7 Rumah Paling Nyaman Hampir Bebas Dari Gangguan

Rumah Paling Nyaman Hampir Bebas Dari Gangguan

Katanya “dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Bagaimana jadinya jika tanah yang dipijak kotor, becek, berlumpur dan berbau? Tentu saja sebagus-bagusnya pemandangan di sekitar situ pasti sudah tidak mau lagi dijunjung tinggi. Sebab biar bagaimana pun, kita sebagai manusia lambat-laun menyadari titik kelemahan dari serangkaian kejadian yang kusut-kusut di sekitar kita. Pengalaman buruk tidak perlu disesali berhari-hari, karena ada pelajaran penting yang dapat kita ambil dari sana, dan ada konflik yang mendatangkan pembaharuan hidup. Semuanya ini bukan tambah membuat kita mundur dan hancur melainkan turut membangun kehidupan kita ke arah yang lebih positif.

Tidak ada manusia yang tidak menginginkan kenyamanan tetapi bukan dalam arti kesempurnaan, melainkan rasa nyaman yang efektif. Dalam hidup bermasyarakat ada gangguan-gangguan kecil yang tidak bisa kita hindari tetapi ada juga gangguan yang sesungguhnya bisa dihindari sedini mungkin. Distorsi yang keccil-kecil sifatnya bisa diadaptasikan seiring berjalannya waktu. Kita bisa maklum sebagai manusia biasa, kadang khilaf atau sekedar tabrakan aktivitas yang sederhana bisa menggoncang keseharian yang biasanya landai-landai saja. Akan tetapi dalam beberapa kondisi, kita kadang salah memilih atau salah meletakkan atau salah memilih langkah awal sehingga soal-soal yang dihadapi menjadi terlalu berat. Kadang juga hal semacam ini terjadi karena kita hanya mengikuti warisan dari orang tua atau orang-orang terdahulu.

Seperti kata pepatah, “lebih baik mencegah daripada mengobati.” Pembangunan rumah di lokasi yang kurang tepat sebaiknya dicegah sedini mungkin. Sebab langka sekali kesempatan seseorang hendak membangun atau membeli sebuah hunian, mungkin ini adalah sesuatu yang hanya dilakukan sekali seumur hidup. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan emas untuk membangun hunian yang nyaman dengan memikirkan baik-baik pilihan lokasi yang senyaman mungkin. Ini bukanlah usaha untuk melebih-lebihkan dengan mencari kemewahan hidup. Melainkan semata-mata merupakan bagian dari upaya perencanaan masa depan yang lebih tenang dan damai untuk keluarga yang sederhana namun tetap bahagia.

Kenyamanan memang bukan segalanya dalam hidup ini tetapi kalau ada yang lebih baik, mengapa tidak memilihnya? Ada kesempatan yang terbuka lebar di depan untuk membangun kehidupan yang langgeng dalam lingkungan yang terjamin. Sudah banyak orang yang mencoba dan menikmatinya, sekalipun sederhana apa adanya namun cukup menenangkan. Setidaknya kita merasakan suasana tenang seperti yang dirasakan orang lain, jika memang hanya itulah yang diizinkan Tuhan untuk saat ini. Apa yang kita miliki, nikmati saja dahulu itu sudah cukup. Sedang harapan-harapan tentang yang lebih baik, panjatkan kepada Tuhan dan lupakan dalam sibuknya aktivitas positif yang digeluti.

Daftar lokasi hunian yang paling nyaman bahkan hampir bebas dari gangguan.

“Rumah nyaman tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.” Bahkan satu kamar pun menjadi sangat nyaman ditinggali untuk ukuran seorang anak kos-kosan. Artinya, ukuran tidaklah menentukan kenyamanan tempat tinggal kita. Sebab apa yang terlalu besar membutuhkan tenaga besar pula untuk merawatnya. Makanya tidak jarang orang yang kaya-raya memiliki pembantu semata-mata demi mengurus kemubaziran yang ditelurkannya. Padahal ada efek sampingnya ketika anda memiliki pembantu rumah tanggu. Jika beruntung anda bisa menyaksikan hal-hal tersebut saat menonton televisi. Khusus pada bagian ini, kami menitikberatkan kenyamanan hunian menurut lokasi dimana rumah tersebut berada. Berikut ini daftar yang kami maksudkan sejak dari awal tulisan ini dicanangkan.

  1. Rumah di sekitar pabrik/ industri kecil-kecilan.

    Ada sebuah keuntungan dan rasa senang saat tetangga di sekitar kita memulai usaha kecil-kecilannya. Tetapi bagaimana jadinya ketika aktivitas industri mikro yang dimilikinya terlalu mencolok mengganggu telinga seharian? Mungkin gangguan suara yang muncul sesekali dalam sehari tidak masalah tetapi membisingkan seharian penuh dapat menjadi intimidasi negatif di saat pikiran sedang stres. Dalam kondisi normal dalam pertahanan emosional yang stabil gejolak dapat ditangani dengan baik tetapi saat persoalan hidup sedang berat-beratnya dan menemui jalan buntu: hanya kepasrahan dan kesyukuran kepada Tuhan yang menjadi pelipur lara dan getaran yang mengintimidasi pun ditenangkan dari dalam.

  2. Rumah di pinggir jalan besar.

    Memang perlu kita pahami bahwa tidak semua jalan ramai. Jalan setapak dan jalan di gang-gang kecil tidak dilalui oleh banyak kendaraan. Akan tetapi, semakin besar area jalan di dekat rumah kita, semakin tinggi dan sering pula kebisingan itu terjadi. Misalnya orang yang tinggal di sekitar jalan provinsi atau jalan kabupaten pasti lebih banyak mendapatkan suara-suara tubrukan tipe tinggi. Suasana hati menjadi cukup parah di saat kita sedang melakukan kesalahan. Seolah gemuruh suara-suara tersebut melibas kejahatan kita. Pikiran bisa stres bila tidak segera bersandar kepada Tuhan dalam doa-doa yang penuh permohonan maaf. Hanya Dialah yang bisa membantu kita menyelami keadaan dalam kapasitas adaptasi yang memadai.

  3. Rumah di sekitar pasar.

    Aktivitas di dalam pasar cukup ramai terutama di pagi dan sore hari. Belum lagi kalau ada pelanggan dadakan yang tiba-tiba belanja banyak di waktu yang tak terduga. Aktivitas perdagangan tidak ada matinya selama manusia memiliki kebutuhan dan keinginan. Suara kendaraan dan suara manusia menyatu, memecahkan siang dan membelah malam.

    Bila hati tidak ikhlas menghadapi situasi, pikiran malah fokus membahas hal yang mengganggu tersebut sehingga mengoyakkan emosi positif. Takkan ada rasa nyaman tanpa keikhlasan dan ketuhanan di dalam hati.

  4. Rumah di sekitar aula/ tempat-tempat pertemuan.

    Ramenya memang tidak setiap hari tetapi sekali rame gangguannya ngeri-ngeri sedap. Tempat berkumpul semacam ini menjadi cukup mengusik terutama bila jadwal acara dan pemesanan tempatnya sedang laris-manis. Tidak ada yang terlalu mengganggu saat orang-orang di sekitarnya sudah biasa terusik dengan musik-musik pesta yang membahana.

    Hanya hati yang sedang galaulah yang tidak senang dengan kegembiraan orang lain. Dengkinya seperti membesar ketika menyaksikan pesta yang berlarut-larut. Tidak ada yang bisa memberi pelipur lara sebelum hati mengakui dan membiarkan orang lain menang.

  5. Rumah di sekitar taman bermain.

    Setiap kota memiliki taman atau tempat-tempat tertentu untuk permainan di ruang publik maupun swasta (berbayar). Di tempat-tempat bermain inilah keramaian pecah pada waktu-waktu tertentu. Orang yang sudah terbiasa di sana memang tidak merasa terganggu sebab seumur hidup dirinya mengenyam kebisingan tersebut. Waktu tidur bisa terganggu dan waktu istirahat terasa lebih singkat saat keributan mulai meramaikan permainan.

    Mungkin ada yang memahaminya tetapi ada pula yang tidak bisa sabar mendengar sorakan dan teriakan yang terus-menerus terjadi. Terlebih lagi ketika ada benda-benda jatuh dari permainan yang mengenai rumah warga. Lantas salah siapa; orang yang membuat rumahnya atau pihak yang mendesain taman bermain tersebut.

  6. Hunian di dalam kompleks perumahan.

    Ini adalah wilayah safe house yang sangat direkomendasikan kepada setiap orang. Tidak ada gangguan yang terlalu mencolok sebab penghuninya sibuk kerja di tempat lain sedang keluarga ditinggal dalam damai. Tidak ada keributan sebab masing-masing keluarga berpendidikan dan memiliki rasa saling pengertian yang tinggi. Tidak ada pelaksanaan acara yang terlalu besar karena segala pesta besar di bawa ke gedung serbaguna dekat pusat kota. Anda perlu mulai menyusun rencana, berinvestasi dan menyicil salah satu properti di kompleks yang telah dipromosikan sebelumnya..

  7. Hunian di dalam apartemen atau rumah susun.

    Memiliki tempat tinggal di rumah susun bisa menjadi sebuah idaman di masa kini. Sebab hunian ini cukup simple dengan ruang-ruang yang memadai dan tembok yang tebal. Ini membuat aktivitas tetangga sebelah-menyebelah sama sekali tidak terdeteksi oleh tetangga yang lain. Apapun yang dilakukannya dan suara sekeras apapun musik yang diputarnya, tidak akan mengganggu tetangganya. Ini akan menjadi rumah masa depan yang akan dibangun di wilayah perkotaan sehingga masyarakat hampir tidak memerlukan kendaraan pribadi karena akses ke tempat-tempat penting cukup dekat dari tiempat tinggalnya. Ini adalah hunian safe house yang harganya lebih terjangkau ketimbang membeli rumah di kompleks perumahan.

  8. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri

Kesimpulan

Semua orang memang sudah terbiasa dengan hal-hal kecil yang mengusiknya di sekitar tempat tinggalnya berada. Hanya saja, bila ada kesempatan untuk meraih dan memiliki sesuatu yang lebih baik maka pilihannya untuk bertempat tinggal di kompleks perumahan penduduk atau di rumah susun (apartemen). Sebab lokasi tempat tinggal tersebut semata-mata dipakai untuk hunian keluarga saja. Di kedua tempat tersebut, anda tidak lagi mendengarkan kebisingan mesin pabrik seharian. Ucapkan selamat tinggal pada deru kendaraan yang lalu-lalang, tidak ada lagi pesta perayaan yang membuat bising sampai larut. Anda tidak akan mendengar buruknya kebiasaan tetangga yang nakal karena tembok dan pintu tebal kedap suara menghalangi. Bahkan beberapa kompleks perumahan menetapkan jam-jam belajar agar anak-anak bisa fokus dengan pendidikannya dan menekan pemborosan aktivitas yang tidak diperlukan.

Salam, Di masa depan
semua orang hidup
diperkotaan yang
memiliki kompleks
perumahan dan
rumah susun
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.