Kinerja Setiap Manusia Adalah Sama (Hampir Bersamaan)

Kinerja Setiap Manusia Adalah Sama (Hampir Bersamaan)

Apa yang kita pikirkan selama ini begini dan begitu terkadang tidak bisa selalu demikian. Sebab pertimbangan yang terlalu cepat cenderung kurang memberikan hasil yang akurat. Terkadang, pandangan-pandangan yang selama ini kita miliki masih perlu diperhadapkan dengan teori lain, peritiwa lain dan tantangan lain agar bisa melihat pengaruhnya secara luas. Jadi, tidak perlu berkomentar akan sesuatu bila masih meragukan hal tersebut. Keraguan kadang-kala menjadi insting instan yang menuntun kita untuk menahan diri dan lebih sabar lagi. Akan tetapi, sudah sepatutnya bahwa kita tidak meragukan sikap-sikap positif yang ditempuh dari waktu ke waktu. Sebab kebaikan dan kebenaran hanya tinggal dilakukan sesuai dengan momennya.

Salah satu kebenaran yang kita hidupi di dunia ini adalah “hidup adalah aktivitas.” Tidak ada manusia yangsama sekali tidak aktif, melainkan bekerja adalah aktivitas yang intens dan dilakukan oleh hampir semua orang. Jangankan orang dewasa, anak-anak saja zaman sekarang sudah biasa dan rajin membantu orang tua menyelesaikan pekerjaan rumah. Sebab bekerja adalah kehidupan yang menyehatkan jiwa! Anda perlu jiwa yang sehat untuk dapat berumur panjang di bumi. Oleh karena itu, tetaplah aktif mengerjakan hal-hal positif di sekitar anda. Dengan demikian kehidupan  terasa bermakna walau di sana-sini ada yang masih kurang pas. Perbedaan kecil tidak perlu dikupas-tuntas/ dibahas lebih dalam melainkan dilupakan saja dan isi hati dengan fokus positif.

Zaman sekarang, tidak ada manusia yang tidak mau bekerja. Kecuali bila pekerjaan tersebut terlalu besar atau tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Kalau ada orang yang malas, mungkin saja itu bukan karena niatnya melainkan karena situasi tidak memungkinkan untuk bekerja maksimal. Bisa jadi, rintangan yang dialaminya terlalu berat karena kesalahan teknis. Misalnya, soal bekerja dari rumah: pekerja hanya memainkan game tetapi waktunya bermain tidak sampai delapan jam. Keadaan ini bisa dimungkinkan karena permainan yang digunakannya memiliki kendali yang terlalu berat. Mengendalikan permainan dengan dua tangan bisa membuat seseorang terpaksa meletakkan smartphone di atas pangkuan atau di atas meja secara terus-menerus. Akibatnya leher kepala bahkan punggung membungkuk dalam waktu lama yang memicu menurunnya kecepatan aliran darah sehingga cepat mengantuk. Akibatnya, di rumah bukannya bermain game tapi lebih banyak tidur.

Kinerja setiap manusia sama (mirip-mirip)

Pada dasarnya, setiap manusia yang mengetahui betapa pentingnya pekerjaan pasti memiliki kerinduan untuk segera bergabung dengan sistem dan melakukan apa yang harus dilakukan untuk mewujudkannya. Ada kendala besar/ sedang/ kecil yang dihadapi oleh orang-orang sehingga mereka kemungkinan tidak bisa mencapai kinerja terbaik. Seperti contoh yang kami berikan di atas, masih banyak contoh lainnya jika kita bisa menggali faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja seseorang. Faktor pengotor semacam inilah yang cenderung membuat seolah-olah kinerja orang lain lebih lemah dari yang lain. Berikut akan kami jelaskan beberapa faktor yang menyebabkan kinerja setiap manusia hampir sama.

  1. Karena sistemnya serupa, makanya kinerjanya sama.

    Masalah yang dahulu kita alami adalah orang-orang yang bekerja secara konvensional tidak dapat mencapai taraf pekerja modern. Tentulah ini sudah pasti benar, sebab pekerja tradisional tidak mencatat waktu kerjanya. Tidak mendokumentasikan apa-apa saja yang dilakukannya selama waktu tersebut. Akibatnya, jumlah pekerjaan dan jam kerja yang bersangkutan sama sekali tidak terpantau dan tidak bisa dinilai seberapa banyak yang dilakukannya.

    Lain halnya dengan pekerja modern yang aktivitasnya dipantau secara menyeluruh. Pendokumentasian waktu dan pekerjaan yang diselesaikan sangat baik karena mengandalkan sistem komputerisasi. Jika saja para pekerja tradisional memakai sistem pencatatan otomatis semacam ini maka sudah pasti kinerja mereka pun akan menjadi lebih baik lagi

  2. Organ badan yang dipakai bekerja, sama.

    Tidak ada manusia super bertangan tiga, empat, lima atau lebih banyak. Melainkan semua manusia punya dua tangan, dua kaki dan satu kepala untuk difokuskan menyelesaikan suatu pekerjaan. Kemampuan multitasking termasuk over kapasitas karena melakukan dua hal sekaligus. Bisa jadi kebiasaan mengerjakan dua hal sekaligus membuatnya tidak akan pernah selesai (terbengkalai).

    Pekerjaan multitasking yang baik adalah bernyanyi memuliakan Tuhan dalam hati sambil mengerjakan hal-hal ringan kehidupan. Khusus untuk pekerjaan sederhana bisa diselesaikan bersamaan dengan bedah agar hati tetap tenang penuh sukacita.’

  3. Waktu kerja yang dimiliki adalah bersamaan.

    Anda dan kami memiliki waktu dua puluh empat jam dalam seminggu (24/7). Tidak ada manusia yang kinerjanya melebihi 24 jam. Pada angka inilah batas tertinggi dari waktu yang dapat digunakan oleh tiap-tiap insan. Tidak ada orang yang dapat bekerja dua puluh lima, dua puluh enam, tiga puluh jam perhari.

    Pembeda waktu kerja tiap-tiap orang adalah ketika adanya aktivitas lain yang dikerjakan. Bila seseorang bisa mengerjakan banyak hal maka waktu kerjanya di sini akan terpotong-potong demi membuat waktu kerjanya di sana. Ada orang main game sampai delapan jam, tetapi ada juga orang yang waktu kerjanya satu jam untuk aplikasi yang ini, satu jam untuk aplikasi yang itu dan enam jam untuk bermain game. Jadi waktu kerja kedua orang tersebut pada daarnya sama-sama menghabiskan total delapan jam. Jadi tidak ada bedanya, yang berbeda hanyalah keragaman pekerjaan yang digeluti.

  4. Hampir semua pekerjaan adalah sandiwara.

    Tidak perlu cemburu dengan orang yang bekerja memainkan game. Sebab pada dasarnya apa yang kita lakukan juga merupakan bagian dari sandiwara kehidupan. Memang ada beberapa pekerjaan kita yang langsung bermanfaat terhadap orang lain namun itu hanyalah sebagian kecil saja. Sedang sebagian besar yang kita lakukan tidak jauh-jauh dari sandiwara berupa laporan-laporan rutin yang keberadaannya tidak mempengaruhi kehidupan orang lain.

    Bagi mereka yang memang bekerja di tempat yang nyata, dimana apa yang dilakukan sangat berkontribusi dengan kehidupan orang lain: perlu pengurangan jam kerja. Undang orang lain untuk bekerja sama agar pekerjaan nyata tersebut lebih ringan sehingga kinerjanya hampir serupa dengan pekerjaan sandiwara.

    Pada zaman sekarang, pekerjaan di dunia nyata pun syarat dengan sandiwara. Sebab pihak manajemen bisa saja mengundang kostomer sebanyak yang mereka inginkan agar para karyawannya tetap sibuk dan aliran dana mengalir deras. Seperti sandiwara instansi kesehatan dengan membuat orang terkesan sakit lewat racun ringan yang sengaja diinjeksikan. Driver online juga bisa memiliki penumpang bayangan kiriman manajemen agar mereka tetap bekerja membawa kendaraan berkeliling sekalipun tidak ada penumpang nyata. Dan masih banyak profesi lain yang pekerjaannya syarat dengan kepura-puraan yang dengan sengaja menambah-nambah beban kerja karyawan.

  5. Kinerjanya boleh sama tetapi loyalitasnya berbeda.

    Tentu saja, persamaan kinerja tidak selalu berkontribusi dengan gaji yang diperoleh. Sebab pendapatan setiap orang akan menjadi lebih baik seiring bertambahnya usia. Peningkatan pendapatan berdasarkan umur seseorang tidak berpatokan pada kinerja. Keadaan tersebut tidak hanya dicapai oleh satu orang saja melainkan oleh semua orang. Bagi yang masih pemula perlu lebih sabar menyaksikan kemakmuran senior. Sebaliknya bagi yang sudah dimakmurkan sistem, tidak perlu sombong sebab itu adalah hadiah dan tidak dihitung berdasarkan kinerja/ apa yang anda sudah lakukan.

  6. Dan lain sebagainya., silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Mengapa ada kinerja yang berbeda? Semuanya tergantung dari pengaturan sistem. Jika sistem memberi batasan dengan upah yang sepadan, setiap orang pasti akan mengikutinya.

Bila selama ini kita merasa bahwa pekerjaan yang dilakukan lebih banyak daripada yang dilakukan orang lain, itu artinya kita belum tahu duduk permasalahan dari perbedaan tersebut. Orang-orang yang bekerja secara konvensional sudah pasti memiliki kinerja yang lemah kecuali mereka mulai hijrah meninggalkan yang lama untuk menggeluti dunia kerja online. Sekalipun kita mampu menghendel beragam pekerjaan untuk diselesaikan, jam kerja yang dimiliki pasti terbagi-bagi dimana jumlahnya sama jika dibandingkan dengan orang lain. Terlebih lagi soal sistem kerja yang membawahi tiap-tiap orang: pekerja komputerisasi pasti dinilai lebih, kecuali sistem kerja semua profesi dipersatukan oleh sistem yang sama modernnya. Jadi, pada dasarnya kinerja tiap-tiap orang sama, sekalipun ada perbedaan, rasanya tipis saja sehingga gajinya pun tidak jauh beda, dengan catatan umur mereka juga  sama (beda beberapa persen tidak sampai berlipat ganda).

Salam, Keadilan bisa tercapai
bila kita bekerja dalam
sistem yang sama
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.