Pada Hakikatnya Sistem Yang Membawa Perubahan – Bukan Manusia Yang Membawa Perubahan Di Zaman Sosialis

Pada Hakikatnya Sistem Yang Membawa Perubahan - Bukan Manusia Yang Membawa Perubahan Di Zaman Sosialis

Hidup ini memang penuh dengan drama. Aksen-aksen unik kadang tercipta membuat tekanan yang khas memicu sesuatu yang dipikir baru namun sesungguhnya gaya lama. Kehidupan meronta-ronta hendak membebaskan diri dari alur-alur biasa namun sesungguhnya sudah terbiasa. Hari-hari menjadi sangat berarti tanpa basa-basi namun semuanya itu akan dilupakan. Waktu sangat cepat berakhir dan kenang-kenangan masa silam sudah tidak laku karena ada yang baru yang lebih baik. Apa yang baru saja kita rasakan, hanya baru untuk diri sendiri sedang orang lain di luar sana dari negeri yang jauh, telah merasakan hal-hal yang serupa, jauh hari sebelumnya. Jadi untuk apa disombongkan?

Mengulas sedikit tentang orang-orang yang membawa perubahan di zaman kapitalis. Mereka sudah otomatis akan menjadi “orang kaya baru” yang hartanya melebihi siapapun. Masuk dalam deretan daftar artis terkenal karena popularitas yang meroket. Nama menjadi penuh gaya karena berbagai gelar yang ditambah-tambah. Hidup dalam glamour yang dipagari emas-permata, heboh penuh semarak. Tidak ada yang bisa menyaingi orang-orang ini, Mereka disebut sebagai orang di atas rata-rata, manusia dewa, kerabat superman dan supergirl. Jadi, pantas saja banyak oknum yang juga iri hati terhadap keberadaan mereka.

Lain halnya dengan seorang sosialis yang faham bahwa pemerintah sebenarnya sudah tahu semuanya. Bahkan besar kemungkinan yang membuat pintar si sosialis ini adalah pemerintah juga. Kalau ada orang yang paling cerdas di dunia ini adalah “pemerintah saja” karena telinga & matanya melebar ke luar negeri sampai ke ujung dunia. Hanya saja di masa lalu mereka sibuk dengan dirinya sendiri, sibuk membuat dirinya mewah dan tenar. Akibatnya rakyat terlupakan dan muncullah kata-kata “urus-urusanmu sendiri” dan “cari kebutuhanmu sendiri.” Di tengah dinginnya perhatian pemerintah terhadap rakyat, bangkitlah seorang sosialis yang menjadi korek api lalu membakar api unggun besar itu sehingga menghangatkan seluruh masyarakat. Artinya, seorang sosialis hanyalah korek api yang memicu terbakarnya api unggun besar (pemerintah).

Pada dasarnya, memicu suatu perubah tidak sama dengan melakukan perubahan. Sosialis yang memicu perubahan bukanlah apa-apa, sebab perubahan yang sesungguhnya dipelopori oleh pemerintah yang memiliki akses dari pusat hingga ke pelosok daerah. Proses telah dimulai dan kesetaraan antara pusat dan daerah sedang dikerjakan, demikian juga kesetaraan antar profesi mulai dikibarkan, keadilan pengetahuan sedang dijalankan dan keadilan kekuasaan mulai dicanangkan. Semuanya itu bukan pertama kali terjadi, sebab isu-isu tentang sosialisme ini telah dibicarakan pemerintah bagian per bagian di masa lalu. Pembahasan seperti “bekerja dari rumah” dan “home schooling” sudah diangkat di beberapa talkshow namun dilabeli buruk di masa lalu. Ini adalah bukti bahwa Indonesia hanya meniru negara maju.

Harap luruskan pemahaman anda, pemerintah tidak mengikuti sosialis yang memicu perubahan tersebut. Melainkan pemerintah mengikuti gaya kehidupan yang telah lebih dahulu diterapkan di negara-negara maju. Jadi jangan berpikir bahwa orang yang membawa perubahan di zaman sosialis adalah manusia populis yang akan menjadi kaya raya karena jasanya. Keadaan ini jelas salah persepsi, sebab pemicu tetaplah dirinya sendiri dan tetap pada pekerjaan yang digelutinya. Ini bukanlah zaman kapital dimana orang yang berkoar-koar tentang perubahan akan menjadi orang ternama: pejabat, walikota, anggota dewan bahkan presiden. Sebab di zaman sosialis semua profesi sudah setara dan anda tidak perlu merebut profesi orang lain untuk merasakan hidup makmur yang layak.

Pada waktu seperti sekarang ini, bukan manusia/ perorangan tetapi pada hakekatnya sistemlah yang membawa perubahan secara menyeluruh.

Tidak perlu iri hati secara berlebihan, karena sosialis tetaplah sosialis dan masih melakukan pekerjaan yang disukainya. Anda over kapasitas jika merasa berhak menguji pemicu perubahan sebab pada dasarnya dia tidak melakukan apa-apa. Tidak perlu berlebih-lebihan karena sosialis masih seperti biasa dan keadaannya pun seperti manusia lainnya karena tidak beroleh keuntungan istimewa dari perubahan yang terjadi. Jika ada sesuatu yang bisa diraihnya, itu karena umurnya yang matang dan kinerjanya yang bagus, bukan karena jasa/ popularitasnya. Anda pun bisa setara dengannya bila mampu bekerja dengan tekun dan tabah menghadapi tantangan yang menyertai tugas-tugas yang dipercayakan kepada anda. Sebab apa yang diupayakan seorang sosialis bukan membuat dirinya lebih melainkan untuk menyamakannya dengan masyarakat luas, setidak-setidaknya dalam hal-hal besar (tidak dalam segala hal).

Salam, Tenang saja,
Jokowi masih Presiden
dan masih orang terpopuler.
Sedang sosialis itu siapa ya….?

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.