Membanding-Bandingkan Adalah Hobi

Menyukai perbandingan adalah kegemaran logika.

Seorang seniman dan beberapa profesi lainnya dalam negeri selalu berupaya mencari persamaan dan perbedaan dari sisi ini dan sisi itu.

Setiap manusia adalah penyuka aspek perbandingan sebab secara bawaan manusia memiliki lima dan enam panca indera. Indra ke enam adalah otak dan sangat gemar dengan aktivitas memperbandingkan sesuatu dengan yang lainnya.

Membanding-bandingkan adalah hobi manusia. Itulah mengapa ada hasrat dalam diri manusia untuk sama dengan manusia lainnya. Itulah mengapa ada keadilan sosial dalam hal-hal besar agar tidak ada orang yang bisa mendewakan dirinya sebab semua manusia sama.

Mustahil menyuruh orang lain untuk berhenti membanding-bandingkan kehidupan, padahal mata, telinga, hidung, lidah dan kulitnya merasakan perbedaan yang sangat kontras. Sebaiknya aktivitas ini sekedar dibatas-batasi agar tidak dilakukan dalam segala hal. Melainkan cukup dalam hal-hal besar saja. Kalau yang kecil-kecilnya pun dibanding-bandingkan, bisa-bisa kepala pusing ujung-ujungnya stres sendiri.

Membanding-bandingkan kehidupan tidak akan membuat Anda iri hati karena Anda menyadari bahwa”setiap manusia ada masanya.” Serta tidak terus-menerus fokus membahas perbandingan tersebut, melainkan pikiran lebih banyak difokuskan untuk memuliakan Allah sambil melakukan kegiatan positif lainnya yang membangun kehidupan.

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.