7 Kerugian Sekolah Tatap Muka Untuk Menjebak Calon Orang Cerdas Yang Bawel

Kerugian Sekolah Tatap Muka Untuk Menjebak Calon Orang Cerdas Yang Bawel

Para kapital (tidak semua kapitalis, oknum saja) adalah penipu ulung yang pandai membuat-buat kesan lebih terhadap dirinya atau kelompoknya. Mereka memanfaatkan kisah-kisah mistis penuh konflik untuk membuat diri mereka seolah-olah lebih top dari kebanyakan rakyat. Mengangkat hal-hal yang tidak lazim menjadi lebih lazim sehingga semua orang melihat dan mendengar kedahsyatan di antara mereka. Sekalipun semuanya itu terjadi hanya sebatas di televisi saja, itu sudah cukup untuk menggetarkan hati massyarakat sehingga mengagungkan dan memuja para kapital. Setidaknya di dalam hati atau setidaknya demikianlah persepsi awal mereka saat melakukan aksi-aksi penuh tragedi yang kadang kala menggemparkan penduduk.

Sayangnya, ada satu masalah yang selalu mengkhawatirkan mereka sepanjang waktu, yaitu ketika seorang yang cerdas bangkit dan membongkar semua omong kosong yang mereka telah susun dengan rapi sejak dari dulu-dulu. Para elite kapital ini sangatlah berpengalaman, bahkan bisa dikatakan bahwa pengalaman mereka sangat tinggi mencakup ribuan tahun ke belakang. Lagipula ada kerja sama yang erat antar kapital dari satu negara ke negara lain, saling berbagi solusi untuk mengantisipasi “orang cerdas lepas kendali” (disingkat OCLK). Kesuksesan mereka juga sangat banyak, ada sederet nama OCLK yang berhasil mereka gagalkan agar tidak sampai membocorkan penipuan dan ketidakadilan yang mereka jalankan. Kita ambil contoh seperti Leonardo Da Vinci (berhasil mereka ubah jadi gay/ homo), Stave Jobb (berhasil mereka ubah menjadi ateis) dan masih banyak lagi.

Lantas mereka mencari-cari cara untuk melakukan seleksi yang lebih paten terhadap anak-anak yang terlahir di negeri. Sebab pada dasarnya setiap manusia yang pintar berpotensi menjadi OCLK. Siswa/ siswi yang menjurus ke sana, memiliki ciri-ciri umum yang bisa diketahui sejak dini. Oleh karena itu, mereka melakukan seleksi dengan mendirikan sekolah publik yang berjenjang dimana semua orang bisa menempuh pendidikan di sana. Memang jelas bahwa orang awam yang menyaksikan hal tersebut sebagai sebuah terobosan untuk menyetarakan/ mengadilkan tingkat pengetahuan antar manusia. Namun sesungguhnya di balik kegiatan mengumpulkan semua anak baru gede di negeri (ABG), ada maksud-maksud jahat untuk melakukan aksi penyesatan terhadap calon-calon orang yang berpotensi menjadi orang cerdas lepas kendali.

Pada dasarnya, semua ABG cerdas yang berhasil ditemukan kapital lewat seleksi kejuaraan antar kelas dan inter sekolah berpotensi menjadi OCLK. Tetapi harap dipahami bahwa tidak semua ABG cerdas tersebut berhasil jadi sosialis yang OCLK sebagiannya berhasil mereka ubah menjadi orang cerdas versi diri mereka yang juga kapital. Sekalipun demikian, walau seluruh orang cerdas di negeri berhasil mereka ubah menjadi diri mereka yang kapital tetapi mereka tidak akan bisa menjungkirbalikkan logika keadilan sosial. Itu sebabnya, satu orang saja di negeri yang OCLK bawel pembocor rahasia kapital maka orang cerdas lain yang awalnya berprinsip kapital akan mengikuti prinsip sosialis karena sesuai dengan ajaran kekristenan, pas banget dengan dasar negara (Pancasila) dan sangat masuk akal.

Sekolah adalah wahana yang cukup baik dan merupakan sebuah terobosan untuk mencapai masyarakat yang setara secara intelektual. Tetapi pertemuan para ABG labil ini di suatu tempat (tatap muka) sangat rentan dengan kontak antar pribadi yang lebih dekat. Di masa itu, mereka menyebut kedekatakan antar ABG ini sebagai inisiatif untuk berpacaran. Jadi, para kapital berencana untuk menyelam sambil minum lumpur: mendidik orang sambil menyesatkan OCLK. Sungguh ini adalah konspirasi yang sangat halus namun ada niat jahat dibaliknya. Orang-orang ini menyusun rencana yang sangat rapi dan terstruktur semata-mata untuk menyesatkan siswa yang terduga OCLK. Hanya pertolongan Tuhanlah yang membuat orang baik selamat dari tangan orang-orang jahat. Berikut ini adalah bentuk-bentuk konspirasi yang dimanfaatkan kapital agar calon OCLK menjadi sesat.

  1. Guru yang main kasar.

    Apakah di sekolah anda dulu ada guru yang suka main kasar? Pernahkah anda melihatnya secara langsung? Pastinya belum kan? Atau sudah pernah tetapi ternyata tidak sejahat yang digembar-gemborkan siswa lain. Sadar atau tidak, guru suka main kasar adalah informasi hoax, desas-desus yang sengaja disebarkan oleh oknum semata-mata demi menakut-nakuti calon OCLK. Termasuk dalam hal ini adalah agar orang-orang cerdas ditekan lewat informasi miring untuk tidak macam-macam terhadap kejanggalan yang terjadi. Sadarilah bahwa apapun yang dilakukan guru kepada seorang siswa, semuanya itu pasti atas seizin (kerjasama) orang tua siswa yang menjadi korban.

  2. Siswa yang bandel.

    Tidak ada siswa yang benar-benar bandel dan suka jahilin temannya. Sebab manusia mau hidup sebenar-benarnya dalam tenangnya hati karena sikap yang benar. Jika ada yang bandel, kehilangan uang, pulpen, buku dan lain sebagainya: itu semua adalah isu (sandiwara). Atau bisa jadi siswa korban kebandelan siswa lain atas seizin orang tuanya (sengaja disuruh ortunya agar anaknya dikerjai).

    Biasanya orang bandel adalah orang populer: karena dia kaya raya, kendaraan mewah, barang-barangnya mewah dan masih banyak lagi. Pas orang ini bermasalah selalu saja lolos dan tidak kunjung dikeluarkan dari sekolah. Anda bertanya-tanya, dimana tanggung jawab dan kepemimpinan para guru? Padahal itu isu doangnya! Ini adalah salah satu cara agar orang-orang cerdas mengikuti kebiasaan buruk orang bandel tersebut agar bisa populer juga. Atau setidaknya mengintimidasi orang cerdas agar “jadilah kaya raya maka kamu bisa berbuat sesuka hatimu!”

  3. Siswa yang narkoba.

    Lagi-lagi masalah narkoba, desas-desusnya sangatlah hangat di telinga. Lagian orang yang menggunakan narkoba itu adalah anak seorang elit yang tajirnya minta ampun. Anak tersebut sepertinya suka begadang karena memiliki kantong mata. Padahal itu kantong mata adalah celak artis yang bisa dibuat-buat demi meyakinkan OCLK. Ini juga salah satu cara para kapital untuk mengajak orang cerdas menyelesaikan masalahnya dengan mengonsumsi narkoba. Sehingga otaknya mandek dan nggak bisa lagi berpikir lurus melakukan yang benar.

  4. Siswa yang pacaran.

    Orang-orang yang pacaran ini sangatlah populer. Penampilan mereka sangat mempesona tetapi anda tidak pernah melihat mereka bersama atau cumbu-cumbuan secara langsung (dengan mata kepala sendiri sebab semua informasi yang anda dengar hoax. Isu-isu tentang indahnya berpacaran dan serunya berciuman dengan pacar adalah kebohongan yang bisa diumbar agar orang cerdas geregetan untuk cari pacar baru. Padahal, seandainya terduga OCLK itu memiliki pacar baru, ujung-ujung diputuskan juga; dapat pacar lagi, putus lagi; ada pacar-pacaran, putus lagi. Semuanya itu untuk mengacaukan pikiran orang cerdas tersebut sehingga proses belajar terbengkalai bahkan sampai putus sekolah karena kecewa berat.

    Fenomena yang lain yang tidak kalah seru adalah orang bandel yang terkenal suka bolos itu pun punya pacar, Bahkan pacarnya jauh lebih baik di atas semua siswa yang katanya pacaran. Seolah-olah orang dengan moralitas yang bobrok sangat disukai oleh cewek keren (bad boy happy girl). Padahal semuanya itu adalah sandiwara penuh kepalsuan: apanya yang bandel? Apanya yang bolos? Apanya yang pacaran? Semuanya ini agar calon orang cerdas lepas kendali tersebut ikut-ikutan nakal melakukan kejahatan untuk menggaet pacar beken. Baca juga, Sebaiknya hindari pacaran.

  5. Fasilitas sekolah yang amburadul.

    Ini salah satu hal yang cukup mengganggu aktivitas belajar. Calon OCLK bila terlalu fokus pada fasilitas yang terkesan agak jorok ini bisa mempermalas seseorang untuk belajar. Itu memang disengaja oleh kapital untuk mengganggu konsentrasi dan menghilangkan minat untuk belajar bahkan jadi malas masuk sekolah. Ujung-ujungnya jadi orang nggak berguna karena tidak tahu apa yang harus dikerjakan (tidak bisa ngapa-ngapain atau tidak memiliki keahlian).

  6. Korupsi di antara guru.

    Dilaporkan bahwa ada guru yang korupsi, menyelewengkan dana sekolah, menjual peralatan sekolah, menjual buku dan lain sebagainya. Bahkan mungkin saja, jejualan berupa Lks sudah sampai di tangan siswa. Padahal semuanya itu dilakukan guru atas persetujuan komite sekolah, atau bisa jadi ada unsur sandiwara disana. Yang jual buku pihak lain, yang bagi-bagikan guru: semata-mata untuk membuat orang cerdas itu salah pikir/ salah paham.

  7. Memicu banyak protes padahal hoax.

    Ada banyak isu-isu tentang keburukan dalam sekolah anda namun semuanya itu hanyalah sandiwara. Bila anda terlalu memikirkan dan menyibukkan diri untuk melakukan protes maka pelajaran tertinggal, hubungan dengan guru dan murid lainnya bahkan dengan orang tua pun terganggu. Oleh karena itu, fokuslah belajar dan biarkan penegak hukum melakukan tugasnya, kalau memang kejahatan itu ada. Tetapi kalau semuanya adalah sandiwara belaka maka tidak akan terjadi apa-apa, semuanya itu akan “seperti angin yang berlalu hilang seiring berjalannya waktu.”

  8. Dan masih banyak lagi, silahkan ingat-ingat masa-masa anda sekolah dulu.

Kesimpulan

Sekolah tatap muka diselingi dengan jebakan dimana-mana. Orang-orang di sekitar menjadi seperti media masa yang mewartakan bahwa ini buruk dan itu buruk bahkan segalanya buruk. Semuanya itu, hanyalah untuk menakut-nakuti orang cerdas yang berpotensi membocorkan kebohongan dan ketidakadilan di negeri. Ada hal yang dibangga-banggakan namun ditempuh dengan jalan menjadi jahat dengan melawan peraturan sekolah. Malah orang yang dikatakan bandel disanjung-sanjung (katanya hebat ternyata hoax) untuk menarik perhatian orang cerdas agar ikut-ikutan melakukan keburukan. Ada banyak masalah yang diisukan terjadi dalam sekolah tatap muka dan kebanyakan adalah sandiwara yang tidak ada artinya jika diprotes. Jika calon orang pintar lepas kendali tersebut sibuk memprotes maka besar kemungkinan pelajarannya terbengkalai, guru menekan dan terlebih lagi orang tua semakin meracuni hidupnya. Oleh karena itu, saran kami untuk para siswa dalam menghadapi situasi ini adalah “diamkan saja dan fokuslah belajar serta jangan lupa berbuat baik – ramah kepada siapa saja.”

Salam, Nggak diinfotainment,
nggak dipemerintahan,
nggak di dalam masyarakat,
bahkan di dalam sekolah pun
ada sandiwaranya.
Adilkan saja negeri ini
sama ratakan pembagian
sumber daya, kekuasaan
dan pengetahuan yang ada
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.