Menulis Adalah Berwirausaha

Menulis Adalah Berwirausaha

Awalnya kami tidak begitu paham apa yang dimaksud dengan berwirausaha. Pemahaman singkat kami menyebutnya seperti pedagang, penjual makanan, penjual minuman, penjual aksesoris kreatif lainnya. Padahal data menyebutkan bahwa lebih dari delapan puluh persen masyarakat berprofesi sebagai wirausaha. Sedang saat melihat disekeliling, kami menyadari bahwa yang namanya penjual itu jarang-jarang adanya, bergantung dari kepadatan penduduk setempat. Lantas darimana angka delapan puluh persen itu diambil? Atau mungkin data itu yang salah atau jangan-jangan sudut pandang pemahaman kamilah yang terlalu sempit tentang hal tersebut. Menurut KBBI Luring, pengertian wirausaha adalah sebagai berikut.

Wirausaha atau wiraswasta adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Kami melihat di tengah perkembangan zaman yang sudah demikian modern, seperti sekarang ini. Pemahaman tersebut tidak lagi sesempit itu, melainkan makna dari kata-kata tersebut telah berkembang dari yang awalnya sempit, kini telah menjadi bertambah luas. Sebab produk yang dihasilkan tidak hanya mencakup barang dan jasa tertentu di dunia nyata, melainkan turut pula mencakup dunia online. Bisa dikatakan bahwa selain berwirausaha di lahan nyata, bisa juga seseorang membuka lahan usahanya di dunia maya. Suatu usaha yang pada dasarnya tidak ditemukan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Satu-satunya cara untuk menyaksikan lahan usaha tersebut, yakni dengan memiliki fasilitas internet yang terhubung dengan berbagai server di seluruh penjuru negeri.

Defenisi wirausaha adalah orang yang berbakat untuk menghasilkan produk dan memasarkannya, baik secara online (di dunia nirkabel) dan/ atau secara offline (di dunia nyata).

Bila para pedagang menjual beras, gula, kopi, susu, cemilan, makanan dan minuman lainnya kepada masyarakat, maka seorang pekerja online tidak melakukannya tetapi hanya memasarkannya. Mereka yang bekerja keras memasarkan suatu produk berprofesi sebagai digital marketing. Artinya, orang-orang ini tidak hanya punya produk secara offline tetapi ada juga segmen online yang dimanfaatkan ontuk memperjualbelikan produk offline tersebut. Tentu saja, produk yang kompleks semacam ini hanya dimiliki oleh perusahaan yang telah berkembang pesat. Sebab beberapa produk offline tidak perlu di online-kan karena sudah merupakan kebutuhan masyarakat yang mau tidak mau ada pembeli/ harus dibeli.

Bagaimana pula dikatakan bahwa menulis adalah bentuk wiraswasta modern? Informasi berupa hasil dari sebuah tulisan tidak akan anda temukan secara terpisah di warung, toko kelontong, minimarket, supermarket, pasar pagi dan pasar malam. Melainkan kesemua tulisan di dunia nyata lebih banyak ditemukan bersama dengan produk kebutuhan masyarakat. Tulisan-tulisan tersebut berupa merek, harga, nama perusahaan, informasi berat, komposisi, informasi nilai gizi, tanggal kadaluarsa dan lain sebagainya. Jadi, sebenarnya tanpa kita sadari, sejak pembuatan sampai pemasaran suatu produk selalu ada tulisan yang menyertainya. Artinya, dari dulu tulisan sudah menjadi barang yang diperjualbelikan, maka demikian juga sampai sekarang hal tersebut terus berlanjut.

Menulis adalah menjual ide berupa pengalaman, pengetahuan, tafsiran, mimpi dan cerita lainnya kepada setiap orang yang merasa membutuhkannya. Tindakan yang bisa menjadi benih yang tumbuh dan berkembang membangun kehidupan manusia. Tetapi menulis bisa juga menjadi kanker yang melemahkan dan memudarkan kehidupan. Bukankah semuanya itu ditentukan oleh tujuan seorang penulis dalam merangkai setiap kata menurut pemahamannya? Sekali pun demikian, jangan merasa takut apa bila tulisan-tulisan negatif mulai muncul dihalaman berita anda, sebab hal-hal buruk tersebut tidak akan bertahan lama. Semuanya itu akan tergerus, hangus dan hilang seiring berjalannya waktu dimana yang terbukti bertahan lama hanyalah yang baik, benar dan adil.

Saat anda mulai berpikir untuk membuka usaha “menulis,” kedengarannya memang gampang bahkan terlalu mudah. Cukup duduk di depan laptop selama beberapa jam lalu kirim ke situs tertentu maka uang akan mengalir deras. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, terutama bagi seorang pemula. Sadarilah bahwa dimana-mana yang namanya berwirausaha membuka perusahaan sendiri butuh perjuangan yang panjang. Semuanya butuh proses yang mungkin tidak pernah terbayangkan dalam benak ini sebelum-sebelumnya. Tetapi, jangan khawatir kawan, jika memang punya bakat dan semangat dalam bidang tersebut. Pasti segala rintangan dan hambatan akan dapat dilalui dengan ringan hati sampai menuai sukses yang pantas.

Anda dapat memilih topik-topik tertentu untuk mulai ditulis. Bisa saja itu tentang kehidupan sehari-hari yang penuh carut-marut namun berujung penyelesaian. Ada juga candaan ringan yang bisa diambil dari percakapan sehari-hari. Mungkin anda tertarik menulis opini pribadi tentang berita yang berkembang di dalam masyarakat, baik menurut skala nasional, internasional maupun lokal. Bahkan anda bisa menulis tentang apa yang sedang anda khayalkan di perjalanan, di ruang publik, di atas tempat tidur atau dikamar mandi. Mengulas tentang pengalaman pribadi mengunjungi tempat tertentu/ public space/ tempat wisata. Membahas tentang pengalaman menggunakan suatu produk. Sejujurnya kami pun mau secara khusus beropini tentang berita lokal dan nasional namun tidak ada kesempatan karena kami punya ide-ide sendiri yang hendak diceritakan kepada para pembaca. Di atas semua itu tidak perlu merasa sungkan mengungkapkan isi hati, selama anda adalah penulis anonim dengan identitas yang dirahasiakan.

Pada dasarnya teknik SEO yang digunakan dalam mempopulerkan suatu topik tidak dibutuhkan oleh seorang penulis. Sebab SEO hanya digunakan untuk tujuan internet marketing demi mendongkrak penjualan suatu produk. Sekali pun demikian pelajari saja dasar-dasarnya, mungkin ada beberapa poin di sana yang bisa anda terapkan saat sedang merancanakan sebuah tulisan. Ada satu poin penting yang mungkin dibutuhkan juga oleh seorang penulis adalah “blog walking.” Berkunjung ke situs-situs besar atau ke situs rekanan dengan meninggalkan komentar sambil mengisi pengetahuan dengan informasi terbarukan. Seorang penulis bisa terinspirasi lewat ide-ide yang terbaca olehnya untuk merangkai kisahnya sendiri.

Tujuan utama seorang penulis bukanlah untuk populer. Sebab jika demikian maka sudah otomatis kita dikalahkan lebih dulu oleh tim internet marketing perusahaan-perusahaan besar. Yang notabene memiliki banyak penulis andalan, cerita mewah dan pengunjung robotik yang bisa menyerbu kata kunci tertentu. Melainkan yang terpenting bagi seorang penulis adalah “tulisan itu sendiri.” Tulis apa saja, arahkan pada hal positif dan buktikan bahwa anda adalah pekerja keras yang menerbitkan tulisan secara terjadwal. Karena menulis adalah pekerjaan maka buktikanlah bahwa anda selalu aktif bekerja dengan menerbitkan topik menurut kemampuan (jumlah katanya berapa saja) dan menurut pola kebiasaan yang selama ini ditentukan/ digunakan sendiri.

Masalahnya sekarang adalah apakah anda siap materi dan mental mulai berwirausaha dari nol? Pada bagian inilah banyak penulis yang mulai mundur dan hengkang beralih profesi ke perusahaan lain. Artinya, mereka memilih untuk bergabung dengan perusahaan media terkemuka yang sudah duluan maju dan berkembang ketimbang membuka bisnis freelance-nya sendiri. Sebab, mau tidak mau butuh modal untuk memulai usaha yang diperuntunkan demi mematenkan keberadaan konten. Tentu saja anda pun butuh waktu untuk membangun tulisan-tulisan anda sendiri sampai jumlahnya cukup banyak. Dan seperti yang kami rasakan sendiri, anda pun mungkin akan mengalami: ditolak beberapa kali oleh pengembang periklanan. Tentu keadaan ini membuat anda tidak mendapat apa-apa selama beberapa tahun. Tetapi yakinlah bahwa pohon bisnis yang anda bangun dengan jerih lelah tidak akan sia-sia. Oleh karena itu, bertahanlah terlebih dahulu dalam keluarga sampai membuahkan hasil yang memandirikan anda.

Kesimpulan

Wirausaha/ wiraswasta menulis adalah merangkai kata-kata, kalimat, paragraf dan cerita positif tentang topik tertentu untuk dipasarkan di antara pembaca aktif dunia maya/ online.

Menulis sebagai sebuah pekerjaan bukan soal popularitas melainkan sebuah usaha yang membuktikan bahwa anda telah, sedang dan akan terus aktif melakukan sesuatu. Seorang penulis bisa memilih untuk mendaftarkan diri di perusahaan media terkemuka atau membuat lahan usaha sendiri yang menampung karya-karyanya. Bila anda adalah orang yang memiliki tekat yang kuat dan semangat juang yang tinggi maka mulai berwirausaha adalah pilihan terbaik. Persiapkan dana yang mencukupi untuk membiayai proses hosting dan pembelian domain minimal tiga tahun lalu mulailah menulis apa saja yang ada dalam benak sendiri. Hanya berupayalah untuk mengarahkan hal-hal negatif yang diungkapkan berujung menjadi positif. Artinya, ada perubahan karakter yang sekalipun awalnya buruk menjadi baik karena suatu peristiwa yang mengesankan. Sabarlah menunggu proses yang panjang karena tidak ada hasil memuaskan yang diperoleh dengan cara yang mudah.

Salam, Pekerjaan penulis
ya menulis apa pun itu,
menunjukkan bahwa dia pun berusaha
walau tidak masuk kantor
dan tidak jalan-jalan
hanya di rumah aja
sampai genap jadwal
karyanya diterbitkan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.