Manusia Anti Mata-Mata – Tidak Senang & Merasa Khawatir Dimata-Matai?

Manusia Anti Mata-Mata – Tidak Senang & Merasa Khawatir Dimata-Matai?

Apakah dalam beberapa hari, beberapa minggu atau beberapa bulan belakangan ini anda merasa dimata-matai? Perasaan yang mungkin dialami oleh siapa saja karena menyadari ada hal-hal tertentu yang hanya diketahuinya tetapi ternyata diketahui juga oleh orang lain. Sesuatu yang sebenarnya lumrah dan mungkin saja untuk terpikirkan oleh mereka yang di sekitar kita. Aktivitas yang bisa terjadi kepada siapa saja, dimana saja dan kapan saja karena merupakan hal yang tidak terbatasi. Hanya karena ada beberapa kemiripan dan hanya karena ada pendekatan yang tidak biasa, bukan berarti hal tersebut berbahaya. Sebab pada dasarnya, hidup kita terancam bukan karena orang lain tetapi karena kelakuan sendiri yang menyimpang/ sesat.

Masalah yang banyak membuat pikiran terbeban, dapat kemudian ditindaklanjuti dengan sikap diri yang lebih waspada terhadap situasi. Bila dipikirkan baik-baik, tanpa masalah dan tanpa rasa sakit, tidak ada seorang manusia pun yang merasa bahwa kewaspadaan diri itu penting. Kita bersyukur ada sedikit guncangan kehidupan yang secara alami mengundang diri sendiri untuk mulai mengedepankan kehati-hatian selama menjalani hidup. Akan tetapi, kadang kala kehati-hatian yang kita praktekkan justru melukai diri sendiri dan mengganggu orang lain. Kebaikan yang sepatutnya bisa diekspresikan kepada sesama, jadi tertahan-tahan tidak mau keluar karena terlalu mawas diri.

Di sisi lain, kewaspadaan tinggi yang kerap kita praktekkan mencoba menempatkan kita sebagai detaktif yang suka menghubung-hubungkan hampir semua hal di sekitar kita dengan hal-hal tertentu yang dialami oleh diri sendiri. Ketika kita menemukan bahwa ada kesamaan waktu dan keanehan dari sikap seseorang; bisa saja muncul rasa ilfil/ kesal dari dalam hati. Mungkin kita merasa tersaingi atau terganggu dengan aktivitas orang lain sehingga muncullah perkiraan-perkiraan lancang yang mencoba menjelaskan fenomena yang dirasakan. “Jangan-jangan ada yang sedang memata-matai kita, makanya ada hal-hal serupa terjadi di luar sana dan terjadi juga dalam kehidupan sendiri di waktu yang hampir bersamaan.”

Sadarkah kita bahwa kemiripan-kemiripan yang terjadi di dalam hidup ini merupakan keadaan yang tidak mungkin untuk dipungkiri? Karena pada dasarnya manusia itu sama dan aktivitas yang dilakukan pribadi lepas pribadipun sama adanya. Jadi, kemiripan tidak lagi perlu dipertanyakan, yang perlu dipertanyakan adalah: “apakah aktivitas itu sudah baik dan benar?” Sudah sepatutnya hal-hal benar yang dialami diri sendiri dan orang lain tidak perlu dipermasalahkan. Yang menjadi masalah adalah saat ada hal-hal salah yang mulai dipraktekkan. Selama tidak ada kesalahan maka tidak ada pula orang yang bisa dipersalahkan atas situasi tersebut.” Kecuali hati milik orang yang terlalu sensitif sampai mempedulikan recehan yang tidak penting.

Defenisi – Mata-mata adalah aktivitas yang mencoba mengungkap kehidupan pribadi kita secara diam-diam.

Sesungguhnya, dimata-matai atau tidak, hasilnya sama saja. Sebab pada dasarnya sudah ada Tuhan yang sejak dari awal kehidupan mengamat-amati kehidupan kita. Bahkan semasih dalam janin pun, Ia Yang Maha Tau selalu memperhatikan kita. Jadi, tidak ada yang langka dalam aktivitas siapa pun yang mencoba mengintip kehidupan kepribadian kita. Selama kita berada di jalur yang sebenarnya dan aktif melakukan sesuatu sebaik-baiknya, selama itu pula tidak ada rasa takut “ketahuan!” Biasanya seseorang menjadi tidak senang hari-harinya sering diintip oleh sesamanya karena aktivitas yang digeluti jelas-jelas salah. Justru yang ketahuan kehidupan pribadinya adalah penjahat munafik yang di depan publik mulus-mulus saja namun diam-diam merugikan kehidupan sesamanya lewat konspirasi manipulatif sempit (seperti memfitnah, korupsi dan lainnya). Akan tetapi, mereka yang merasa sudah melakukan hal yang patut dan yang benar dapat terbebas dari khawatir/ takut diperhatikan secara sembunyi-sembunyi.

Sikap anti mata-mata tidak perlu kita reka-rekakan di dalam hati. Sebab biar bagaimana pun, hidup kita selalu berdampingan dengan orang lain dan orang yang disebelah kita bisa saja mengetahui apa yang kita lakukan tanpa terlebih dahulu melihat/ mendengarnya. Ini adalah sesuatu yang lumrah dalam hidup bersosial, namun situasi yang kita alami dengan yang dialami orang lain tidak selalu berhubungan walau kadang mirip-mirip satu sama lain. Mungkin hal tersebut hanyalah sebuah kebetulan yang menempatkannya pada posisi, waktu dan tempat yang bersamaan. Tidak perlu terlalu diperdalam karena bisa mengganggu konsentrasi dan aktivitas yang dilakukan. Lagi pula orang tersebut punya jalannya sendiri dan kitapun sibuk dengan jalan kita sendiri serta masing-masing saling menghargai batas aturan yang berlaku agar tidak bertindak berlebihan.

Kesimpulan

Anda tidak perlu risih saat mulai muncul rasa-rasa seolah sedang dimata-matai oleh seseorang atau sekumpulan orang. Yang anda butuhkan adalah melakukan apa yang wajib dilakukan dengan tidak melanggar aturan yang benar menurut ketetapan Tuhan dan menurut hukum yang berlaku di masyarakat. Perasaan semacam ini bisa saja muncul tanpa alasan saking cerdasnya otak dalam menghubung-hubungkan situasi. Akan tetapi, jangan biarkan pemikiran yang merasa dimata-matai bersarang dan mencokol dalam pikiran. Sebab perasaan semacam ini bisa menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan tersendiri. Hanya orang yang merasa benar dan merasa sudah melakukan apa yang pantas untuk dilakukan, bisa tenang. Hati tidak lagi bimbang sekalipun para mata-mata merayap dan bergerilya di sekitar anda sehingga dapat lebih luwes dan merasa tenteram saat beraktivitas.

Salam, Tidak perlu cemas
saat ada yang mencoba untuk
menjengkali kehidupan anda
secara sembunyi-sembunyi.
Yang penting lakukan yang baik,
berjalanlah yang benar dan
tegakkan keadilan.
Niscaya rasa cemas
berpergian!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.