13 Sikap GR Yang Kebangetan (Kege’eran Yang Keterlaluan)

Sikap GR Yang Kebangetan (Kege’eran Yang Keterlaluan)

Apalah manusia ini, pikiran yang mengambang melayang kemana-mana, menyambar apa saja semata-mata untuk membuat hatinya senang. Kesenangan-kesenangan yang mungkin timbul dari kemiripan situasi, kesamaan waktu dan sikap yang juga mirip-mirip. Tidak perlu terlalu naif lalu menganggap bahwa apa yang hampir-hampir bersamaan dengan diri sendiri adalah kepunyaan kita. Sembarangan menganggap bahwa segala yang mirip seperti yang kita inginkan sebagai sebuah tujuan yang perlu dicapai dan harus dimiliki selagi masih hidup. Merupakan sebuah pintu yang bisa mempertemukan kita dalam banyak sekali masalah. Sebab persepsi liar semacam ini rentan dengan salah kaprah dan akhirnya teledor, bersikap salah menanggapi sesama dan lingkungan sekitar.

Sikap GR adalah suatu kerentanan yang banyak berkontribuasi terhadap rasa senang instan yang dialami seseorang. Tetapi  di sisi lain ada lebih banyak lagi rasa angkuh yang ditarik ke dalam hati karena gede rasa secara otomatis membuat kita seolah-olah lebih dari yang lain. Padahal ada kesetaraan di antara manusia: apakah anda meyakini kebenaran ini atau lebih fokus mencari kesenangan lewat pandangan-pandangan aneh yang disuntikkan media di balik indahnya akting artis-artis berbakat? Selama kita melandaskan persepsi pada dunia yang seolah-olah membuat dirinya sama seperti kita, sesuai dengan yang diinginkan dan seolah-olah takluk kepada kita. Selama itulah kehidupan kita mudah dipermain-mainkan orang lain.

Sadar atau tidak, dunia bisa saja menuruti kedagingan kita yang penuh kebanggaan di awal-awal. Mereka akan membuatmu merasa hebat dan berpura-pura lemah di depan anda. Akan tetapi. Ketika hati tenggelam dalam kesombongan yang menyenangkan, tepat saat itulah mereka akan menghentakkan anda dan menyindir dari jauh. Awalnya terasa seperti melayang di awan-awan yang dalam sekejap mata ditarik jatuh oleh pihak tertentu lewat hal-hal yang sesungguhnya sangat sepele. Ketika pandangan yang kegeeran mengembang, besar kepala pun menonjol sehingga hal-hal kecil dibesar-besarkan. Apa yang mestinya bisa ditoleransi, malah akhirnya ditanggapi dengan cara yang salah dan terkesan berlebihan.

Kegeeran yang keterlaluan

Hebohnya manusia terhadap hal-hal yang baru pertama kali dialaminya bisa menjadi sasaran kebanggaan diri, terlebih jika dirinya selama ini jauh dari bahagia. Begitulah orang yang masih bingung bagaimana caranya untuk membuat dirinya senang di tengah hidup yang penuh dengan keterbatasan. Sebab secara bawaan, cara cepat untuk menjadi senang adalah dengan meninggikan dirinya dibanding orang-orang di sekitar. Mereka yang sesat jalan mencari kesenangan akan lebih mengoptimalkan panca inderanya terhadap hal-hal duniawi. Akibatnya, pihak tertentu yang berkuasa terhadap hal-hal tersebut bisa mengendalikan, mempermainkan bahkan sampai membuatnya kehilangan akal sehat.  Berikut ini akan kami berikan beberapa contoh sikap gede rasa yang kebangetan.

  1. Merasa bersinar mulia.

    Janji-janji Alkitab tentang kemuliaan memang sungguh menggiurkan terutama yang disampaikan oleh rasul Paulus, “Semua manusia telah kehilangan kemuliaan Allah” (bnd. Roma 3:23). Pandangan ini kurang tepat karena manusia sebelumnya bukanlah Allah dan bukan pula salah satu dari malaikat Tuhan. Tetapi manusia itu fana dan lebih rendah dari malaikat di sorga. Satu-satunya manusia yang lebih tinggi dari para malaikat di sorga adalah Tuhan Yesus Kristus yang adalah Allah sendiri. Manusia yang melakukan kebenaran dan keadilan adalah bentuk fana dari makhluk sorgawi yang masih harus melalui berbagai rintangan hidup agar dianggap pantas masuk sorga, pantas beroleh kemuliaan layaknya/ setara dengan para malaikat lainnya. Jadi, manusia tidak pernah kehilangan kemuliaan yang nyata dan tampak bersinar (bercahaya). Sebab semuanya itu baru akan kita dapatkan jika Tuhan menilai kita layak untuk beroleh hidup yang kekal di akhir zaman.

    Kadang-kadang ada orang yang merasa ge’er karena tubuhnya dihinggapi laron di malam hari. Biasanya serangga tersebut berputar-putar berkeliling di sekitar lampu pada musim tertentu. Lantas logika GR yang kebangetan merasa bahwa dirinya seperti lampu yang bersinar sehingga laron hinggap menghampir. Ketahuilah bahwa bukan hanya cahaya yang dapat menarik serangga tersebut agar menempel ke badan tetapi ada juga atraktan tertentu (semacam zat kimia). Seperti lebah di peternakan yang sarangnya diberi induk madu (atraktan) agar mereka tidak hijrah membuat sarang baru di alam liar.

  2. Merasa bisa berjalan di atas air.

    Penulis yang tidak bahagia dan kehilangan ide untuk dibicarakan, terjebak dalam persepsi yang disalah-hubungkan. Terhasut oleh karya-karya yang tidak ada hubungannya dengan injil, lalu menganggap suatu kejadian adalah awal yang menunjukkan kebenaran. Terapung di air bisa dialami oleh siapa saja terutama di kolam laut yang tidak sering dibersihkan. Endapan garam selama berhari-hari membuat salinitas kolam tinggi sehingga orang yang masuk ke dalamnya bisa saja terapung. Lantas orang yang terapung di air menganggap dirinya lebih benar dari orang lain karena secara fisik dia lebih dekat pada mukzizat yang dulu dilakukan Tuhan Yesus ketika berjalan di atas air. Ini jelas logika kegeeran yang keterlaluan sebab mengapung di dalam air tidak sama dengan berjalan di atas air. Hewan-hewan juga bisa mengapung di dalam air tanpa membutuhkan mukzizat.

  3. Merasa dipuji oleh ayam.

    Orang yang sepi bahagia mencari-cari kesenangan dengan menghubung-hubungkan hidup pada lingkungan di sekitarnya. Lantas ada hal-hal yang kebetulan terjadi yang bertepatan di saat kelebihannya diekspresikan. Mungkin juga karena kebetulan tidak ada orang di sekitarnya dan hanya ada ayam yang bersorak-sorak, lantas sorakan itu dianggapnya sebagai pujian. Padahal, dirinya sama-sekali tidak memahami bahasa ayam. Lagipula nenek moyang ayam pun memuji-muji Tuhan dengan nada dan intonasi serupa: jadi hentikan GR itu dan berhenti mencuri kemulaiaan Tuhan!

    Ada pula kegeeran sisi lain yang hari-harinya miskin penghiburan. Kebetulan saat dirinya diabaikan orang lain, ada suara ayam berkokok keras. Lantas logika yang gede rasa menghubung-hubungkan hal tersebut sebagai sanjungan atas kesabarannya menghadapi cobaan. Sadarilah, apapun spekulasi yang timbul, “hindari mencuri kemuliaan Tuhan!”

  4. Merasa disambut meriah oleh burung.

    Mereka yang yang diracuni kalium kurang mampu bersenang-senang dengan kenikmatan duniawi sebab hal-hal tersebut justru bisa menyakiti badan secara internal. Lantas karena tidak ada hiburan, suara-suara burung pun di sekitar dianggap sebagai keindahan yang terjadi karena dirinya. Padahal dia tidak paham apa yang dikatakan burung-burung itu. Lagipula nenek moyang burung pun di masa penciptaan memuji Tuhan dengan cara yang sama. Selain itu, suara-suara tersebut tidak bisa diaturnya menurut kehendak pribadi melainkan “itu adalah sesuatu yang datang dan pergi begitu saja tanpa pola dan tanpa pamit terlebih dahulu.” Persepsi yang kegeeran semacam ini hanyalah kebanggaan hampa yang tidak berdasar sama sekali.

  5. Merasa dan mengimajinasikan bahwa artis film adalah diri sendiri.

    Pernahkah anda merasa sangat terpana terhadap sikap dan perubahan kehidupan seorang artis dalam film? Sampai-sampai menyebut diri anda dengan nama artis tersebut. Seolah mengabaikan nama yang diberikan orang tua dari lahir lalu mengambil nama lain dan memaksa teman-teman memanggil anda dengan cara yang demikian. Ini adalah salah satu sikap kagum sekaligus GR karena baru pertama kali menonton kisah-kisah perjuangan hidup yang mengharukan. Kalau tidak salah, kami sendiri pernah mengalami hal yang sama dulu di bangku sekolah menengah.

  6. Merasa disukai karena lirikan/ senyuman lawan jenis.

    Parah si kawan ini bah…. Seperti orang kapu-kapu yang tidak pernah melihat lawan jenisnya. Masak dilirik saja sudah merasa, “aha itu cewek pasti menyukaiku, dia mungkin mengagumiku, bisa jadi dialah jodohku.” Jika anda pernah merasa seperti ini, pandangan tersebut hanyalah suatu persepsi yang bisa jadi dilihat berbeda oleh orang yang bersangkutan. Anda terlalu banyak menonton film telenovela jadul tentang “cinta pada pandangan pertama.” Jelas kondisi ini tidak mungkin untuk semua orang kecuali bagi mereka yang memiliki penampilan menarik yang hampir sempurnah sehingga langsung disukai oleh orang lain dan dirinya pun suka terhadap orang tersebut karena tidak kalah menarik.

    Jika anda merasa diri sebagai orang dengan kerentanan hidup, sebaiknya hindari mencari pacar sebelum mandiri. Utamakanlah terlebih dahulu untuk memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap yang jelas dan halal. Bisa dengan bekerja offline seperti masyarakat pada umumnya atau bisa juga bekerja secara online, menghasilkan karya, tulisan, gambar, video atau membaca berita, menonton iklan, memainkan game, mengikuti survei, aplikasi olahraga dan lain sebagainya. Jika anda sudah mandiri (kecuali anda adalah perempuan, tidak harus mandiri), tidak ada lagi yang bisa meragukan niat dan tidak ada pula yang berani mempermain-mainkan anda.

  7. Merasa mampu membuat orang lain takut-gemetaran.

    Kegeeran lain yang kepedean adalah merasa diri mampu menakuti orang lain. Entah bagaimana caranya seseorang bisa sampai merasa diri sebagai orang yang ditakuti padahal dirinya hanya manusia biasa saja. Ini namanya logika yang salah kaprah sebab tidak ada manusia yang secara fisik lebih kuat dari manusia pada umumnya. Ketakutan kita yang sesungguhnya terletak pada “takut berbuat dosa.” Kita takut berbuat dosa kepada orang lain karena tidak mau hati menjadi tidak tenang dalam rumah sendiri. Ingatan buruk dan rasa bersalah dari masa lalu cukup melelahkan saat dibahas-bahas dan berpotensi memicu stres.

    Sikap sopan dan segan orang lain terhadap kita jangan disalah-artikan. Sikap semacam itu adalah tanda keramahan hidup yang menunjukkan bahwa zaman dimana kita hidup penuh damai sejahtera. Bahkan beberapa perang populer yang sejak dahulu kala telah digembar-gemborkan, nyatanya belum pernah terjadi. Misalnya saja G30S PKI, Perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Nazi, Pemboman Hirosima dan Nagasaki, Perang Vietnam dan lain sebagainya.

  8. Merasa mampu mempengaruhi orang lain dengan kekuatan mental (telekinesis).

    Logika berpikir lainnya yang kebablasan adalah saat seseorang merasa bahwa dirinya mampu mempengaruhi kehidupan orang dengan kekuatan mental. Entah bagaimana caranya, tetapi bisa jadi orang lain tersandung, jatuh dan salah sikap karena seseorang mampu menekan mentalnya dari dalam. Jelaslah bahwa pemikiran semacam ini terlalu lebay karena dipicu oleh kebanyakan menonton film superhero aka science fiction (dongeng ilmu pengetahuan). Jelaslah bahwa orang lain mengalami kejadian aneh karena sebuah kebetulan terjadi di hadapan kita. Sebab kita tidak bisa melakukan hal yang sama kepada semua orang. Atau bisa jadi, itu hanya akal-akalan orang lain agar kita salah kaprah agar meninggikan diri sehingga bisa dijatuhkan dengan keras oleh pihak-pihak tertentu. Semakin tinggi seseorang jatuh dalam kesombongannya, semakin besar kemungkinan dirinya mengalami depresi.

  9. Merasa mampu meramal nasib orang.

    Berhati-hatilah menciptakan sudut pandang, sebab sudut pandang yang dipicu oleh kebencian terhadap oknum tertentu dapat meningkatkan kerentanan opini. Jika anda seperti kami, yang tidak menyukai kapitalisme, bukan berarti membenci orang-orangnya sama sekali. Sebab kebencian yang kelewat batas membuat kita cenderung merasa berhak menghakimi orang tersebut. Merasa bahwa orang ini atau itu pantas mati lalu menghubung-hubungkan kekhasannya dengan orang lain. Menganggap bahwa orang yang cirik khas sikap, gaya hidup dan permodalannya mirip-mirip akan menemui nasib yang sama, yaitu kematian. Lalu meramalkan bahwa orang ini dan itu pasti mati karena banyaknya dosa yang mereka lakukan, padahal Tuhan maha pengampun. Bukan kematian yang diinginkan Allah dari orang berdosa tetapi pertobatannya.

  10. Merasa mampu mengubah cuaca, mendatangkan terik dan hujan.

    Sadarilah bahwa zaman sekarang, penguasa kapitalis sudah memiliki kemampuan untuk mempengaruhi cuaca. Orang yang terlalu percaya diri dengan kelebihannya cenderung menganggap rentetan kejadian aneh yang berulang-ulang merupakan ulahnya. Ini bisa saja menjadi spekulasi sembarangan yang timbul karena kehabisan bahan cerita. Padahal, bisa jadi hal-hal tersebut hanyalah sesuatu yang lazim terjadi dan mungkin saja dibuat-buat untuk membuat anda sesat pikir. Jika air yang ada di sekitar saja tidak mampu anda pengaruhi, bagaimana ceritanya sampai anda mampu mempengaruhi struktur air yang jauh di atas sana?

  11. Merasa lebih hebat dari orang lain.

    Ini adalah proyeksi dari kesenangan duniawi yang dirasakan seseorang. Mungkin saja benar karena dia pun merupakan orang yang gigih, pekerja keras dan berprestasi. Akan tetapi, merasa diri lebih baik yang diikuti kebiasaan pameristik merupakan celah kerentanan yang memicu timbulnya ketergantungan. Tidak masalah jika keunggulan kita selalu ada tetapi yang menjadi masalahnya adalah saat kelebihan kita tiba-tiba raib di tengah tingginya ketergantungan terhadap pujian dan popularitas dari manusia. Akibatnya, hidup rentan stres: terdorong untuk merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar

  12. Merasa pengganggu mundur karena punya kekuatan super.

    Ada banyak hal-hal kebetulan yang tidak kita sadari namun terjadi secara bersamaan dalam kehidupan ini. Di saat hal-hal yang bersamaan itu terjadi dan kita menyadarinya maka mulailah otak menghubung-hubungkan hal tersebut. Sekalipun pada kenyataannya tidak ada hubungannya, namun tetap dipaksakan agar terhubung, semata-mata agar merasa senang menikmati gejolaknya. Seperti saat orang-orang tampak mengganggu kita, lalu meresponinya dengan fokus kepada Tuhan. Lantas ketika para pengganggu itu pergi, hati yang merasa hebat menganggap bahawa kekuatan batinnyalah yang membuat para pengacau itu undur. Padahal itu hanya bagian dari peraturan dimana memang sudah waktunya bagi pihak lain untuk meninggalkan kehidupan anda. Pengganggu berhenti mengacau karena sesuatu yang ada awalnya pasti ada akhirnya.

  13. Merasa mampu menahan racun-racun bahkan kebal racun.

    Kegeeran lain yang tidak kalah hebohnya adalah perasaan memiliki kemampuan untuk kebal terhadap racun. Sadarilah bahwa anggapan semacam ini cenderung mengada-ngada karena terbawa-bawa oleh trend film superhero. Tubuh pada dasarnya tidak menciptakan antibodi karena paparan toksin. Pembentukan antibodi khusus hanya terjadi terhadap paparan kuman tertentu saja. Jadi tidak ada istilahnya manusia tahan racun sama sekali. Hanya dengan penambahan jumlah sedikit toksin saja, sudah dapat meningkatkan efek lethal terhadap tubuh manusia yang rapuh.

Kesimpulan

Bahagia adalah kebutuhan. Secara alamiah, manusia mendapatkan kesenangan hidup lewat kenikmatan dan kemuliaan duniawi. Panca indera akan diakomodasi maksimal untuk menemukan materi-materi yang menyenangkan. Semua kesenangan duniawi seolah menjadi sempurna dalam sekejap bila kita merasa lebih baik dari orang lain. Orang bisa saja bersenang-senang saat ada yang disombongkan. Akan tetapi, bagaimana lagi dirinya dapat senang bila apa yang disombongkan sudah tidak ada/ kehabisan daya/ sudah kadaluarsa/ sudah ketinggalan zaman? Pada titik inilah manusia mulai mereka-reka langit kosong, menghubung-hubungkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada hubungannya. Semata-mata demi membuatnya senang walau sesaat saja. Akibatnya, persepsinya tentang hal-hal tertentu menjadi salah kaprah bahkan cenderung sesat pikir yang merugikan diri sendiri. Daripada fokus mencari kesenangan instan di dalam dunia yang fluktuatif, lebih baik meraih bahagia yang stabil dengan fokus memuliakan Tuhan dalam hati dan melakukan kebenaran dan keadilan selama nafas berhembus.

Salam, Gede rasa dan kesombongan
bisa membuat senang sesaat
tetapi di dalam Tuhan
dan dalam kebenaran-Nya
bahagiamu selamanya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.