Jangan Takut Dan Khawatir Tentang Hidup Anda – Kamu Sama Sekali Tidak Punya Musuh

Jangan Takut Dan Khawatir Tentang Hidup Anda – Kamu Sama Sekali Tidak Punya Musuh

Masyarakat hidup dalam ketakutan akibat ulah pemerintahnya sendiri. Bagaimana tidak? Informasi tentang kecelakaan, perkelahian, pemerkosaan, pembunuhan, pengeroyokan, kerusuhan, pemberontakan dan lain sebagainya dilepas bagaikan napalm toksin yang dapat menyerang siapa saja yang mendekat. Yang lebih herannya lagi adalah masyarakat tidak menganggap itu racun tapi malah tersenyum-senyum bahkan terbahak-bahak menanggapinya. Seolah mereka menikmati hal-hal buruk tersebut tanpa mempersoalkan kejanggalan-kejanggalan di dalamnya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa ada pula orang-orang tertentu yang malah menjadi ketakutan dan bertindak lebay atas desas-desus mengerikan yang penyebarannya secepat kilat.

Dari sejarah masa lalu, kita banyak mempelajari kejadian tentang peperangan, penculikan, pembunuhan dan pengasingan. Masih banyak lagi bentuk-bentuk kekejaman manusia yang asalnya dari masa lampau. Banyak orang percaya bahkan bisa dikatakan bahwa semua orang percaya bahwa sejarah itu benar. Mereka merasa tidak perlu mempersoalkan apa yang bahkan belum mereka saksikan. Akan tetapi, bila kita menakar sejarah secara akal sehat: semuanya itu tidak logis. Banyak dari kisah sejarah Indonesia hanya imajinasi para petinggi negeri agar mereka diperlakukan istimewa oleh seluruh masyarakat. Sedang di sisi lain, kisah tersebut menunjukkan betapa kejamnya pemerintah sebagai penguasa di suatu wilayah. Keadaan ini bisa menimbulkan ketakutan dalam diri seseorang: takut berurusan apalagi bermasalah dengan para pemimpin. Termasuk menjadi takut mengingatkan kesalahan yang dilakukan para petinggi negeri. Padahal jika anda bisa berpikir jernih, apa yang terjadi di masa lalu hanya mitos yang dibesar-besarkan dan diangkat sebagai “film pemerintah” (dikenal juga sebagai sejarah).

Dari penelaahan masa depan, kita banyak mempelajari tentang kebobrokan, kehancuran, kerusuhan, bencana dan pemusnahan masal. Anda bisa menyaksikan semua penerawangan tersebut lewat film-film luar negeri yang beredar di internet. Lantas, bisa saja anda memercayainya karena ada suara, gambar dan ilustrasinya. Akan tetapi, sadarilah bahwa semuanya itu hanyalah kepura-puraan di balik canggihnya permainan kamera masa kini. Tidak ada yang perlu ditakutkan di masa depan jika mulai dari sekarang, kita hidup sederhana dan bersikap baik kepada semua orang. Ingatlah bahwa masa depan dibangun dari keputusan yang ditentukan dan dipilih mulai dari sekarang. Bila dari sekarang kita hidup baik baik dan ramah kepada siapapun kemudian menghemat penggunaan sumber daya maka masa depan yang cerah menjadi milik bersama kelak.

Ada banyak dampak langsung dan tidak langsung dalam sandiwara yang terus digiatkan oleh orang-orang cerdas. Mau bagaimana lagi, dapatkah kita melarang mereka atau memblokir kecerdasan mereka agar berhenti menghasilkan sesuatu? Tentu saja itu mustahil. Justru semakin lama, semakin banyak orang yang terlibat dan semakin mustahil untuk dihentikan sama sekali. Sebab, tanpa sandiwara tidak ada pekerjaan dan tanpa pekerjaan manusia kehilangan identitas dan kehilangan akal sehatnya sendiri. Manusia yang kehilangan dirinya lebih mudah dirasuki oleh hal-hal buruk yang merugikan dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Menghentikan sandiwara sama saja dengan menghentikan pekerjaan jutaan orang yang bisa berakhir dengan kegilaan sampai kematian mendadak manusia itu sendiri.

Tahukah anda bahwa orang membangun rumah maha besar, memagarinya dengan kuat-tinggi, membangun ruang bawah tanahnya, membuat rangka-rangkanya dari urat baja yang rapat, memasang cctv dan menempatkan penjaganya karena takut ada maling atau orang gila atau orang tak dikenal masuk? Tahukah anda bahwa orang membeli mobil karena takut debu, udara kotor, terik matahari, kebisingan dan lain sebagainya? Taukah anda bahwa orang naik pesawat karena takut kecelakaan, tenggelam dan takut terlambat? Membuka pesta besar syarat foya-foya karena takut dirinya kehilangan makna dan popularitas di mata masyarakat. Artinya, pada satu sisi kehidupan, kita tidak bisa semata-mata menganggap bahwa orang hidup mewah-mewahan karena uang banyak. Melainkan kemewahan hidup bisa juga dipicu atas dasar rasa takut di dalam hati.

Ketakutan juga bisa memicu korupsi dan kejahatan lainnya. Setelah menikmati informasi yang tersaji dalam film tentang akhir dunia, suramnya masa-masa tua dan semakin merajalelanya aksi kejahatan. Membuat orang tertentu mulai memikirkan tentang bekal untuk dirinya sendiri dan keluarganya di masa depan. Bekal yang tidak hanya sedikit tetapi berupa timbunan yang memiliki nilai sangat besar. Mega perbekalan semacam ini, dari mana lagi diperoleh kalau bukan dari hasil korupsi atau dengan melakukan hal-hal ilegal lainnya. Rasa kuatir yang kuat tentang masa depan membuat keserakahan hidup menjadi-jadi, merugikan diri sendiri, orang lain dan sistem bermasyarakat. Artinya, kejahatan hanyalah sikap lebay akibat ketakutan terhadap suramnya masa depan. Padahal masa depan tidak ada yang tahu, mengapa tidak bersandar dan berlindung di bawah naungan yang Maha Kuat saja biar kita aman sampai kapan pun?

Bisa saja, hasrat untuk menjadi orang kaya sesungguhnya bukan karena kebutuhan melainkan karena ada kekuatiran dirinya diabaikan orang dan dilupakan oleh teman-temannya. Dia tidak butuh mobil tetapi membeli kendaraan mewah kelas tinggi; sudah punya rumah tetapi masih membeli hunian megah yang tak ternilai harganya. Banyak hal dibelanjakannya dimana semua itu hanya demi mencari perhatian orang lain. Ini bisa saja diperolehnya selama uang terus mengalir dalam bentuk pinjaman dan pesta mewah bersama teman-teman. Akan tetapi, saat aliran pendanaannya bocor maka apa yang ditakutkannya semakin nyata. Orang yang merasa bahwa perhatian dan kebersamaan dengan sesama adalah sumber kebahagiaan utama akan menemui kehampaan dalam sepinya hidup. Karena biar bagaimana pun, orang lain punya kesibukan sendiri dan mereka tidak selalu ada di segala waktu dan situasi yang kita butuhkan. Melainkan perhatian yang sifatnya totalitas hanya kita dapatkan dengan aktif bergiat di dalam Tuhan semata.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ada juga orang yang takutnya pada kekhilafan kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Saat yang recehan menyakitinya langsung saja dianggap bahwa hal tersebut datang dari musuh besarnya. Akibat dari pandangan skeptis ini membuatnya berpikir bahwa keburukan yang dialami datang dari musuhnya. Padahal persepsi tersebut hanyalah imajinasi belaka yang dibesar-besarkan. Bila seseorang menganggap dirinya sedang menghadapi lawan yang sangat tanggauh maka akan muncullah kehati-hatian sikap yang terlalu berlebihan. Mungkin awalnya dia berpikir bahwa itu bagus tetapi sikap yang sangat waspada akan merepotkan bahkan membebani dirinya sendiri. Terlalu intens membahas/ memikirkan soal-soal recehan yang tidak bisa kita kendalikan dapat mengacaukan kehidupan kita.

Kesimpulan

Pada dasarnya, tidak ada sesuatu yang perlu kita takutkan dimana pun kita menginjakkan kaki di seantero negeri ini. Hanya pendosa yang merasa bersalahlah yang tidak mampu tidur dengan tenteram sekalipun bersembunyi di sudut-sudut yang gelap. Tidak ada musuh yang mengejar dan berani menuntut kita selama sikap kita baik kepada siapa pun. Percayalah kepada Tuhan dan percayalah kepada pemerintah yang telah mempersiapkan segala sesuatu untuk menyokong kehidupan kita selama nafas berhembus.

Berhenti merasa kuatir karena banyaknya isu negatif tentang masa lalu, masa kini dan masa depan. Anggaplah itu sebagai sesuatu yang lazim, humor kehidupan yang hanya bagus kalau “cukup tau saja.” Tidak perlu terlalu memperdalam hal-hal tersebut, melainkan yang terpenting adalah lakukan apa yang benar berdasarkan firman Tuhan. Dan patuhilah peraturan yang berlaku secara umum dalam masyarakat serta tetaplah berhati-hati namun jauhi over protektif terhadap hal-hal yang lazim ada di dalam komunitas. Tidak perlu merasa takut karena sekalipun ada yang menakut-nakuti anda, mereka melakukannya dengan tidak bersungguh-sungguh. Justru semuanya itu adalah sandiwara yang bisa menguatkan dan mempersiapkan anda untuk lebih positif menghadapi hari. Berilah hati anda untuk Tuhan dan untuk melakukan apa yang baik dan benar menurut pandangan masing-masing pada waktu & tempat yang sesuai.

Salam, mengkhawatirkan kehidupan
tidak ada habisnya untuk dibahas-bahas.
Lebih baik arahkan hati untuk Tuhan
dan bersikap baiklah kepada siapa pun
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.