8 Cara Mencuci Otak Manusia (Teknologi Pembersih Otak Versi Positif)

Cara Mencuci Otak Manusia (Teknologi Pembersih Otak Versi Positif)

Dijual teknologi pencuci otak manusia. Yang buruk-buruk hanyut, yang kotor-kotor menguap dan yang negatif tenggelam. Promo diskon off 99% di kantong masing-masing.” Kira-kira, bagaimana perasaan anda jika ada jejualan semacam ini? Mungkin sebagian orang akan tidak memercayai pedagangnya. Atau bisa juga ada yang penasaran dan ingin mencobanya di rumah. Semua tindakan pastinya sangat ditentukan oleh dana yang dimiliki oleh masing-masing orang. Di atas semua argumen yang muncul karena cerita di atas, perlu anda sadari bahwa setiap manusia telah diberi kemampuan untuk melakukan cuci otak otomatis secara pribadi. Tidak ada alat pencuci yang terlalu murni dan menurut kepada manusia selain robot namun khusus untuk bagian ini tidak ada yang lain selain menggunakan bakat sendiri untuk menyembuhkan diri.

Sebelum berlanjut ke topik berikutnya, kita terlebih dahulu perlu memahami keadaan pikiran yang kerap kali dikotorkan oleh diri sendiri (alam bawah sadar/ kedagingan) dan oleh dunia di sekitar kita (informasi dan aktivitas orang lain). Pikiran kotor berarti bahwa potensi positif telah lenyap atau hampir hilang dalam diri seseorang akibat banyaknya hasutan dari kedagingan manusia yang jahat. Potensial positif dalam pikiran bisa juga dilenyapkan oleh pengaruh hasutan dari media, orang lain dan oleh informasi lainnya yang kurang benar di sekitar kita. Terkotorinya pikiran bisa memperkeruh suasana hati seseorang sehingga keadaan mentalnya labil. Bila keadaan ini terus memburuk maka akan diikuti dengan timbulnya kata-kata kotor dan perilaku yang kurang terpuji. Sudah tentu, semua keadaan tersebut beresiko merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Defenisi – Mencuci otak adalah aktivitas membersihkan pikiran dari berbagai keburukan, baik yang didatangkan oleh kedagingan yang jahat (diri sendiri), ekspresi yang kurang-kurang (dari sesama) dan ditimbulkan pula oleh situasi lingkungan di skitar yang memburuk. Jika kendali kehidupan saja sudah kotor maka bisa dipastikan bahwa besar kemungkinan sikap orang tersebut pun ikut-ikutan memburuk.

Cara bersih-bersih pikiran yang kumuh.

Teknologi pembersih otak bukan baru ada hari ini, tetapi sudah ada semenjak manusia tercipta. Ini sudah diikutkan Sang Pencipta dalam diri tiap-tiap insan. Ini adalah anugerah yang tidak mungkin terlupakan di masa penciptaan. Sebab pada dasarnya cuci-mencuci berhubungan erat dengan perbaikan yang senantiasa dilakukan oleh organisme manapun, termasuk manusia. Hanya saja aktivitas tersebut kadang-kadang tidak nyata seperti seorang pembersih yang sedang menyuci pakaian atau piring, benda-benda yang ada di sekitar. Aktivitas membersihkan pikiran justru terbagi-bagi dalam berbagai bentuk yang seyogianya bisa diikuti oleh siapa saja, termasuk anda dan kami. Berikut ini beberapa teknik yang kami ketahui dapat mencuci otak dari segala yang buruk-buruk.

  1. Merefresh pikiran dengan kembali kepada Tuhan.

    Manusia memiliki kedagingan yang tertidur dan berada di alam bawah sadar masing-masing orang. Inilah alasan mengapa seseorang tidak butuh latihan atau pembelajaran rumit untuk melakukan kejahatan, sebab di dalam dirinya pun teriakan untuk berbuat jahat sudah ada (secara bawaan). Akan tetapi semua hal tersebut bisa ditekan tepat ketika seseorang tetap terjaga sadar. Otak sadar manusia dipenuhi aturan dan pengenalan akan batas-batas antara apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh. Kesadaran inilah yang membuat seseorang tetap waras dan logis menjalani hidup.

    Ada banyak cara untuk membuat kita tetap sadar dan yang terbaik dari antara berbagai cara tersebut adalah fokus kepada Tuhan. Menujukan hati kepada-Nya dapat memperbaharui emosi seseorang. Diri sendiri dan sesama dan lingkungan berpotensi mengacak-acak emosi seseorang. Hanya dengan menujukan hati kepada Pencipta, emosi diri diperbaharui, ditata ulang dan dibetulkan. Agar tetap meluapkan sifat-sifat positif tatkala hal-hal negatif aktif masif disekitarnya.

    Fokus kepada Tuhan bisa dilakukan dengan berdoa, bersyukur dan bernyanyi memuliakan-Nya di dalam hati. Bahkan jika anda sudah menjadi seorang ahli dalam hal bernyanyi dalam hati maka aktivitas tersebut menjadi multitasking. Artinya, dapat dilakukan sambil mengerjakan hal-hal positif dalam kehidupan, seperti saat berjalan, berkendara, bersih-bersih, dan saat menikmati hidup. Makan dan minum sambil bernyanyi dalam hati membuat kenikmatannya terasa lengkap sekalipun sejujurnya tidak begitu enak.

  2. Mendoakan kebaikan sesama.

    Pikiran kita kerap kali tersetrum dengan prasangka yang buruk-buruk tentang kehidupan sesama. Mungkin ini terjadi karena beberapa pengalaman konflik yang pernah kita alami dengan orang tersebut dan karena keanehan yang tiba-tiba muncul di depan mata sendiri. Prasangka belum tentu benar, terus-menerus menduga-duga ini itu tentang orang lain justru membuat hidup tidak tenang. Daripada otak dipenuhi prasangka lebih baik memuliakan Tuhan sambil memberkati orang yang terduga itu. Niscaya hati yang mendoakan kebaikan, kesehatan dan keberuntungan orang lain dapat bermesraan dengan ketenteraman hati yang dipenuhi kelegaan.

    Salah satu pengetahuan duniawi yang sangat anda perlukan adalah tentang pengetahuan seputar masalah yang ada penyelesaiannya. Biasanya ini berhubungan dengan tugas-tugas (tanggung jawab) seseorang dan menyebabkan dampak merugikan secara materi. Akan tetapi, ada juga masalah yang kadang tidak ada penyelesaiannya karena sifatnya kecil-kecil dan tidak menyebabkan dampak kerugian secara materi. Menghadapi setiap masalah dengan ikhlas, sabar dan rendah hati adalah wawasan kepribadian yang membuat anda mampu membersihkan jiwa dari pengaruh negatif yang menggelisahkan hati.

  3. Menambah pengetahuan sorgawi dan wawasan duniawi.

    Pikiran menjadi kusut bila kita menemukan jalan buntu dalam kehidupan. Oleh karena itu, berupayalah untuk menambah pengetahuan tentang Firman dan wawasan tentang bumi tempat tinggal kita. Pengetahuan yang memadai dapat menjauhkan kita dari kekusutan berpikir yang bisa melemahkan hati. Jika hati kuat dari dalam, maka sudah dapat dipastikan bahwa sikap kita pun tertata rapi positif. Pelajari Alkitab dan rajinlah di sekolah agar wawasan tentang perjalanan hidup manusia dapat membantu pikiran lurus dan stabil.

  4. Memahami bahwa teknologi menghibur dan menjebak.

    Ada dualisme penting yang termuat saat kita menggunakan suatu teknologi. Ada manfaatnya dan ada juga sisi ruginya. Anda tidak akan terjebak dalam kerugian yang ditimbulkan oleh teknologi selama teknologi tersebut dimanfaatkan untuk kebaikan. Maksimalkan penggunaan teknologi dalam kehidupan masing-masing tetapi hindari memanfaatkannya secara berlebihan. Mempercayakan segala sesuatu kepada mesin jelas beresiko menimbulkan bencana. Akan tetapi, perlu ada perpaduan yang harmonis antara usaha manusiawi dengan usaha robotik untuk mencapai suatu tujuan yang positif.

    Media sebagai teknologi informasi sangat menghibur manusia yang membuat hari-hari menjadi variatif dan terasa indah. Akan tetapi, bersamaan dengan potensi positif tersebut, ada pula terselip potensi negatif sebagai bahan perbandingan. Ini semata-mata untuk memancing pemirsa agar kemampuan berpikirnya berkembang saat membanding-bandingkan suatu peristiwa. Jangan sampai kisah negatif yang diselipkan merasuk ke dalam otak (mengotori pikiran) sampai merusak kepribadiannya. Melainkan dengan memahami dualisme media berteknologi tinggi, mendorongnya lebih selektif saat menyaksikan indahnya karya-karya kenamaan yang menyentuh kalbu.

  5. Bekerja bermanfaat.

    Sekotor-kotornya pikiran, semuanya itu bisa diantisipasi dengan memperlancar aliran energi jiwa. Saat kita tidak melakukan apa-apa, energi pikiran seperti terkungkung di dalam diri sendiri. Akibatnya, pemikiran-pemikiran negatif semakin keruh seolah menjadi hitam, semakin lama semakin pekat. Keadaan hidup tanpa melakukan apa-apa, menimbun energi hitam dalam benak kita, yang suatu saat dapat merusak pemahaman yang dimiliki. Bila pemahaman seseorang telah menyimpang, maka bisa dipastikan bahwa sikap yang meluap pun jadi berseberangan dengan kebenaran dan keadilan.

    Lain halnya saat kita aktif bekerja. Energi kehidupan mengalir dan potensi pikiran negatif diteruskan ke saluran pembuangan. Melakukan aktivitas yang bermanfaat secara tidak langsung turut pula melatih kita untuk mengabaikan yang tidak penting agar berlalu bergitu saja tanpa kembali dibahas oleh otak. Tidak ada lagi kesempatan untuk memikirkan hal yang kotor-kotor karena terus bekerja positif.

  6. Menikmati hidup.

    Pikiran kadang-kadang kacau dibuat masalah-masalah yang kita hadapi. Suasana hati menjadi keruh penuh duka lara, seolah kita tidak mampu bahagia. Akan tetapi, dengan menikmati hidup, kita menjadi senang, yang sekaligus mengingatkan kita bagaimana rasanya bahagia. Sekalipun menikmati hidup hanya sesaat saja, kita bisa mengkopi-pastekannya kemudian sambil bersyukur, memuliakan Tuhan dan beraktivitas seperti biasa. Ingat-ingatan akan senangnya hidup yang singkat itu, merupakan usaha pengenalan kembali kebahagiaan hati yang mungkin telah hanyut oleh banjir masalah. Jadi, menikmati hidup itu penting tapi tidak dilakukan setiap saat: ingat batas jangan berlebihan. Lain halnya dengan kebahagiaan hati yang sifatnya tak terbatas.

    Ada banyak hal yang bisa kita nikmati dalam hidup ini. Mulai dari suasana lingkungan yang rapi dan indah, makanan dan minuman, teknologi hiburan (film, sinetron, komik, cerpen dan lain sebagainya) dan seksualitas (baik sendiri {jomblo} maupun berduaan {suami-istri}). Semuanya itu bisa dinikmati pada waktu-waktu tertentu saja. Cerminan kesenangan hati saat menikmati dunia merupakan gambaran bagi kita tentang seperti apa kebahagiaan itu.

  7. Menghadapi masalah sebagai ujian kehidupan.

    Masalah dalam kadar yang toleran mendatangkan pembelajaran hidup dalam diri manusia. Karena telah diuji oleh masalah maka emosional seseorang tetap stabil di tengah situasi yang gunjang-ganjing. Konflik yang terjadi membuat kita paham bahwa ada hal-hal yang penting dan tidak penting. Perbedaan persepsi membuat kita belajar memahami aturan yang berlaku. Setelah terbiasa, rasa sakit hilang sekalipun hidup kadang bermasalah.

    Ada buah-buah positif ketika anda berhasil melalui suatu persoalan. Manfaat itu akan anda ketahui kemudian setelah persoalan tersebut berakhir. Khasiatnya termasuk membersihkan otak dari berbagai kekotoran yang sudah seharusnya dilupakan. Paparan pergumulan hidup membuat suasana hati tidak tenang yang mendorong kita pada perubahan keputusan, pilihan dan sikap hidup ke arah yang benar. Apabila keputusan, pilihan dan sikap yang kita tempuh tidak kunjung menenangkan hati, berarti jalan yang kita tempuh masih kurang benar. Masih diperlukan pembaharuan yang memadai untuk menghilangkan gelisah yang meradang tiba-tiba. Setiap kata hati yang tidak menentramkan jiwa menunjukkan poin yang perlu diperbaiki. Terkadang anda perlu sabar menunggu datangnya inspirasi agar kita bisa kembali ke arah yang baik, benar dan adil.

    Lain halnya ketika masalah toleran/ persoalan biasa yang anda hadapi justru membuat pikiran kacau dan hidup menjadi amburadul. Pada titik ini, cobaan yang datang telah mencuci pikiran dari hal-hal positif sehingga meluaplah sikap-sikap negatif yang cenderung buruk, jahat dan kejam. Inilah sisi buruk suatu persoalan hidup yang cenderung mengusir sportifitas sikap yang adil lalu bertransformasi menjadi konspirasi manipulatif yang jahat.

  8. Curhat kepada orang terdekat atau yang ahli di bidangnya.

    Hewan-hewan di padang yang kacau otak karena ketakutan akan berlari ke sana ke mari entah kemana menyembunyikan diri. Akan tetapi, lain halnya dengan manusia. Saat hidup kita kacau karena sesuatu dan telah mencoba menyelesaikannya sendiri selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan namun tidak mampu menemukan titik terang. DI saat seperti inilah, kita memerlukan bimbingan dari orang lain. Anda bisa menceritakan kesemerautan yang mengganggu pikiran dimulai kepada orang-orang terdekat di dalam keluarga. Atau bisa jadi, anda butuh orang-orang yang lebih profesional untuk menangani masalah tersebut, seperti petugas kesehatan, petugas keamanan, petugas kebakaran dan lain sebagainya.

    Lain halnya dengan persoalan kecil yang sepertinya tidak kunjung terselesaikan. Lebih baik hal-hal recehan ini dimaklumi saja sambil tetap berusaha untuk mempertahankan sifat-sifat baik, benar, ramah, taat aturan dan lain sebagainya. Jangan sampai hal-hal recehan mengacaukan pikiran dan mengubah anda menjadi orang jahat. Jangan sampai hal-hal yang sesungguhnya tidak merugikan (secara materi) dan bisa diabaikan dapat mengeruhkan pikiran yang awalnya bersih dengan memelihara sikap ikhlas, sabar dan rendah hati.

Kesimpulan

Ada dua kekuatan yang bisa membuat otak keruh. Kekuatan pertama telah tertanam dalam diri manusia semenjak dirinya lahir ke dunia. Ada kedagingan yang buruk, kejam dan penuh kejahatan di alam bawah sadar setiap insan. Kekuatan kedua berasal dari sekelilingnya: dari sesama dan lingkungan sekitarnya. Soal-soal di luar diri kita bisa mengintimidasi dan menghasut pikiran menjadi kasak-kusut tak menentu. Semuanya ini bisa kita atasi asalkan memahami bahwa otak dapat menyetel ulang segmen-segmen yang berkerut. Anda bisa membantu proses pembaruan pikiran dengan kembali ke mode default, seperti apa adanya kita ketika hanya mengenal Allah. Dan anda bisa menikmati hidup untuk menggambarkan seperti apa senangnya berbahagia yang kadang terlupakan karena pusaran masalah yang hampir meluluh-lantakkan hari.

Salam, Pikiran mudah terkotori
oleh isu yang tersebar dimana-mana.
Anda tidak mudah terpengaruh
dengan energi negatif
yang berputar
di dalam dan
di luar diri anda.
Asalkan bisa fokus
kepada hal-hal positif
yang pantas untuk
diperjuangkan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.