Cara Bumi Sembuh Dari Penyakit – Planet Tegas Tapi Lambat Menanggapi Ketidakseimbangan Alam

Cara Bumi Sembuh Dari Penyakit – Planet Tegas Tapi Lambat Menanggapi Ketidakseimbangan Alam

Bumi secara totalitas adalah makhluk hidup. Sebab di dalamnya ada tanda-tanda kehidupan, seperti memiliki berbagai elemen, memiliki pergerakan, memiliki siklus yang berputar, mengandung air yang memiliki aliran dan terus sibuk mengairi seluruh bumi. Sungai-sungai seperti darah yang mengairi daratan dan lautan adalah kandung kemih alias toilet seluruh bumi. Tentunya sistem ini adalah penopang kehidupan umat manusia sehingga bisa makmur dimana pun di berbagai belahan bumi. Ini adalah hal-hal yang tidak kita sadari, bahkan kitapun tidak tahu bahwa tanah dan batu yang kita injak terus berotasi pada kecepatan tertentu. Sedang manusia di dalamnya tetap aman, tidak ada yang tercampak ke luar angkasa.

Hanya saja, bumi kadang-kala tersakiti oleh umat manusia. Ini terjadi karena kita tidak menghargainya, sebab memang selama ini yang kita ketahui hanyalah menginjak dan menendang sambil berjalan dengan angkuh di atasnya. Tidak peduli dengan apa yang terjadi, kita hanya tahu mengambil apa yang diinginkan hati. Setelah tercapai semuanya kita tinggalkan tanpa melakukan upaya penanggulangan atas tindakan tekno yang masih konvensional. Akibatnya, daerah-daerah yang sudah dipanen sumber dayanya mengalami depresi lingkungan besar-besaran. Fatalnya keadaan tersebut dapat membuat wilayah besar-kecil menjadi tanah kering yang tak bisa ditumbuhi apa-apa atau yang dikenal dengan sebutan padang gurun.

Manusia zaman sekarang sangatlah beruntung karena kita tidak perlu lagi menggali ke dalam tanah untuk mencari batu mulia. Sebab zaman sekarang sudah ada pabrik sintetis yang bisa menghasilkan batu yang mirip-mirip dengan batu mahal itu. Dengan sedikit sentuhan persetujuan finansial yang disertai dengan surat-surat berhaga maka jadilah sebuah batu mulia yang harganya selangit dan hanya dimiliki oleh kaum elit. Walau pada kenyataannya, barang tersebut bisa diproduksi untuk semua orang tetapi dibatasi dan surat berharga yang mengesahkannya diperjual-belikan dengan harga tinggi. Jadi, kemewahan suatu batu mulia hanya terletak pada surat-surat berharga yang mengesahkan keberadaaan barang. Sedang barang itu sebenarnya bisa diproduksi secara masal dengan harga murah.

Keuntungan lain manusia adalah dengan adanya industri biosintetik modern yang menyuplai pangan untuk kebutuhan hidup semua orang. Artinya, wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi tidak perlu lagi bertani dan beternak secara konvensional. Sebab aktivitas mencari nafkah semacam ini beresiko merusak lingkungan jika digeluti dalam skala besar (padi ratusan hektar dan ternak beribu-ribu ekor), Beruntunglah sudah ada tumbuhan raksasa, industri biosintetik yang bisa mengolah bahan kimia tertentu bersama garam menjadi berbagai bentuk bahan pangan. Lagipula sudah ada teknologi peternakan kloning yang bermanfaat untuk mensuplai kebutuhan daging satu provinsi atau satu negara.

Apa yang menunjukkan bahwa bumi sedang sakit? Apa pertanda dari buruknya pengelolaan terhadap sumber daya? Lalu bagaimana sebuah planet yang notabene dianggap diam bisa mengantisipasi aktivitas manusia yang hiperaktif dan haus akan kekuasaan serta kekayaan duniawi? Proses penyembuhan bumi ini adalah teknik sorga yang disebut sebagai efek keseimbangan alam. Mari ambil beberapa contoh efek keseimbangan yang bekerja secara alami. Lazimnya yang dimakan lebih banyak jumlahnya daripada yang memakan, inilah titik alami yang disebut seimbang. Hewan herbivora tidak lebih banyak dari tanaman yang ada di padang. Ada tiga resikonya jika keseimbangan tersebut terganggu: herbivora kelaparan, diserang penyakit dan lebih mudah ditangkap karnivora.

Mari ambil contoh seputar hubungan antara manusia dan tanaman: jumlah tumbuhan harus lebih banyak dari jumlah manusia. Jika keseimbangan ini terganggu dimana jumlah manusia justru berada dalam jumlah yang lebih besar daripada jumlah tanaman maka akan mulailah bencana dihitung mundur di bumi.  Hal-hal yang akan terjadi umumnya panas yang membakar, cuaca buruk, polusi dimana-mana dan keadaan/ posisi tanah menjadi tidak stabil (longsor, gempa, gunung meletus). Jadi bisa dikatakan bahwa bumi yang sakit dimulai dari gangguan keseimbangan alam yang mencapai puncaknya ketika bencana alam terjadi. Pelepasan energi yang sangat besar ketika terjadinya bencana bisa melumpuhkan bahkan membunuh faktor pengganggu keseimbangan. Setelah faktor perusak mati maka bumi akan kembali lagi membangun ekosistem dari awal/ dari nol.

Tidak ada potensi yang lebih besar untuk menghancurkan bagian-bagian penting dari planet ini selain dari kekuatan pengetahuan manusia. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan potensi yang bisa membangun dan memajukan kehidupan, tetapi dapat pula menjadi awal yang melemahkan bumi itu sendiri. Semuanya itu tergantung dari tujuan dari pemanfaatan iptek, apakah digunakan sekedar untuk mengeksploitasi kenikmatan materi dan kemuliaan pribadi di antara manusia? Atau dipakai untuk modernisasi kehidupan bersama di dalam masyarakat yang majemuk. Tentu saja tujuan tersebut ditempuh tanpa mengabaikan nilai-nilai kebenaran dan nilai-nilai keadilan yang hakiki.

Sebelum beranjak lebih jauh membicarakan tentang penyakit yang diderita bumi dan caranya untuk menyembuhkan diri, mari lihat terlebih dahulu apa yang dikatakan firman Tuhan tentang keadaan ini. Seperti ada tertulis dalam (Yeremia 24:10)  Dan Aku akan mengirimkan perang, kelaparan dan penyakit sampar ke antara mereka, sampai mereka habis dilenyapkan dari atas tanah yang telah Kuberikan kepada mereka dan kepada nenek moyang mereka. Jadi, pada dasarnya ada tiga pola bencana yang akan terjadi untuk menghapuskan sebagian dari umat manusia, yaitu peperangan, krisis pangan dan penyakit yang merajalela. Tiga hal ini jugalah yang senantiasa berulang dari zaman ke zaman untuk memusnahkan orang yang serakah, jahat dan pemberontak.

Peperangan kecil sampai besar

Ketika hawa nafsu melebihi ubun-ubun ditambah sikap arogan maka akan membentuk kepribadian yang meroket. Seolah dialah segalanya dan yang memiliki segala sesutu hanya dia saja. Ketika muncul benih-benih yang baru dan mampu menyainginya, mulailah hidup keteteran dan gemasnya memanas saat menyaksikan bahwa ada pihak yang mampu menyaingi keberadaannya. Saat suatu pertemuan menempatkan keduanya dalam posisi yang sama, tidak ada niat untuk saling mengalah dan tidak mau saling menundukkan kepala. Enggan untuk bekerja sama, satu sama lain dan lebih memilih jalan sendiri-sendiri. Tidak ada saling segan, hanya saling mendengki. Masalah kecil saja yang mereka hadapi sudah membuat hati merasa jengkel karena kasus tersebut terlalu dibesar-besarkan. Perselisihan akan terjadi yang ditambah dengan semakin banyaknya kasus pelecehan dan penghinaan terhadap oknum tertentu yang meningkatkan ketegangan antar kedua belah pihak.

Jika kedua belah pihak telah berselisih selama beberapa waktu maka tinggal menunggu distorsi kecil saja sampai pertengkaran pecah. Semakin besar kekuatan yang dimiliki oleh kedua belah pihak maka semakin besar pula perang yang mereka timbulkan. Demikian juga dengan akibatnya, perang besar lebih berdampak nyata terhadap segala aspek kehidupan dibandingkan dengan perkelahian kecil yang mungkin hanya melukai beberapa orang. Semakin besar kekayaan kapital maka semakin banyak pula tentara yang digerakkan untuk bertempur. Sedang pertengkaran antara kapital bermodal kecil hanya melibatkan beberapa orang saja. Tentu saja perang besar tidak hanya terjadi karena masalah emosional belaka melainkan karena ada sesuatu yang diperebutkan.

Ada sumber daya besar yang hendak diperebutkan ditambah beberapa masalah pribadi bisa menjadi alasan utama terjadinya suatu peperangan. Perlu diketahui bahwa peperangan menelan biaya yang sangat besar, oleh sebab itu harus ada yang di dapatkan dari pihak lawan. Seorang kapital berpikir berulang kali sebelum berperang, sebab beban biaya tertinggi ditanggung oleh dirinya. Lebih baik baginya untuk terlebih dahulu membangun istana atau rumah yang besar dan mewah daripada membuang-buang uang untuk berperang. Apabila menurut perhitungannya, keuntungan dari perang yang akan dilakukan tidak besar maka peperangan bisa dibatalkan. Sebaliknya, yang diutus hanyalah kesatria-kesatria tangguh dalam kelompok kecil belaka untuk menyusup dan bergerilya menghancurkan lawan.

Krisis pangan

Apa yang membunuh manusia selain ketiadaan bahan makanan? Ini adalah faktor bencana ke dua yang dapat menjadi faktor pemusnah untuk kembali mencapai keseimbangan alam. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa seharusnya “jumlah ternak/ tanaman pangan harus lebih banyak dari jumlah manusia itu sendiri.” Jika syarat ini tidak bisa dicapai akibat lonjakan penduduk, hama tanaman, penyakit ternak, kekeringan/ fuso, kebakaran dan lain sebagainya. Maka yang terjadi adalah kelaparan berkepanjangan yang akan membunuh manusia yang lemah dan orang-orang terlantar, termasuk anak-anak. Bencana kelaparan turut pula dipicu oleh kekurang mampuan masyarakat untuk mengelola tanah.

Orang-orang primitif yang tidak mampu mengolah tanah tidak mampu hidup bersama dalam masyarakat. Artinya, manusia tanpa pertanian tidak memiliki kelompok dan kepala suku apalagi kerajaan. Sebab mereka hanya mengambil apa yang ada dan tidak bisa menjaga ketersediaan sumber daya. Jika tumbuhan harus lebih banyak dari herbivora; herbivora harus lebih banyak dari karnivora maka bisa dipastikan bahwa “jumlah penduduk primitif (omnivora berada di puncak rantai makanan) tidak lebih banyak dari hewan karnivora/ herbivora.” Jika jumlah penduduk primitif yang tidak mengenal pertanian melebihi jumlah hewan, akan terjadi bencana kelaparan yang berkepanjangan. Satu per satu penduduk akan lebih rentan terserang penyakit hingga menemui ajalnya.

Penyakit merajalela

Manusia yang hidup dalam masyarakat yang mengenal pertanian dapat tumbuh dalam kebersamaan hingga membentuk suatu kelompok kesukuan bahkan sampai memiliki kerajaan. Sadar atau tidak, inti pertanian adalah garam: manusia tidak bisa mengembangkan teknik pertanian yang berhasil tanpa mengetahui manfaat mineral ajaib ini. Jadi, tanpa mengenal manfaat garam tidak ada yang namanya masyarakat, tidak ada suku bangsa dan tidak ada kerajaan. Sebab masing-masing manusia hidup dalam keterbatasan budaya primitif. Orang primitif tidak mengembangkan sesuatu melainkan hanya memakan apa yang ada, yaitu hewan liar dan beberapa jenis buah-buahan.

Sedang kita ketahui bahwa masyarat pertanian yang sudah tahu manfaat garam, sudah otomatis tahu pula bahwa garam sangat baik untuk kesehatan manusia itu sendiri. Akan tetapi, ada kemungkinan pemanfaatannya untuk kesehatan dilakukan secara sembunyi-sembunyi dalam ramuan-ramuan herbal atau dikenal juga sebagai jamu. Sekali pun demikian, masyarakat tetap rentan dengan penyakit tertentu sebab yang paling dibutuhkan tubuh bukanlah makanan atau garam melainkan air. Jadi, sekali pun suatu masyarakat pertanian telah berhasil membentuk dan mendirikan suku atau kerajaan bagi mereka. Tetap saja, penyakit bisa merajalela di antara penduduk, tidak peduli orang tersebut rakyat biasa atau petinggi negeri.

Serangga adalah salah satu makhluk hidup yang mudah sekali mengalami ledakan jumlah. Jika saja mereka bisa mempertahankan jumlahnya semenjak serangga menetas dari telurnya maka bisa jadi bumi akan dikuasai oleh serangga yang dimana saja mendominasi permukaan. Tetapi selain dikendalikan oleh predator, serangga juga dikendalikan oleh penyakit. Semakin banyak jumlah serangga tertentu maka semakin besar kematian di dalam koloni tersebut. Ada banyak jenis penyakit yang dialami seperti layaknya manusia yang kekurangan air bisa mengalami penyakit metabolisme, yang disebabkan bakteri, jamur, virus dan lain sebagainya. Bisa dikatakan bahwa penyakit adalah pembunuh utama dalam siklus hidup serangga.

Kesimpulan

Ada banyak teori dari luar negeri yang menyatakan bahwa bumi sakit karena ulah manusia di dalamnya. Bencana alam adalah bukti dari gangguan keseimbangan yang memaksa suatu planet mereset diri lewat pemusnahan masal (sebagian atau seluruhnya) berbagai komponen yang bernaung di dalamnya. Semuanya itu dipicu oleh keserakahan manusia terhadap materi dan penghormatan duniawi. Memang hal tersebut benar dan Firman Tuhan telah menegaskan bahwa ada tiga cara untuk memulihkan kesehatan planet, yaitu lewat perang, krisis pangan dan penyakit yang merajalela. Tiga hal inilah yang terulang silih berganti bila manusia mulai egois dan arogan menghancurkan apa yang ada demi kepentingan kelompoknya. Tidak ada yang bisa menghentikan bencana ini kecuali bila manusia itu sendiri yang menyadarinya lalu bertobat untuk kembali ke jalan yang baik, benar dan adil. Dimana yang paling dominan di antara ketiganya adalah penyakit.

Bukan perang cara populer bagi bumi untuk menyembuhkan diri sebab peperangan membutuhkan biaya besar. Sedang sumber daya yang terdapat di dalam suatu wilayah tidak sebesar ekspektasi yang bisa memenuhi semua biaya yang dikeluarkan. Artinya, sekalipun seorang kapital menguras sumber daya di wilayah lawannya, itu belum bisa menutupi biaya yang dikeluarkan saat peperangan berlangsung. Raja dan penasehatnya pasti lebih memililih serangan kesatria kelompok kecil ke daerah lawan jika hendak balas dendam kepada seseorang. Kelaparan bisa saja memusnahkan orang-orang primitif tetapi masyarakat pertanian masih bisa bertahan (garam bersama air bisa jadi makanan). Skala kematian terbesar di antara manusia tidak dipicu oleh kesemuanya itu melainkan oleh penyakit biasa/ penyakit menular (disebut juga wabah) yang bisa memusnahkan banyak orang dalam beberapa waktu saja.

Salam, Bumi memulihkan diri
dengan mengacaukan, melemahkan
dan membunuh apa saja
termasuk manusia
akan disapu bersih
agar ekosistem dapat
di reset kemudian
dibangun kembali dari nol
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.