7 Masalah Tanpa Solusi – Masa-Masa Suram Dan Kebanggaan Hidup

Masalah Tanpa Solusi - Masa-Masa Suram Dan Kebanggaan Hidup

Tidak ada masa yang paling melelahkan selain masa-masa suram. Sebab dalam masa lain kehidupan, memang ada yang namanya kelelahan seperti saat sedang bekerja, baik di dalam maupun di luar rumah. Demikian juga halnya dengan aktivitas lain, seperti belajar bisa membuat badan lelah. Hanya saja aktivitas ini lazim dialami oleh setiap orang yang biasanya hanya melibatkan kelelahan fisik. Tidak demikian saat kita mengalami hari yang suram: fisik lelah dan mental juga lelah dibuatnya. Sebagian orang melaluinya dengan diam dalam keheningan, merintih dalam kesakitan dan adapula yang menghadapinya biasa saja (tetap aktif positif dalam keramaian). Apapun ekspresi yang kita tunjukkan tidak salah selama masih ada kesadaran dalam kendali diri yang baik.

Bagi teman-teman yang sedang dalam masa-masa suram, tidak banyak yang dapat dilakukan selain bersabar, tetap ikhlas dan rendah hati menanggapinya. Tidak banyak gejolak yang bisa kita ubah sebab beberapa masalah tidak ada jawabannya. Seandainya semua masalah ada solusinya maka semakin segera menemukan solusi maka semakin cepatlah persoalan tersebut selesai. Akan tetapi, persoalan tanpa solusi beresiko menambah panjang penderitaan kita bila hati terus fokus kepada hal-hal yang kurang baik di dalamnya. Biasanya suatu persoalan yang tanpa solusi tidak menimbulkan kerusakan besar dalam kehidupan kita asalkan pikiran tidak fokus terhadap hal-hal tersebut.

Terbiasa membanggakan diri, baik dalam pikiran maupun dalam sikap membuat manusia candu akan hal tersebut. Demikian juga saat suatu persoalan datang, hati yang sombong buru-buru berusaha mencari tahu solusinya. Seandainya solusi ditemukan maka langsung saja dirinya membanggakan diri atas hal tersebut. Mengumbar keberhasilannya dalam menyelesaikan masalah secara lisan (lewat kata-kata) dan ada juga yang dilempar dalam bentuk tulisan (online, media sosial). Akan tetapi, tepat saat menemui persoalan dengan jalan buntu, membuat pikiran stres dan hidup pun kacau. Dia yang biasanya bersenang-senang membanggakan diri karena berhasil menemukan jalan keluar dari badai yang datang, tidak punya apa-apa untuk dilakukan. Yang jelas kebuntuan ini membuatnya kehabisan kesempatan untuk merasa menang.

Hindari nafsu besar untuk memenangkan semua penderitaan yang dialami. Sebab beberapa persoalan yang menimpa kehidupan kita, tidak mampu kita jangkau dan tidak mampu dilangkahi. Kalau biasanya kita dapat menemukan jalan keluar dari keadaan sulit yang menimpa, hati menjadi senang-bangga akan hal-hal tersebut. Namun pada titik tertentu kita menjadi bingung hendak melakukan apa karena dihimpit oleh sesuatu. Kita tidak akan pernah keluar dari depresi tersebut bila pikiran masih saja fokus pada hal-hal yang kurang menyenangkan di dalamnya. Hanya mereka yang mampu mengabaikan perkara tersebut tanpa mengabaikan tanggung jawab dan orang-orang yang berkaitan di dalamnya yang akan menemukan kelegaan hidup. Hari-harinya menjadi tenang karena aktivitasnya diarahkan pada hal-hal positif.

Masalah tanpa jalan keluar

Mungkin saja yang terbesit dalam benak kita saat menghadapi suatu perkara adalah: “persoalan ini ada jawabannya, yang perlu saya lakukan adalah mencarinya!” Mulailah fleksibel terhadap pandangan tersebut sebab tidak semua perkara yang mendatangi kehidupan ini bisa diselesaikan dengan cepat. Terkadang kita perlu menghadapi situasi-situasi yang rumit tanpa terkotori oleh kerumitan tersebut sehingga tetap tenang dan aktif positif sepanjang waktu. Apa yang kita perlukan adalah tidak terburu-buru melainkan santai saja, biarkan semua berjalan seperti seharusnya, bukankah hal-hal itu sudah dikontrol oleh aturan yang berlaku? Jadi, jangan khawatir bila tidak menemukan jalan keluar sebab cara terbaik melaluinya adalah hadapi saja dan biarkanlah semua itu berlalu seiring berjalannya waktu.

  1. Masalah ramah-tamah.

    Selama kami beramah-tamah kepada banyak orang, ada begitu banyak distorsi yang terjadi. Bila kami kupas tuntas satu persatu tidak habis seharian untuk mengurut ketimpangan yang terjadi. Dengan sudut pandang ini: kita merasa bertindak tepat; namun dengan sudut pandang itu: kita merasa melakukannya kurang benar. Ada banyak kesimpang-siuran hasil bila mencoba memperdalam soal pengabaian orang atas keramahan kita. Ini jelas menambah beban hidup jika dipikirkan terus-menerus. Oleh karena itu, ikhlaskan dan abaikanlah distorsinya, bersabar menghadapi rasa canggungnya serta dengan rendah hati bertanggung jawab melakukan apa yang menjadi bagian kita. Ini adalah usaha terbaik agar kita tidak merasa bersalah setelah berpapasan dengan sesama.

  2. Masalah menunggu.

    Ada banyak momen menunggu yang mau tidak mau harus dijalani. Biasanya keadaan ini terjadi saat kita sedang berurusan dengan orang yang lebih tua atau dengan sistem/ lembaga tertentu dalam masyarakat. Bila kita hendak mengurus ini atau itu yang berkaitan dengan surat-surat penting, ada juga sistem menunggunya. Demikian juga saat kita mengantri untuk membeli sesuatu, kita perlu menempatkan diri dalam urutan yang wajar sebagai tanda ketundukan hidup yang mengutamakan proses yang baik. Sebab proses yang baik memastikan kematangan hasil yang memuaskan semua orang tanpa terkuali.

  3. Soal kebisingan (persinggungan aktivitas).

    Manusia adalah makhluk yang selalu beraktivitas. Sayangnya, beberapa aktivitas tersebut tak terhindarkan dari suara-suara yang ditimbulkannya. Seandainya aktivitas tiap-tiap orang bersamaan maka tidak ada masalah yang timbul. Akan tetapi, perbedaan aktiivitas menciptakan persinggungan suara-suara bising yang menegangkan. Tak disangka jika keadaan ini bisa memicu ledakan emosional yang kebablasan terutama bagi yang baru mengalaminya. Akan tetapi, mereka yang sudah terbiasa akan santai saja dan membiarkan semua berlalu sambil tetap aktif melakukan hal-hal yang bermanfaat seumur hidup.

    Contoh lainnya adalah saat kita sedang berjalan bagus-bagus, tiba-tiba dari belakang atau seberang jalan ada orang yang tertawa aneh. Bagaimana respon hati saat menghadapinya? Abaikan saja dan teruskanlah perjalanan anda atau jika hati merasa terganggu katakanlah: “Terimakasih Tuhan, betapa bahagianya saya membuat orang lain senang.” Jika kata-kata motivasi positif ini masih belum cukup kuat untuk anda, katakanlah “Saya hanyalah sampah, biarkan mereka menang, ini sudah sepantasnya terjadi. Mohon kuatkan aku Tuhan!” Sadarilah bahwa cobaan itu ada awalnya dan pasti ada pula akhirnya: ikhlas, bersabar dan bersikap rendah hatilah menjalaninya.

  4. Soal-soal dalam komputer/ laptop/ gadget.

    Tahukah anda bahwa teknologi adalah sumber utama dari masalah-masalah yang mendatangi kita? Terlebih ketika teknologi maju ini berhubungan langsung dengan aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa distorsi kecil yang tidak menenangkan hati memiliki jalan keluar yang pasti akan ditemukan dengan sendirinya. Akan tetapi, di sisi lain ada juga distorsi kecil yang menemukan jalan buntu. Tidak banyak yang bisa kita lakukan selain menghadapinya dengan sabar, ihklas dan rendah hati sambil melanjutkan aktivitas positif bersama teknologi seperti biasanya.

  5. Masalah penyakit dan keracunan ringan.

    Saat kita diserang oleh suatu penyakit, kadang dirasakan tetapi kadang juga ada yang tidak disadari karena memiliki masa inkubasi yang cukup lama. Kematangan suatu kuman sampai memicu timbulnya tanda-tanda sakit cukup memakan waktu. Memang semua penyakit sudah ada obatnya. Masalahnya adalah kesembuhan lewat obat tidak terjadi dengan cepat sehingga selalu butuh waktu selama yang diperlukan agar benar-benar sembuh. Ketika meminum obat tertentu, tubuh tidak langsung merasakan perubahan total melainkan perubahan-perubahan kecil yang mengarah menjadi baik dan lama-kelamaan anda pun sembuh seutuhnya. Jadi tetaplah berdoa, tabahkanlah hati dan beraktivitaslah yang ringan-ringan saja kalau memang kondisi badan masih belum fit.

    Racun ringan bisa menggorogoti tubuh sehingga hari-hari kita menjadi kurang nyaman. Tidak perlu terlalu khawatir sebab semuanya itu masih dalam taraf yang tidak menyakitkan. Apa yang kita alami hanyalah suatu perkara mudah yang bisa sembuh dengan sendirinya. Asalkan anda tidak lupa dengan tiga cara berumur panjang, yaitu lebih sering meminum air putih dua liter sehari, tidak lupa mengonsumsi garam secukupnya dan menggoyangkan kepala termasuk aktivitas positif lainnya. Sering-sering meminum air akan secara bertahap mengurangi rasa sakit dan menghilangkan racun juga. Kita tidak bisa menentukan waktu pastinya kapan rasa yang kurang nyaman itu berlalu tetapi percayalah bahwa semua ada akhirnya.

  6. Soal-soal yang datang dari orang tua.

    Dari pengalaman kami sendiri, masalah tanpa solusi yang datang dari ortu sangat kompleks. Ini bisa mencakup seluruh aktivitas kita. Tanpa anda sadari orang-orang di sekitar seolah mengusik hari-hari damai: tidak perlu memarahi mereka sebab kekerasan tidak menyelesaikan masalah. Aktivitas kita di luar rumah malah suka diusik oleh orang lain entah berantah karena mereka berlaku kurang menyenangkan. Belanja-belanja memiliki masalah yang cukup serius karena barang-barang yang dipesan tidak kunjung datang. Kemana pun kita pergi ada-ada saja yang menyakiti tetapi hindari membalas orang yang melakukan tindakan yang kurang menyenangkan tersebut. Ini menjadi beberapa ujian merepotkan yang didatangkan orang tua sendiri untuk menjauhkan kita dari kekerasan, temperamen buruk, kurang cerdas dan kurang sabar menjalani hari.

    Sadarilah bahwa segala pasang-surut yang anda alami akan segera berlalu. Akan tetapi, waktunya tidaklah dapat ditentukan dengan pasti, jadi hadapi saja masa-masa suram ini dengan sikap yang tetap positif dan jauhkan diri untuk melakukan kekerasan. Berusahalah baik kepada orang-orang yang terlibat di dalamnya sebab mereka mengusik hidup anda karena diizinkan dan dikoordinasikan oleh orang tua. Apa yang terjadi bukanlah masalah besar dan tidaklah menyakiti apalagi sampai melukai anda. Selama anda tabah, ikhlas dan rendah hati menghadapinya maka semua akan berlalu pada waktunya.

  7. Informasi yang bersebaran.

    Misalnya ada desas-desus tentang perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan di sana-sini. Lantas orang yang terlalu terburu-buru menanggapinya tanpa pertimbangan. Dirinya berpikir tidak habis-habisnya tentang kabar peristiwa tersebut sampai-sampai takut ke luar rumah. Ia takut saat pergi terlalu jauh meninggalkan kediamannya, cenderung membawa banyak pengawal baru merasa tenang saat pergi-pergi.

    Pahamilah baik-baik bahwa semua kekerasan yang diwartakan berbagai media hanyalah sandiwara kehidupan. Sedang segala peperangan yang digembar-gemborkan telah terjadi dalam sejarah kelam Indonesia juga termasuk dalam kebohongan belaka. Jadi, hapuskanlah kekerasan dalam hati dan berhentilah merasa takut dimana pun berada sebab tidak ada ancaman di seluruh sudut negeri kita. Asalkan anda hati-hati dan mematuhi peraturan selama menjalani hidup niscaya ada keselamatan. Terlebih ketika Tuhan menjadi pegangan hidup kita: siapa lagi yang dapat membuat hati bimbang? Jadi, jangan fokus terhadap berbagai informasi miring melainkan fokus kepada Tuhan dan lakukanlah hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain dan bila perlu untuk lingkungan sekitar.

  8. Dan lain sebagainya, silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Kita tidak bisa mengendalikan, mengatasi dan menghilangkan semua masalah yang datang menghampiri hidup kita. Yang dapat kita lakukan adalah meminimalisir dampak sikap yang ditempuh agar kerugian yang dialami sangat kecil dan demikian pula dengan orang lain serta lingkungan sekitar. Beberapa pergumulan hidup memiliki dampak yang semakin besar bila terus-menerus dipikirkan. Kita bisa mengabaikan kejadian-kejadian yang tidak penting tersebut lalu mengarahkan fokus kepada Tuhan dan kepada hal-hal baik lainnya.

Saat duduk di bangku sekolah, kita diajarkan bahwa semua soal-soal yang diberikan ada solusinya. Jadi, pikiran fokus untuk mencari jawabannya dengan gigih sampai ketemu. Itu memang benar dan kita bersenang-senang bahkan dapat membanggakan hal tersebut karena hasilnya jelas. Akan tetapi, pada satu masa dalam hidup ini, kita akan diperhadapkan dalam suatu kesesakan hidup yang mustahil untuk dimenangkan. Mau banting tulang dan banting stir seperti apa pun juga, kita tidak akan menemukan solusi dari masalah-masalah tersebut. Dalam masa-masa suram yang dapat kita lakukan adalah bertahan tetap baik, menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab pribadi dan tetap bersikap tenang dalam meresponi gelombang pencobaan yang datang. Tidak ada tenggak waktu yang pasti kapan hal-hal tersebut berlalu dan muncul kembali: yang perlu kita persiapkan adalah sikap ikhlas, sabar dan rendah hati agar hidup tidak tersangkut dalam buruknya temperamen yang merusak diri sendiri dan berpotensi merusak orang lain juga.

Salam, Biasanya kita bangga
karena menemukan jawaban tugas.
Tetapi ada masalah
yang tidak ada jawabannya
tidak ada penyelesaian yang jelas
namun semuanya akan berlalu
seiring hari berganti hari.
Pastikanlah diri anda
dapat melewatinya
dalam sikap-sikap positif
yang membaikkan kehidupan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.