Cara Menemukan Yang Hilang Dari Diri Anda – Mencari Sesuatu Dalam Hidup – Sesuatu Yang Membuatmu Merasa Ada Yang Kurang

Cara Menemukan Yang Hilang Dari Diri Anda – Mencari Sesuatu Dalam Hidup – Sesuatu Yang Membuatmu Merasa Ada Yang Kurang

Melangkah menapaki trotoar bercorak berkubik-kubik. Kadang naik – kadang turun, berjalan melewati sepintas halangan yang tertidur dari gedung terdekat atau karena persimpangan jalan yang tak bisa ditolak. Ada orang lain yang berlalu-lalang, sibuk dengan tujuannya masing-masing. Pedagang kaki lima kadang terlihat, sangat sabar menunggu para pelanggan membelanjakan uang jajan mereka. Matapun terus saja memandang ke depan, menuju ke entah berantah yang tak jelas. Hati berucap: “dimana kaki berhenti, di situlah tujuannya, di situlah tempat untuk rehat sejenak.” Sayangnya walau sudah berhenti berkali-kali, masih tak tampak apa yang hendak dijengkali. Masih ada sesuatu yang membuat kalbu merasa resah dalam diam. Sedang kelelahan sudah memenuhi seluruh badan dan rasa ingin pulang membahana mengubah haluan.

Pernahkah anda merasa bahwa ada sesuatu yang kurang? Sesuatu yang tidak bisa anda jelaskan, namun itu terasa mengganjal. Memang rasa tersebut tidak sampai membuat hati gelisah. Hari demi hari mengalami banyak hal baik yang menyenangkan, namun rasanya belum penuh. Hidup berkecukupan bahkan kelebihannya ditabung terus, namun rasa-rasanya ada yang belum lengkap. Orang-orang tertawa bergembira ria menikmati suasana, tetapi hati merasa tidak ada yang seru, tidak ada yang dapat dinikmati: hanya terdiam membisu sendiri. Ada dorongan di dalam jiwa untuk terus mencari dan mencari, walau tidak tahu apa yang dicari. Ada semangat yang membara untuk terus bergerak dan bergerak walau tidak tahu hendak kemana atau kepada siapa.

Berada dalam posisi hidup yang terasa belum lengkap, membuat kita kadang kehilangan makna diri. Seperti orang tanpa tujuan yang hanya mengerjakan dan menjalani apa yang ada di hadapannya. Seperti melayang di ruang-ruang langit yang kosong, gelap, tanpa bintang: hari-hari hanya dipenuhi rutinitas tanpa gembira yang mencerahkan hidup. Ini bukan suatu rasa yang menyedihkan karena semua kebutuhan tercukupi dan apa yang diinginkan hampir semuanya terpenuhi. Kejanggalan dalam hati yang terasa gantung, kekosongan yang tidak sepenuhnya  hampa, kekurangan yang tidak sepenuhnya lemah. Seolah ada seribu tanda tanya yang membuat jiwa terpaku namun sulit untuk dijelaskan apa lagi untuk diungkapkan.

Terbangun di pagi yang cerah dengan pikiran tertidur dan sempat hilang akal. Perasaan menjadi tidak enak dan masih belum juga memulai aktivitas. Seperti tidak tahu hari ini mau melakukan apa namun daftar rutinitas terpampang di depan mata. Merasa ingin bertanya tapi segan, merasa ingin curhat namun bimbang, hanya alat-alat pribadi, pendukung berteknologi yang menemani kesendirian. Anda mulai merasa ingin keluar dari kehampaan yang gelap-terang dan berkomitmen untuk mencoba sesuatu yang baru. Merencanakan hidup, menata ulang hari-hari dan mulai menggapai sesuatu berdasarkan penelusuran panca indera. Mencari hal-hal yang memuaskan mata, menikmati getaran dalam lidah, mendengar indahnya senandung lewat telinga, menghirup wewangian dengan hidung, merasakan lembutnya permukaan dengan kulit.

Menghitung pendanaan yang tersedia, berkeliling menikmati indahnya pesona perkotaan. Mencoba hal-hal terjangkau yang gemerlapan. Membeli apa-apa saja yang diinginkan mata. Menyicipi sajian getaram lidah yang maknyus. Menonton kisah-kisah yang tersohor dan populis. Menikmati indahnya semerbak tanpa bunga. Berbaring di atas halus-lembutnya beludru kapas awan. Hampir semua yang dapat terjangkau oleh pendanaan yang dimiliki: sudah terbeli. Ada banyak kesenangan yang dirasakan di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak terhentikan. Akan tetapi kesenangan hati terhentikan begitu selesai menikmati pesona materi. Mencoba menyambung lagi agar rasanya lebih lama: uang tidak cukup, sekalipun ada beberapa yang cukup tetapi lama-lama hambar, dikonsumsi lagi dan lagi malah buat badan sakit.

Setelah mencoba memenuhi bagian yang hilang dari diri anda dengan materi. Ternyata mudah meraihnya dalam beberapa hal, tatkala pendanaan memadai. Namun kadang juga susah memenuhinya karena keterbatasan dana yang tak terhindari. Anda tentu mencoba memenuhi “apa yang kurang dalam hati” dengan menabung lebih banyak uang. Membeli hal-hal yang lebih bernilai ketimbang yang mampu dibeli oleh orang-orang pada umumnya. Memiliki sesuatu yang lebih, awalnya membuat hati terkesima, tetapi lama kelamaan rasanya kembali biasa saja. Ternyata anda baru sadar bahwa ada orang lain juga yang memiliki hal yang sama. Terlebih ketika ada iklan baru yang menawarkan sesuatu yang lebih baru, berkilau dan populis. Akhirnya anda sadar bahwa materi yang tidak bisa selalu anda miliki dan tidak bisa selalu dinikmati, juga tidak akan mampu memenuhi bagian yang kurang dari diri anda secara terus-menerus.

Anda memulai pergerakan baru mencari sisi hati yang hilang ke arah yang lain dengan mengikuti kesenangan yang terasa. Menemukan bahwa keunggulan diri, bakat yang mempesona, jabatan yang sentral dan popularitas diri yang tinggi membuat seseorang menjadi pusat perhatian. Rasa-rasanya ini adalah bagian yang kurang dari diri anda, yang perlu dicari dan dieksplor lebih dalam lagi. Membuat diri sendiri menjadi super sibuk untuk mengembangkan kemampuan populis. Bersaing dengan banyak orang, mengalahkan banyak pihak dan menjadi pemenang yang terdepan. Awalnya hati yang merasa hebat bercampur bangga terasa sangat menyenangkan. Membuat anda seolah-olah hidup di atas angin selama beberapa waktu lamanya. Akan tetapi, anda kembali kehilangan rasa itu ketika pendatang baru yang lebih muda dan berbakat mendapatkan popularitas yang lebih baik dari anda. Akhirnya, anda menyadari bahwa kemuliaan hidup tidak selamanya diberikan dunia karena hidup terus berputar. Kemuliaan tidak bisa menutupi bagian yang kurang dari diri anda dalam jangka panjang.

Anda menyaksikan cerita kehidupan dari orang-orang yang membangun reputasinya dari yang tidak ada apa-apanya menjadi orang yang luar biasa. Menemukan bahwa sesungguhnya kekuatan orang-orang tersebut adalah kebaikan hati dan kerelaan untuk berkorban bagi sesama. Semua itu menciptakn dorongan di dalam diri anda untuk mulai melakukan kebajikan kepada beberapa orang bahkan kepada lebih banyak lagi yang anda temui dalam hidup. Semua usaha tersebut memang sangat menggugah hati karena kita selalu ada untuk orang lain. Namun akhirnya anda sadar bahwa anda tidak akan sanggup melakukan kebajikan karena keterbatasan sumber daya. Sedang anda sendiri butuh pula berbuat baik kepada diri sendiri, melakukan hal-hal bermanfaat bagi diri sendiri dan menikmati hari-hari. Pada akhirnya anda sadar, melakukan kebajikan kepada banyak orang tidak bisa menutupi bagian hatimu yang hampa. Merasa masih ada yang kurang itu masih ada di waktu-waktu luang yang dilalui.

Anda membaca beberapa karya seni klasik yang mengkisahkan tentang seseorang yang melakukan pencarian dalam dirinya sendiri. Pencarian sepanjang masa yang melibatkan banyak perjuangan besar dan kecil. Masalah yang terbentang dihadapi, derita yang amat banyak ditanggung, demi mewujudkan apa yang hampir tidak mungkin menjadi mungkin. Semuanya didedikasikan demi cinta yang sangat besar kepada seorang pribadi yang sangat dikaguminya. Dalam banyak karya klasik, pencarian cinta sejati bisa menjadi jawaban untuk mengisi kekosongan di dalam hati. Mencari seseorang yang anda cintai dengan cara yang paling unik dan khas untuk menemukan seseorang yang spesial. Bertemu dengan lawan jenis yang menjadi pujaan hati, menghabiskan banyak waktu bersamanya dan menikmati kesenangan hidup berdua saja. Sebuah pencapaian yang sangat mengasyikkan telah anda torehkan tetapi masih belum mampu memenuhi bagian yang masih terasa kurang dalam diri anda.

Kesimpulan

Sekalipun materi, kemuliaan, cinta dan kebajikan pernah dimiliki dan sedang dijalani selama di dunia, belum bisa menutupi bagian yang hilang dari hati yang lemah. Pesona materi tidak akan cukup memenuhi sisi hati yang terjal. Ketenaran yang populis masih belum memadai untuk memenuhi sisi hati yang curam. Mencintai seseorang itu indah tetapi pasangan tidak selalu bisa memahami rasa kosong yang menjelma di sela-sela waktu terutama saat sidia tidak ada di sisi. Mengejar apa yang hilang dalam hati dengan melakukan banyak kebajikan, tidak akan sanggup dilakukan dalam segala hal karena diri ini pun hanya manusia yang memiliki kelemahan atau keterbatasan tertentu. Akan tetapi, bukan berarti bahwa materi, kemuliaan, cinta dan kebajikan tidak kita butuhkan. Melainkan hal-hal tersebut pasti kita butuhkan secukupnya atau semampunya saja, dimana semuanya itu dapat diusahakan dalam berbagai kesempatan yang mungkin. Hanya saja, jangan lupa untuk memuliakan Tuhan di dalam hati di sela-sela waktu yang dilalui. Bahkan beberapa aktivitas bekerja, belajar dan menekuni hobi pun, bisa dilakukan sambil memuliakan Tuhan (bedah – multitasking).

Otak yang sadar selalu aktif – seperti ada “seorang yang berjalan” dalam pikiran anda yang sadar, jika anda tidak memberinya tujuan maka “dia” seperti berjalan dalam gelapnya malam tanpa cahaya. Tidak ada apa-apa dijalan, hanya kekosongan dan kehampaan yang terus ditapaki tanpa ada kejelasan. Aktivitas otak kosong inilah yang membuat kita kadang merasa ada secercah rasa hampa yang membuat jiwa merasa kurang maksimal menjalani hidup. Tidak perlu merasa cemas karena kekurangan dalam hati anda butuh dilengkapi dengan aktif bernyanyi memuliakan Sang Pencipta. Agar “orang-orangan” dalam pikiran sadar anda tetap berjalan dalam wilayah terang yang menyenangkan jiwa.

Ada masa dalam hidup dimana kita merasa ada yang kosong dalam diri ini. Seolah ada perasaan yang sedikit mengganggu: serasa ada yang kurang, namun tak dapat dijelaskan “apa itu?” Sesungguhnya rasa gundah minimalis yang cukup meresahkan ini terjadi karena kita menjalani waktu kosong – tanpa melakukan apa-apa. Padahal seyogiyanya, selama kita sadar maka selama itulah kita perlu aktif melakukan hal-hal positif. Sayangnya aktivitas yang kita sukai (seperti pekerjaan, pelajaran dan hobi) tidak selalu bisa kita bawakan di tengah masa-masa istirahat dan waktu senggang yang dimiliki. Akan tetapi, gerakan memuliakan Tuhan di dalam hati (bedah) bisa kita bawakan sambil beristirahat dan menikmati hidup bahkan sambil melakukan hal-hal yang kita sukai lainnya. Aktivitas multitasking ini membuat pergerakan hati tidak akan pernah habis. Sehingga tidak lagi ada kesempatan untuk merasa ada yang kurang atau ada kehampaan karena di segala waktu dan kesempatan kita melakukan hal-hal positif yang membangun kehidupan, baik kehidupan sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Salam, Tanpa aktivitas
hidup serasa tidak ada,
seolah kita merasa kosong
untuk sesaat.
Jangan biarkan pikiran
sama sekali kosong
tetapi isilah hidup
dengan aktivitas positif
sambil memulaiakan Tuhan
di dalam hati
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.