Penyakit Malaria Buatan

Penyakit Malaria Buatan

Banyak hal yang awal-mulanya diberitahukan orang lain kepada kita (baik secara perorangan maupun secara serentak sekelompok). Penemuan informasi dari sesama manusia memang pencarian jawaban yang paling dini. Keadaan semacam ini pasti pernah dialami oleh semua orang, yang merupakan bagian dari proses kehidupan. Bertanya kepada orang-orang di sekitar tentang jalan yang sedang ditempuh tetapi tidak ada yang memberikan jawaban pasti. Masih saja ingin tahu lebih dalam tentang segala sesuatu yang digeluti dalam banyak hal. Tidak dapat dipungkiri bahwa di antara informasi baik, terdapat pula sesuatu yang salah, walaupun salahnya itu sebagian kecil saja (tidak seberapa karena hanya berupa kekhilafan).

Bila anda adalah orang yang pernah mengalami penyakit malaria, pasti tahu bagaimana rasanya ketidaknyamanan pada momen tersebut. Beberapa ciri khas dari penyakit ini berupa demam fluktuatif, rasa pahit pada mulut dan seluruh badan terasa sakit. Akan tetapi, setelah kami mengalami kondisi paparan yang cukup berdampak besar dalam beberapa hari terakhir. Mulailah menyadari pula bahwa tanda-tanda penyakit tersebut tidak sesederhana itu. Pada kondisi yang cukup mengguncang, kami akhirnya menyadari bahwa penyakit ini bukanlah malaria biasa. Sebab efeknya pada badan sangat luas dan rasa-rasanya gejala yang sama pernah kami jalani dengan nama penyakit yang berbeda.

Dari yang dirasakan secara pribadi, gejala yang dialami berupa demam tinggi, tubuh dingin serasa mengigil, lidah terasa pahit, batuk-flu berdahak, penciuman berbau tidak enak, sakit di seluruh badan, terutama di area persendian. Keadaan ini awalnya sangat membingungkan karena selama ini kami merasa telah cukup baik dalam menjaga kesehatan. Di antara semua gejala penyakit yang muncul, yang paling tidak mengenakkan adalah saat lidah terasa pahit dan penciuman berbau aneh. Mencoba menanggulangi kepahitan tersebut dengan mengonsumsi makanan yang manis-lembut dan minum banyak air putih, namun sama sekali tidak hilang.

Beruntunglah besoknya keadaan kembali normal namun sesaat setelah makan, gejala yang sama kembali muncul. Ini adalah sesuatu yang sangat mencurigakan, bagaimana mungkin malaria sembuh lalu muncul lagi dalam sekejap mata setelah makan? Lalu kami mulailah lagi merasakan betapa sakitnya sendi-sendi di hampir semua area badan. Pada titik ini, akhirnya kami menyadari bahwa “jangan-jangan penyakit malaria ini merupakan gejala yang disebabkan oleh keracunan kalium. Tanpa menunda-nunda lagi, akhirnya kami memutuskan untuk tidak mengonsumsi ikan dan seafood, telur, pisang serta makanan tinggi K+ lainnya.

Menurut KBBI Offline (Luar jaringan), malaria adalah penyakit infeksi yang banyak dijumpai di daerah tropis, disertai gejala demam fluktuasi suhu secara teratur, ditularkan oleh nyamuk anofeles.

Penyakit malaria buatan ini, rasanya hampir sama dengan malaria yang alami. Menurut spekulasi pribadi, tidak ada lagi penyakit malaria yang disebarluaskan oleh vektor nyamuk Anopheles. Sebab di zaman yang modern seperti sekarang ini: sanitasi dan pengairan di dalam masyarakat sudah sangat baik. Lagi pula pengetahuan manusia tentang kesehatan sangat memadai yang berpatokan pada air, garam dan rajin beraktivitas, membuat materi kuman tidak bisa bertahan lama dalam darah. Jadi, jelaslah bahwa penyakit ini sengaja dibuat namun tidak dengan memanfaatkan mikroorganisme sejenis parasit sebagai penghancur utama. Melainkan memanfaatkan racun turunan kalium yang telah dikembangkan sebagai perusak yang tertidur.

Memang kalau dibanding-bandingkan antara gejala keracunan kalium dan serangan parasit malaria: ada kesamaan. Kemiripan tersebut disebabkan oleh karena keduanya membuat sel-sel darah merah pecah (lisis). Hanya saja saat keracunan K+ sel darah merah pecah karena perbedaan tekanan osmosis vaskuler, namun pada penyakit malaria, katanya (benarkah ada yang semacam itu?) dipelopori oleh parasit yang aktif menghancurkan sel-sel darah. Jadi, pada prinsipnya dua hal tersebut dapat membuat kadar eritrosit dalam darah seseorang menurun drastis. Keadaan inilah yang memicu reaksi peradangan seperti demam tinggi disertai menggigil. Ada banyak varian efek samping yang ditimbulkannya, semuanya itu tergantung dari derajat keparahan penyakit, daya tahan tubuh pasien dan lamanya pasien mengidap penyakit tersebut.

Penyakit malaria buatan adalah gejala penyakit yang timbul setelah pasien mengonsumsi makanan tinggi kalium berupa demam, suhu badan naik-turun dengan cepat (menggigil), batuk berdahak, flu, lidah terasa pahit, penciuman terasa aneh dan lain-lain.

Kuasa pemberian racun yang dipegang oleh orang tua menjadi sangat riskan dialami oleh seorang anak. Besar kemungkinan tidak ada tanda-tanda dari penaburan toksin tersebut ke panganan: mungkin saja demikian aturannya. Penderitaan dan rasa sakit yang dialami kurang-lebih akan membuat seseorang tidak mampu mengonsumsi ikan dan santapan laut yang sedap-sedap. Termasuk juga telur, pisang, pepaya, sagu, susu, santan, kacang-kacangan dan lain sebagainya. Selengkapnya silahkan baca: Makanan yang tidak bisa dikonsumsi pasien kalium tinggi. Mungkin beberapa panganan yang masih bisa dikonsumsinya adalah makanan tawar (nasi dan roti-roti) serta daging ayam, sapi, babi dan lain-lain.

Anda perlu belajar sendiri dari pengalaman yang dihadapi. Satu hal yang lebih penting adalah, jangan lupa mengonsumsi air putih. Terkadang rasa curiga yang berlebihan membuat seorang anak tidak suka minum. Rasa pahit yang timbul seperti tidak mau ditelan sehingga minumpun enggan. Tetapi hindari sikap khawatir yang berlebihan, sebab racun ini sama sekali bukan ancaman. Melainkan semata-mata hanya suatu cobaan untuk mendongkrak kedewasaan batiniah anda. Pertimbangkan baik-baik: apakah anda “tidak memakan sama sekali” panganan pantangan atau “memakannya sedikit saja.” Setelah paparan perdana, anda perlu mencoba-coba sendiri reaksi toksin tersebut terhadap tubuh. Kendati demikian, biasanya seiring berjalannya waktu intensitas kontaminan akan semakin berkurang.

Sebagai seorang anak yang masih berada dalam asuhan orang tua: tidak banyak hal yang bisa anda lakukan untuk menanggulangi keadaan tersebut. Tidak perlu bertanya dan mencari tahu siapa yang meracuni anda dan bagaimana cara mereka meracuni anda? Sebab pertanyaan semacam ini hanya memusingkan kepala dan menghasilkan jawaban simpang siur dan cenderung bias. Belajarlah untuk bersikap ikhlas, jadilah penunggu yang sabar namun tetap aktif melakukan hal-hal positif dan tetaplah rendah hati melakukan yang benar serta berbuat baik kepada sesama. Termasuk dalam hal ini adalah berbuat baik kepada orang tua yang dimulai dari bersikap ramah terhadap mereka.

Tidak perlu memberontak dan marah kepada orang tua sebab apa yang mereka lakukan sudah sesuai dengan peraturan yang ada. Biasanya selama seorang anak tidak menyadari kenyataan tersebut maka besar kemungkinan hubungan dengan ortu tetap langgeng. Akan tetapi, beberapa anak yang telah menyadari kenyataan tersebut memilih untuk defensif (sikap bertahan) dan parahnya lagi adalah saat anak bersikap ofensif (menyerang). Sikap yang ofensif menanggapi toksin yang diberikan Ayah atau Ibu sebaiknya dihindari sebab kadar racun yang diberikan sangat ringan dan tidak sampai menyakiti badan secara terus-menerus. Yang harus dilakukan seorang anak adalah tetap ramah kepada orang tua, menyelesaikan pekerjaan rumah yang diemban, mematuhi perkataan ortu yang benar dan logis. Serta tetap belajar dengan tekun untuk meraih masa depan yang cerah dan menjauhi makanan maupun minuman pantangan dari penyakit hiper K+.

Kesimpulan

Tidak perlu cemas dan dendam saat rasa gatal mendadak muncul dan nyamuk berterbangan dimana-mana. Ada serangan malaria yang tidak disebabkan oleh nyamuk anopheles. Seorang anak akan dibuat kerepotan dengan gejala penyakit seperti lidah terasa pahit, indera pengecap kurang berfungsi, hidung membaui dengan aneh, batuk berdahak, flu, demam, badan menggigil, badan sakit dan sendi meriang. Tidak banyak hal yang dapat dilakukan jika sudah terlanjur mengalami gejala penyakit ini. Satu-satunya cara menghindari, mengantisipasi dan mengatasi penyakit buatan ini adalah dengan menahan diri untuk sementara waktu tidak mengonsumsi panganan yang sedap-sedap seperti ikan dan semua hasil laut, telur, susu, pisang dan berbagai makanan tinggi K+ lainnya.

Salam, Hidup penuh misteri
saat anda tidak tahu apa-apa.
Tetapi saat anda mampu
memahaminya maka
tidak banyak yang bisa dilakukan
untuk menanggulanginya
selain menjauhi pantangannya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.