10 Penyebab Gigi Sakit

Penyebab Gigi Sakit

Suatu substansi hampir tidak berarti saat fungsi-fungsi tubuh normal adanya. Seperti mendayung sepeda di jalan raya, rasanya mulus tanpa hentakan, walau kadang berhenti sejenak mengikuti rambu-rambu yang terpampang di depan mata. Tidak ada perhatian khusus karena tidak ada yang mengkhawatirkan apalagi menakutkan, sebab semuanya terasa lancar tanpa perlu memusingkan ini-itu. Akan tetapi, semua ketenangan itu bisa berakhir den berubah dengan cepat saat ada substansi tertentu yang mengalami gangguan sampai sakit bahkan proyektilnya hancur lebur ditelan penyakti tanpa obat yang pasti. Keadaan hanya akan kembali normal bila seseorang bisa menjalaninya dengan ikhlas atau menemukan cara untuk mengatasi situasi yang tidak diinginkan oleh siapa pun.

Tidak ada orang yang memperhatikan kesehatan giginya bila bagian-bagian dalam rongga mulut selalu dalam keadaan sehat. Akan tetapi, merasakan betapa peliknya rasa dan sulitnya aktivitas akibat sakit gigi membuat beberapa orang tersadar dari ketelodorannya. Ada dorongan yang kuat untuk melakukan sebuah langkah pasti kepada perubahan yang lebih baik. Ada proses yang cukup rumit untuk menemukan kekuatan yang mampu memberi sentuhan efek positif. Walau tidak semuanya berhasil, setidaknya sudah mencoba yang terbaik untuk menempuh langkah-langkah penanggulangan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa ada keadaan-keadaan yang memang benar-benar di luar kendali, entah itu disengaja atau tidak disengaja. Kenyataan yang terjadi, tidak mungkin diputar balik, kerusakan pada gigi tidak dapat dihindari kalau memang sudah waktunya merapuh.

Penyebab sakit gigi

Mulut sebagai jalur pembuka yang mempertemukan sel-sel hidup dengan serpihan yang telah diolah secara khusus sebagai menu makanan dan minuman sehari-hari. Suatu susunan dinding yang didesak untuk berpapasan dengan berbagai bentuk bahan-bahan olahan yang merupakan antigen bagi tubuh itu sendiri. Sepertinya, permukaan organ pencernaan adalah elemen kulit yang dipersiapkan khusus untuk kontak dengan antigen yang bervariasi; setelah diurutan pertama, kulit permukaan tangan; dan kedua, kulit permukaan kaki. Sekalipun demikian, permukaan organ cerna bagian atas jauh lebih lembut dibandingkan kulit bagian luar, satu-satunya bagian yang terkerasnya adalah gigi. Berikut ini merupakan beberapa alasan yang mungkin, mengapa gigi tiba-tiba sakit bahkan kadang kala sakitnya bisa penuh sampai ke kepala.

  1. Kurang minum air putih.

    Mulut berongga tempat gigi tertanam merupakan media hidup yang sangat membutuhkan asupan nutrisi dan cairan. Air merupakan komponen cairan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam berbagai keadaan dan dalam jumlah besar. Setiap manusia bahkan membutuhkannya lebih banyak dan lebih intens daripada sekedar mengonsumsi makanan, entah itu lembut atau keras. Cairan tubuh yang memadai membantu memperkuat akar gigi agar lekat erat bersama gusi. Tak ada yang bisa menggantikan peran yang telah berjalan terus semenjak masa awal pertumbuhannya di kala seseorang masih bayi.

  2. Kurang vitamin dan mineral.

    Mineral adalah esensi yang terdapat juga dalam air pada jumlah yang memadai. Sedangkan gabungan antara vitamin dan mineral biasanya ditemukan dalam panganan berjenis buah dan sayur. Manfaatnya sangat penting untuk menjaga ketahanan gusi dan organ mulut pada umumnya terhada serangan flora normal tubuh. Beberapa kuman dapat dihambat pertumbuhannya agar tidak sampai menghasilkan efek fermentasi yang dapat merusak permukaan gigi. Pagar-pagar putih kerdil membutuhkan perlindungan substrat sejenis untuk menjauhkannya dari mudah rapuh, retak dan patah yang tidak diinginkan oleh siapa pun.

  3. Kurang menjaga kesehatan gigi.

    Menjaga sehatnya tidak mudah tetapi juga tidak susah. Kumuran sedikit setelah makan dapat menenggelamkan bagian-bagian makanan yang berukuran kecil sampai sedang. Bersih-bersih wajib yang dilakukan tiap-tiap orang pada jadwal pagi dan malam hari dapat mengurangi proyektil makanan sisa dalam rongga mulut. Tidak semua proyektil mikro dapat dibenamkan ke dalam tenggorokan, sisanya akan dijaga dan dilindungi oleh antibodi di dalam mulut agar fermentasi kuman terhambat selama beberapa waktu.

  4. Kendur aktivitas tertentu – Menggoyangkan kepala.

    Orang dengan kerentanan hidup memiliki kekuatan yang kurang fleksibel terhadap kekakuan aktivitas. Jika anda merasa rentan dengan sakit gigi, mungkin keadaan tersebut disebabkan oleh kerentanan yang direncangkan. Suatu keadaan yang tidak mungkin untuk dilawan atau dihilangkan sama sekali. Akan tetapi, satu-satunya hal yang paling menjanjikan untuk dilakukan adalah dengan memperlancar aliran darah di sekitar organ mulut. Ketidaklancaran jalur fluida darah dapat mengurangi suplai cairan dan nutrisi lainnya ke pagar putih nan kokoh tersebut. Minimnya aktivitas bisa memperlambat aliran darah yang mengganggu proses perawatan gigi. Aktivitas yang kami maksudkan seperti berolahraga dan menggoyangkan kepala.

  5. Hiper aktivitas pada segmen tertentu.

    Aktivitas yang berlebihan biasanya terjadi karena tingginya minat pada hal-hal tersebut, misalnya soal belajar dan bekerja. Dua aktivitas ini bisa menjadi candu yang membuat manusia lupa diri. Sebuah kebiasaan baik namun telah menjadi buruk akibat terlalu digilai sampai kecanduan. Mungkin karena belajarnya mendapat banyak prestasi, sehingga minat sangat tinggi mengerjakan tugas-tugas sampai lupa waktu dan lupa segala yang terpenting. Atau bisa juga karena bekerja, main game sampai candu asyik sendiri sehingga lupa pula terhadap hal-hal yang penting untuk ditekuni selama hidup di dunia fana ini.

  6. Mengonsumsi makanan yang terlalu keras.

    Aturannya adalah, semakin keras suatu makanan maka semakin sulit makanan tersebut dikunyah atau setidaknya butuh waktu yang lebih lama hanya untuk sekedar mengunyah makanan tersebut. Biasa terburu-buru untuk dapat mencicipi suatu makanan bisa membuat gigi sakit dan rapuh (retak/ patah). Lebih baik mengunyah makanan kasar secara baik-baik walau membutuhkan waktu lama agar nikmatnya tidak membahayakan siapapun. Semua bentuk kekerasan pada makanan akan melembut oleh kunyahan dan air liur seiring berjalannya waktu.

  7. Keracunan makanan dan/ atau minuman.

    Beberapa racun makanan atau minuman dapat memicu reaksi yang aneh di permukaan gigi dan gusi. Keadaan yang sama sekali tidak terduga mungkin dapat dirasakan oleh seseorang. Terutama bila berhubungan dengan racun orang tua yang kerap kali merepotkan beberapa anak. Tetapi jangan khawatir, selama seorang anak tabah, ikhlas dan rendah hati menjalaninya: semua sakit itu pasti berlalu pada waktunya. Kekuatan kimiawi yang terkontrol menjadi awal untuk membangun daya tahan terhadap rasa sakit yang terkendali.

  8. Penyakit keturunan.

    Beberapa penyakit bawaan dari lahir telah membuat daya tahan tulang pasien menurun. Kemampuan gigi menjadi tidak sekuat manusia normal sehingga fungsinya menurun dengan cepat pada umur yang sangat muda. Penyakit bawaan dari lahir ini biasanya ditemukan di negara-negara miskin yang pengetahuan masyarakatnya sangat minim tentang kesehatan terutama kesehatan ibu hamil dan bayi.

  9. Penyakit-penyakit lain (komplikasi).

    Sariawan adalah salah satu contoh gangguan pada permukaan kulit rongga mulut yang dapat menjalar sampai membuat gigipun ikut-ikutan kesakitan. Mekanisme rasa perih yang dialami oleh gusi seperti menyetrum inti pagar putih kerdil tersebut hingga menjurus sampai ke mata dan seluruh kepala/ otak. Sakit yang beruntun ini bisa menjadi tak tertahankan sampai berkeluh-kesah tanpa henti meraung kesakitan. Tapi, itu tidak akan berlangsung lama ketika anda tahu cara praktis untuk mengantisipasinya.

  10. Benturan fisik.

    Terpeleset di atas lantai licin dan terjatuh dari kendaraan mungkin membenturkan muka-mulut dengan sangat keras, misalnya lantai atau tembok. Pada keadaan yang cukup parah, benturan yang keras dapat membuat pagar-pagar putih kuat tersebut patah bahkan sampai copot dari tempatnya tertanam. Kekuatan benturan yang semakin keras dapat menjadi hantaman yang tembus sampai ke dalam gigi. Tanpa kehati-hatian yang terencana, siapa saja pasti beresiko mengalami benturan yang tidak menyenangkan ini.

  11. Dan lain sebagainya, silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Tahukah anda bahwa sakit gigi bukan karena giginya yang bermasalah tetapi terjadi karena luka mikro yang terjadi pada gusi. Sebab batu putih berjejer tersebut tidak memiliki jaringan syaraf di dalamnya sama seperti jaringan tulang lainnya.

Defenisi – Sakit gigi adalah luka mikro yang terjadi pada gusi yang bisa disertai dengan rusaknya mahkota atau bagian-bagian tertentu pada gigi tertentu.

Pagar-pagar putih berlapis email merupakan substansi yang kurang diperhatikan saat tidak ada radang apa pun yang menghinggapinya. Namun pengalaman peliknya sakit gigi: betapa dalamnya sakit itu sampai menusuk mata dan menghujam otak serta betapa sulitnya menikmati makanan walau sebesar permen saja. Menjadikan momen tersebut sebagai motivasi yang kuat untuk menjaga kesehatannya. Rasa sakit kadang-kadang tidak bisa dihindari, hanya bisa ditanggulangi dan ditekan seminimal mungkin lewat usaha preventif dan rehabilitatif sederhana. Setidaknya pengalaman di saat-saat genting ini membuat anda belajar memahami hal-hal penting yang selama ini mungkin terlupakan dan membatasi kecanduan yang tidak diperlukan.

Salam, Rasa di mulut
rasa di hati
bila sakit melebur
makanan tak bisa masuk lagi
dan hati bisa berkeluh-kesah.
Kecuali anda dihiburkan
oleh aktivitas positif
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.