Diracuni Terus-Menerus Secara Berkepanjangan

Diracuni Terus-Menerus Secara Berkepanjangan

Kami merasakan sakit tumit yang berkelanjutan seperti tidak dapat naik-turun melalui tangga. Sakit yang membuat pergerakan tidak bisa luwes saat melakukan aktivitas positif. Ada rasa berat di kaki karena sesuatu sedang membebani, sesuatu yang tidak berat namun membuat langkah kaki kurang nyaman untuk dijejaki. Badan menjadi berat, sakit dimana-mana, seperti tertambat bila hendak bergerak kemana-mana. Garam yang adalah mineral ajaib menjadi racun dan air yang adalah cairan ajaib memahitkan lidah. Ingin rasanya bekerja lebih lama tetapi terhambat oleh rasa ngantuk yang sangat berat. Situasi penuh buruk yang membuat seseorang tidak dapat lagi menemukan dirinya yang dulu suka bersenang-senang dengan dunia yang ditempatinya. Sebab banyak pihak yang seolah menekannya, namun masih ada pengharapan karena hati berpegang kepada yang benar, Allah yang setia.

Kami tidak mengetahui sejauh apa seseorang bisa disakiti oleh orang lain. Namun kami secara pribadi tidak melegalkan rasa sakit yang terjadi secara fisik. Sebab ada koridor hukum yang jelas yang dapat mempidanakan setiap tindakan/ perbuatan nyata yang menyakiti manusia. Sekalipun kami mengizinkan ujian kehidupan yang menyakiti  secara mental, semuanya itu ada batas-batasnya. Sebab yang namanya ujian, selalu terjadwal dan terencana dengan baik. Dimana ada waktunya hal tersebut dimulai maka ada pula waktunya dimana hal tersebut harus diakhiri. Secara akal sehat, yang namanya ujian kehidupan bukanlah sesuatu yang berpotensi menyakiti badan/ fisik melainkan lebih kepada gejolak sosial yang berpotensi menyakiti hati/ mental.

Pada dasarnya, kita tidak perlu khawatir pada ujian yang sifatnya dapat menyakiti mental/ perasaan manusia. Sebab perasaan kita bisa memicu antidepresan untuk menanggulangi hal tersebut. Seiring melewati perjalanan waktu dalam proses belajar yang panjang. Seseorang dapat menciptakan kekebalan positif untuk menanggulangi rasa sakit hatinya sendiri. Imunitas ini tidak dihasilkan dengan menciptakan zat-zat antibodi yang baru melainkan dengan memanajemen pola pikir yang dimiliki. Kemampuan untuk menganut nilai-nilai yang benar selama menjalani hidup membuat pikiran positif bisa menanggung gejolak kehidupan tanpa merasakan sakit mental yang panjang/ sakit hati yang berlarut-larut.

Lain halnya dengan sakit fisik. Tidak ada kekebalan tubuh yang terbentuk bila seseorang terluka/ lecet/ terkilir/ lebam/ bengkak/ berdarah. Memang beberapa penyakit fisik bisa membentuk antibodi tetapi hanya yang ditimbulkan oleh kuman (virus, bakteri, jamur) yang notabene ukurannya sangat mikroskopis (tidak dapat dilihat oleh mata telanjang). Tidak demikian saat orang dipukul/ ditampar/ ditendang/ diracuni: semua jenis perlakuan buruk ini bentuknya nyata dan dapat diamati oleh siapa saja. Sekali pun itu racun yang hilang bentuk saat dicampur pada makanan dan minuman namun tetap bisa terlihat setidaknya oleh pelaku yang menaburkan toksin tersebut.

Tidak enak rasanya diracuni terus-menerus tanpa henti setiap hari. Kami yang merasakannya pernah hampir tidak mampu bertahan karena hal tersebut. Bagaimana bisa seseorang diracun selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa dibela oleh siapa pun? Bahkan oleh orang tuanya sendiri? Ini bukan penyakit yang hanya diberikan kadang-kadang atau jarang-jarang melainkan setiap hari selama berbulan-bulan bahkan sampai dua atau tiga tahun berlalu bahkan lebih lagi. Dimana logikanya, orang yang meracuni sesamanya secara bertubi-tubi dapat terbebas dari dosa? Tetapi mau bagaimana lagi, kami hanya bisa menjalaninya sebagai seorang anak yang tidak punya daya untuk membela diri atau menuntut pertanggungjawaban. Sekali pun demikian, kami mengutuki konspirasi racun yang menyebabkan rasa sakit bertubi-tubi tersebut!

Racun kalium adalah khas. Suatu zat/ senyawa yang sesungguhnya bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah manusia. Ini menjadi obat yang ampuh mengatasi darah tinggi, jantung koroner dan penyakit vaskuler lainnya. Akan tetapi, bila zat/ senyawa tersebut dikonsumsi dalam waktu lama dan dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan timbulnya berbagai rasa sakit di badan. Jadi, bukan kaliumnya yang berbahaya tetapi konsumsinya yang terus-meneruslah yang membuat tubuh lebih rentan dengan penyakit. Misalnya, nyeri sendi, sakit lutut, alargi kacang, alergi ikan, alergi garam, alergi air bahkan sampai kepada kelumpuhan total. Zat yang menurut kami dimasukkan secara diam-diam oleh orang entah berantah. Tidak ada juga orang yang membicarakan hal ini kepada kami di dalam keluarga, jadi tidak jelas karena tidak ada konfirmasi dari siapapun.

Rasanya geregetan namun cukup tertantang hidup dengan prasangka buruk terhadap orang tua sendiri. Namun kami akhirnya membuang rasa khawatir tersebut karena tidak ada orang tua yang membunuh anaknya sendiri. Lantas kami mengedepankan kerendahan hati, keikhlasan dan kesabaran sembari menunggu inspirasi dari Tuhan. Kami percaya Tuhan yang akan menjawab penderitaan yang telah menyesakkan kami selama bertahun-tahun belakangan. Hingga pada suatu kali, kami menemukan sebuah celah pada jendela rumah yang telah pecah. Kami pernah memperbaiki bagian ini dengan seadanya namun telah kembali lekang. Lantas apakah ini lekang oleh waktu atau sengaja diumpati penyusup? Akhirnya, kami putuskan untuk lebih serius menangani lubang pada jendela tersebut.

Apa sudah berhenti semua rasa sakit yang pernah mengganggu pikiran itu? Tampaknya sudah semuanya dan hal tersebut hanya karena lubang pada jendela. Sesuatu yang seharusnya sepele karena jendela tersebut terdapat di lantai dua. Beberapa kaca telah pecah yang terjadi sudah bertahun-tahun silam. Bahkan seingatku, ini sudah terjadi sejak masih sma atau kuliah. Untuk diperhatikan, ada banyak jendela di rumah tetapi tidak ada penyusup yang melewati jendela terbuka. Begitu lubang ditutup, seolah semuanya selesai dan tidak ada lagi soal-soal alergi yang merepotkan itu. Kini sudah bebas mau makan apa saja bisa asalkan dilakukan secara terkontrol dan tidak berlebihan. Namun bukan berarti kami bebas juga dari ujian orang tua yang sudah sewajarnya dialami oleh seorang anak.

Muncul pertanyaan di dalam hati: apakah ini hanya terjadi pada saya, bagaimana kalau orang lain juga mengalaminya? Yang pasti, penyusup tersebut tidak mengambil apa-apa hanya menaburkan racun kalium ke minuman. Tetapi ada banyak kejadian sebelum-sebelumnya dimana laptop, smartphone dan barang elektronik kami rusak sendiri. Apakah ini juga disebabkan oleh penyusup tersebut? Ini adalah tindakan kurang ajar dan telah melampaui batas tetapi tidak bisa dilaporkan karena siapa saja bisa masuk melalui lubang tersebut. Lantas bagaimana dengan nasib orang-orang sederhana di luar sana yang rumahnya rapuh dan mudah sekali dibobol hanya dengan peralatan murahan? Kami harap siapa pun anda yang membaca tulisan ini bisa lebih hati-hati menanggulangi setiap lubang-lubang yang terdapat di rumah.

Alergi yang parah sampai hampir tidak bisa mengonsumsi apa-apa sudah berlalu. Tetapi tantangan dari orang tua masih ada-ada saja. Untungnya ujian keracunan tersebut tidak separah saat tubuh kelebihan kalium. Hidup normal, aktivitas seperti biasa tetap berjalan semestinya. Sebab tekanan dari orang tua bukanlah sesuatu yang sangat besar. Perbedaannya, dulu cukup parah rasa sakit yang timbul karena ujian biasa dari orang tua. Karena kalium bekerja menambah kerentanan tubuh terhadap toxin. Akibatnya, sekalipun orang lain mengalami keracunan ringan yang sama, namun penderitaan kami secara pribadi lebih berat. Beruntunglah semuanya sudah ketahuan sehingga prasangka buruk terhadap orang tua dan saudara sendiri telah berakhir. Derita-derita recehan yang dialami dalam rumah tangga sepatutnya dihadapi secara positif tanpa abai/ lupa bersikap baik kepada sesama anggota keluarga lainnya.

Kesimpulan

Selama sesuatu belum dibicarakan, maka selama itu sesuatu tersebut merupakan tindak kejahatan. Karena orang yang tidak tahu apa-apa bisa menjadi korban yang menderita kerugian karena tidak tahu apa-apa.

Kami mengutuki setiap tindakan jahat yang tersembunyi karena kami tidak tahu siapa yang melakukannya. Juga tidak ada konfirmasi dari orang lain tentang hal tersebut. Kami tidak tahu apa dasar mereka melakukan hal tersebut dan agar hal tersebut tidak dialami oleh orang lain.

Memang kami tahu bahwa orang tua berperan besar dalam kehidupan seorang anak, itu bisa saja konspirasi dari orang tua. Tapi tidak ada pengakuan, tidak ada kata-kata penyejuk hati dan tidak ada motivasi untuk menjalaninya dari mulut orang tua. Lagi pula orang tua mengaku bahwa bukan dari dia/ bukan dia yang melakukan tes tersebut.

Kami secara pribadi mengutuk tindakan yang meracuni orang lain selama berhari-hari (minggu/ bulan/ tahun) hingga menderita sakit yang bertubi-tubi. Sebab biar bagaimana pun, manusia tidak bisa beradaptasi dengan toksin dan tidak ada antibodi yang tercipta untuk menanggulangi toksin tertentu. Kalau pun ada orang yang bisa merasa penyakitnya lebih ringan setelah diracun berkali-kali: itu pasti terjadi karena dosis toksin yang diberikan telah dikurangi. Berhubung dalam kasus ini, kami teracuni karena tidak menyadari telah kebobolan jendela. Kami berharap, siapapun anda yang membaca tulisan ini tidak membiarkan lubang kecil di rumah sekalipun celah tersebut hanya dapat dilalui oleh anak kecil saja. Kehidupan adalah hak setiap orang dan untuk merasa nyaman perlu diusahakan termasuk dengan bersikap hati-hati. Tetapi jauh hati yang membenci siapapun, tetaplah ramah sekalipun kepada musuh. Sebab tidak ada musuh yang benar-benar musuh karena kita tetap satu di dalam Tuhan dan masih satu negara, yakni Indonesia.

Salam, Apa yang kita sepelekan
bisa jadi disusupi orang
untuk menyakiti kita
secara diam-diam.
Jangan sepele dengan apapun
kecuali pada hal-hal jahat
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.