

Tidak mungkin sistem jemput bola karena jumlah penduduk yang sangat banyak. Sebaiknya setiap warga yang merasa sudah memenuhi kewajibannya, sudah cukup umur, lulus pendidikan dan bisa belajar mandiri mendatangi pusat organisasi kerja di wilayah masing-masing. Mencari dan menemukan lowongan kerja yang cocok untuk dirinya, menurut kriteria pendidikan dan sesuai dengan potensi yang ada dalam dirinya. Atau jika merasa diri mampu untuk menciptakan lapangan kerja di rumah sendiri dapat mengakses aplikasi atau situs tertentu untuk memulai pekerjaan dan investasi di dunia maya. Tentu saja, kemanpun anda melamar pekerjaan, semuanya pasti butuh waktu dan proses yang penuh perjuangan! Untuk kepastian tentang semuanya ini, kita menunggu pemerintah mengeluarkan peraturan atau undang-undang tentang keadilan sosial sebagai panduan sah kepada seluruh masyarakat.

Kesimpulan

Menjatahin penduduk dengan hasil produksi industri milik negara dapat membatasi kreativitas warga dalam memenuhi kebutuhan yang bervariasi. Lebih baik memberikan setiap keluarga akses keuangan dengan takaran sama menurut tingkat loyalitas tertentu. Setiap orang bisa membelanjakan sumber-sumber yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya dimana semua aktivitas tersebut dapat dipantau lewat sistem keungan online. Diharapkan tidak ada lagi pencurian kecil-kecilan sampai pencurian besar (korupsi) karena seluruh aktivitas transaksi warga ditampilkan secara terbuka dalam profil yang disamarkan. Akhirnya pemerintahan dapat hidup damai, tenang dan bahagia karena tuntutan hukum puncak telah terlaksana dengan baik. Firman Tuhan sudah digenapi, ada juga sesuatu yang bisa dibuat “sama seperti dirimu sendiri,” bukankah itu rasanya melegakan daripada hidup terus dalam tuntutan masif rasa bersalah?

Salam, Ada banyak kekayaan negara
tetapi hanya satu yang jelas
pasti akurat saat dibagikan
di antara masyarakat
yaitu uang alias pendapatan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.