Rendah Hati Dan Putus Asa: Keduanya Mirip-Mirip Tetapi Berbeda

Rendah Hati Dan Putus Asa, Keduanya Mirip-Mirip Tetapi Berbeda

Menurut KBBI “rendah hati” adalah hal (sifat) tidak sombong atau tidak angkuh. Sedangkan “putus asa” adalah habis (hilang) harapan, tidak mempunyai harapan lagi.

Kita bisa bingung dengan perasaan yang dimiliki saat menghadapi berbagai masalah. Terlebih ketika masalah tersebut cukup mengejutkan kita karena baru pertama kali terjadi. Di tambah lagi bila orang-orang yang mendatangkannya mengulang-ngulang perbuatan yang kurang menyenangkan tersebut. Istilah kata orang adalah “persoalan yang datang bertubi-tubi beresiko mengguncangkan seseorang.” Di tengah guncangan inilah mungkin terjadi hal-hal yang membingungkan pikiran sehingga seseorang tidak tahu harus melakukan apa. Lalu terlanjur memilih hal-hal yang tampaknya sepola namun kenyataannya sesuatu itu justru membuatnya terjerumus dalam lubang dosa yang dalam.

Pemahaman yang belum maksimal tentang kehidupan merupakan hal yang lumrah di antara orang muda yang pengalaman hidupnya masih minim. Menghadapi rupa-rupa pergumulan hidup yang berat bisa membawa mereka pada pencerahan hidup yang benar. Asal diikuti dengan ikhlas, sabar dan rendah hati, niscaya jawaban yang dibutuhkan akan muncul semerbak pada waktunya. Tetapi, keengganan menerima kenyataan, sikap yang terburu-buru dan kekurang mampuan untuk berbuat baik bisa berujung pada kesalahan, kejahatan dan kekejaman: entah itu pada dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila seorang pemuda tidak asal-asalan mengartikan dan menghubungkan berbagai hal yang ada di dalam hidupnya. Agar tidak terjebak dalam kesalahan sudut pandang yang mengawali kesalahan dalam bersikap.

Rendah hati adalah sikap yang sangat disukai oleh semua orang tetapi belum tentu semua orang bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap yang bisa dikatakan sebagai sebuah tindakan yang berupaya menampilkan dirinya sebagai sosok yang sederhana. Pandai memanfaatkan kelebihannya tetapi tidak suka mengumbarnya demi segunduk pujian. Mampu berbuat baik kepada siapa saja tanpa menuntut penghargaan sebab sudah ada negara yang menghargai jasa-jasanya dari pendapatan yang adil. Tidak menuntut orang lain untuk meminta maaf pada kekhilafan kecil yang mereka perbuat. Tidak menjadikan hal-hal duniawi sebagai sumber utama kebahagiaannya, sebab sudah ada Tuhan yang pertama dan terutama. Dan masih banyak lagi bentuk dari sikap yang rendah hati yang bisa anda temukan sendiri.

Sedangkan sikap manusia yang putus asa cenderung termenung sedih berlama-lama menghadapi permasalahan yang menimpanya. Seolah tidak ada jalan keluar lagi, yang dilakukannya hanyalah berdiam dalam hampanya hari. Ketika kesedihan mencapai puncaknya, dia malah marah kepada Tuhan, menyalahkan orang lain dan benci kepada dirinya sendiri. Bahkan ada yang melakukannya tidak tanggung-tanggung sampai menyakiti dirinya sendiri, melakukan kekerasan kepada orang lain dan mengacaukan apa saja yang ada di lingkungan sekitarnya. Artinya, orang yang putus asa lebih mudah melakukan dosa sebagai pelampiasan atas apa yang dialaminya. Bisa juga hal ini dilakukannya karena merasa bahwa masalahnya bisa terjawab dengan melakukan kejahatan. Padahal sikap buruk tersebut telah membuat hidupnya semakin berat.

Ada suatu masa di dalam hidup kita dikala persoalan yang datang menekan kehidupan dengan sangat berat. Situasi yang mungkin langka terjadi atau hanya terjadi semasa kita masih belum mampu tegak mandiri menjalani hidup. Pada masa-masa ini, besar kemungkinan bahwa banyak hal yang kita ingini yang sama sekali tidak terwujud. Orang yang berendah hati akan menghadapi keadaan tersebut dengan lapang dada. Sebab dirinya pasrah dengan apa yang terjadi. Tidak ada hal yang terlalu besar untuk dicemaskan sebab kebutuhannya sudah terpenuhi apa adanya. Tetapi orang yang putus asa menghadapi kesulitan hidupnya, cenderung bersungut-sungut, membenci, marah dan melakukan kejahatan, terhadap dirinya sendiri maupun kepada orang lain.

Ada satu istilah yang diidentikkan dengan kerendahan hati seorang manusia, yakni hal-hal kecil atau yang lebih kecil. Lantas yang “kecil-kecil” ini dihubungkannya lagi dengan apa yang dia inginkan. Ketika menyadari bahwa tidak mampu mencapai hasrat terbesar dalam dirinya maka ia mencanangkan usaha berendah hati dengan sedikit memaksa, menginginkan yang kecil-kecil saja. Menghadapi kenyataan pahit bahwa jangankan yang besar, yang kecilnya juga mustahil untuk dimilikinya. Di tengah kesedihan lara yang menghujam dada, ia melihat yang kecil-kecil lewat di depan matanya. Lalu berpikir bahwa “mungkinkah ini dia yang ku idam-idamkan itu? Padahal tidak semua hal-hal kecil itu benar dan pantas untuk dimiliki. Sikap yang terburu-buru menyikat yang kecil-kecil demi nafsu yang tak tertahankan justru menjerumuskannya dalam dosa yang sangat memalukan.

Kita ambil saja contoh seperti seorang manusia yang menginginkan suatu barang-barang yang bernilai. Sudah berapa hari dia menginginkan hal-hal tersebut. tapi dia tidak kunjung mampu untuk memilikinya. Lalu dirinya pun melihat ada hal-hal kecil di sekitarnya yang berpotensi untuk dimiliki bahkan dikuasai. Sejak hari itu, ia telah berangan-angan untuk mengambil yang kecil-kecil tersebut untuk dirinya sendiri. Padahal tidak semua hal kecil yang ada di sekitarnya pantas untuk dimiliki. Tidak semua hal yang dianggapnya sederhana miring itu layak untuk diambil. Ini dikarenakan sekalipun hal-hal tersebut ada di sekitar kita, belum tentu semuanya adalah hak kita. Mungkin saja yang kecil-kecil yang dimaksudkan itu adalah milik orang lain sehingga kita bisa dianggap sebagai pencuri ketika mengambilnya secara diam-diam. Mungkin juga yang kecil-kecil tersebut tidak sepadan dengan diri kita sehingga kesannya terlalu kejam ketika kita memaksakan diri untuk memilikinya.

Bersikap rendah hati saat apa yang kita inginkan masih belum terwujud merupakan keputusan yang tepat. Keputusan yang diiringi dengan sikap berlapang dada menunda hasrat tersebut bahkan sampai tidak memintanya lagi. Dan siap menanggung ejekan serta bully atas keputusan yang ditempuh. Sebab di luar sana mungkin ada saja orang yang memanfaatkan momen yang kurang beruntung tersebut untuk merendahkan kita. Merasa sedih adalah hal biasa tetapi ada secercah sukacita karena kita mau mengalah demi kebaikan diri sendiri dan demi kelanggengan hubungan dengan pihak yang lebih dihormati. Orang yang putus asa akan menghadapinya dengan marah-marah atau membalas orang tersebut dengan penghinaan bentuk lain. Terkadang ada juga yang melakukan pelampiasan dengan berbuat jahat kepada hal-hal yang tampaknya bisa dikuasainya.

Kesimpulan

Orang yang berendah hati dan berputus asa sama-sama tertegun diam ketika apa yang mereka inginkan tidak tercapai. Tetapi yang selanjutnya terjadi justru berlainan: si rendah hati lebih memilih untuk mengisi diamnya dengan bedah memuliakan Allah dan tetap aktif menyibukkan diri melakukan hal-hal positif dalam hidupnya. Sedang si putus asa menghabiskan diamnya dalam sungut-sungut yang diiringi penyesalan dan menuduh-nuduh tidak jelas. Bisa juga dengan menyakiti diri sendiri, melukai orang lain dan melakukan kekerasan yang mengacau-balaukan lingkungan. Bahkan ada juga yang melakukan pelampiasan dengan menguasai hal-hal kecil yang ada didekatnya namun bukan miliknya atau tidak pantas untuk dimiliki olehnya. Mereka mengira bahwa itu adalah tindakan sederhana yang ada hubungannya dengan kerendahan hati, padahal tindakan tersebut termasuk perilaku yang tidak bermoral, baik di hadapan Tuhan manupun di mata manusia.

Salam, Merendahkan hati
berarti hidup sederhana
tetapi bukan berarti bahwa
kita bisa memiliki
semua keinginan
yang kecil-kecil
tanpa mempertimbangkan
aturan dan kebiasaan yang lazim
di dalam masyarakat
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.