Ajaran Masyarakat Yang Salah – Pemahaman Masyarakat Yang Kurang Tepat

Ajaran Masyarakat Yang Salah – Pemahaman Masyarakat Yang Kurang Tepat

Melangkah dari batu yang satu ke batu yang lain, dari tanah yang satu ke tanah yang lain, dari air ke tanah lalu ke udara: membuat kita menjadi orang yang cukup pengalaman untuk menentukan sikap yang perlu dipilih dan dijalankan di waktu yang tepat. Masalah tidaklah menghancurkan kita sebab kehidupan masa kini telah terbebas dari sindikat kejahatan keji. Orang-orang sudah paham masalah televisi dan media-media yang ternyata hanya menampilkan adegan sandiwara yang dipersepsikan dalam berbagai situasi. Kehidupan berkembang bukan karena kita menang, sebab justru saat kita mengalahlah akan terjalin relasi yang baik dengan banyak orang dari berbagai elemen dalam sistem.

Hanya saja, kita teringat akan hari-hari dimana kehidupan masih rentan dengan koreksi. Situasi yang mungkin tidak seperti sekarang ini namun penuh gunjang-ganjing. Saat ada-ada saja orang yang memberi kita ide-ide yang kurang baik. Namun beruntungnya kita bisa lepas dari situasi yang kurang baik tersebut tanpa memanfaatkan ide buruk yang coba ditanamkan oleh orang lain. Tidak perlu membahas siapa orangnya yang memberi kita ide senegatif itu. Sebab hal semacam itu dapat muncul dari mana saja dan oleh siapa saja. Yang perlu menjadi perhatian kita adalah pertimbangan dan standar kehidupan yang kita gunakan untuk membandingkan semua masukan yang ada.

Ajaran masyarakat yang negatif (menyimpang dari yang benar)

Tidak mudah-mudah amat untuk membedakan apa yang baik dan buruk, tetapi aktivitas ini pun bukanlah sesuatu yang berada di luar jangkauan kemanusiaan. Sebab pada hakekatnya, setiap orang memiliki standar kehidupan yang selalu bisa diperbandingkan dengan berbagai opini yang diserap dari luar dirinya. Lagi pula ada rasa sakit dan cemas di dalam hati ketika sifat yang diekspresikan mulai tercemar oleh banyaknya pelanggaran. Jadi, jangan khawair dengan segala informasi yang mendatangi kehidupan anda, sebab anda bersandar di tempat yang tepat. Berikut akan kami utarakan beberapa ide yang kemungkinan pernah anda dengar dan berharap tidak mengusik lagi masa-masa hidup anda.

  1. Orang jahat lama matinya.

    Entah bagaimana persepsinya, kami sendiri tidak paham dengan pendapat yang satu ini. Seolah awalnya ada informasi pendahuluan tentang matinya orang ini dan orang itu yang dikenal baik. Lantas ada yang mencoba mendefenisikan keadaan yang terjadi dengan menegaskan maksud dari situasi tersebut adalah “betapa cepatnya orang-orang baik berpulang ke tanah Sorga dan justru yang jahat adalah panjang umur hidup di dunia.

    Apakah maksud opini tersebut? Bukankah ini bisa mengarahkan anda untuk merasa lebih pede melakukan kejahatan? Seolah keadaan mendukung yang jahat dan melemahkan yang baik. Padahal sebenarnya opini tersebut hanyalah sandiwara yang dipersangkakan untuk maksud-maksud menyesatkan kehidupan anda. Justru orang jahatlah yang banyak sialnya karena tersandung oleh kejahatannya sendiri.

  2. Orang baik pendek umurnya.

    Orang di sana mati dan orang di sini mati, bagaiaman anda tahu bahwa orang yang mati itu adalah orang baik-baik padahal anda tidak sedikitpun melihat apa saja yang diperbuatnya sslama hidup di dunia? Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan padahal data-data yang dimiliki hanya berasal dari informan yang suka bermanis bibir.

    Orang yang dikenal baik belum tentu baik karena hidupnya yang kelihatanlah yang tampaknya baik. Tidak perlu menghakimi sesama manusia sebab penilaian yang dijadikan pertimbangan hanyalah sejengkal dari masa hidupnya yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Justru orang yang baik-baik dapat berumur panjang karena butuh kecerdasan untuk berbuat baik dan butuh kecerdasan pula untuk berumur panjang.

  3. Mau pelan-pelan atau cepat sama-sama celaka.

    Orang duniawi memang suka mendramatisir kehidupannya lalu dengan sembarangan membawa kisah dramatis di televisi menjadi kisah nyata dalam hidup sehari-hari. Karya seni bisa saja menampilkan kecelakaan beruntun yang pelakunya cuma seorang namun menabrak banyak orang dan banyak kendaraan lain. Akan tetapi, di dunia nyata hal semacam ini tidak terjadi lagi. Sebab justru orang yang berkendara pelan atau santai tidak akan mengalami luka parah sekalipun celaka diperjalanan. Malahan semakin cepat laju kendaraan maka semakin keras bantingan dan semakin besar luka dalam atau luar yang disebabkannya

  4. Hidup ini singkat, nikmati sepuas selagi masih muda.

    Hidup terasa singkat bila tidak dilalui dengan melakukan hal-hal berarti. Coba hidup kita bisa bermanfaat bagi orang lain maka orang tersebut akan mengenang keberadaan kita selama dirinya masih hidup sekalipun kita telah tiada. Justru saat kita terlalu sibuk menikmati hidup dan memuaskan diri sebanyak-banyaknya dengan apa yang dimiliki. Ada kesan berlebihan sehingga berakibat fatal terhadap kesehatan badan. Penyakit metabolisme dan penyakit kronis lainnya bisa menyerang lalu memperpendek umur orang tersebut. Jadi tidak perlu fokus menikmati hidup tetapi fokuslah kepada Tuhan dan aktif melakukan hal-hal positif maka nikmatnya hidup akan terasa sejuk dari dalam serta manis dari luar.

  5. Mati demi kawan itu indah.

    Bersahabat dengan orang lain dan berbuat baik kepada sesama memang indah. Tetapi anda tidak harus mengorbankan segalanya demi sahabat anda. Pikirkanlah juga bagaimana hidup anda bisa terus bertahan sebab dunia kita tidak sedang berada di ujung apokalips atau pemusnahan atau bencana besar. Berusahalah untuk tetap bertahan hidup di zaman yang damai ini sambil berbuat baik semampunya. Tidak ada orang yang menginginkan kematian sahabatnya kecuali hal tersebut adalah kehendak Tuhan (sudah ajalnya demikian).

  6. Harga dirimu di tanganmu.

    Masakan manusia disamakan dengan harga barang-barang jejualan di toko kelontong? Manusia tidak punya harga sebab manusia tidak terbeli oleh apa pun. Tiap-tiap orang bebas memutuskan pilihannya atas suatu perkara tanpa perlu menggubris intervensi orang lain. Jika dirinya bisa dibayar agar mengarahkan pilihan kepada hal tertentu, berarti dia adalah manusia murahan karena bisa dikendalikan oleh uang.

    Kita tidak perlu penghargaan untuk bahagia sebab dengan memuliakan Tuhan dan melakukan hal-hal yang baik pun hati sudah bahagia. Cukuplah orang menghargai kita dengan mematuhi peraturan yang berlaku. Dengan demikian ada kedamaian dan keamanan di dalam masyarakat dimana kita hidup.

  7. Orang baik dan jahat itu sama aja.

    Ini juga merupakan budaya televisi yang sering sekali kita lihat di sinetron-sinetron. Sebab tokoh antagonis punya kesalahan dan demikian juga dengan tokoh protagonis. Mereka sama-sama salah dan nasib hidupnya juga mirip-mirip sehingga penonton yang terburu-buru menilai kedua tokoh ini sama saja.

    Keadaan ini juga bisa kita temui di dunia nyata. Orang baik dan orang jahat yang pernah dipenjarakan sama-sama mati, sama-sama akan mati juga. Penilaian yang terburu-buru semacam ini tidak memerhatikan detail. Bahwa sekalipun ada kematian, orang baik pasti lebih tenteram dan damai menjalani harinya. Sedang orang jahat akan selalu dihantui oleh dosa-dosa yang diperbuatnya dan dipenuhi dengan kekuatiran tentang masa depannya (nasibnya di akhir hayat/ akhir zaman).

    Jadi, tidak perlu terlalu naif menilai sesuatu, melainkan cobalah untuk mengikuti suatu kisah dari awal sampai akhir tanpa melewatkan bagian-bagiannya. Niscaya anda akan menemukan perbedaan tersebut secara berangsur-angsur.

  8. Tidak perlu berbuat baik; dia aja tidak peduli sama kamu.

    Ada masa-masa pandemi dalam hidup kita saat masih muda belia. Ketika hidup berada dibawah pemeliharaan orang tua, biar bagaimana pun kita masih terikat dengan aturan-aturan mereka. Jika mereka hendak menguji, baiklah kita merendahkan hati dan tetap memberi respon yang baik. Bersikap ikhlas dan sabar menghadapi masalah yang bisa saja sengaja didatangkan orang tua dan antek-anteknya (konco-konconya). Pastilah semuanya itu berujung pada hal-hal positif.

    Apabila kebaikan anda tidak dibalas dengan hal baik, jangan sedih: upahmu besar di sorga dan bahagiamu dipenuhkan karena sudah melakukan apa yang menjadi tanggung jawab pribadi. Orang tua tidak mengabaikan anda selamanya sebab semuanya itu ada waktunya berawal dan ada pula waktunya dimana ujian pengabaian tersebut berakhir. Tabah dan tetap aktif melakukan hal-hal baik menunggu tenggat waktu ujianmu berakhir.

    Saat anda menjadi orang baik tetapi tidak dianggap oleh orang lain. Ketahuilah bahwa kemungkinan besar keadaan tersebut merupakan pengaruh dari ujian orang tua sendiri yang bekerja sama dengan pihak lain untuk melatih mental anda. Semuanya itu ada awalnya dan pasti juga ada akhirnya, maka hadapilah dengan lapang dada tanpa kehilangan nilai-nilai baik dari dalam diri anda. Saat anda sudah mandiri dan bisa menafkahi hidup sendiri, sudah pasti terbebas dari semua ujian semacam itu! Simak juga, Persoalan yang tidak ada habisnya.

  9. Smartphone itu berbahaya.

    Smartphone itu apel yang dipetik Hawa dari taman Eden padahal sudah dilarang Tuhan. Sesungguhnya Tuhan tidak melarang Adam dan Hawa mengonsumsi buah apel di tamen Eden kala itu. Melainkan kemungkinan besar niat Tuhan bersifat parsial karena buah yang di tengah taman tersebut belum benar-benar matang. Atau mungkin karena buah itu dikhususkan untuk dinikmati di hari-hari tertentu dan hari-hari perayaan saja. Jadi, Tuhan tidak melarang manusia sama sekali untuk menikmati teknologi melainkan semuanya itu ada waktunya.

    Memberikan smartphone kepada anak bisa berbahaya jika yang diberikan adalah smartphone tanpa firewell khusus anak. Kelak ada waktnya nanti dimana seorang anak dianggap cukup dewasa untuk memiliki sebuah smartphone yang ditentukan oleh orang tuanya.

  10. Popularitas adalah segalanya.

    Betapa bangganya orang yang punya popularitas tinggi. Betapa hebatnya hari-harinya karena nama besar yang dimiliki. Semua materi yang dinikmatinya, bisa anda nikmati juga karena sistem sudah menjunjung tinggi keadilan sosial. Popularitas adalah profesi di depan layar namun bukan berarti hal tersebut membuat seseorang lebih berhak mendapatkan sumber daya besar daripada orang lain. Tidak ada lagi yang seperti itu karena sistem telah menjunjung tinggi kesetaraan antar profesi.

    Tentang kebahagiaan orang populer, orang biasa juga bisa hidup sama bahagianya jika fokus kepada kebenaran dan tekun melakukan hal-hal baik untuk mengisi hari-harinya. Tidak ada kebahagiaan yang lebih baik karena rasa bahagianya hati sama saja tatkala menikmati dan menjalani hidup yang berlain-lainan.

  11. Dan lain sebagainya, silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Tidak sulit untuk membedakan paham yang baik dan paham yang buruk. Sebab standar kehidupan sudah kita miliki, yaitu “kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segep kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu.” Serta “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Hanya saja dalam perkembangan kehidupan ada hal-hal yang simpang siur untuk dipahami. Jangan cemas dan bimbang hati karena keadaan tersebut, melainkan hadapilah dengan ikhlas, sabar dan rendah hati sambil menunggu jawaban dari Tuhan. Dialah yang akan mengirimkan anda inspirasi untuk memahami suatu keadaan yang kentara dengan efek dualisme, cepat atau lambat. Berpeganglah pula pada aturan umum yang berlaku di dalam masyarakat dengan demikian pengetahuan anda lengkap.

Salam, Hati-hati ajaran sesat,
guyonan yang disalahartikan
tidak perlu dimasukkan
dalam hati
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.