Tidak Perlu Banyak Protes Jalani Saja Dulu, Jangan Khawatir Semua Pasti Akan Baik-Baik Saja

Tidak Perlu Banyak Protes Jalani Saja Dulu, Jangan Khawatir Semua Pasti Akan Baik-Baik Saja

Menyebutkan “proes kehidupan:” sangatlah mudah tetapi menjalaninya belum tentu semua manusia mampu. Memang pada akhirnya, semua bisa belajar dari kasus-kasus yang dialaminya sehingga semakin adaptif, mahir dan dewasa melakukan apa yang harus dilakukannya. Tidak ada kata menyerah atau berputus asa atas segala soalan yang diterima dari orang tua atau dari sistem. Sebab apapun yang kita alami dalam kehidupan ini: semuanya itu adalah atas seizin Tuhan dan merupakan rekomendasi dari peraturan yang berlaku di dalam masyarakat. Jadi percayalah bahwa tidak ada masalah yang terlalu besar untuk anda hadapi agar tetap semangat: mampu sabar, ikhlas dan bersikap rendah hati di tengah gejolak yang menyala-nyala.

Ada satu masa dalam hidup ini, dimana menjadi masa-masa penuh cobaan. Masa yang sudah pasti dilalui oleh semua orang yang hidup di bumi tanah mereka. Masa dimana seseorang masih belum memiliki banyak tanggung jawab selain mengurus diri sendiri apa adanya. Masa dimana seseorang hanya bisa meminta tanpa dituntut untuk memberi lebih. Suatu keadaan yang sebenarnya nyaman tetapi syarat dengan tantangan hidup gelora taman kecil. Ketika seseorang masih anak-anak, anak muda atau dewasa muda namun belum boleh mandiri: inilah saat-saat terberat yang mungkin dihadapi oleh manusia. Yang banyak membuat orang-orang yang merasa diri lebih dan berpikir gampangan tersangkut, tersingkir bahkan sampai terusir pula.

Mau bagaimana lagi? Sebagai anak yang hibup di bawah asuhan orang tua, mau tidak mau perlu patuh dan mengikuti kebiasaan-kebiasaan yang lazim menurut keluarga itu sendiri. Ada banyak tantangan yang secara langsung maupun tidak langsung diberikan orang tua di kala kemandirian hidup belum tercapai. Seyogianya, anak sudah menjadi terlatih menghadapi kesesakan hidup di dunia. Suatu usaha yang berjuang keras untuk bertahan. Namun tetap lembut sederhana berbagi kebaikan kepada siapa saja. Walaupun demikian, ada juga yang kurang bagus menerima inti pelajaran hidup di dalam keluarganya sehingga menjadi anak yang penakut, syarat fobia, cepat cemas, rasa benci, suka mencuri dan lain sebagainya.

Tidak ada pelajaran hidup tanpa rasa sakit. Di dalam keluarga pun ada rasa sakit yang ditanamkan secara terkontrol oleh orang tua. Suatu rasa yang awalnya terasa sakit tetapi lama kelamaan menjadi terbiasa sehingga tidak ada lagi asalkan dijalani dengan benar dan tabah hati. Sesuatu yang tidak menyakiti secara fisik tetapi sekedar menyakiti secara mental. Pada awalnya, anak-anak tidak tahu bahwa penyakit yang dialaminya dirancang ortu. Namun, lama kelamaan ketahuan juga terlebih ketika anak sudah menjadi pemikir muda yang kreatif. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada juga anak yang bisa menganggapnya sebagai aksi manipulasi untuk untuk menyingkirkan dirinya dari dalam keluarga. Mungkin hal ini merupakan upaya menghubung-hubungkan keadaan hidupnya dengan sandiwara di televisi.

Setiap anak perlu memahami bahwa pola kejahatan yang sengaja dibentuk di dalam karya seni: film atau sinetron dan sandiwara lainnya adalah pola yang berlebihan. Menghubung-hubungkan pola menyakiti sesama di media bisa dianggap sebagai upaya penyesatan terhadap diri sendiri. Mungkin protokol menghubung-hubungkan yang digunakan terlalu mengada-ngada. Sebab media selalu berupaya menjaga keseruan kisahnya dengan tetap menghadirkan kekerasan, pencurian, pembunuhan, perebutan hak-hak istimewa, persaingan kelompok, konflik warisan dan lain sebagainya. Padahal kejahatan semacam ini sudah tidak ada lagi di dunia nyata karena kebajikan telah ditegakkan di seluruh negeri.

Hindarilah menghubung-hubungkan cobaan yang dialami di dunia nyata dengan tantangan hidup para artis dalam  film/ sinetron/ karya seni lebay lainnya. Aktivitas ini beresiko menambah rasa takut sehingga semakin khawatir menjalani hari karena banyaknya ujian orang tua yang dihadapi di dunia nyata. Adakalanya anda akan menyadari konspirasi yang sangat rapi telah dilontarkan keluarga sendiri dalam hari anda. Seperti menjadi sasaran dari suatu manipulasi yang seolah-olah mengorbankan harga diri anda. Kejadian penuh sabotase akan anda sadari namun sulit dijelaskan karena penuh dilema. Jika semakin larut dalam masalah yang sepertinya tidak ada hentinya, bisa membuat hati bersedih. Akan tetapi, mereka yang hatinya bernyanyi-nyanyi memuliakan Tuhan selalu beria-ria dalam duka maupun suka.

Bila sedang parah-parahnya cobaan tersebut, kita akan merasa bahwa seolah-olah apa yang dikerjakan adalah sia-sia. Padahal rasa ini terwujud karena merasa diri tersudut hampir putus asa tatkala hampir semua orang rame-rame mencobai anda. Mulai dari tukang kebun, tukang pangkas, pedagang kaki lima, penjual makanan, pemilik toko, tetangga, ibu kos dan lain sebagainya. Ternyata semua orang-orang tersebut bertindak usil karena telah bekerjasama dengan orang tua anda. Semoga saja mereka tujuannya baik sehingga apa yang mereka lakukan bukannya malah melemahkan dan menghancurkan melainkan  demi perkembangan kepribadian ke arah yang lebih positif.

Tidak perlu terlalu takut dengan racun yang diberikan lewat makanan atau minuman anda. Sebab sudah sangat lama tidak ada pembunuhan nyata terdengar di seluruh negeri kecuali dalam dunia sandiwara. Racun itu seperti hantu yang membuat anda takut dan gemetaran hingga melupakan hal-hal penting saat mengalami keracunan. Singkirkanlah rasa kuatir berlebihan lalu mulai lakukan detoksifikasi dini seperti rajin minum air putih, menghirup nafas secara sadar, menggoyangkan kepala dan aktivitas menjaga kebugaran tubuh lainnya. Waspadalah sewajarnya, tetap tenang dan diamkan saja walau hari-hari tetap sibuk positif sebab tidak ada orang tua yang sampai hati tega menyakiti anaknya sendiri demi sesuatu yang sia-sia.

Akan ada banyak pertanyaan yang muncul dalam benak anda. Bahkan sejungkit tanda tanya itu malah berubah menjadi keluh kesah yang memedihkan hati. Saran kami adalah, alangkah indahnya hari-hari penuh tekanan bila melalui semua kesesakan ini sambil memuliakan Tuhan dalam hati. Anda tidak perlu selalu memprotes semua tantangan yang mendatangi kehidupan. Sebab biar bagaimanapun, suara seorang anak masih tidak dianggap apa-apa oleh sistem. Hanya orang tualah yang menjadi tempat curhat anda. Jika mau protes, silahkan kepada orang tua lalu kalau memang itu benar, tepat dan penting maka orang tua akan menindaklanjutinya. Atau anda bisa bersabar menunggu kemandirian hidup yang memulihkan hak-hak anda sehingga sah-sah saja bila mau protes ke mahkamah agung atau mahkamah konstitusi.

Kesimpulan

Saat masih menjadi anak di bawah asuhan orang tua, ada banyak tantangan yang mungkin akan dihadapi.  Soal-soal yang syarat dengan konspirasi, manipulasi dan sabotase akan kita jalani selama masa-masa percobaan. Belajarlah untuk mengabaikan hal-hal recehan yang menimpa anda tetapi hindari bersikap abai terhadap orang-orang yang terlibat dan yang ada di sekitar anda. Cobaan akan menghantam dari berbagai sisi lewat orang-orang yang mungkin sebelumnya tidak anda kenal. Tetapi hindari khawatir berlebihan sebab tidak ada orang tua yang tega berbuat keji terhadap anaknya. Tidak ada yang perlu dicemaskan karena semua yang dialami sudah sesuai dengan koridor hukum yang berlaku dan sesuai dengan rekomendasi dari Firman Tuhan. Waspadalah sewajarnya, tetap tenang dan diamkan saja cobaan yang datang sambil bedah memuliakan Allah dan sibuk mengisi hari dengan hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun untuk semua orang.

Salam, Anak-anak belum
waktunya untuk protes &
berkomentar di dalam masyarakat.
Mandiri dulu dan dewasalah
niscaya kemanapun mengadu
permintaan anda pasti diresponi
secara positif
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.