Sorga JelasLebih Hebat Tetapi Bukan Untuk Dianggarkan Apalagi Sampai Dijadikan Kebanggaan

Sorga Memang Lebih Hebat Tetapi Tidak Untuk Dianggarkan Apalagi Sampai Dijadikan Kebanggaan

Pernah ada zamannya dimana keberadaan Tuhan dalam kehidupan manusia dipertanyakan. Sebab kebaikan sudah tak tampak lagi dalam masyarakat, lebih banyak yang jahat merajalela dan orang-orang tidak lagi menemukan kelegaan dalam hidupnya. Keadaan ini turut diperparah oleh karena oknum yang berkuasa dan kaya raya bertindak sewenang-wenang demi keuntungan pribadi. Masa-masa dimana manusia sangat mendambakan penghargaan dan penghormatan terhadap dirinya sendiri. Tidak ada yang mencari Tuhan, atau sekalipun ada, itu hanya sebuah persyaratan agamawi yang di dasarkan pada kewajiban dan bukannya kepada kerinduan hati yang dalam.

Hanya ada dua keinginan manusia yang selalu berseberangan, yaitu kerinduan kepada sorga dan kecintaan kepada dunia. Tidak ada manusia yang tidak menyukai hal-hal yang berbau materi. Demikian bisa jadi kemuliaan merupakan harapan tiap-tiap orang di bumi. Bila mulai fokus pada kedua hal ini maka timbullah semangat yang mendorong seseorang untuk mengejarnya. Melakukan usaha yang segiat-giatnya untuk meraih materi besar yang melebihi siapapun. Berjuang lebih gigih lagi untuk mencapai pengakuan tertinggi di dalam masyarakat. Semua aktivitas keduniawian ini secara langsung maupun tidak langsung membuat manusia diperhadapkan dengan persaingan.

Fokus kepada keduniawiaan membuat kita terpaksa menjalani hari dalam posisi bertarung. Tidak ada ketenangan sepanjang hidup sebab rasa persaingan membuat kita selalu memiliki sudut pandang untuk menentang orang lain. Tingginya hasrat untuk melawan orang lain menciptakan batas-batas pemisah yang membuat hati merasa terancam. Prasangka negatif tentang yang buruk-buruk menguasai pikiran semata-mata untuk membuat diri sendiri merasa mengungguli orang lain. Semua ini membuat kita tidak lagi merasakan kebahagiaan dimana hubungan dengan Tuhan semakin terasa jauh dan hubungan dengan sesama juga terasa hampa. Sedangkan materi dan kemuliaan dunia yang kita peroleh lama-kelamaan terasa hambar seolah tak berarti lagi.

Betapa beruntungnya kita memiliki Tuhan. Allah yang maha besar, maha kuasa, maha hebat dan maha segala-galanya. Di dalam Tuhan, kita tidak perlu bersaing untuk memperebutkan kasihnya. Sebab kemurahan hati-Nya sama untuk tiap-tiap orang. Kasih sayangnya terwujud dalam setiap kebaikan yang kita rasakan selama hidup di dunia. Walau kadang ada kesesakan, ada pula jalan keluar yang telah dipersiapkan-Nya. Di tengah persoalan pun, kita masih dimampukan untuk bersukacita. Lama-kelamaan beban kita akan menjadi ringan dan semua masalah itu pun pasti akan berlalu. Tidak ada hal-hal duniawi yang bisa menjauhkan kita dari bahagianya hati yang tenang. Ketenteraman hidup di dalam Tuhan melebihai apa yang bisa diberikan dunia kepada kita.

Semua hal positif yang kita terima dalam Tuhan lebih baik daripada apa yang diberikan oleh dunia ini. Kebaikan-Nya yang tidak langsung telah memenuhi semua materi yang kita butuhkan, dimulai dari makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan lain sebagainya. Sedangkan kebaikan-Nya yang kita terima secara langsung berupa kelegaan, kedamaian, ketenangan, ketenteraman dan kebahagiaan yang tidak ada habisnya. Hal materi yang kita terima dari dunia biasa-biasa saja namun hal-hal tersebut sudah membuat sukacita kita penuh. Sekalipun kita terbatas menikmati materi namun itu sudah cukup memuaskan kita sehingga tidak ada keluh kesah yang mengurangi bahagia.

Ketika semua keunggulan di dalam Tuhan memenuhi hidup kita, tidak perlu menyombongkan diri dari orang yang kelihatannya belum menerimanya. Sering sekali hati kita meninggi terhadap orang-orang tertentu terutama ketika kita bermasalah dengan mereka. Ketika ada orang yang membuat hati kesal, mungkin hal tersebut terjadi lewat tutur kata atau lewat persinggungan aktivitas atau karena orang tersebut diunggulkan. Mudah sekali hati menyombongkan diri dari orang-orang tersebut agar kita bisa menghadapi rasa jengkel yang mereka timbulkan dengan sukacita. Bahkan kerap kali kita mengunggulkan sisi kerohanian kita dari mereka agar rasa sakit yang mereka timbulkan bisa ditepis.

Kebiasaan mengunggulkan sisi kerohanian sendiri bukanlah kebiasaan baik. Berhenti mengimbangi rasa sakit dengan keangkuhan melainkan cobalah untuk menerima kenyataan yang terjadi. Silahkan melihat peristiwa tersebut berdasarkan perspektif positif yang dilandaskan kepada Tuhan. Ikhlas menerima rasa sakit yang mereka timbulkan, secara sengaja ataupun tidak sengaja. Memandangnya sebagai sesuatu yang diizinkan Tuhan terjadi dalam hidup kita. Sehingga ada dorongan penuh semangat untuk bersabar menjalani semua ujian tersebut. Bila di tengah tekanan hidup kita menemukan kelegaan yang dipicu oleh pikiran positif maka mudah bagi kita untuk rendah hati dan tetap berbuat baik di tengah situasi tersebut.

Ada lagi situasi dimana kita diperhadapkan dalam sesaknya perbantahan dengan orang lain. Kita tidak menyadari telah terlibat dalam pertengkaran yang alot dengan orang lain. Tanpa disangka orang lain terkesan lebih unggul karena menganggarkan kehebatannya. Lantas kita pun ikut terbawa-bawa menganggarkan keunggulan diri secara agamawi. Semua kata-kata penuh kebanggaan dilontarkan semata-mata agar kita merasa menang. Padahal dengan berlaku demikian, kita telah kehilangan esensi rendah hati yang sembunyi-sembunyi. Seolah-olah ibadah yang kita giatkan bukan ditujukan kepada Tuhan yang tersembunyi melainkan kepada manusia yang kasat mata.  Keadaan ini justru membuat kecemasan mencuat dari dalam hati karena muncul keraguan akibat sikap yang terkesan tidak tulus mengikut jalan Tuhan.

Ada lagi situasi di saat kita bersaksi tentang kebesaran Tuhan kepada orang lain yang biasanya dituangkan dalam bentuk karya seni. Ada yang bernyanyi, bercerita, menggambar, berpuisi dan lain sebagainya. Bersaksi itu benar selama kita melakukannya dengan bersemangat. Akan tetapi, hindari bersaksi hanya demi merasa unggul dari orang lain. Ada lagi kesaksian yang muncul semata-mata untuk menambah nilai harga kita ketimbang orang lain. Berpikir bahwa apa yang kita lakukan membuat kita lebih berhak mendapat penghasilan dan fasilitas yang melebihi semua orang. Aktivitas ini jelas berlawanan dengan kehendak Tuhan dalam kehidupan umat manusia, yang menginginkan keadilan untuk setiap keluarga tanpa pandang bulu.

Kesimpulan

Kita tidak perlu memenangkan segala hal. Sebab mengunggulkan diri sendiri bukanlah satu-satunya cara untuk bahagia. Lebih baik perbanyak mengalah karena Tuhan suka pribadi yang rendah hati. Menganggarkan kerohanian kita untuk memenangkan konflik justru menghilangkan bahagia dan damai sejahtera dalam hati.

Bersyukur karena kita memiliki iman yang lebih menyala-nyala dari orang lain merupakan contoh kesombongan rohani. Daripada mencoba mengimbangi rasa sakit dengan membanggakan diri, lebih baik menghadapinya dengan sikap ikhlas, sabar dan rendah hati. Tidak perlu menganggarkan keagamaan kita untuk memenangkan perbantahan dengan orang lain sebab ibadah kita bukan kepada manusia, melainkan kepada Allah yang menyukai hal-hal yang tersembunyi. Kesaksian kita pun bukan demi meraih keuntungan materi melebihi siapa pun sebab kita percaya dan taat pada jalan Tuhan yang adil. Kebesaran dan kemahakuasaan Allah tidak perlu dijadikan kebanggaan. Sebab Allah selalu adil dimana bukan hanya kita yang merasakan hal-hal ajaib tersebut melainkan semua orang juga merasakannya.

Salam, Untuk apa berlelah
demi sesuatu yang sia-sia
?
Untuk apa menyombongkan diri
senang sebentar,
unggul sesaat,
menang sementara,
tetapi ujung-ujungnya
semua ibadah kita sia-sia
?

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.