Pekerjaan Dan Masalah Pribadi Tidak Sama, Tidak Boleh Dicampuradukkan

Pekerjaan Dan Masalah Pribadi Tidak Sama, Tidak Boleh Dicampuradukkan

Tanpa disadari, hidup kita telah menyatu dengan banyak hal. Sebab tepat saat kita hidup berdampingan dengan segala sesuatu, tepat saat itu jugalah kita menyatu dengannya. Suatu hubungan telah saling terjalin antara diri kita secara pribadi dengan berbagai hal di sekitar. Ada hubungan yang tidak saling merugikan dan tidak pula menguntungkan satu sama lain (misalnya antara orang-orang yang tidak kenal dalam satu bus), ada hubungan yang saling menguntungkan satu dengan yang lain (misalnya hubungan orang-orang dalam keluarga). Serta ada pula hubungan yang merugikan salah satu pihak (secara terukur) tetapi tidak ada yang mempermasalahkannya (misalnya hubungan manusia yang memanfaatkan alam sekitarnya baik yang alami maupun yang tidak alami).

Sekalipun dalam sudut pandang tertentu kita menyatu namun dalam sudut pandang yang lain, kita sebaiknya memisahkan dengan teliti. Inilah yang disebut dengan dualisme kehidupan: ada hal-hal tertentu yang bagus kalau dipersatukan tetapi ada hal lainnya yang sebaiknya dipisah-pisahkan. Perlu hikmat, kebenaran dan pengalaman/ pengetahuan untuk menempuh upaya yang dimaksud. Pada dasarnya, upaya menyatukan dan memisahkan ini telah terjadi secara otomatis di dalam masyarakat. Mungkin bagi orang-orang muda adalah berupaya untuk mengikutinya, karena hal tersebut semacam kebiasaan positif di dalam masyarakat (misalnya ada acara tertentu dimana orang-orang berkumpul). Akan tetapi, ada hal-hal tertentu yang lebih baik terpisah-pisah dalam petak kehidupan yang wajar (misalnya ada saat dimana tiap-tiap orang pulang ke rumah kediamannya masing-masing).

Ada lagi hal yang pada dasarnya menyatu tetapi tidak boleh disama-samakan. Sesuatu yang merupakan bagian dari aktivitas keseharian manusia sebagai salah satu dari anggota komunitas sosial yang menjadi cabang pusat pembagian sumber daya. Lembaga yang menjadi tempat dimana orang-orang mengabdikan dirinya untuk mengambil bagian dalam menjalankan roda kehidupan. Suatu kehidupan yang utuh bersama semua orang untuk mencapai tujuan bersama yang tersistem dengan baik dalam dunia kerja. Tempat dimana kita mengabdikan lebih banyak waktu untuk memakai pikiran dan tenaga sendiri demi menjalankan tugas-tugas tertentu. Semua itu sudah termaktum dalam peraturan dan kita secara pribadi tinggal menjalankannya sesuai bakat dan bagian masing-masing. Inilah dunia yang tersistem dan perlu dipisahkan dari hidup manusia secara pribadi.

Bagi mereka yang bekerja di kantor atau tempat kerja spesifik lainnya, pemisahan antara dunianya sanga jelas dan hanya membutuhkan penegasan dan pengingat. Akan tetapi, lain halnya bagi mereka yang notabene bekerja dari rumah (work from home). Pekerjaan semacam ini, tampaknya tidak memisahkan kehidupan pribadi dengan apa yang sedang dikerjakan seorang pekerja. Tidak ada ruang khusus yang memisahkan, tidak ada sekat yang membatasi, tidak ada komputer/ smartphone khusus yang digunakan, sebab semuanya menyatu dengan kehidupannya secara pribadi. Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, bahwa memang dari sisi ini, para pekerja rumahan menyatu dengan aktivitas pribadi tetapi dari sisi masalah sebaiknya jangan dibawa masuk.

Kita tahu semuanya bahwa masalah adalah kesemerautan hidup yang berpotensi menghasilkan stres. Karena itu, ada baiknya jika kita berhati-hati bila hendak membawakan apa yang kita alami dalam lingkup kehidupan yang lain. Tidaklah lazim bila seorang pekerja membawa masalah pribadinya, sebab tindakan semacam ini hanya akan menambah beban kerja dan meningkatkan resiko stres di tengah pekerjaan. Stres di dalam pekerjaan akibatnya sangat buruk, mulai dari pekerjaan yang tidak selesai, hubungan dengan rekan sejawat hancur, hubungan dengan pemimpin perusahaan terganggu dan lain sebagainya. Bahkan pada titik depresi yang berkelanjutan, seseorang bisa diperhadapkan dengan pengusiran alias pemecatan langsung.

Ini adalah dunia kita, tempat dimana semua orang hidup. Dan bukan hanya kita saja yang berpijak di sini, ada lingkungan alami (makhluk hidup) dan non alami (sintetis/ tidak hidup). Masing-masing menyatu dalam harmoni kehidupan yang saling mempengaruhi, melindungi dan menopang satu sama lain. Akan tetapi, di dalam dunia kerja, kita tidak sebaiknya membawa hal yang memberikan pengaruh buruk, seperti kemelut pribadi yang sedang mencobai. Perlu memilah-milah dengan terpimpin agar terlebih dahulu menyelesaikan masalah pribadi. Atau bisa juga dengan menanggungkan penyelesaiannya sementara waktu untuk dapat melakukan poin-poin yang dituntut dalam pekerjaan. Setelah pekerjaan kita selesai tepat waktu, barulah kemudian kita kembali melirik soal-soal pribadi untuk dicari solusinya.

Zaman sekarang, tidak ada masalah pribadi yang terlalu besar. Asal kita hidup dalam kebenaran, mau melakukan kebaikan dan terbiasa dengan soal-soal recehan: maka sudah pasti kita akan menemukan tindakan yang tepat untuk meresponi persoalan hidup yang dijalani. Bila ada hati yang ikhlas menjalani gangguan, sabar menghadapi tantangan dan rendah hati dalam bersikap niscaya persoalan pribadi segera terselesaikan, indah pada waktunya. Utamakanlah untuk menyelesaikan soal-soal pribadi seorang diri saja. Akan tetapi, bila anda sudah tidak mampu lagi menjalaninya dan selalu menemui jalan penyelesaian masalah yang buntu. Silahkan curhat dengan orang-orang yang anda percayai (orang tua, keluarga, sahabat). Bisa juga curhat dengan para profesional lainnya (dokter, psikiater, IGD). Dan tidak apa bila anda curhat kepada pihak yang berwajib: jika memang tindakan itu sangat diperlukan. Tetapi pilah-pilahlah dengan akal sehat agar aktivitas tersebut tidak mengecoh pekerjaan anda.

Lantas, bagaimana seorang penulis yang notabene sering sekali menautkan cerita-cerita pribadi dalam karyanya. Bagaimana kita memisahkan cerita kita dari masalah kita? Bukankah keduanya menyatu bahkan kerap kali seorang penulis/ blogger mengurai soal-soal yang dihadapinya di dunia maya? Tentulah di sini sikap kritis seorang penulis profesional dibutuhkan. Pilah-pilahlah masalah anda: ada yang sudah terselesaikan, ada yang menunggu penyelesaian dan ada yang tidak terselesaikan. Dari semua masalah yang bisa diceritakan, adalah lebih baik dan lebih bermanfaat rasanya menuliskan masalah yang sudah kita temukan jalan penyelesaiannya. Ini adalah kisah terbaik yang disukai banyak pembaca cerdas. Tidak ada pembaca (kecuali robot) yang menghabiskan waktunya hanya untuk menyimak curhatan hati tanpa ujung penyelesaian yang pasti. Sebagai penulis profesional yang bertanggung jawab: setidaknya kita bisa memberi mereka dua-tiga tips tentang kehidupan sebagai balasan dari kemauan membaca yang kuat.

Lalu bagaimana pula kita bisa memisahkan aktivitas bekerja dari rumah (work from home) bila masalahnya terjadi bertepatan saat sedang kerja? Moment semacam inilah yang menyadarkan kita sebagai penulis, tentang pentingnya suatu perencanaan. Karena kita bekerja dari rumah, tidak bisa dihindari godaan yang muncul dari berbagai pihak: mulai dari keluarga sendiri, hewan peliharaan/ liar, mesin yang berputar dan lingkungan sekitar kita. Keadaan ini sebenarnya menguntungkan di satu sisi (menjaga kedekatan) tetapi di sisi lain malah merugikan (pekerjaan tidak selesai). Akan tetapi, semua kerugian tersebut tidak kita alami bisa telah menyusun suatu perencanaan. Hindari menulis malam ini untuk diterbitkan besok pagi: ini deadline yang sangat dekat dan membuat kita sangat rentan dengan stres. Melainkan menulislah hari ini untuk diterbitkan seminggu lagi atau sebulan lagi, sebab ada banyak tulisan lain yang sudah distok di waktu sebelumnya. Tenggat waktu penerbitan yang jauh-jauhan membuat beban pikiran ringan dan tulisan tersebut masih bisa terkoreksi di hari-hari berikutnya.

Seorang profesional yang memiliki keahlian untuk melakukan pekerjaan yang tersistem, tidak membiarkan tugas-tugasnya diperlambat oleh masalah pribadi. Profesional yang paham untuk fokus menggeluti tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang menjadi tanggungjawabnya. Sesuatu yang perlu dipertanggungjawabkan pada masanya. Selalu sadar dan tidak mau mengambil lelahnya tantangan pribadi untuk dicampuradukkan dengan pekerjaan yang digeluti. Sebab paham betul bahwa ketelodoran tersebut hanya menghambat tujuannya. Tenggat waktu yang ditentukan harus dicapai, bila perlu sudah terselesaikan sebelum waktunya agar beban kerja tidak menimbulkan tekanan emosional yang memicu stres. Apa pun yang terjadi dalam hidupnya, tidak serta-merta diceritakan sebab kisahnya adalah positif dan tujuannya untuk mendatangkan manfaat serta membuat para pembaca bahagia.

Kesimpulan

Dalam beberapa hal, bagus bila menyama-nyamakan sesuatu. Akan tetapi, dalam hal tertentu sebaiknya dipilah-pilah dengan cermat. Bekerja dari rumah (WFH) memang sangat mengasyikkan namun bukan semaua hal yang kita alami di rumah dapat dimasukkan dalam dunia kerja. Perhatikan baik-baik tupoksi yang kita miliki sesuai sop atau bagi yang belum memiliki sop setidak-tidaknya anda tahu arahnya. Artinya, tidak ada pekerjaan yang menuntut pekerjanya untuk melakukan hal negatif melainkan semua pekerjaan pasti mendorong karyawan untuk melakukan hal yang positif. Sesuatu yang bisa menopang sistim bermasyarakat agar roda kehidupan dapat berjalan seimbang adil untuk semua pihak. Bila apa yang kita kerjakan mulai mengarah kepada hal-hal negatif: perlu dipertegas apa tujauannya? Apakah pekerjaan kita sudah benaran baik dan menjunjung tinggi keadilan? Bukankah itu dipertanggungjawabkan diakhirat?

Salam, Kehidupan pribadi
tidak terpisahkan
dengan pekerjaan
!
Tetapi kita harus belajar
memisahkan masalah pribadi
dari pekerjaan yang ditekuni
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.