Konspirasi Di Balik Kematian John F. Kennedy – Alasan Pembunuhan Presiden Amarika Hanya Sandiwara

Konspirasi Di Balik Kematian John F. Kennedy – Alasan Pembunuhan Presiden Amarika Hanya Sandiwara

Kapi-kapitalis sangat licik dalam berkonspirasi memanipulasi sasarannya. Mereka mempersiapkan segala sesuatu untuk memicu timbulnya suatu pandangan yang syarat dengan kesalahan. Prinsip semacam ini pada dasarnya merupakan tulang punggung dari ujian kehidupan. Sesuatu yang sengaja disebarkan untuk membuat manusia berkembang secara spiritual, emosional dan intelektual selama menjalani hidup. Akan tetapi, kadang-kadang cara yang mereka gunakan terlalu berlebihan dan terkesan sangat mencolok dan sangat disengaja karena telah diatur sedemikian rupa demi menyesatkan oknum tertentu. Seolah menguji seseorang itu tidak ada batas-batasnya. Suatu tindakan yang memang hanya sandiwara kehidupan namun bila dilihat dari kacamata tertentu bisa mengarah ke lain-lain yang kurang enak saat dicerna oeh publik.

Seperti kebohongan yang pernah terjadi di masa pemberontakan September atas nama PKI. Mereka menyebutnya sebagai G3OS PKI, sejarah yang sesungguhnya diangkat dari kehidupan sandiwara yang syarat dengan tipu-tipu dan logika miring. Sebab pada dasarnya apa yang terjadi itu mustahil terjadi di dunia nyata. Misalnya saja tentang komunis yang hanya di duduki oleh buruh dan petani malah berani menyerang aparat yang bersenjata lengkap. Di dunia nyata orang bersenjata lengkap pasti menang tetapi di dunia khayalan yang terjadi bisa sebaliknya. Seperti layaknya film Rambo “One man army” yang hanya bermodalkan kekuatan otot yang besar namun dapat menembus markas musuh dengan penjagaan super ketat tanpa terluka sedikitpun.

Tidak ada orang waras yang berani membunuh pemimpin organisasi.

Sama halnya dengan sandiwara di balik kematian John F. Kenneddy. Pembunuhan mungkin saja terjadi di masa entah berantah terhadap gelandangan atau orang pinggiran yang tidak punya apa-apa. Akan tetapi, untuk membunuh seseorang berkelas pemimpin organisasi membutuhkan manusia yang lebih dari sekedar gila. Sebab rasa bersalah yang ditimbulkan oleh dosa tersebut sangatlah besar. Semakin populer orang yang dijahatin maka semakin kentara tekanan batin karena terus mengingat-ingat hal tersebut. Pelakunya terjerat oleh dosa yang sangat besar karena telah menyakiti hati jutaan orang; demikian juga dengan rasa bersalahnya tidak akan berhenti sepanjang hari sampai kapan pun.

Tidak ada orang normal yang menyodorkan senjata di tengah kerumunan.

Andai saja pembunuhan terjadi di tempat sepi, masih mungkin terjadi hal semacam itu. Sebab pelakunya bisa bersembunyi dari jauh agar tidak dilihat orang. Mengangkat sepucuk senjata di antara orang banyak tidak mungkin tidak disadari oleh orang lain. Orang-orang yang ada di sekitar pelaku pasti menyadari hal tersebut lalu berteriak sehingga pengawal presiden dan presiden itu sendiri akan mengambil tindakan cepat menghalau, menghindar dan menggagalkan aksi penembakan tersebut. Ini salah satu logika miring yang menunjukkan betapa tidak mungkinnya seorang pemimpin negara dilenyapkan di antara kerumunan orang yang notabene pro kepadanya. Butuh mental yang lebih dari sinting karena tindakan tersebut sama saja dengan bunuh diri.

Pelaku yang tidak jelas, siapa di balik semuanya itu.

Adalah suatu kemustahilan bila negara sebesar dan secerdas Amerika tidak mampu menemukan pelaku di balik pembunuhan naas tersebut. Atau sekalipun ada informasinya simpang siur. Seolah dalam peristiwa tersebut ada yang dirahasiakan dari publik. Investigasi yang dilakukan oleh pihak berwenang dikoordinasi secara diam-diam. Padahal kasus kejahatan berat yang melukai publik semacam itu semestinya penyelidikan dan penegakan hukum terhadap pelaku dipublikasikan. Bila perlu dari awal sampai akhir! Sedangkan di Indonesia saja kasus kematian Mirna (kopi beracun) yang notabene hanya masyarakat biasa saja proses peradilannya dipublikasi dari awal sampai akhir. Masakan kejahatan besar terhadap petinggi negara semacam ini sama sekali tidak dipublikasikan? Apanya yang dipublikasikan, namanya juga kebohongan!

Paspampres terbaik kemana perginya?

Digembar-gemborkan di media sekelas Youtube bahwa pengamanan terhadap kunjungan/ kedatangan presiden Paman Sam ke luar negeri sangat diawasi oleh paspampres. Tim pengamanan presiden bahkan sudah menyisir lokasi dua minggu sebelumnya. Bila ada iring-iringan, pasti di setiap sudut jalan sudah ditempatkan intel yang bekerja mengawasi penuh aktivitas warga pada radius tertentu. Proses ini cukup rumit dan menelan banyak dolar tetapi masakan hasilnya sia-sia belaka? Terlebih lagi ketika ada informasi simpang siur yang menyebutkan bahwa anggota paspampres sendirilah yang menembak JFK. Kalau dipikir-pikir lagi, hal  ini mirip-mirip dengan peristiwa G30S PKI dimana eksekutor lapangan juga adalah paspampres.

Publikasi terhadap kejadian yang sangat memalukan.

Kecurigaan kami semakin meluas dan semakin yakin bahwa penembakan John F. Kenneddy adalah murni sandiwara setelah menyaksikan videonya di Youtube dan setelah menonton film Jacky (…. entah judulnya benar? yang berisi tentang sudut pandang istri presiden sendiri tentang peristiwa tersebut). Ini bukanlah suatu kebanggaan sehingga pantas untuk didokumentasikan. Melainkan kejadian ini adalah peristiwa memalukan sepanjang sejarah berbangsa. Aib suatu negara tidak layak untuk digembar-gemborkan kecuali bila hal tersebut memang tidak pernah terjadi di dunia nyata. Sama seperti semua sandiwara lainnya yang semata-mata disuguhkan sebagai hiburan atau untuk memancing masyarakat mengetahui makna kehidupan. Kisah ini memang bukan bagian dari sejarah kehidupan umat manusia tetapi ada hal-hal positif yang bisa dipetik dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jebakan untuk meramal nasib orang

Baiklah, kisah ini merupakan film yang cukup menegangkan dan sekligus menyedihkan. Tetapi harap dibatas-batasi kawan, sebab semuanya itu adalah sandiwara kehidupan. Memang filmnya cukup bermakna yang menggambarkan kehidupan keluarga presiden yang glamour dan penuh dengan kebanggaan. Iring-iringan untuk menyambut orang nomor satu di negeri merupakan ciri khas semarak hidup kaum bangsawan di zaman dahulu, zaman kerajaan. Dimana kelas-kelas dalam masyarakat sangat kentara: ada perbedaan yang sangat jauh antara keluarga kerajaan, kelas bangsawan dan rakyat jelata. Penyambutan besar-besaran atas kedatangan presiden merupakan suatu kesalahan besar, seolah menempatkannya sebagai tuhan di antara manusia lainnya. Akan tetapi, kejahatan dari arogansi seorang pemimpin tidak sebanding dengan nyawanya. Inilah manipulasi yang terkesan lebay dalam kisah tersebut. Seolah-olah orang yang hidup dalam kelimpahan yang bermewah-mewahan dan penuh foya-foya pantas untuk dilenyapkan.

Ini dia batas logika sehatnya yang terkesan di bom-bardir oleh sutradara (pemerintah). Mereka seolah-olah menyamakan kesombongan orang super kaya sejalan dengan kematian. Persepsi yang tidak sehat ini sebaiknya ditinggalkan sebab Tuhan tidak menghendaki kematian orang berdosa melainkan pertobatannya. Berhentilah membunuh orang berdosa di dalam hati dengan mengutukinya. Bersihkan hati dari benci terhadap kelompok/ komunitas masyarakat tertentu agar persepsi jernih terhadap mereka. Sebab rasa benci orang tertentu bisa membuat kita disetir dan diarahkan orang lain kepada kesesatan berpikir. Kebencian dapat mendorong seseorang untuk menganggap orang ini atau itu pantas mati. Seolah anda bisa meramal nasib orang karena sifat-sifat tertentu. Sedang pihak lain membuat ramalan anda seolah-olah tepat dengan membuat orang dengan ciri khas serupa mengalami hal sama (mati seperti yang anda katakan).

Muncullah kesombongan diri ketika seorang cerdas mampu mengatakan fakta yang akan terjadi. Menganggap dirinya sebagai nabi yang akan datang karena ramalan yang dilakukannya tepat sasaran. Lantas tidak tanggung-tanggung menyerang orang-orang penting dalam organisasi terbesar di suatu wilayah. Orang-orang yang notabene dapat sumber daya lebih besar dari kebanyakan masyarakat diramalkannya akan menemui kematian yang tragis. Lantas pihak lain seolah-olah mendukung hal tersebut yang diiringi dengan kematian beberapa orang. Akan tetapi, lama-kelamaan tidak ada lagi yang mati, malah pihak yang diramalkan memiliki nasib malang akan semakin tenar dan dipuja-puji media. Keadaan ini jelas membuat peramal abal-abal tersebut kehilangan muka, stres, depresi hingga melukai dirinya sendiri dan menyakiti orang-orang di sekitarnya

Di atas semuanya itu, ketahuilah bahwa menurut Alkitab meramal nasib manusia adalah dosa. Jika anda kehabisan bahan cerita untuk dibagikan kepada pihak lain, sebaiknya gali ide positif dari tulisan orang lain atau berhentilah menulis untuk sementara. Terlalu fokus pada logika miring sandiwara kehidupan dapat menyeret seorang seniman dalam spekulasi yang menyimpang. Nikmatilah indahnya sandiwara kehidupan dengan menjadi penonton/ pendengar yang baik. Akan tetapi, gunakanlah batas-batas yang benar dan adil sebagai tolak ukur agar tidak diseret dalam opini yang aneh. Dalam berkarya, tidak perlu terlalu spesifik menyerang orang dengan identitas yang jelas. Melainkan sampaikanlah itu layaknya kepada semua orang dan kepada diri sendiri.

(Imamat 19:31)  Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah TUHAN, Allahmu.

Kesimpulan

Film pendek pembunuhan JFK bila dihubung-hubungkan secara kasar tanpa pikir panjang menyiratkan bahwa orang-orang super kaya yang hidupnya pameristik akan mengalami nasib tragis yang naas. Asumsi ini mungkin benar selama anda menyampaikannya kepada masyarakat luas atau kepada diri sendiri. Akan tetapi, pendapat ini jelas salah bila kita menyebutkan identitas orang yang akan mengalaminya: aktivitas semacam ini justru sama dengan meramal nasib orang lain.

Pemerintah Amerika sama dengan Pemerintah Indonesia atau lebih tepatnya: pemerintah Indonesialah yang meniru Amerika yang menjadikan sandiwara sebagai salah satu sejarah negaranya. Layaknya peristiwa G30S PKI yang juga merupakan peristiwa kontroversial yang syarat kejanggalan dan kemustahilan logika, dimikian juga dengan penembakan JFK. Bisa jadi, presiden tersebut tidak pernah ada di dunia nyata (fiksi layaknya film). Atau bisa juga, pembunuhan tersebut hanyalah hoaks yang dibuat-buat atas kematian presiden. Bisa jadi penyebab sesungguhnya dari kehilangan besar itu adalah penyakit sejenis struk, jantung, darah tinggi dan lain sebagainya. Menurut logika kami, “kalau ada orang yang paling merasa aman di dunia ini adalah pemimpin.” Sebab tidak ada orang yang cukup gila dan tidak menginginkan sorga dengan berbuat jahat kepada mereka apalagi sampai membunuh petinggi organisasi besar sekelas negara Amerika!

Salam, Hoaks jangan dibesar-besarkan.
Jangan sampai itu menjebak
kita untuk meramalkan nasib orang
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.