Tidak Fokus Pada Hoax Berita Tetapi Pada Makna Positif Di Balik Kisahnya

Kehidupan kita tidak bisa lepas dari informasi. Ini adalah kekuatan yang mengajari kita banyak hal-hal positif. Tetapi di balik semuanya itu, terdapat pula nilai-nilai negatif yang justru melemaskan tiang-tiang benar yang sudah ada. Dualisme informasi sungguh nyata walau kadang tidak disadari oleh mereka yang baru faham keadaannya. Seperti orang muda yang percaya saja pada segala sesuatu, tanpa mempersoalkan hal tersebut. Sebagaimana sikap seorang yang polos dan menikmati yang ada tanpa membentengi dirinya terhadap yang negatif. Akibatnya, setelah berhari-hari, berminggu-minggu dan berbulan-bulan kemudian melakukan ketelodoran yang merupakan buntut dari info salah yang di dengarnya.

Hoax adalah cerita lama yang dahulu diburuk-burukkan namun pada kenyataannya, setiap informasi yang kita peroleh di masa kini rentan dengan kebohongan. Tidak ada yang bisa memungkiri kenyataan ini, sebab realita kehidupan terlalu biasa, terlalu damai, terlalu aman dan sangat bahagia. Tidak ada banyak hal yang bisa diceritakan dalam realita yang telah diikat oleh kebaikan, kebenaran dan keadilan. Tidak ada konflik yang memilukan di antara manusia yang dijaga oleh peraturan yang manusiawi. Oleh karena itu, suatu peristiwa yang diangkat dalam pemberitaan hampir tidak ada hubungannya dengan realita masa kini. Mungkin saja itu adalah realita di dunia lain (bumi yang lain atau belahan bumi yang lain), realita di masa lalu atau realita yang dimodifikasi untuk  tujuan-tujuan positif.

Tidak perlu fokus membahas-bahas berita di dalam hati. Sebab bisa saja hal tersebut adalah sesuatu yang terjadi di tempat yang jauh di sana. Kebanyakan hal-hal tersebut tidak akan membawa pengaruh terhadap kehidupan kita secara langsung. Sebab kebanyakan berita yang ada bukan mengungkapkan fakta yang terjadi, melainkan hanya sekedar mencari-cari masalah. Atau lebih tepatnya membuat/ mengangkat masalahnya sendiri, menciptakan konflik dan dramanya sendiri sehingga ada hal-hal yang dibahas dari hari ke hari. Tetapi anda perlu fokus pada pola-pola sikap hidup yang benar, menyanyikannya di dalam hati, sambil mengundang Tuhan untuk membantu anda menjalankan tatakelola positif tersebut.

Fokus pada berita hanya mendatangkan masalah dalam hidup kita. Padahal, hati perlu bebas dari tekanan, butuh gembira, butuh pengajaran baik yang patut ditiru. Sedang masalah biasanya membawa beban yang muatan negatifnya kuat, hanya akan membuat hari-hari jadi galau. Hidup merasa susah karena konflik yang terjadi syarat dengan penyalahgunaan yang terstruktur. Sepertinya satu orang yang salah, tetapi sesungguhnya semuanya telah ikut mewujudkan terjadinya kesalahan tersebut. Tidak ada yang bisa disalahkan dan tidak ada pribadi yang bisa ditunjuk-tunjuk. Akibatnya pembahasan masalah yang tidak berujung, tidak membuahkan hasil dan semua jawaban yang sempat terpikirkan terkesan sia-sia. Tidak ada penyelesaian dan tidak ada kepuasan yang anda dapatkan karena membahas hal tersebut selama berjam-jam.

Fokus pada berita bisa mendorong hati yang labil mencari kepuasan dalam kepalsuan. Semuanya itu belum terjadi, namun sudah dituturkan adanya rangkaian cerita yang melukiskan peristiwa penuh intrik. Sisi emosional terpancing halus sampai kuat karena menanggapi info tersebut. Memancing munculnya penalaran-penalaran tanpa dasar yang hanya garing untuk dibahas sesaat saja. Saat pembahasannya dilanjutkan, cenderung mengganggu akal sehat positif karena beberapa di antaranya tidak masuk akal. Seolah hal-hal tersebut adalah sesuatu yang dipaksakan terjadi karena alasan-alasan yang tidak pasti. Semua itu merupakan ciri khas dari kebohongan yang terstruktur, sesuatu yang dibuat-buat dengan sengaja tanpa maksud jahat.

Fokus pada berita, menganalisis suatu peristiwa secara mendetail. Justru mengarahkan pikiran pada situasi yang membuat kita mengidentifikasi kejelekan seseorang. Suatu penemuan yang dilakukan tanpa sengaja yang membuat hati merasa unggul karena ternyata orang lain jauh lebih bobrok hidupnya. Ini bisa diarahkan untuk menjelek-jelekkan golongan orang tertentu atau kelompok tertentu. Dengan semena-mena menghakimi mereka di dalam hati agar semata-mata diri sendiri yang diunggulkan. Menjelek-jelekkan onknum tertentu membuat hati merasa hebat lagi bangga karena ternyata diri sendiri jauh lebih baik. Orang-orang ini sepertinya tidak punya pengetahuan dan wawasannya juga sempit.

Apapun yang anda dengarkan dalam suatu berita, dengarkan saja, cukup sampai di situ. Tidak perlu dibahas lebih lanjut karena memang tidak ada masalah berat yang terjadi. Tidak ada yang salah atau benar sebab itu hanyalah kisah yang dibuat-buat. Kecuali anda adalah seorang penulis atau pembuat konten yang sedang melakukan penelitian untuk menerbitkan karya selanjutnya. Para penulis pasti sudah tahu apa yang mereka perlu komentari, hal-hal apa yang perlu diluruskan sehingga suatu kesalahpahaman tidak lagi terjadi. Sebagai pendengar saja, tidak perlu memperdalam bagian per bagian berita yang bisa saja diartikan macam-macam. Biarlah itu seperti angin lalu yang datang dan pergi tanpa meninggalkan bekas selain rasa yang hanya bisa dijelaskan oleh diri sendiri.

Di atas semuanya itu, sepalsu-palsunya suatu berita, pasti ada makna positif yang bisa diambil dari sana. Suatu petikan kata-kata yang dapat disimpulkan setelah menyimak suatu peristiwa. Namun bila merasa tidak ada makna positif dari berita yang anda tonton, lupakan hal-hal tersebut sama sekali. Belajarlah tidak memikirkannya karena sisi positif dari informasi acak yang kita peroleh dapat sewaktu-waktu dimunculkan oleh pikiran sendiri. Seolah anda mengalami pengulangan memori (tanpa disadari) tetapi tidak pada semua peristiwa, melainkan hanya pada bagian yang penting/ yang bermanfaatnya saja. Otak yang dipolakan positif seperti magnet yang menarik berbagai informasi yang anda peroleh di masa lalu sehingga bisa dimunculkan dan diingatkan kembali. Agar anda bisa memaknai sesuatu dari berbagai informasi yang diungguh oleh suara hati ke alam sadar otak.

Kesimpulan

Tidak perlu fokus membahas-bahas berita di dalam hati. Tetapi anda perlu fokus pada pola-pola kehidupan yang benar, menyanyikannya di dalam hati, sambil mengundang Tuhan untuk membantu anda menjalankan tatakelola hidup positif tersebut.

Kesan sandiwara terstruktur sangat kental dalam berbagai pemberitaan media. Berhenti bersikap langsung menurut berita yang di dengar tetapi bersikaplah sesuai dengan nilai-nilai baik, benar dan adil yang anda percayai. Artinya, hindari meresapi bulat-bulat suatu peristiwa, melainkan saringlah bagus-bagus agar bisa diekstrak bagian-bagiannya yang syarat dengan kebajikan: bagian inilah yang dapat dipecaya, dapat dilakukan dan dapat diterapkan dalam kehidupan. Di atas semuanya itu, ada juga pemberitaan yang sesungguhnya tidak bermakna, tidak penting dan tidak perlu diterapkan dalam kehidupan. Berita semacam ini, dengarkan saja dan anggap sebagai angin lalu yang tidak meninggalkan apa-apa selain kesan sesaat yang hanya diketahui oleh diri sendiri saja.

Salam, Hoax itu biasa,
anda tidak perlu heran.
Anda hanya mendapatkan
sesuatu yang baik, benar dan adil
dari suatu pemberitaan
jika sudah menganlisis
bagian-bagiannya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.