+86 Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan (Kumpulan Bagian XI)

Kata-Kata Bijak & Motivasi Kehidupan (Kumpulan Bagian XI)

Kata motivasi tidak ada matinya walau aktivitas yang dapat kita lakukan terbatas. Sebab perkataan adalah permainan yang penggunaannya bisa diacak-acak layaknya game “silang kata” atau “teka-teki” lainya. Sekalipun suatu frase motivasi menyajikan tata bahasa yang garing namun belum tentu hal yang dimaksudkannya dapat digunakan di segala situasi. Artinya, kata-kata penyemangat yang satu hanya bisa digunakan untuk kondisi tertentu saja. Tidak ada motivasi pendek yang kesannya agak dipaksakan namun berlaku untuk semua hal. Melainkan perhatikanlah frase sebelumnya atau sesudahnya, mungkin  dari situ sudah ada aturan tertentu yang mengkhususkan penggunaannya pada saat/ porsi/ bidang tertentu saja.

Ada syarat dan ketentuan semu yang bisa mengikat suatu kata-kata penyemangat yang kami tuliskan. Anda bisa mengetahuinya secara langsung atau tidak sama sekali. Walau dalam beberapa nomor, telah kami sertakan juga syarat dan ketentuan tersebut. Lagi pula semuanya ini hanya main-main penghibur lara agar tidak terkantuk-kantuk hilang arah menghadapi masalah. Jika hal-hal tersebut berlaku dan efektif dalam hidup anda: bersyukurlah! Tetapi jika hal tersebut tidak sesuai dengan kepribadian anda, mungkin itu hanya ada sangkut-pautnya dengan pribadi penulis sendiri. Setidak-tidaknya, pembaca bisa menjadikan beberapa di antaranya sebagai acuan untuk membuat kata-kata penghiburan untuk anda sendiri. Berikut motivasi sederhana yang kami maksudkan.

  1. Di tengah kesulitan hidup, pandanglah kepada Tuhan agar tetap semangat menjalani hidup.
  2. Sesulit apa pun kehidupan, hindari memenuhi pikiran dengan semuanya itu. Tetapi penuhilah pikiran dengan puji-pujian kepada Yang Maha Kuasa agar bahagia tenang menghadapi semuanya itu.
  3. Kebaikan yang berpotensi bertepuk sebelah tangan, perlu didasari oleh ketulusan, agar tidak berakhir dengan kekecewaan.
  4. Lihat pemain voli saja tidak selalu mendapat balasan dari setiap bola yang dikirim-pukulnya. Tetapi jangan khawatir, itu tandanya bahwa poin anda bertambah. Kebaikan yang tak terbalas, bisa jadi menambah poin anda di sorga kelak.
  5. Kebahagiaan tidak tergantung dari kelebihan. Melainkan kebahagiaan bergantung kepada pola pikir saat menikmati manfaat apa pun yang dirasakan sambil bersyukur kepada Tuhan.
  6. Bahagia itu bukan soal siapa yang terbaik atau siapa pemenangnya. Tetapi kebahagiaan adalah saat kita mampu memaknai setiap peristiwa secara positif dalam kesyukuran dihadapan Tuhan.
  7. Nikmat duniawi tidak selalu membahagiakan terutama saat diteguk sebagai suatu usaha pelarian, yang tidak terkontrol, yang dilakukan secara berlebihan.
  8. Ada serpihan masalah tanpa jalan keluar yang terlalu sepele jika diadukan kepada orang dewasa dan/ atau kepada aparat hukum dan/ atau kepada petugas kesehatan.
  9. Masalah tanpa jalan keluar adalah ujian kehidupan yang melatih kita untuk sabar bertahan dalam sikap positif yang santun tanpa bermasalah dengan siapapun.
  10. Tidak semua masalah bisa diselesaikan, terkadang kita hanya perlu mengabaikannya tanpa mengabaikan orang-orang di sekitar.
  11. Hindari sibuk mencari solusi karena memang solusinya tidak ada; Justru mencari yang tidak ada beresiko buat pusing sebab tidak semua persoalan memiliki jawaban.
  12. Permasalahan yang tak pernah berakhir adalah cobaan hidup yang melatih ketangguhan hati bertahan dalam benar sembari tetap berbagi kebaikan.
  13. Nikmatilah penderitaan dan tertawailah itu tetapi bukan untuk disombongkan.
  14. Harapan-harapan duniawi mungkin saja tidak terwujud, tetapi harapan sorgawi demi hidup yang kekal adalah amin!
  15. Perbedaan besar perlu diadilkan namun perbedaan kecil adalah ujian arogansi dan kedengkian.
  16. Tiap-tiap orang menerima kebaikan yang berbeda-beda. Dengan diberlakukannya keadilan sosial cakupan besar, rasa iri hati kepada sesama yang hidupnya lebih baik akan semakin tipis.
  17. Kebaikan adalah salah satu sumber semangat yang memberi energi agar manusia terus hidup.
  18. Mulailah kebajikan lewat pikiran, perkataan dan perbuatan: bukankan semuanya itu selalu ada dan akan terus ada seumur hidup? Jadi, kita tidak perlu merasa rugi dan kesal saat orang lain mengabaikannya. Itukan kita peroleh secara gratis tanpa ongkos kirim dan biaya apa pun, lalu bagikanlah juga secara gratis sebagai hadiah kepada sesama!
  19. Cerdiklah dan tulus berbuat baik. Tetapi jangan sampai kebaikan kecil kita berkurang karena pertimbangan yang rumit (terlalu cerdik), terkadang kita hanya perlu melepaskannya saja tanpa pikir panjang.
  20. Cerdiklah dan tulus berbuat baik. Tetapi jangan sampai kebaikan besar kita dianggap sebagai kebodohan karena kurang pertimbangan (terlalu polos), terkadang kita perlu pertimbangkan momen yang tepat, aturan yang berlaku dan tanggung jawab yang diberikan kepada kita.
  21. Kebaikan yang diabaikan bukan berarti tidak efektif dan tidak efisien sebab Tuhanlah yang menilai ketulusan dan pengorbanan yang kita dedikasikan untuk semuanya itu. Artinya, sekali pun itu tidak berefek di dunia setidaknya berefek di sorga.
  22. Dari sudut pandang sorga: kebaikan kita tidak sedang menambah apa-apa kepada sesama. Melainkan apa yang kita bagikan akan menambah upah kekal di sorga kelak.
  23. Berbagilah kepada sesama sebagai hadiah dari kebaikan Tuhan yang selama ini kita rasakan.
  24. Anggaplah setiap kebaikan yang dilakukan kepada orang lain seperti memberi hadiah sehingga hati tidak terbeban mengharapkan balasannya.
  25. Saat diacuhkan bukan berarti kebaikan kita sia-sia. Sebab Tuhan telah mencatat ketulusan dan pengorbanan mu saat melakukannya.
  26. Uang bisa menjadi kawan sebagai alat tukar membeli kebutuhan. Tetapi bisa juga menjadi lawan karena terliit hutang-piutang yang tak terbayarkan.
  27. Carilah uang & jangan hidup untuk uang, melainkan tetaplah benar selama menggunakan uang.
  28. Utang baik saat dipakai untuk membeli sesuatu yang dapat tumbuh dan berkembang. Utang yang buruk adalah yang digunakan untuk membeli sesuatu yang dapat habis dalam sekejap.
  29. Kesempurnaan adalah milik seluruh alam semesta dan kebenaran hakiki adalah milik Tuhan semata.
  30. Bukan kesempurnaan tetapi yang perlu kita capai untuk mendekati kesempurnaan adalah kebersamaan. Sebab di dalam kebersamaan, manusia saling melengkapi untuk menekan berkembangnya kelemahan.
  31. Kebaikan yang alami, murah, mudah dan tidak pernah habis adalah PIKIRAN + SIKAP yakni doa hati, tutur kata dan perbuatan.
  32. Memberi tidak selalu berbicara tentang uang melainkan ekspresikanlah perkataan yang santun dan perbuatan yang suka menolong sebagai pemberian cuma-cuma.
  33. Orang yang memberi karena kelimpahan, membagikan materi yang ada di luar dirinya. Sedang manusia dimungkinkan untuk memberi walau kekurangan dengan membagikan doa dan sikap positif yang sudah ada di dalam dirinya.
  34. Menulis adalah menceritakan diri sendiri, sekali pun ada beberapa segmen dimana kita menceritakan sesuatu yang lain (dunia lain, alien).
  35. Manusia terlilit dalam tiga jenis kebohongan, yaitu kebohongan yang kebenarannya diketahui segera, besok dan di masa depan.
  36. Anak muda begitu memperhatikan penampilan untuk meyakinkan orang lain. Orang dewasa berpenampilan seadanya namun dipercaya hampir semua orang.
  37. Semakin muda seseorang semakin mudah dibohongi walau tampangnya sangat meyakinkan. Semakin dewasa seseorang semakin susah dibohongi walau dari tampangnya kurang meyakinkan.
  38. Masalahnya adalah apakah kebohongan anda sudah dimaklumi orang lain? Kita tetaplah pembohong kalau orang lain tidak tahu kebenarannya.
  39. Pembohong tetaplah berbohong selama ia beroleh manfaat yang lebih dari yang lain (tidak adil) terhadap usaha yang penuh dengan muslihat.
  40. Pembohong tidaklah berbohong karena ia tidak beroleh untung yang lebih baik dari yang lain (adil) terhadap usaha tipu-tipu yang dijalankannya.
  41. Salah satu cara terbaik untuk mengangkat beban dosa kebohongan adalah dengan membongkar seluk-beluk apa yang benarnya.
  42. Kebohongan hanyalah guyonan jika orang lain sudah tahu sebelumnya apa yang benar.
  43. Orang terbeban berbuat baik karena “memberikan sesuatu.” Berbuat baiklah dengan dasar “memberi hadiah” sebab telah terlebih dahulu merasakan kebaikan Tuhan yang melimpah.
  44. Segala sesuatu akan berakhir bahkan manusia pun akan lenyap tersingkir satu per satu dari bumi ini. Tetapi kebaikan dan kebenaran tidak akan pernah berakhir.
  45. Bagikan kebaikan, berikan hadiah kepada banyak orang, otomatis semangat hidup bertambah-tambah. Bagaimana tidak, satu senyuman saja sudah membuat hari ini dijalani dengan semangat.
  46. Cerita sedih tidak hanya ada di masa lalu, tetapi saat ini dan di masa depan pun masih banyak yang sedih-sedih. Tetapi kitalah yang mampu mengubahnya menjadi sukacita.
  47. Cerita sedih akan menjadi masa lalu saat di masa kini kita mampu mengisinya dengan penuh rasa syukur.
  48. Karena sudah terbiasa, cerita sedih tidak akan menyedihkan lagi. Melainkan akan mendatangkan kebahagiaan sebab kita paham manfaatnya dan menikmatinya dalam rasa syukur.
  49. Beberapa orang berpikir bahwa cerita sedih hanya terjadi di masa lalu. Padahal dalam setiap segmen kehidupan ada cerita sedihnya sendiri-sendiri. Hanya saja hatilah yang telah memakluminya dan tidak lagi merasa sedih karena kejadian yang memilukan itu.
  50. Cerita sedih yang mengasyikkan cuma ada dalam film, sandiwara kehidupan yang berakhir bahagia. Anda bisa bahagia sepanjang masa karena tahu akhir hidup anda bahagia dalam kekal. Bukankah sorga sudah dijanjikan Tuhan?
  51. Anda masih bisa bahagia dan berhenti bersedih karena masalah berkepanjangan karena menyadari bahwa di masa depan ada banyak hal indah lainnya yang bisa anda raih.
  52. Hidup tidak sesederhana film yang selalu berakhir sukacita, sebab suka-duka terus bergulir sepanjang umur. Mereka yang mampu membiasakan diri akan menikmatinya dengan penuh syukur.
  53. Panca indera bisa terbuai menikmati indahnya film, selalu sadari bahwa kenyataan jauh beda dengan film.
  54. Film mudah dicerna dan cepat berakhir. Tetapi dalam hidup tidak ada yang instan, kenyataan butuh perjuangan dan pengorbanan hingga hari terakhir.
  55. Terkadang film menjadi pelipur lara karena tokohnya menjalani hidup hampir seperti kita. Tetapi hindari terlalu GR menikmatinya agar tidak terbuai dalam angan-angan senja.
  56. Cerita film atau sinetron tidaklah sama dengan kisah hidup yang kita alami. Tetapi ada kemiripan pola kebiasaan yang menarik hati.
  57. Karya seni adalah rancangan manusia. Orang percaya hidup dalam rencana Tuhan.
  58. Karya seni terbatas untuk menjelaskan tentang hidup manusia yang kompleks.Tetapi karya seni tidak terbatas untuk menciptakan kesenangan kompleks yang asyik dibahas-bahas.
  59. Nikmatilah seni untuk membuat hati berasa senang, lalu kembangkan menjadi kebahagiaan dengan berlaku benar secara gamblang.
  60. Tidak ada karya seni yang benar-benar asli, tetap saja tiruan yang syarat dengan manipulasi.
  61. Nikmati seni dengan logis, ekstraksi bagian-bagiannya, ambil sari-sarinya dan buang sepahnya.
  62. Mimpi biarkan tetap menjadi mimpi. Sebab mimpi terkadang tidak sesuai dengan visi. Fokuslah kepada tujuan hidup untuk menghindari mimpi yang terdistorsi.
  63. Menggunakan media sosial otomatis pamer tetapi orang bijak tetap update walau tidak populer.
  64. Jadilh bijak mengekstraksi lingkungan: ambil sari-sarinya tetapi buang ampasnya.
  65. Teknologi adalah konspirsi manipulasi semu beresiko menjebak. Orang bijak memanipulasinya menjadi baik, entah itu untuk diri sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitar.
  66. Bebaskan diri menggunakan media sosial, tetapi langkahi itu ketika bertentangan dengan hati nurani ideal.
  67. Gangguan sosial bukan gangguan saat anda mampu berjoget bersamanya.
  68. Kebisingan tidak membisingkan asalkan anda mampu bernyanyi bersamanya di dalam hati.
  69. Suara-suara sumbang tidak akan memekakkan selama anda mampu mengkonversinya pada artikulasi yang indah di dalam hati.
  70. Jangan coba menginginkan hal-hal yang jahat, kalau itu tidak terwujud, kecewanya lebih menyakitkan ketimbang menginginkan yang baik.
  71. Selalu sadari bahwa apa pun keinginan hati, kalau itu tidak terwujud maka kecewa akan meradang, ketenangan hati hengkang. Kurangilah rasa kecewa kelak dengan menginginkan sesuatu tanpa hasrat kuat untuk mewujudkannya. Artinya, kalau terwujud: baguslah; tetapi kalau tidak terwujud: bukan masalah.
  72. Kita tidak bahagia karena tidak punya banyak uang tetapi karena sibuk memikirkan keinginan yang belum terwujud. Daripada sedih memikirkan keinginan, lebih baik bahagia memuliakan Tuhan dan memikirkan hal-hal positif yang bisa kita usahakan selama hidup.
  73. Keinginan yang terhubung dengan kenyataan adalah kesenangan sesaat. Untuk menjadi bahagia, anda perlu membiasakan diri dan menikmatinya dalam rasa syukur.
  74. Sorga dunia adalah “hati berasa positif” walau keadaan di sekitar selalu fluktuatif.
  75. Jiwa berasa positif adalah suasana hati yang diisi oleh kepuasan, kebahagiaan, kedamaian, kelegaan, ketenangan dan ketenteraman secara terus-menerus.
  76. Jiwa berasa positif hanya diperoleh lewat keikhlasan, kesabaran, kerendahan hati, rela berkorban dalam kerasnya hidup dan selalu ikut jalan kebenaran hakiki.
  77. Penderitaan termanis adalah saat kita tetap rajin penuh semangat berbuat baik sedang orang lain cuek-cuek saja.
  78. Pagi hari sudah sarapan agar tubuh terus kuat beraktivitas, demikianlah manusia hidup butuh harapan agar hari-hari dijalani dengan antusias.
  79. Sibuk pagi, bersih-bersih, rumah kembali keren, demikianlah manusia sibuk fokus positif, bersih-bersih, melayani kebenaran
  80. Pagi-pagi cuci muka agar badan kembali segar, demikianlah manusia mencuci hati dengan firman kudus agar mampu melangkah di jalan yang benar.
  81. Seperti pohon menari-nari di pagi hari, demikianlah hatimenari-nari memuliakan Allah dengan sukaria hari demi hari.
  82. Sibuknya orang di pagi hari, deru mesin dimana-mana. Tetap sibuk mengusahakan yang benar, walau pun badai hidup menderu dimana-mana.
  83. Pagi hari rapikan kamar agar kembali indah, demikianlah manusia perlu selalu merapikan hati agar hidup kembali bergairah.
  84. Masih pagi menjemur kain, agar kembali kering. Pikiran dijemur pakai firman, agar prasangka buruk kering menghilang.
  85. Sudah pagi kucing menggarong, minta makan; demikianlah manusia terus bersenandung, sepanjang waktu memuliakan Tuhan.
  86. Ayam berkokok mewartakan pagi, menyambut hari baru. Demikianlah manusia mewartakan kebenaran hakiki membuat harinya tetap bermutu.
  87. Anak pergi sekolah di pagi hari dan pulang ke rumah di siang hari, demikianlah kita sibuk pulang-pergi, menari dalam aktivitas positif memuliakan Sang Ilahi.

Salam semangat senja!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.