8 Kesenangan Yang Sesat – Cara Senang Itu Salah Kalau Begini Ceritanya

Kesenangan Yang Sesat – Cara Senang Itu Salah Kalau Begini Ceritanya

Tidak ada manusia yang tidak pernah menikmati bagaimana rasanya hidup senang. Sebab tanpa kita sadari hal tersebut terkadang terjadi secara otomatis ketika menyaksikan betapa uniknya kehidupan di dunia. Bukan hanya kita yang merasakannya, bukan hanya kita yang tersenyum, bukan kita saja yang tertawa, melainkan kebanyakan orang juga merasa demikian. Artinya, sebuah kesenangan bisa jadi merupakan kesenangan tersebut untuk semua orang. Walaupun perlu juga diketahui bahwa ada momen langka dimana sesuatu sangat menyukakan hati seseorang namun orang lain tidak menyukainya. Seolah-olah itu seperti “hanya kita yang tertawa namun orang lain diam” atau kebalikannya “orang lain pada tertawa tetapi diri sendiri saja yang terdiam.”

Dimanapun rasa senang jatuh, disitulah kehidupan sedang berkembang. Misalnya saja saat bangun pagi, saat bersantap bersama, saat memperoleh sesuatu yang diidamkan, saat beristirahat, saat berhubungan dengan sesama, saat sedang pesta, saat sedang berpergian, saat menikmati karya seni. Sampai saat tidur pun merupakan akhir gelap yang menyenangkan untuk dilalui. Semuanya itu adalah kumpulan aktivitas harian yang bisa dikatakan hampir bahkan pasti dialami oleh semua manusia. Hanya saja, kadang kala tidak semua orang menyadari bahwa sesungguhnya dirinya sedang melakukan hal-hal yang menyenangkan. Justru yang terjadi bisa saja sebaliknya, yaitu merasa penat dalam jemunya aktivitas sehari-hari.

Belum lagi kalau ada masalah kecil-besar yang tiba-tiba datang menghampiri. Suasana hati seperti melayang lalu dibanting keras oleh kemelut masalah hidup yang silih berganti mengisi ruang waktu yang tersedia. Tetapi semuanya itu, tidak serta merta menyedihkan, tidak semuanya dapat diselesaikan dan ada beberapa di antaranya yang lebih baik dibiarkan saja. Ketika semua beban tersebut menggunung di dalam pikiran, hidup tidak lagi menyenangkan. Seolah kita lupa untuk berbahagia dalam segala aktivitas yang dilakukan karena persoalan berat sedang menumpuk di mata-kepala-hati. Pada saat semacam inilah mulai timbul niat buruk manusia untuk bersenang-senang dengan cara yang tak lazim, yang justru beresiko memperburuk keadaan.

Cara senang yang salah

Senangnya baru kelihatan ketika kita memiliki kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang berlimpah. Tetapi bahagia bisa kita ciptakan sendiri lewat pikiran dan persepsi positif terhadap dunia serta terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini.

Rasa senang adalah kebahagiaan yang tampak dan biasanya dapat diamati oleh orang lain yang di sekitar kita. Akan tetapi, bahagia adalah rasa senang yang tidak tampak/ tidak dirasakan oleh orang lain yang ada di sekitar. Bahagia bisa kita ciptakan sendiri lewat pikiran dan persepsi positif terhadap dunia serta terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini. Jadi, bisa dikatakan bahwa di seluruh dunia orang-orang pasti bisa bahagia tanpa harus tampil ke depan, tanpa disoraki orang-orang, tanpa tepuk tangan, tanpa memenangkan kejuaraan, tanpa harus memiliki kekayaan besar, tanpa harus memiliki jabatan tinggi.  Semuanya itu tergantung dari manajemen kemampuan berpikir tiap-tiap insan. Khusus pada bagian itu, kita akan mempelajari beberapa cara negatif manusia untuk menikmati kesenangan pribadi.

  1. Senangnya menyombongkan diri.

    Sadar atau tidak, hati kita sangat suka melebih-lebihkan potensi diri untuk sesaat merasakan senang. Ini terjadi hampir secara otomatis, sebab setelah itu terjadi barulah kita menyadarinya. Terutama saat pikiran sedang kosong maka mulailah hati yang sok bangga tersebut bangkit untuk membuat perasaan “auto happy.” Jika keadaan ini terus dibiarkan maka bukan hanya hati saja yang meninggi tetapi perkataan dan sikapnya pun semakin tinggi ingin menggapai hal yang di atas. Bila keadaan ini terus terjadi/ berlangsung tanpa kendali maka sikap yang negatif semakin melebar merugikan diri sendiri , orang lain dan lingkungan sekitar.

    Fokus pada diri sendiri membuat hati berbanggaria namun membuat kita rentan tersakiti hanya karena terusik oleh aktivitas orang lain.

  2. Senang melihat orang lain susah.

    Kebiasaan kita mendengki orang lain, tidak saja merusak mata batin tetapi turut pula membuat mata dan telinga terganggu terhadap gejolak kehidupan yang dialami lawan. Saat musuh terlihat senang, hati kita menjadi sedih; ketika musuh terlihat sedih, hati kita menjadi senang. Ini suatu kesimpangsiuran perasaan yang terjadi karena hati fokus mengingat-ingat sifat jahat seseorang. Hanya tinggal menunggu waktu saja sampai kesenangan yang diam-diam kita ciptakan menjadi dorongan untuk melakukan aksi balas dendam yang nyata.

    Kalau hati senang melihat kehidupan orang lain susah maka sakitnya hati lebih parah lagi jika terbukti orang lain tersebut sedang bersenang-senang melewati harinya.

  3. Senang mengejek orang.

    Mata yang negatif membuat seseorang melihat orang lain dengan sudut pandang yang ironis. Orang tersebut sepertinya sangat ahli mengeksploitasi kekurangan orang lain untuk menjadikannya sebagai bahan tertawaan. Ia pertama-tama merasa bangga dengan kemampuannya tersebut namun lama kelamaan dirinya pun menyadari kelemahan sendiri. Berusaha untuk tampil sempurna tetapi tidak dapat hingga menjadi stres sendiri, hidupnya pun cenderung menjadi berantakan.

    Menghina orang untuk bersenang-senang rasanya membuat tertawa terbahak-bahak tetapi kita seperti ditampar dengan keras saat bertemu dengan pihak yang lebih baik dari diri sendiri.

  4. Senang menikmati hasil curian (mencuri hak orang).

    Saat menginginkan sesuatu, hati sangat bersusah karena tidak dapat mencapainya. Lantas, muncullah keinginan untuk mengambilnya secara diam-diam. Mencuri demi mewujudkan keinginan bukanlah sesuatu yang menyenangkan terus. Melainkan senangnya sesaat namun takutnya terus-menerus. Terlebih ketika anda bertemu tanpa sengaja dengan pemilik barang curian tersebut: besarlah rasa takut yang muncul. Perasaan negatif yang tidak menyenangkan ini akan terus terjadi seumur hidup.

    Menyenangkan rasanya memiliki barang yang diinginkan tetapi menakutkan seumur hidup setelah menyadari bahwa tangan telah mencuri sesuatu dari orang lain.

  5. Senang merusak kesenangan orang lain.

    Dendam yang belum dibereskan seperti duri yang membuat kita hendak melemparkannya kepada lawan. Dalam situasi tenang agak mudah meredakan duri tersebut agar tidak diwujudnyatakan kepada orang lain. Akan tetapi, dalam situasi yang meriah, banyak dorongan untuk melepaskan duri dendam tersebut. Rasanya semakin senang musuh kita, makin besar pula duri dendam tersebut menusuk hati hingga kita pun akhirnya melemparkan kata-kata kotor atau perbuatan lebay terhadapnya.

    Dendam dingin bila lawan kita biasa-biasa saja tetapi panasnya membara ketika musuh mencapai puncak kehidupannya. Melemparkan kata-kata kotor secara diam-diam dan berlaku tidak senonoh seolah mempermalukan diri sendiri hanya agar dia sedikit terpeleset. Sekali pun demikian senangnya hati sudah duluan hancur karena usaha negatif tidak mungkin membuahkan hasil.

  6. Senang karena menang.

    Seseorang bersenang-senang dengan memenangkan sesuatu dari orang lain. Merasa menang saat memiliki sesuatu yang lebih baik dari orang lain. Merasa diri sudah sangat hebat saat mampu menyaingi orang lain dalam hal-hal materi. Merasa enakan kalau dirinya mampu mengerjai seseorang: itu artinya bahwa dia lebih dominan dan berpengaruh dari orang tersebut. Kesenangan yang dirasakannya sesungguhnya hanya sebuah fantasi, karena penilaian semacam itu hanya dirasakan olehnya. Sedangkan orang lain yang mengalaminya terkesan biasa saja dan tidak berbuat semencolok dirinya.

    Hanya demi sebuah delusi kesenangan maka energi diboros-boroskan dan materi dihambur-hamburkan. Semua tindakan hiper ini tidak akan membawa kegirangan karena hal tersebut tidak mempengaruhi siapa pun. Sedang delusi kesenangannya lenyap seiring berlalunya waktu.

  7. Menyindir orang lewat sikap yang terlihat positif.

    Ini bisa menjadi salah satu keahlian orang cerdas untuk bersenang-senang terhadap lawannya. Mungkin niatnya adalah ingin balas dendam terhadap mereka yang berkonspirasi menggedor kehidupannya. Sayang hal tersebut tidak kesampaian karena diapun tidak tahu siapa yang menyakitinya. Akhirnya, keluarlah kata-kata cerdas berlabel positif yang mengarah kepada kebanggaan diri dan bermuatan menjelek-jelekkan lawan. Sepatah-dua patah kata motivasi dapat dimanfaatkan secara sempit oleh orang cerdas untuk melampiaskan kebenciannya dengan menyindir oknum tertentu.

    Orang intelek yang belum bahagia, bersenang-senang dengan mengagungkan keunggulannya dan merendahkan lawan-lawannya lewat karya yang dihasilkannya. Tetapi besar kemungkinan dia tidak bisa berkarya lebih banyak jika terus-menerus fokus terhadap musuh-musuhnya.

  8. Senangnya melakukan kejahatan.

    Hanya orang bodohlah yang sempat berpikir bahwa melakukan kejahatan itu menyenangkan. Mereka merasa tidak menemukan kebahagiaan saat melakukan kebenaran dan kebaikan. Hanya fokus pada rasa sakit yang timbul karena beberapa kali gagal berbuat baik. Malah menimbun pikirannya dengan kenangan masa lalu yang jelek saat hati meniatkan yang benar. Padahal trauma saat melakukan kebaikan dan kebenaran sesungguhnya merupakan latihan yang lumrah dan dapat dipelajari. Mereka belum menemukan betapa semangatnya hidup ketika kita tetap baik dan benar menjalani hari. Nyanyian dalam hati yang memuliakan Tuhanlah yang membuat kita melupakan trauma di masa lalu bahkan menjadi terbiasa dengan hal tersebut. Artinya, kita tidak takut lagi tersakiti karena berpegang teguh meniatkan yang baik dan yang benar. Baca juga tentang, Gede rasa yang keterlaluan.

    Senangnya melakukan kejahatan rasanya sesaat tetapi sanksi dan rasa malu yang kita dapatkan akan ditanggung seumur hidup.

Kesimpulan

Sadarilah kawan bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dengan banyak kesenangan. Jangankan hal-hal besar, mari mulai dari yang kecil-kecil saja seperti bangun tidur tepat waktu, makan bersama, berbelanja kebutuhan, beristerahat sejenak, menonton televisi/ media internet/ smarphone, membantu orang lain, memuji-muji Tuhan (bedah = bernyanyi dalam hati). Bahkan sampai pada saat-saat tidur pun merupakan momen yang indah untuk dilalui. Terlebih lagi jika anda bisa bedah kreatif sambil multitasking mengerjakan berbagai tanggung jawab sederhana yang dipercayakan kepada kita. Pada dasarnya, semua kebaikan, semua kebenaran dan semua keadilan adalah hal-hal yang menyenangkan untuk dijalani. Walau rintangan menghadang di depan, bisa kita jalani karena ada semangat dalam lantunan hati yang selalu berseru dan ada pengharapan tentang kehidupan yang lebih baik di masa mendatang (baik di dunia maupun di sorga).

Salam, Menyenangkan rasanya
berjalan lurus ke depan.
Betapa banyak pusingnya
ketika jalan kita
berkelok-kelok
tak tentu arah
hanya demi
mencari kesenangan
yang belum tentu
kebenarannya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.