Stres Homoseksual

Stres Homoseksual

Rasa sakit adalah kebalikan dari semua keadaan normal yang kita alami sehari-hari. Suatu rasa yang benar-benar tidak mengenakkan jiwa bahkan besar kecenderungan kita tidak mampu lagi fokus saat hal tersebut terus-menerus terjadi. Ini bisa saja disaksikan oleh orang lain hingga mereka pun merasakannya, namun umumnya penyakit pribadi hanya diri sendirilah yang bisa memahaminya. Pengalaman yang membuat hidup beresiko terjungkirbalik, bukan hanya secara fisik, melainkan juga secara mental. Inilah keadaan yang sangat menentukan dalam diri seseorang, yang bisa menjadi titik balik total kehidupan: apakah dia akan tetap memilih jalan yang benar melakukan yang baik. Atau malah menembus panasnya hati dengan sikap hati yang jahat melakukan keburukan.

Pada dasarnya, siapa pun akan menjadi jahat kalau hidupnya tersakiti. Amati kehidupan binatang di luar sana, jika anda menyakiti mereka dengan beberapa cara fisik (melempar, memukul). Hanya ada dua kemungkinan yang terjadi: binatang tersebut melarikan diri atau malah menunjukkan tanda-tanda perlawanan. Tidak lain halnya dengan manusia, sesiapapun dia, besar kemungkinan melakukan hal di atas. Sadar atau tidak, sakit fisik memang membuat makhluk manapun menjadi brutal melakukan hal yang aneh demi melindungi dirinya. Oleh karena itu, secara hukum hal ini dilarang keras dan ada hukuman yang sangat besar bila seseorang terbukti menyakiti sesamanya secara fisik.

Di atas semua penderitaan, ada juga penyakit yang biasanya di derita manusia namun bukan secara fisik. Penyakit mental atau dikenal dengan sakit hati merupakan situasi yang hampir tak terhindarkan dalam kehidupan manusia. Penyebab keadaan ini bisa berbagai macam, mulai dari diri orang yang bersangkutan sampai ada juga yang disebabkan oleh orang lain dan lingkungan sekitar. Biasanya, sakit hati yang disebabkan oleh diri sendiri adalah sifat kurang dewasa, seperti iri hati, sombong, prasangka buruk, kurang ikhlas, kurang tulus dan lain sebagainya. Sedang sakit hati yang mungkin disebabkan orang lain adalah kata-kata kotor, fitnah, kebohongan, tantangan komunikasi, persinggungan aktivitas dan lain-lain. Lalu sakit hati yang berasal dari lingkungan biasanya berupa gangguan panca indera dan bencana alam.

Bagaimana seseorang bisa stres karena suatu penyakit? Ada jalan panjang yang membentuk tikungan tajam tersebut. Sebab pada dasarnya, semakin dewasa seorang manusia, makin tinggi kekebalannya terhadap stres. Mereka tidak mudah mengalaminya karena telah mempelajarinya dan pernah punya pengalaman tentang persoalan tersebut di waktu-waktu sebelumnya. Keadaan ini membuatnya mampu menanggulangi rasa tersebut sehingga dapat ditenangkan dalam sikap ikhlas yang sabar. Akan tetapi, dalam beberapa kondisi yang menegangkan karena kesalahan sendiri, seseorang bisa tercebur dalam kejahatan di tengah kerasnya tekanan. Seolah tekanan yang dialami diarahkan orang lain untuk membuatnya bersikap negatif padahal dialah yang memilih untuk bersikap negatif.

Penyakit yang tidak biasa yang menyebabkan rasa sakit berkepanjangan yang membuat manusia menyerah pada keadaan. Tetapi yang terjadi bukannya mempasrahkan diri kepada Tuhan untuk menempuh jalan yang benar. Melainkan menyerahkan diri pada sisi jahat kehidupan dengan melakukan hal-hal buruk. Keadaan ini mungkin terjadi karena selama menderita sakit berkepanjangan dirinya sudah berusaha menjadi orang baik namun tidak kunjung sembuh. Lantas, dirinya kehilangan pengharapan dan menjadi putus asa sehingga banting stir melakukan apa yang jahat. Pada keadaan inilah, orang-orang yang notabene bukan homoseksual memilih untuk menjadi homoseksual demi memperoleh penyembuhan atas rasa sakitnya.

Mari sejenak membahas tentang ujian homoseksual yang terjadi dalam sistem bermasyarakat. Ujian ini sudah ada dan tidak mungkin dihindari oleh siapa pun melainkan tetap harus dijalani dengan mengabaikan pengaruh buruknya agar tetap menghormati jenis kelamin masing-masing. Tapi tunggu dulu, tantangan ini tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar saja, melainkan hati manusia sendiri pun kadang-kadang menyarankan hal-hal jahat, termasuk untuk menjadi homoseksual. Sudah sepatutnya sebagai manusia yang dewasa, kita memilih untuk tidak melakukan hal-hal menjijikkan tersebut. Akan tetapi, orang yang bodoh bisa saja melakukan sebaliknya semata-mata untuk mencari jalan keluar atas rasa sakitnya.

Kami beri contoh beberapa ujian tersebut berupa pengalaman disakiti oleh banyak orang yang lawan jenisnya berbeda dari diri sendiri. Kebencian yang timbul akibat rasa sakit tersebut membuat orang yang kurang cerdas menganggap bahwa semua wanita jahat atau semua laki-laki jahat. Ada juga ujian seperti dalam film/ kartun/ game yang berbadan pria tetapi suaranya seperti wanita atau pakaiannya seperti cewek tetapi orangnya adalah cowok. Bisa saja terdapat iklan-iklan tertentu yang ditujukan untuk cewek (pria) tetapi malah ditayangkan kepada anda (cowok/ anda sebagai wanita). Tentu ada juga ujian berupa kemiripan-kemiripan sikap yang ditunjukkan orang lain, seolah orang tersebut suka meniru anda. Seolah dia menyukai anda bahkan rasa suka antar sahabat pun bisa saja dianggap sah untuk saling mencintai dalam ikatan homoseks yang najis. Pada dasarnya, semua ujian ini bisa dihindari oleh siapa saja kecuali orang yang depresi berat. Simak juga kawan, Pancingan yang kehomo-homoaan.

Depresi adalah stres yang berlangsung selama berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.

Kami sendiri pernah depresi karena diracuni kalium selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Ada rasa sakit yang kami rasakan saat mengonsumsi hal-hal tertentu namun bagi orang lain terasa normal-normal saja. Suatu keadaan yang membuat kami dianggap orang lain penuh prasangka buruk karena apa yang kami katakan tidak demikian yang mereka rasakan. Beruntungnya kami, dituntun untuk bersikap lebih banyak mendiamkan rasa tersebut tanpa menuduh-nuduh siapa pihak yang melakukannya. Kami tidak berusaha mencari siapa dalangnya sebab rasa sakit tersebut masih cukup terkontrol karena hanya timbul ketika mengonsumsi makanan tertentu saja. Pada kesempatan inilah pikiran jahat terbesit untuk menjadi homoseksual.

Beruntungnya hidup, Tuhan telah menganugerahkan akal sehat kepada setiap makhluk untuk berpikir jernih. Kami menyaksikan binatang-binatang yang dianggap rendah bahkan sering dihina orang seperti anjing. Tidak pernah ada anjing homoseksual, keliling dunia pun anda tidak ada hewan yang berlaku sekeji itu. Hanya tumbuhan yang hermafrodit (kelamin ganda). Dimana itu terjadi karena kehendak Tuhan agar makhluk-makhluk tersebut dapat terus berkembang biak demi menopang kehidupan di bumi. Keadaan ini membuat kemampuan reproduksi tumbuhan lebih cepat dan lebih banyak semata-mata demi mencukupi kebutuhan binatang dan manusia agar terciptalah rantai makanan yang seimbang.

Tidak ada solusi yang terpikirkan secara akurat saat seseorang memilih jalan yang buruk. Biar bagaimanapun, logika menimbang-nimbang: “bagaimana jadinya kehidupan bila seseorang menjadi homo?” Apakah ada peluang besar yang terbuka dan menjanjikan di depan? Tentu saja dalam pertimbangan akal sehat positif, tidak ada peluang yang menjanjikan bagi seorang penjahat. Yang ada di depan hanyalah rasa malu dan dikucilkan oleh masyarakat. Belum lagi masalah hukum yang membelit ketika penyimpangan yang dilakukan semakin meluas, menyinggung kehidupan orang lain. Jadi, pertimbangan semacam ini bisa membuat siapa saja enggan untuk menjadi jahat karena resikonya di masa depan sangatlah panjang dan luas.

Kesimpulan

Homoseksual adalah kemustahilan yang menentang kodrat ilahi. Ini adalah kejahatan yang merusak iman kepada Tuhan.

Ujian ya ujian, tapi kalau sampai menimbulkan rasa sakit fisik yang nyata: itu namanya hukuman. Ujian sepatutnya hanya memicu kerepotan dan mengganggu kenyamanan yang sewajarnya tanpa menyebabkan rasa sakit di badan.

Banyak godaan untuk menjadi gay/ lesbi dari sekitar kehidupan kita. Kadang-kadang itu tidak terjadi secara tidak sengaja tetapi beberapa memang disengajai. Biasanya pancingan tersebut berupa sesuatu yang telah tercampur dengan sedikit ciri khas dari diri kita dan terletak dalam pribadi yang bersamaan/ berlawanan jenis kelamin dengan diri sendiri. Pada dasarnya, pencaplokan beberapa identitas kita ke dalam diri seorang tokoh pada karya seni terjadi secara acak. Itu hanya kebetulan yang seharusnya tidak membuat hati bimbang tentang diri sendiri. Akan tetapi, masalah mungkin membuat pikiran kacau sehingga dihubung-hubungkan secara acak dengan distorsi identitas yang selama ini diujikan sistem. Padahal, jikalau bisa berpikir jernih 100% masalah yang kita alami tidak mempengaruhi keputusan untuk menjadi homo. Artinya, mau jadi homo atau tidak pun, rasa sakit yang dialami tidak akan beranjak. Belum lagi soal yang muncul akibat pilihan yang menyimpang di tengah masyarakat yang takut akan Tuhan. Ini baru namanya “sudah jatuh, tertimpa tangga pula.”

Putus asa tidak ada harapan bisa membuat seseorang mengalami stres homoseksual. Dirinya berpikir bahwa dengan mengikuti jalan salah seperti yang diujikan orang/ sistem maka masalahnya hilang, berlalu. Padahal tidak sama sekali, justru masalah yang dihadapi lebih besar lagi. Apapun alasannya, tidak ada hak sesorang untuk terus-menerus menyakiti orang lain secara fisik selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Kami sendiri telah mengambil inisiatif untuk mengutuki perkara tersebut, sebab jangankan manusia hewan pun akan menjadi brutal karena disakiti terus-menerus. Artinya siapa pun akan menjadi jahat karena hak-haknya untuk hidup nyaman dirampok secara beruntun (bukan hanya dua-tiga kali saja). Di tengah kesesakan hidup, beruntunglah ada nyanyian dalam hati yang selalu memuliakan Tuhan dan memilih untuk menyibukkan diri melakukan hal-hal positif lainnya. Di tengah rasa sakit ada kelegaan dan hal-hal jahat menjauh karena Tuhanlah yang menjaga hati.

Salam, Rasa sakit yang
berlarut-larut bisa
membuat hidup
menyimpang
kecuali anda tetap
berpegang dan setia
di jalan Tuhan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.